Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Lukas Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

Renungan Lukas Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

Pendahuluan 

Ketika Anda dan saya percaya kepada Yesus, maka kita memiliki keinginan yang baru. Dahulu kita mencintai dosa-dosa kita, sekarang kita mencintai kesucian dan kekudusan hidup. Dahulu kita melihat diri kita benar, kini kita lihat diri kita adalah pendosa besar yang dibenarkan oleh Yesus yang telah disalibkan. Dahulu kita mementingkan diri sendiri, kini sama seperti Yesus kita memberikan diri untuk melayani jiwa-jiwa untuk semakin bertumbuh kearah Kristus.

Saudaraku, setiap renungan yang berpusat pada Injil Yesus Kristus, akan selalu menegur dosa, mengoyak hati dan memberikan pengertian yang benar. Akan pembenaran yang Kristus berikan dan kasih karunia yang dianugerahkan kepada pendosa yang layak binasa, Anda dan saya.

Saya selalu mengingatkan diri saya, betapa terkutuk dan binasanya saya, jika setiap tulisan renungan yang saya tulis. Hanya legalitas lakukan ini dan itu, hanya seruan untuk percaya tanpa pertobatan yang terus menerus. Celakalah saya jika tulisan saya tidak berpusat pada Injil Yesus Kristus.

Kitab Lukas, Injil kesukaan saya, bukan berarti 3 kitab Injil lainnya tidak baik karena saya tidak suka. Saya menyukai kitab Lukas karena saya telah menyelesaikan, untuk meneliti, membaca, merenungkan dan menarik setiap pelajaran penting dari Injil Lukas. 

Jika saya berkesempatan mendalami 3 Injil lainnya, maka itu akan menjadi kesukaan bagi jiwa yang memang terus menginginkan Kristus, Sang Keindahan yang sejati, yang mengikat jiwa untuk selalu ingin bersama-Nya.

Saudaraku, selamat bersaat teduh, melalui renungan yang telah saya tulis. Doa saya kiranya Allah Roh Kudus bekerja melalui tulisan ini dan Anda semakin cinta pada Yesus dan mau hidup terus untuk Yesus, mengabarkan Injil dan menjadi berkat bagi orang-orang yang belum mengenal Yesus. Selamat menikmati.

Renungan Lukas Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

1. Dia yang datang lebih berkuasa dan lebih berhak

Renungan Lukas 3:17

Lukas 3:17 (TB) Alat penampi sudah ada di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jarami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.

Sebagai hamba Kristus, Anda dan saya hanya akan mengabarkan Kristus dan barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa. Melainkan memperoleh kehidupan kekal menjadi milik-Nya dan melakukan apa yang menjadi tugas yang telah diberikan Yesus kepada kita. 

Demikianlah kehidupan Yohanes Pembaptis, ia adalah seorang pemberita Injil, ia adalah seseorang yang setia kepada Allah dan keras dalam hal melucuti dosa dan menyerukan pertobatan. Tugas utama seorang hamba Kristus adalah dekat dengan Kristus, mengenal Kristus, mengasihi yang Kristus kasihi dan menjadi milik Yesus seutuhnya. 

Saya ingin Anda sekarang memikirkan diri Anda sendiri, sudahkah kehidupan Anda sekarang menjadi milik Yesus? Jika belum hal itu menunjukkan secara bahwa Kekristenan Anda adalah Kristen palsu yang sama saja dengan apa yang dunia ini tawarkan. Kehidupan Anda masih milik diri sendiri dan kebenaran sendiri. baiklah kita bertobat dan meninggalkan kebenaran kita sendiri.

Saya hanya akan mengabarkan Kristus, hanya ketika kita bertobat dan meninggalkan kebenaran kita, kita memberikan diri kita kepada-Nya dan mengakui tidak ada setitik pun kemampuan dalam diri untuk menyelamatkan kehidupan dari dosa. Pada dasarnya Anda dan saya adalah pendosa yang layak binasa.

Hanya Kristus penyelamat, hanya Kristus yang menampi dan melihat apakah kita masih menyelematkan diri sendiri atau kita benar-benar sadar betapa tidak berdayanya diri kita, kita bukan hanya membutuhkan Kristus yang disalibkan. Pada akhirnya Dialah tujuan Anda dan saya hari ini hidup, Anda dan saya hari ini membaca renungan ini dan saya sedang menulis renungan ini.

Dia melihat kedalam diri Anda dan saya, saya mengabarkan Injil dengan penuh keyakinan agar Anda mau bertobat dan berpaling dari dosa dan hidup hanya bagi Kristus. Keterpisahan jiwa dari Allah adalah kematian kekal, para nabi di masa lalu selalu menyuarakan Firman Allah, Alkitab adalah panggilan untuk umat Allah bertobat dan kembali kepada kasih karunia yang sangat besar dari-Nya.

Yohanes pembaptis, membukan jalan baru untuk masuk-Nya Sang Penguasa yang menjadi manusia, pada akhirnya Allah sendiri yang turun ke dunia menjadi Nabi yang sejati. Ia menyelamat manusia bukan dari kemiskinan, bukan dari persoalan rumah tangga, bukan pula dari kelelahan dan sakit penyakit. 

Lebih dari semua itu, daging yang fana pasti akan binasa di kuburun. Namun jiwa yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah, inilah yang Kristus jangkau sampai Ia rela menjadi sangat hina, sangat berdosa dan sangat tidak layak lagi disambut dalam masyarakat. Bahwa ketika orang melihat Dia, mereka menggelengkan kepala terhadap Dia.

Tahukah Anda dosa kitalah yang ditanggung-Nya, Dia yang berkuasa menjadi tidak berkuasa, agar Anda dan saya tidak binasa. Agar Anda dan saya menjadi gandum yang mati bersama-sama dengan Dia dan berbuahkan gandum lainnya (jiwa-jiwa). 

Saudaraku, kepercayaan kepada Yesus adalah satu-satunya jaminan keselamatan, hati yang menerima pekabaran Injil, Roh Kudus yang bekerja di dalam hati dan kehidupan yang percaya dan kini dilahirkan kembali untuk menjadi milik-Nya. 

Dialah Sang penampi, Ia melihat hati yang benar-benar bertobat dan meninggalakan kebenaran diri. Dan Ia tahu orang-orang yang tidak pernah bertobat, mereka adalah sekam dan abu, mereka memakai kebenaran mereka untuk membayar Yesus, seolah-olah merekal layak, seolah-olah mereka berharga maka Yesus rela mati disalibkan bagi mereka. 

Baiklah setiap kebenaran mausia binasa bersama manusia itu sendiri. karena inilah yang Alkitab katakana, dan barangsiapa mengenakan kebanaran Kristus, maka di sanalah di dapati jiwa yang hidup oleh kuasa Roh Kudus di dalam diri.

Tuhan Yesus, Kaulah Sang pemampi, yang melihat dan berkausa membedakan gandum dan pasir sekam yang akan dibuang ke api. Aku dibenarkan oleh-Mu, aku diselamatkan oleh-Mu dan Kaulah harta berharga-Ku, Pribadi mulia yang mau mengasihi aku. Tolong aku untuk selalu memberitakan kasih karunia-Mu kepada Dia, Kau yang membenuk aku sesuai dengan keinginan-Mu dan menjadikan aku pekerja-Mu yang produktif hanya semata-mata karena anugerah. Di dalam nama Yesus. Amin.


2. Dia Tuhan atas hari-hari yang dijalani

Renungan Lukas 6:2 Oktober 2021

Lukas 6:2 (TB) Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari sabat?”

Legaslisme mengajari kita, bahwa apa yang kita lakukan, itulah yang menyelamatkan jiwa, mematuhi setiap aturan hal itulah yang membuat Allah berkenan. Demikianlah yang ada di dalam pikiran orang-orang Farisi. Mereka memiliki pengertian bahwa tidak melakukan pekerjaan pada hari Sabat adalah juruselamat mereka.

Saudaraku, inilah gambaran nyata dari kehidupan Kekristenan kita, kita seringkali berpikir, merasakan bahkan beranggapan. Saya baik maka saya layak menerima kasih Yesus, saya tidak sejahat orang itu, maka selayaknya saya hidup kaya dan menerima banyak berkat. 

Saya selalu ke gereja pada hari minggu layaklah kalau saya mati masuk ke dalam surga dan hidup dalam kesenangan terus menerus sesuai dengan yang baik menurut saya, inilah kehidupan saya. namu semua ini menunjukkan betapa dalamnya dosa-dosa kita.

Saya sangat suka jawaban dari Yesus, di (ayat 5) selain Ia menunjukkan bagaimana Daud mengambil makanan dari di rumah Allah dan mengambil roti sajian dan memakannya bersama-sama dengan pengikut-Nya. Dia juga menyatakan bahwa diri-Nya adalah Tuhan  atas hari sabat. Saudaraku, untuk mengerti hal ini kita harus secara serius merenungkannya. 

Namun sebelum masuk ke pengajaran, bagaimana Yesus mengakui bahwa diri-Nya sendiri adalah Tuhan. Anda mungkin tidak membaca keseluruhan dasar dari renungan kali ini. Jadi yang dipersoalkan oleh orang Farisi, adalah murid-murid Yesus yang memetic bulit gandum pada hari sabat dan mereka memakannya. Hal itu dilihat jelas oleh orang Farisi (Ayat 1). Maka di ayat 2 munculah pertanyaan.

Baca Juga: Renungan tentang padanglah kepada TUHAN

Selanjutnya kita masuk ke Yesus adalah Tuhan atas hari sabat, saya sangat suka dengan kata-kata Yesus yang satu ini, Ia memberikan identitas diri-Nya kepada Anda dan saya. ketika Anda memikirkan mengapa Yesus adalah Tuhan, karena hanya Tuhan yang tidak berdosa, Tuhan yang kudus, suci, sempurna dan dalam kesempurnaan-Nya Ia taat kepada Allah Bapa sampai disalibkan.

Yesus adalah Tuhan, hal ini berkaitan erat pada akhirya Yesus disalibkan, Yesus dalam daging Ia mati, karena darah dan daging Yesus secara sempurna menerima semua hukuman dosa umat manusia. Yesus yang adalah Tuhan sejati, hal inilah yang memberikan Ia otoritas penuh untuk mengampuni dosa, Ia manusia karena Ia harus mati dan menerita, menerima semua penderitaan kita, Ia lebih dulu merasakan sakit yang bisa saja umat-Nya terima pada suatu waktu.

Baca Juga: Renungan Saat Teduh berdasarkan YOHANES untuk 5 Hari

Ini tentang Dia Imanuel, Tuhan atas hari-hari kita, Ia berserta dengan kita Dia selalu bersama-sama dengan kita, menguatkan, mempertobatkan, menegur, mengoreksi, memampukan untuk taat. Memberikan kekuatan untuk tetap bertahan dalam situasi yang sangat sulit karena Injil. Tanpa Yesus menjadi Tuhan atas hari-hari kehidupan kita, betapa tidak bermaknanya kehudupan, betapa kita ada dalam ketikamampuan untuk menjalani hari-hari kita.

Dia yang memberikan diri-Nya beserta kita, Dialah yang memberikan darah-Nya untuk menguduskan dan menyucikan kita yang seharusnya binasa. Ketika Allah melihat Anda dan saya berdosa, yang Ia lihat bukanlah kebenaran kita, bukanlah kebaikan kita dan bukanlah kesempurnaan kita. melainkan Kristus yang di dalam kita.

Sebab pada akhirnya kita adalah pendosa, tidak ada kebenaran di dalam kita, tidak ada yang baik di dalam kita, pada dasarnya kita semua tidak berguna. Kita adalah orang berdosa yang layak binasa. Namu kasih karunia Dia yang adalah Tuhan atas hari Sabat, Dia yang adalah Tuhan atas dunia, Dia adalah Firman yang menjadikan dunia di mana Anda sekarang berada. Dia menggantikan kita di atas kayu salib, untuk menerima semua hukuman dos akita. 

Layaklah Dia sembah, dipuji dan dimuliakan. Betapa besarnya kasih ini, kasih yang sangat indah dan baiklah kasih inilah yang membuat Anda dan saya setiap hari terpikat kepada Yesus atas dasar semua hal yang Ia kerjakan untuk menyelematkan kita dari dosa, dari daging dan darah kita yang binasa.

Tuhan tolong aku untuk sadar, bahwa Engkau ada bersama-sama dengan aku setiap saat. Bahwa Engkau bekerja untuk menyelamatkan aku dan untuk mendatangkan kebaikan. Kau adalah pembelaku dan Kaulah kebenaranku. Di dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Lukas Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi"