Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Lukas Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

Renungan Lukas Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

Renungan Seri 26-31 Oktober

Pendahuluan 

Ketika Anda dan saya percaya kepada Yesus, maka kita memiliki keinginan yang baru. Dahulu kita mencintai dosa-dosa kita, sekarang kita mencintai kesucian dan kekudusan hidup. Dahulu kita melihat diri kita benar, kini kita lihat diri kita adalah pendosa besar yang dibenarkan oleh Yesus yang telah disalibkan. Dahulu kita mementingkan diri sendiri, kini sama seperti Yesus kita memberikan diri untuk melayani jiwa-jiwa untuk semakin bertumbuh kearah Kristus.

Saudaraku, setiap renungan yang berpusat pada Injil Yesus Kristus, akan selalu menegur dosa, mengoyak hati dan memberikan pengertian yang benar. Akan pembenaran yang Kristus berikan dan kasih karunia yang dianugerahkan kepada pendosa yang layak binasa, Anda dan saya.

Saya selalu mengingatkan diri saya, betapa terkutuk dan binasanya saya, jika setiap tulisan renungan yang saya tulis. Hanya legalitas lakukan ini dan itu, hanya seruan untuk percaya tanpa pertobatan yang terus menerus. Celakalah saya jika tulisan saya tidak berpusat pada Injil Yesus Kristus.

Kitab Lukas, Injil kesukaan saya, bukan berarti 3 kitab Injil lainnya tidak baik karena saya tidak suka. Saya menyukai kitab Lukas karena saya telah menyelesaikan, untuk meneliti, membaca, merenungkan dan menarik setiap pelajaran penting dari Injil Lukas. 

Jika saya berkesempatan mendalami 3 Injil lainnya, maka itu akan menjadi kesukaan bagi jiwa yang memang terus menginginkan Kristus, Sang Keindahan yang sejati, yang mengikat jiwa untuk selalu ingin bersama-Nya.

Saudaraku, selamat bersaat teduh, melalui renungan yang telah saya tulis. Doa saya kiranya Allah Roh Kudus bekerja melalui tulisan ini dan Anda semakin cinta pada Yesus dan mau hidup terus untuk Yesus, mengabarkan Injil dan menjadi berkat bagi orang-orang yang belum mengenal Yesus. Selamat menikmati.

Renungan Lukas Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

1. Dia yang datang lebih berkuasa dan lebih berhak

Renungan Lukas 3:17 Selasa 26 Okotber 2021

Lukas 3:17 (TB) Alat penampi sudah ada di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jarami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.

Sebagai hamba Kristus, Anda dan saya hanya akan mengabarkan Kristus dan barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa. Melainkan memperoleh kehidupan kekal menjadi milik-Nya dan melakukan apa yang menjadi tugas yang telah diberikan Yesus kepada kita. 

Demikianlah kehidupan Yohanes Pembaptis, ia adalah seorang pemberita Injil, ia adalah seseorang yang setia kepada Allah dan keras dalam hal melucuti dosa dan menyerukan pertobatan. Tugas utama seorang hamba Kristus adalah dekat dengan Kristus, mengenal Kristus, mengasihi yang Kristus kasihi dan menjadi milik Yesus seutuhnya. 

Saya ingin Anda sekarang memikirkan diri Anda sendiri, sudahkah kehidupan Anda sekarang menjadi milik Yesus? Jika belum hal itu menunjukkan secara bahwa Kekristenan Anda adalah Kristen palsu yang sama saja dengan apa yang dunia ini tawarkan. Kehidupan Anda masih milik diri sendiri dan kebenaran sendiri. baiklah kita bertobat dan meninggalkan kebenaran kita sendiri.

Saya hanya akan mengabarkan Kristus, hanya ketika kita bertobat dan meninggalkan kebenaran kita, kita memberikan diri kita kepada-Nya dan mengakui tidak ada setitik pun kemampuan dalam diri untuk menyelamatkan kehidupan dari dosa. Pada dasarnya Anda dan saya adalah pendosa yang layak binasa.

Hanya Kristus penyelamat, hanya Kristus yang menampi dan melihat apakah kita masih menyelematkan diri sendiri atau kita benar-benar sadar betapa tidak berdayanya diri kita, kita bukan hanya membutuhkan Kristus yang disalibkan. Pada akhirnya Dialah tujuan Anda dan saya hari ini hidup, Anda dan saya hari ini membaca renungan ini dan saya sedang menulis renungan ini.

Dia melihat kedalam diri Anda dan saya, saya mengabarkan Injil dengan penuh keyakinan agar Anda mau bertobat dan berpaling dari dosa dan hidup hanya bagi Kristus. Keterpisahan jiwa dari Allah adalah kematian kekal, para nabi di masa lalu selalu menyuarakan Firman Allah, Alkitab adalah panggilan untuk umat Allah bertobat dan kembali kepada kasih karunia yang sangat besar dari-Nya.

Yohanes pembaptis, membukan jalan baru untuk masuk-Nya Sang Penguasa yang menjadi manusia, pada akhirnya Allah sendiri yang turun ke dunia menjadi Nabi yang sejati. Ia menyelamat manusia bukan dari kemiskinan, bukan dari persoalan rumah tangga, bukan pula dari kelelahan dan sakit penyakit. 

Lebih dari semua itu, daging yang fana pasti akan binasa di kuburun. Namun jiwa yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah, inilah yang Kristus jangkau sampai Ia rela menjadi sangat hina, sangat berdosa dan sangat tidak layak lagi disambut dalam masyarakat. Bahwa ketika orang melihat Dia, mereka menggelengkan kepala terhadap Dia.

Tahukah Anda dosa kitalah yang ditanggung-Nya, Dia yang berkuasa menjadi tidak berkuasa, agar Anda dan saya tidak binasa. Agar Anda dan saya menjadi gandum yang mati bersama-sama dengan Dia dan berbuahkan gandum lainnya (jiwa-jiwa). 

Saudaraku, kepercayaan kepada Yesus adalah satu-satunya jaminan keselamatan, hati yang menerima pekabaran Injil, Roh Kudus yang bekerja di dalam hati dan kehidupan yang percaya dan kini dilahirkan kembali untuk menjadi milik-Nya. 

Dialah Sang penampi, Ia melihat hati yang benar-benar bertobat dan meninggalakan kebenaran diri. Dan Ia tahu orang-orang yang tidak pernah bertobat, mereka adalah sekam dan abu, mereka memakai kebenaran mereka untuk membayar Yesus, seolah-olah merekal layak, seolah-olah mereka berharga maka Yesus rela mati disalibkan bagi mereka. 

Baiklah setiap kebenaran mausia binasa bersama manusia itu sendiri. karena inilah yang Alkitab katakana, dan barangsiapa mengenakan kebanaran Kristus, maka di sanalah di dapati jiwa yang hidup oleh kuasa Roh Kudus di dalam diri.

Tuhan Yesus, Kaulah Sang pemampi, yang melihat dan berkausa membedakan gandum dan pasir sekam yang akan dibuang ke api. Aku dibenarkan oleh-Mu, aku diselamatkan oleh-Mu dan Kaulah harta berharga-Ku, Pribadi mulia yang mau mengasihi aku. Tolong aku untuk selalu memberitakan kasih karunia-Mu kepada Dia, Kau yang membenuk aku sesuai dengan keinginan-Mu dan menjadikan aku pekerja-Mu yang produktif hanya semata-mata karena anugerah. Di dalam nama Yesus. Amin.


2. Dia Tuhan atas hari-hari yang dijalani

Renungan Lukas 6:2 Rabu 27 Oktober 2021

Lukas 6:2 (TB) Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari sabat?”

Legaslisme mengajari kita, bahwa apa yang kita lakukan, itulah yang menyelamatkan jiwa, mematuhi setiap aturan hal itulah yang membuat Allah berkenan. Demikianlah yang ada di dalam pikiran orang-orang Farisi. Mereka memiliki pengertian bahwa tidak melakukan pekerjaan pada hari Sabat adalah juruselamat mereka.

Saudaraku, inilah gambaran nyata dari kehidupan Kekristenan kita, kita seringkali berpikir, merasakan bahkan beranggapan. Saya baik maka saya layak menerima kasih Yesus, saya tidak sejahat orang itu, maka selayaknya saya hidup kaya dan menerima banyak berkat. 

Saya selalu ke gereja pada hari minggu layaklah kalau saya mati masuk ke dalam surga dan hidup dalam kesenangan terus menerus sesuai dengan yang baik menurut saya, inilah kehidupan saya. namu semua ini menunjukkan betapa dalamnya dosa-dosa kita.

Saya sangat suka jawaban dari Yesus, di (ayat 5) selain Ia menunjukkan bagaimana Daud mengambil makanan dari di rumah Allah dan mengambil roti sajian dan memakannya bersama-sama dengan pengikut-Nya. Dia juga menyatakan bahwa diri-Nya adalah Tuhan  atas hari sabat. Saudaraku, untuk mengerti hal ini kita harus secara serius merenungkannya. 

Namun sebelum masuk ke pengajaran, bagaimana Yesus mengakui bahwa diri-Nya sendiri adalah Tuhan. Anda mungkin tidak membaca keseluruhan dasar dari renungan kali ini. Jadi yang dipersoalkan oleh orang Farisi, adalah murid-murid Yesus yang memetic bulit gandum pada hari sabat dan mereka memakannya. Hal itu dilihat jelas oleh orang Farisi (Ayat 1). Maka di ayat 2 munculah pertanyaan.

Baca Juga: Renungan tentang padanglah kepada TUHAN

Selanjutnya kita masuk ke Yesus adalah Tuhan atas hari sabat, saya sangat suka dengan kata-kata Yesus yang satu ini, Ia memberikan identitas diri-Nya kepada Anda dan saya. ketika Anda memikirkan mengapa Yesus adalah Tuhan, karena hanya Tuhan yang tidak berdosa, Tuhan yang kudus, suci, sempurna dan dalam kesempurnaan-Nya Ia taat kepada Allah Bapa sampai disalibkan.

Yesus adalah Tuhan, hal ini berkaitan erat pada akhirya Yesus disalibkan, Yesus dalam daging Ia mati, karena darah dan daging Yesus secara sempurna menerima semua hukuman dosa umat manusia. Yesus yang adalah Tuhan sejati, hal inilah yang memberikan Ia otoritas penuh untuk mengampuni dosa, Ia manusia karena Ia harus mati dan menerita, menerima semua penderitaan kita, Ia lebih dulu merasakan sakit yang bisa saja umat-Nya terima pada suatu waktu.

Ini tentang Dia Imanuel, Tuhan atas hari-hari kita, Ia berserta dengan kita Dia selalu bersama-sama dengan kita, menguatkan, mempertobatkan, menegur, mengoreksi, memampukan untuk taat. Memberikan kekuatan untuk tetap bertahan dalam situasi yang sangat sulit karena Injil. Tanpa Yesus menjadi Tuhan atas hari-hari kehidupan kita, betapa tidak bermaknanya kehudupan, betapa kita ada dalam ketikamampuan untuk menjalani hari-hari kita.

Dia yang memberikan diri-Nya beserta kita, Dialah yang memberikan darah-Nya untuk menguduskan dan menyucikan kita yang seharusnya binasa. Ketika Allah melihat Anda dan saya berdosa, yang Ia lihat bukanlah kebenaran kita, bukanlah kebaikan kita dan bukanlah kesempurnaan kita. melainkan Kristus yang di dalam kita.

Sebab pada akhirnya kita adalah pendosa, tidak ada kebenaran di dalam kita, tidak ada yang baik di dalam kita, pada dasarnya kita semua tidak berguna. Kita adalah orang berdosa yang layak binasa. Namu kasih karunia Dia yang adalah Tuhan atas hari Sabat, Dia yang adalah Tuhan atas dunia, Dia adalah Firman yang menjadikan dunia di mana Anda sekarang berada. Dia menggantikan kita di atas kayu salib, untuk menerima semua hukuman dos akita. 

Layaklah Dia sembah, dipuji dan dimuliakan. Betapa besarnya kasih ini, kasih yang sangat indah dan baiklah kasih inilah yang membuat Anda dan saya setiap hari terpikat kepada Yesus atas dasar semua hal yang Ia kerjakan untuk menyelematkan kita dari dosa, dari daging dan darah kita yang binasa.

Tuhan tolong aku untuk sadar, bahwa Engkau ada bersama-sama dengan aku setiap saat. Bahwa Engkau bekerja untuk menyelamatkan aku dan untuk mendatangkan kebaikan. Kau adalah pembelaku dan Kaulah kebenaranku. Di dalam nama Yesus. Amin.


3. Mempercayakan seluruh kehidupan kepada Yesus

Renungan Lukas 7:10 Kamis 28 Oktober 2021

Lukas 7:10 (TB)  Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehati kembali.

Kesembuhan terbesar yang Kristus kerjakan adalah kesembuhan dari dosa. Ketika Ia menunjukkan kuasanya selama Ia masih di dalam darah dan daging yang fana. Itu hanyalah gambaran yang lebih besar yang Ia kerjakan secara rohani bagi manusia, setiap kesembuhan secara fisik haruslah menjadikan Anda dan saya semakin yakin akan kesembuhan secara rohani, yang Roh Kudus kerjakan di dalam kita hari-hari ini. 

Karena dosa maka manusia mati secara rohani lalu pancaknya secara fisik. Dan sampai har ini manusia bergumul dengan kematian dan sakit penyakit. Hal itu menjadikan dirinya lebih mementingkan kehidupan di dunia dan tidak pernah benar-benar memikirkan kehidupan yang ada di kekekalan. Saudaraku yang terkasih, kita harus sadar, setiap kesembuhan yang terjadi adalah gambaran nyata dari kesembuhan atas dosa.

Masalah terbesar manusia adalah dosa, kita mati secara rohani. Tenggelam dalam lautan yang luas, hanya tersisa tulang yang tidak bernyawa. Manusia telah jatuh dari gedung yang amat tinggi dan setiap tubuhnya hancur terserak, tidak bernyawa. Ini adalah gambaran nyata dari dosa di dalam darah dan daging kita.

Karena dosa Yesus merelakan diri-Nya diremukkan, karena dosa Yesus menjadi sangat menderita, karena dosa Yesus merelakan diri-Nya disalibkan dan tinggalkan oleh Allah Bapa. Kita harus mengerti dan bertobat dari segala dosa dan mengejar Kristus karena Dia satu-satu-Nya harapan kita, satu-satunya sumber kesembuhan dari dosa.

Jika sakit penyakit sembuh karena mujizat, itu berarti Yesus sedang memerintahkan Anda untuk mengerjakan pekerjaan-Nya. Jika Anda bukan orang percaya, jika Yesus sembuhkan Anda, berarti Ia sedang menarik Anda untuk disalibkan bersama-sama dengan Dia dan hidup bari di dalam Dia.

Hanya memberikan diri kepada Kristus, maka di sanalah adanya keselamatan. Ketika Anda dan saya percaya kepada Dia bahwa hanya di dalam Dia adalah kebangkitan dan hidup. Maka kehidupan yang disegarkan, dipenuhkan dan di jadikan baru untuk mengasihi yang Ia kasihi dan membenci yang Ia benci.

Saudaraku, saya mengajak Anda untuk melihat secara serius akar dari sakit penyakit adalah dosa. Saya rindu Anda menganggap serius setiap dosa karena Yesus harus disalibkan karena hal ini begitu serius. Karena dosa, maka jiwa yang seharusnya memuji dan memuliakan Allah, ada di dalam laut yang dalam dan menjadi tulang belulang. Seperti tulan di tengah gurun demikianlah dosa yang menyebabkan sakit penyakat pada diri manusia.

Baca Juga: Renungan Saat Teduh berdasarkan YOHANES untuk 5 Hari

Kita tidak dapat hidup tanpa kuasa dari Allah sendiri yang membangkitkan. Yesus dibangkitkan pada hari yang ke tiga, karena Dia telah mati dan benar-benar mati. Demikianlah kita telah mati atas dosa dan bangkit besama-sama dengan Yesus dan hidup untuk Dia.

Saat-saat ini napas masih terhembus, marilah kita hidup berpenyerahan kepada Yesus, karena dari penyerahan inilah maka kita yang adalah bayi rohani terus bertumbuh menjadi dewasa dan semakin menikmati kemuliaan yang ada di dalam kita, kemuliaan itu adalah Yesus itu sendiri.

Tuhan, karya keselamatan yang Kau kerjakan sangatlah sempurna, karena itu aku selalu ingin bersujud menyembah dan bertobat. Karena semakin aku sadar betapa aku adalah orang berdosa dan harus selalu berdiam dalam hadirat-Mu dan terus melihat Yesus yang disalibkan itu secara jelas dan nyata. Di dalam nama Yesus. Amin.


4. Injil yang berasal dari Allah

Renungan Lukas 2:20 Jumaat 29 Oktober 2021

Lukas 2:20 (TB) Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai denga napa yang telah dikatakan kepada mereka.

Sebelum para gembala datang dari kejauhan, mereka menerima Injil dari Malaikat, mereka menerima kabar kesukaan besar bagi dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. Ketika merenungkan sukacita yang ditimbulkan akan Injil yang dinyatakan, secara nyata dan benar. Injil masuk ke dalam hati, mempengaruhi dan mengubahkan dan memberikan cara pandang yang indah akan kehidupan yang dipenuhi makna dan kesukaan besar dari Allah yang berbelaskasihan kepada umat manusia yang telah memberontak dan pasti akan binasa.

Natal adalah keseharian Anda saya, lebih jauh merenungkan tentang kelahiran Yesus, di mana ayat-ayat yang menjadi perenungan Anda dan saya hari ini. Adalah ayat-ayat Alkitab yang dikotbahkan setiap bulan Desember untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Lalu sih Pengkotbah biasanya bertanya, “sudahkah Yesus lahir di hati Anda?” 

Saya menjawab pertanyaan di atas, “bagaimana mungkin orang-orang Kristen mengalami Yesus, menikmati kelahiran Yesus di hati mereka sedangkan kelahiran Yesus hanya diberitakan di atas mimbar Gereja 1 tahun sekali.” Maka kita menemukan orang-orang Kristen yang tidak mengerti Injil, tidak pernah benar-benar memikirkan iman mereka dan bagaimana penerapan secara praktis Yesus yang lahir di dalam hati mereka. 

Kekristenan kita menjadi sangat layu dan kering, kerena tidak pernah benar-benar mengenal dan mencintai kitab suci, Kekristenan kita kering dan menyedihkan. Karena kita di ajar, di ajak, dan diberikan asupan. Dari bulan Januari sampai November, bagaimana kita dapat melakukan semua cara-cara hidup kita, menyelesaikan cita-cita kita, lalu kita di ajak mengandalkan Tuhan Yesus. di mana Yesus adalah kuasa yang harus memuaskan setiap keinginan hati dan pikiran kita. Betapa sesat dan mematikannya Kekristenan kita hari-hari ini.

Yesus tidak akan pernah ada di hati Kekristenan kita, karena kelahiran-Nya, di mana Ia menjadi manusia tidak pernah di kabarkan kepada diri sendiri setiap hari.  Dia yang menjadi manusia terbatas sangat-sangat tidak bermakna bagi kita setiap hari. Kita hanya mengingat Yesus menjadi manusia lemah dan lahir di kandang yang hina. Hanya ketika bulan Desember. 

Para gembala sidang, jangan harap jemaat Anda bertumbuh ke arah Kristus, jika Anda tidak pernah benar-benar memberitakan Injil kepada diri Anda sendiri sampai Anda sadar betapa berdosanya diri  Anda, betapa Anda harus bertobat setiap hari.  Para jemaat, jangan harap Anda akan bertumbuh ke arah Kristus, jika yang Anda dengarkan dan pikirkan setiap hari bukan Yesus yang adalah Allah, menjadi manusia dan mati di atas kayu salib.

Kekristenan kita tanpa sukacita, karena tidak mengalami Keindahan pribadi Yesus, kita tidak pernah mengerti secara mendalam makna dari salib dan kita selalu saja terpukau dan terlena dengan pencapaian kita, diri sendiri, dan semua hal yang dunia ini tawarkan. Kekristenan kita harus bertobat, kita harus kembali ke inti, konten utama, dasar, pusat kehidupan Kristen kita Yaitu Yesus Kristus yang disalibkan itu dan hidup untuk Dia saja dan mati bersama Dia setiap hari. Kekristenan kita yang telah terpisah dari Yesus, Kekristenan kita lebih menentinkan pencapaian kita yang sesuai dengan kemegahan dan kesuksesan dunia.

Saudaraku, Anda dan saya, adalah orang yang telah berada di dalam Dia, dipilih oleh-Nya untuk menjadi umat yang kudus milik-Nya sendiri. Maka dari itu, baiklah kita selalu dan terus melihat diri kita dan melihat setiap tujuan kita. 

Apakah Yesus yang menjadi tujuan utama kehidupan kita, atau kah segala hal tentang kita, kenyamanan kita; Kehendak kita dan kerinduan hati yang selalu menyesatkan dan tidak sesuai dengan rancangan Allah bagi kita untuk kemajuan pemberitaan Injil Yesus Kristus.

Saudaraku, Injil yang berasal dari Allah adalah undangan yang membawa Anda dan saya untuk menjadi seperti Kristus. Sebagai puncak dari tujuan Kekristenan kita, bukan kekayaan, bukan kenyamanan hidup, dan bukan pula apa yang megah dan mewah menurut pikiran dan perasaan kita. Tapi menjadi serupa dengan Dia, dalam sukacita yang mendalam memuliakan Dia. 

Mengasihi yang Yesus kasihi dan membenci yang Yesus benci. Baiklah natal, inkarnasi Kristus, benar-benar tertanam di hati, karena kita diberikan kehidupan yang bebas. Dapat merenungkan firman-Nya, Injil yang menjadi tujuan dari hati dan pikiran terarah.  

Bapa yang baik, terimakasih telah mengirimkan Yesus, untuk menghidupkan aku yang berdosa ini, untuk aku yang mati dan kini aku hidup di dalam Yesus. Tuhan mampukan aku dalam hari-hari yang melelahkan ini, terus berjalan di dalam Injil yang sejati dan menikmati kasih dan keindahan Allah sampai akhir napasku. Di dalam nama Yesus. Amin. 


5. Ditentukan untuk melayani

Renungan Lukas 22:24 Sabtu 30 Oktober 2021

Lukas 22:24 (TB) Terjadilah pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.

5. Ditentukan untuk melayani

Renungan Lukas 22:24 Sabtu 30 Oktober 2021

Lukas 22:24 (TB) Tejadilah pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.

Terbesar bagi dunia, semua itu tidak berarti dan berharga bagi Allah, Anda dan saya sangat suka dengan apa yang berharga bagi dunia. Sadar atau tidak teologi kita telah terkontaminasi oleh sistem dunia yang menyesatkan dan merusak kehidupan, di mana kita ada di dalam dunia yang mencitai hal-hal luar biasa besar dan tidak peduli dengan kehendak Allah.

Padahal jelas pada akhirnya orang-orang yang ada di dalam Kristus dan melakukan kehendak Bapa, merekalah yang masuk ke dalam kerajaan Allah, mereka yang melayani seperti Yesus melayani. Saya tidak sedang mengatakan bahwa pelayanan Anda yang menyelamatkan, tetapi mari lihat diri Anda, lihat hati Anda, dan pikirkan pemikiran Anda. 

Apakah Anda yang telah mengaku percaya kepada Kristus, telah ada dalam kehidupan yang bersukacita di dalam kehendak Allah, atau Anda hanya ada di dalam kehendak Adan dan selamanya hidup seolah-olah mengandal Yesus dalam segala pencapaian yang semua itu tentang Anda. karena buah dari kehidupan yang telah diselamatkan secara Cuma-Cuma, adalah pelayanan yang setiap pada rancangan Allah.

Para murid pada waktu itu, berdebat tentang siapa yang terbesar, satu hal penting Yesus menanggapi, tentang ap aitu besar berdasarkan kerajaan Allah, yaitu yang terbesar adalah dia yang melayani. Ini bukan tentang saya melayani agar saya menerima penghormatan dari sesama, agar saya menerima banyak berkat dan agar  saya dapat dengan mudah berbicara tentang diri saya karena saya telah melakukan banyak hal untuk Tuhan. 

Jika demikian pemikiran dan pengertian Anda tentang melayani, Anda harus bertobat, Anda harus kembali kepada Krstus yang telah melayani Anda, sehingga mati disalibkan dan menjadi sangat hina. Bukan penghormatan dari manusia yang Ia inginkan maka Ia melayani.

Yesus melayani karena hidup-Nya adalah milik Allah Bapa, hidup-Nya adalah untuk taat kepada Allah Bapa saja. Ia mati untuk menunjukkan kepada para murid bahwa apa yang Ia nyatakan ap aitu yang terbesar adalah menjadi hina bagi dunia. 

Telah dinyatakan di atas kayu salib, hanya ketika Anda dan saya memandang kepada salib Yesus. maka kita dapat mengerti arti sejat dari menjadi besar, yaitu mati atas keinginan diri dan menjadi seperti Yesus, tentang bagaimana Ia melayani dan menjangkau melalui kemampuan dan otoritas ketika Ia masih ada di dalam dunia.

Saudaraku, ketika Anda berkata Anda melayani Tuhan, yang menjadi pertanyaan tantangan saya untuk Anda. apakah Anda sedang melayani seperti Yesus melayani? Bagaimana Anda dapat melihat Yesus melayani berdasarkan Alkitab, memanggil orang untuk bertobat, memanggil orang untuk bertumbuh dan benar-benar hidup oleh Roh Kudus dan produktif untuk kemajuaan pemberitaan Injil Yesus Kristus.

Ketika saya berbicara tentang melayani, saya selalu membawa Anda pada esensi, yang terpenting, yang paling penting di ALkitab. Yaitu pelayanan yang memiliki tujuan, untuk membawa jiwa-jiwa percaya kepada Yesus, bertumbuh di dalam Yesus, menyangkal diri untuk menjadi seperti Yesus, memikul salib untuk melayani sesama dan mengikut Yesus setiap hari. Mengikut Yesus berarti berada di hadirad-Nya.

Bagaimana? Kita semua ingin menjadi yang terbesar, maka melayanilah, sama seperti Yesus melayani. Jika Anda sekarang pelayan seperti ap aitu, intinya beritakan Injil, bawalah orang-orang terdekat untuk bertumbuh. Bacalah 4 kitab Injil, lihat bagaimana Yesus berinteraksi bersama para murid, untuk menjadikan mereka pelayan yang setia, hidup di dalam Roh Kudus. 

Pelajarilah Kisah Para Rasul, lihatlah bagaimana Injil disebarkan, bagaimana kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus itu. Hal yang sangat penting, Anda dan saya harus benar-benar cinta pada Alkitab, tanpa kecintaan yang mendalam untuk mempelajari Alkitab, maka Anda dan saya hanya menjadi pelayan-pelayan yang tidak di dalam kemajuaan Injil.

Anda akan keluar dari rahmat yang lebih besar, dan tidak mengalami sukacita sorga, karena adanya pertumbuhan rohani yang Anda layani dan pertobatan yang sejati dari orang yang Anda layani. Saudaraku, marilah melayani sesama atas dasar, keindahan kasih karunia, Yesus yang disalibkan karena telah melayani Anda dan saya, baiklah hidup kita penuh dengan rahmat Tuhan, sehingga kita melayani hanya berpusat pada Injil dan untuk kemajuan pemberitaan Injil.

Tuhan, aku berdoa, untuk kebenaran ini, aku harus selalu sadar, Tuhan tolong aku agar aku sadar. Bahwa yang terbesar menurut kerajaan Allah adalah menjadi pelayan sesama manusia. Tolong aku untuk hidup dalam Injil setiap hari, selalu ada di dalam Roh Kudus yang menjadi kawan yang setia untuk memperingati aku akan Injil yang sejati dan memberitakan Injil itu kepada sesamaku. Di dalam nama Yesus. Amin. 

 

6. Apa yang harus kita minta?

Renungan Lukas 11:9 Minggu 31 Oktober 2021

Lukas 11:9 (TB) Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Jika ada yang lebih penting dari Roh Kudus, yang tinggal di dalam hati. Maka selamanya Anda menemukan kehidupan yang benar-benar kosong, kering dan tidak berguna. Kehidupan yang ada di dalam kebutuhan yang tidak ada habisnya. Hidup, didasarkan pada keinginan hati, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Itu adalah permintaan yang paling menyesatkan selama kehidupanya berlangsung.

Ketika Yesus mengajari para murid, untuk secara serius meminta, secara serius mengetuk bahwa Allah akan menberikan apa yang mereka inginkan. Bukan berarti keinginan alami manusia, yang sama dengan keinginan dunia yang sesat dan membawa pada kebinasaan kekal. 

Yesus tidak sedang memisahkan permintaan Anda dan saya dari kekudusan hidup. Sebab keutamaan kehidupan adalah kekudusan, keindahan dan kenikmati di dalam Dia. Sebab tujuan Anda dan saya ada hari ini untuk hidup dan bernapas. Adalah untuk hidup dalam kemuliaan, memuliaakan dan terus dikuduskan di dalam Kristus sebab Dia telah membeli kita dengan darah yang mahal.

Permintaan yang Yesus ajarkan haruslah meminta sesuatu dengan sistem nilai hidup yang kekal, kehidupa abadi. Kehidupan yang tidak mengasihi dunia, mencintai dunia dan segala kefanaan. Anda tidak akan mendapatkan apa-apa, ketika perintaan Anda ada di dalam kesesatan, ada dalam nafsu yang menyesatkan dan berakar pada hati yang menyembah berhala.

Karena pada akhirnya permintaan Anda dan saya haruslah didasarkan pada ketundukan kepada Allah yang kekal. Permintaan kita harus selaras dengan kehendak kekal Allah bagi dunia. Di mana Anda dan saya bekerja untuk bagian terkecil dalam kemajuan pemberitaan Injil dan merasakan bagaimana sukacita yang berasal dari Allah itu memenuhkan kehidupan. 

Permintaa yang memberikan terang bagi hati dan membukakan mata hati kita untuk semakin hari melihat rancangan Allah bagi kehidupan. Rancangan kekal, rancangan abadi yang berasal dari-Nya dan akan memenuhkan jiwa yang telah hidup di dalam Kristus. bagi pekerjaan kekal dan penuh makna yang berasal dari Kristus.

Lalu apa yang harus Anda dan saya minta untuk dapat selaras dengan kebenaran Injil yang sejati?

Kita masuk ke (Lukas 11:13), betapa permintaan yang baik itu adalah permintaan akan Pribadi yang selalu ada bersama-sama dengan Anda dan saya hari-hari ini. Yesus menundang para murid, Anda dan saya. untuk meminta Roh Kudus, Dia adalah Allah yang berkuasa. Dia yang berjalan-jalan bersama-sama dengan kita, berdoalah dan mintalah untuk hati yang semakin hari semakin peka kepada-Nya, semakin melihat bagaiman Roh Kudus bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang ada di dalam kasih-Nya.

Kita yang ada di dalam Kristus haruslah hidup dalam Roh, setiap hari hidup penuh dengan pengharapan, yang berasal dari Roh Kudus yang bersama-sama dengan kita. Di mana Roh Kudus yang menjadi puncak dari permintaan yang harus kita minta setiap hari kepada Allah, berdoa untuk kepenuhan akan Dia, dipenuhkan untuk hidup bagi kemuliaan Allah dan menikmati kemuliaan yang berasal dari Dia saja. 

Hanya ketika Roh Kudus di dalam kita dan kita di dalam Kristus maka kita diubahkan untuk menjadi seperti Kristus, hidup yang mengejar untuk taat kepada Allah Bapa, hidup yang untuk memuliakan Allah Bapa dan hidup yang selalu dan selalu berpusat pada Yesus saja. Setiap hari setiap saat hanya Dia yang menjadi kesempurnaan di mana hati dan pikiran kita terarah, hanya kepada Kristus yang telah disalibkan.

Tuhan, aku memuji Engkau yang kudus yang mulia, Engkau yang mengasihi aku dan Engkau yang telah memberikan kepadaku kasih  karunia yang melimpah dan bersuka di dalam-Mu. Tuhan tolong aku, mampukan aku, kuatkan aku dan nyatakan kasih karunia-Mu sehingga aku dapat merasakan betapa nyata dan benar-benar ada penyertaan dari Roh Kudus. Di dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Lukas Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi"