Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Yohanes Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

 Renungan Yohanes Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

Renungan Yohanes Seri Tanggal 21-25 Okotber

Kehidupan baru di dalam Kristus adalah kehidupan yang dijadikan kudus, untuk melayani Dia dan hidup hanya bagi-Nya bahkan memuliakan Dia seumur hidup kita. Hal yang sangat penting ketika Anda dan saya mengenal Yesus, kita bertobat dan semakin mengasihi Dia saja hari lapas hari kita,  meninggalkan semua beban yang merintangi kita dan mengenakan Dia, sebagai satu-satunya tujuan hidup kita.

Injil yang diberitakan kepada Anda tidak akan pernah sia-sia, itulah yang saya percaya. Karena Alkitab pada akhirnya mengabarkan Kristus yang disalibkan, Kristus yang menjadi dosa untuk melayakkan pendosa sehingga ia pantas memanggil Allah yang kudus dan mulia dengan panggilan Bapa. 

Melalui renungan kali ini, mari kita bersama-sama merenungkan kitab Yohanes, Yohanes adalah murid Yesus yang paling muda. Ia melihat dengan jelas bagaimana Yesus di atas kayu salib, menderita karena hukuman salib, Yesus yang menjadi pendosa, karena Anda dan saya berdosa. 

Demikianlah Yohanes pada masa itu juga orang berdosa. Inilah yang membuat Yohanes menulis salah satu pernyataan yang Agung dan indah, pernyataan yang sangat-sangat membesarkan Allah, karena Ia melihat bagaimana Yesus menderita.

Baca Juga: Renungan Mazmur 7: 1-3 tentang dibalik semua kuasa kejahatan

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal.” Kebesaran kasih Allah terhadap pendosa besar, dinyatakan melalui kayu salib, di mana Yesus mati, disiksa dan menerima semua hukuman yang selayaknya Anda dan saya teriman. Ini adalah kasih yang sangat besar dan sejati, menemukan makna hidup dari kasih seperti ini, akan sangat memberikan sukacita sejati yang memang itu berasal dari Allah.

Renungan saat teduh, berdasarkan kitab Yohanes. Untuk 5 hari. Selamat membaca dan teruslah bertumbuh dalam TUHAN!

Renungan Yohanes Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

1. Kristus adalah Terang, Roh Kudus yang memateraikan-Nya di dalam hati

Renungan Saat Teduh Hari ini Kamis, 21 Oktober 2021

Ayat Alkitab Yohanes 1:4-5 

Yohanes 1:4-5 (TB) Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Kegelapan merupakan keadaan yang menakutkan, tragis dan dihindari banyak orang. Kegelapan tanpa adalah situasi tanpa cahaya. Dan Alkitab menjadikannya gambaran nyata dari keadaan dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. Di mana dosa adalah kematian kekal, manusia mati secara rohani, manusia telah menberontak terhadap Allah yang kudus dan suci. 

Manusia telah ada dalam kegelapan itu sendiri akibat dari beban dosa yang membinasakan dan memisahkan manusia dari kemuliaan Allah, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Kita harus benar-benar mengerti bahwa bahaya dari dosa adalah kematian kekal.

Selamanya  kita terpisah dari kemuliaan Allah, artinya kehidupan tanpa makna, kosong, menyedihkan dan tidak menemukan pusat dari penyembahan sejati dari diri yang memang kita diciptakan untuk menyembah dalam terang Allah yang layak disembah.

Kita ada di dalam Adam, karena Adam dan Hawa telah jatuh dalam dosa, artinya semua hal yang telah terjadi tentang pemberontakan Adam dan hawa, semua perlawanan yang Adam dan Hawa. Sikap yang saling menyalahkan dari ketadaan kekuatan untuk menyembah Allah dan memuliakan Allah, Semua itu diturunkan kepada Anda dan saya hari ini. Diberikan kepada Anda dan saya hari ini dan kita menerima semua hukuman dosa ketika kita ada di dalam dunia, kita menderita, berpeluh mencari makanan sampai pada masa di mana kita harus kembali ke tanah. 

Seorang wanita harus melahirkan keturunan dan banyak penderitaan yang dialaminya selama di dunia. Semua ini adalah buah, akibat dari dosa yang telah ada di dalam dunia dan dos aitu sendiri adalah definisi dari diri Anda dan saya. Semua manusia di mana tidak ada satu pun manusia yang dapat menyembah Allah, tunduk kepada Allah dan menginginkan Allah yang benar.

Baca Juga: Kumpulan ayat-ayat Emas Kitab MAZMUR

Tetapi ketika Yohanes, murid Yesus yang paling muda, ia yang dengan jelas dari awal sampai akhir melihat bagaimana Yesus disalibkan. Sehingga ia dapat memberikan kesaksian melalui Kitab Suci yang ia tulis begitu besar kasih Allah, hanya Dialah Sang terang, Dia adalah Firman yang menjadi manusia. Allah yang jauh menjadi dekat, Allah yang memberikan terang kehidupan, Allah yang mengasihi tanpa syarat. 

Yesus Kristus Sang terang, sebab di dalam Dia tidak ada kegelapan, di dalam Dia hanya ada kasih karunia dan pengampunan dan belaskasihan. Ia memberikan diri-Nya berdasarkan kerelaan untuk membebaskan manusia yang ada dalam kegelapan. untuk menerima terang yang abadi, yaitu Yesus Kristus itu sendiri.

Saya terus berdoa, saya berharap, saya terus menuliskan Injil kerajaan Allah, baiklah Anda dan saya terus bertobat. Hidup untuk berlari kepada salib Kristus, salib yang harus terus direnungkan. Dan kita mendapatkan kehidupan yang baru dalam terang Kristus, terang Injil, terang dari sorga yang abadi dan sejati. 

Kekristenan yang tidak memberitakan Kristus, merupakan Kekristenan menyedihkan dan Kekristenan yang kering. Kekristenan yang tidak pernah menginginkan Allah dan hidup dalam gelapnya dunia ini.

Roh kudus adalah penginjil sejati, Billy Graham dalam bukunya “Roh Kudus Kuasa Allah Dalam Hidup Anda”. 112. Memberikan penjelasan yang sangat indah tentang Roh Kudus yang menyatakan terang Kristus sehingga Anda dan saya dapat mengerti;

“Demikian juga Roh Kudus memetraikan kita yang telah dibeli oleh Allah. Dan kehadiran-Nya menunjukkan rasa belaskasihan Allah untuk menebus kita secara menyeluruh. Terlebih dari semuanya itu kehadiran Roh Kudus, yang sedang hidup dalam persekutuan dengan kita, memberikan kepada kita suatu cicipan kesejahteraan sebagai contoh hidup warisan kita yang akan datang di tengah-tengah hadirat Allah.”

Hanya ketika Injil diberitakan, hanya ketika Yesus saja yang ditinggikan maka pada saat itulah, kita melihat terang Allah yang mulia, terang yang menghidupkan. Adakah Anda hari ini hidup dalam terang kebenaran Injil Yesus Kristus. Adakah Kristus saja yang ada di hati dan pikiran kita sehingga kehidupan kita melimpah dengan sukacita abadi di dalam Dia dan untuk kemuliaan namanya.

Kuasa dosa tidak dapat menjamah kita, karena Roh Kudus ada di dalam kita, kita membenci dosa karena dosa adalah musuh kita yang memisahkan kita dari Allah, kemuliaan-Nya. Kegelapan tidak akan dapat menguasai cahaya Injil, cahaya yang menghidupkan dan mengarahkan. Baiklah hati kita penuh dengan pujian dan segala kemuliaan hanya bagi Allah, Dia yang adalah pemilik kehidupan ini.

Tuhan metraikanlah kuasa Injil di dalam hati dan pikiran ku, baiklah kehidupan ku berada di dalam terang Kristus dan dipuaskan hanya oleh Dia. Mampukan aku selalu dan terus menyenangkan-Mu ya TUHAN. Terus hidup dalam kebenaran Injil Yesus Kristus dan disucikan dan dikuduskan oleh-Nya untuk memberitakan Dia saja. Di dalam nama Yesus. Amin. 


2. Mereka tidak menginginkan Yesus, tetapi belaskasihan tetaplah sama

Renungan Saat Teduh Hari ini Jumaat, 22 Oktober 2021

Ayat Alkitab Yohanes 1:11

Yohanes 1:11 (TB) Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang -orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Kehidupan kita bukan hanya sekedar tetesan air mata yang menjadikan kita puas lalu selesai. Setiap penderitaan dan kehidupan yang ada di bawah tekanan dan kita yang telah menjadi korban. Tidak serta merta menjadikan kita layak untuk menerima kehidupan seperti yang kita harapkan. Kehidupan tanpa adanya kelelahan, kehidupan tanpa adanya dukacita dan kehidupan yang benar-benar baik-baik saja.

Kita harus mengerti dan mengingat-ingat kebenaran ini, yaitu kita telah menolak Allah yang kekal. Dosa pada dasarnya Anda dan saya telah menjadi tuhan atas diri sendiri. Dan kebenaran ini, membuat  manusia yang seharusnya  menyembah Allah yang benar, menjadi seseorang yang menyembah ciptaan. Menjadikan kita ada dalam penderitaan hidup seperti sekarang ini.

Dosa yang telah menguasai kehidupan kita adalah kuasa yang memperbudak kita untuk hidup dalam kegelapan dan terus hidup dalam keengganan untuk menjadi milik Yesus dan memiliki Yesus. Setiap hari kuasa dari dosa ingin Anda dan saya semakin jauh dari Allah, bahkan benar-benar meninggalkan Allah, jika Anda seorang yang diam-diam memperhatikan sekitar Anda, Anda akan menemukan satu fakta, bahwa setiap orang pada dasarnya enggan untuk membicarakan Tuhan da kuasa-Nya.

Bahkan lebih menyedihkannya lagi, di mimbar-mimbar gereja hari-hari ini, berlari menuju sesuatu yang dapat memuaskan kesementaraan mereka. Di mana setiap tawaran untuk mempercayai Yesus ditawarkan. Jika Anda percaya Yesus maka apa pun yang Anda inginkan akan Anda dapatkan dan itu Yesus yang memberikannya. Bahkan Anda diselamatkan, Anda diberkati dan Anda mati masuk ke sorga. Jika Anda berpikir positif, berkata positif dan melakukan segala sesuatu yang positif. Maka semua yang Anda rindukan akan Anda dapatkan.

Terkadang saya menangis ketika mimbar gereja bukan menjadi tempat untuk memberitakan Allah yang sejati, memberitakan Yesus yang disalibkan. Tetapi mengajak pendengar untuk semakin cinta keinginan mereka, cinta segala hal yang mereka anggap baik dan melaksanakan semua cita-cita mereka. Ini terlalu gila, ini salah satu realita yanh Yohanes katakan, bahwa mereka tidak pernah benar-benar menginginkan Allah yang sejati. 

Mereka berkata percaya Yesus tetapi bukan Yesus yang mereka inginkan. Mereka percaya Yesus karena Yesus dapat memberikan segala sesuatu yang mereka inginkan dan mereka menganggap itulah tujuan utama mereka beriman dan hidup terlihat rohani.

Realita dari manusia tidak pernah menginginkan krisrus adalah kenyataan yang memilukan hati. Saya tidak hanya sedang memberitahukan Anda bahwa banyak orang di luar sana yang tidak menginginkan Yesus dan hanya mengingikan apa yang Yesus dapat berikan. Saya sedang mengarahkan semua tulisan saya juga kepada Anda, bukankah Anda juga seringkali tidak menginginkan Yesus.

Kita Kristen, tetapi Kekristenan kita tidak pernah bertujuan untuk secara sempurna mengejar keserupaan dengan Kristus. Kita tidak pernah benar-banar cinta pada ALkitab dan kebenaran. Kita malas untuk berdiam diri untuk memaksa daging untuk tunduk pada kasih karunia. Kita semua pendosa yang tersesat dan menyedihkan. Kita tidak benar-benar merenungkan salib dan itulah sebagai berkat terbesar. Kita tidak pernah mengkotbahkan Yesus kepada diri sendiri setiap hari. Kita bodoh, kita harus bertobat dan terus merenungkan bagaimana Yesus telah menebus kita dari dosa dan kutuk dosa.

"Andalkan Tuhan jika ingin sukses." Ini gila ini kebohongan besar yang seringkali dikotbahkan di mimbar-mimbar gereja. 

Pertanyaan saya Apakah Firaun mengandalkan  Tuhan agar ia sukses? Apakah orang Babel mengandalkan Tuhan sehingga mereka dapat menguasai bangsa-bangsa? Apakah Nero Kaisar Romawi mengandalkan Tuhan sehingga ia sukses menjadikan orang Kristen abad pertama menajdi sumbu obor di tengah kota Roma? Jawabannya Tidak. Anda sedang merusak esensi iman Kristen ketika kesuksesan adalah tujuan Kekristenan Anda.

Baiklah kita kembali kepada iman yang sejati di dalam Kristus; Ini adalah kabar baik; 

  • Kita telah dibangkitkan ( Efesus 2:4–6 ) — dan kita akan menjadi ( 1 Korintus 15:22 ).
  • Kita telah diadopsi ( Roma 8:14-16 ) — dan kita akan menjadi ( Roma 8:23 ).
  • Kita telah ditebus ( Kolose 1:13-14 ) — dan kita akan menjadi ( Efesus 4:30 ).
  • Kita telah dikuduskan ( 1 Korintus 1:2 ) — dan kita akan menjadi ( 1 Tesalonika 5:23 ).
  • Kita bahkan dapat mengatakan bahwa kita telah dimuliakan ( Roma 8:30 ; 2 Korintus 3:18 ) — dan kita akan menjadi ( Kolose 3:4 ).

Iman yang sejati percaya bahwa saya dulu mati namun karena Kristus saya diberikan iman oleh Allah maka saya dihidupkan  di dalam Kristus. Iman yang sejati bahwa tidak ada kebenaran dalam saya, kebenaran saya hanyalah kebenaran Kristus, saya dulu budak dosa namun sekarang saya adalah anak Allah karena Ia berbelas kasih kepada saya sehingga saya diadopsi. 

Iman yang sejati adalah penyerahan, ketaatan kepada Kristus dan Dia-lah tujuan hidup saya. Iman yang sejati berteriak bahwa hidup saya milik Yesus dan kesuksesan sejati saya adalah saya telah disalibkan bersama Yesus dan bangkit untuk hidup bagi kemajuan Injil. Inilah iman sejati. PB dengan jelas menjelaskan semua ini.

Tuhan, aku sadar sekarang bahwa naturku yang berdosa ini enggan untuk menginginkan Engaku. Tuhan tolong aku untuk merenungkan bagaimana Engkau menjadi manusia dan Allah yang sejati telah disalibkan dan rela menjadi hina untuk menjangkau aku yang hina saat ini, segala pujian bagi Engkau saja. Ikatlah hati dan pikiranku ya Allah untuk selalu terpesona kepada Kristus saja. Di dalam nama Yesus. Amin.


3. Dilahirkan kembali untuk hidup yang memiliki keinginan yang baru

Renungan Saat Teduh Hari ini Sabtu, 23 Oktober 2021

Ayat Alkitab Yohanes 3:6

Yohanes 3:6 (TB) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Kita yang telah ada di dalam Adam bapa leluhur kita, dia yang telah jatuh dalam dosa. Memberikan kepada kita kecenderungan untuk tidak menginginkan Allah yang sejati. Menjadikan Anda dan saya sejak dalam kandungan, tidak menginginkan Allah, tidak menyukai kekudusan dan menyukai dosa dan kebejatan dan segala hal yang menipu. 

Kita ada di dalam kebebasan tetapi sebenarnya kita diperbudak oleh satu kuasa, yaitu dosa, maka dari itu tidak ada yang namanya kebebasan sejati bagi manusia yang ada di dalam Adam. Karena pada dasarnya kita telah melenceng, dari tujuan Tuhan menciptakan kita, kita yang seharusnya menyembah Allah yang benar. Namun sekarang lebih memilih menyembah ciptaan.

Bebas dari aturan Allah dan kemuliaan Allah dan Allah yang kudus di mana Dia adalah definisi dari kebahagiaan/sukacita sejati. Maka pada dasarnya kita telah mati dalam ketidakkudusan dan lenyap dalam abu kebinasaan yang kekal dan mengerikan. 

Selama-lamanya ada dalam kelamnya  kehidupan. Ini adalah kondisi kehidupan yang menolak Kristus, kehidupan yang tidak dilahirkan oleh Roh tetapi hanya dilahirkan oleh daging yang fana dan tidak berdaya. 

Marilah kita bersama-sama mengerti bahwa hanya melalui kelahiran kembali, kehidupan yang terarah untuk selalu mengasihi dan mencintai Kristuslah, aka kita ada dalam Kristus untuk selalu berjalan dan semakin serupa dengan Dia. Kepercayaan kepada Yesus, iman yang berasal dari Allah, di mana kerohanian yang mati dihidupkan kembali oleh oleh Allah (Efesus 2:4-7). Kasih karunia yang membenarkan iman, membenarkan kepercayaan. 

Kelahiran kembali berarti kehidupan yang terus diperbaharui oleh Roh Kudus, kita dijadikan baru. Baik itu keinginan kita, kesukaan kita, dan kemauan kita. Kelahiran kembali akan menjadikan seseorang yang dulunya tidak menginginkan kekudusan, kini ingin kudus. Dan mengerti kekudusan hanya didapatkan dari salib Yesus Kristus, Yesus yang disalibkan untuk menguduskan Anda dan saya. 

Di mana kekudusan menjadi tujuan dari karya keselamatan. Dan menjadi tujuan hidup Kekristenan Anda dan saya, sama seperti Kristus yang kudus, demikianlah kelahiran baru menjadikan Anda dan saya kudus karena kekudusan Kristus diberikan kepada kita dan dosa-dosa kita diberikan kepada Yesus ketika Ia disalibkan. Di sanalah semua kenyataan dari semua dosa, dari semua kegelapan, dari semua kenyataan bahwa Anda dan saya telah terpisah dari Allah Bapa.

Kelahiran kembali bagaikan angin yang datang, tidak diketahui kapan dan bagaimana. Namun Anda saya tahu pesis seperti apa seseorang jika ia telah dilahirkan kembali. Yaitu seseorang yang memiliki keinginan yang sama seperti keinginan Yesus, yaitu kehidupan yang berlelaskasihan. Kehidupan yang mengasihi dan rela berkorban untuk Injil Yesus Kristus. 

Kehidupan yang terus-menerus datang kepada Allah, kehidupan yang bertobat dan kerinduan terbesarnya adalah serupa dengan Yesus, hanya  Yesuslah yang mengikat hati dan pikiran. Dan jiwa yang tenang, jiwa selalu merasakan bagaimana Allah terus bekerja untuk memperbaharui setiap sudut kesalahan yang telah lama rusak, telah lama tidak mencitai Tuhan. 

Kehidupan baru adalah kehidupan yang selalu menginginkan Yesus saja, kasih karunia cukupu karena kesadaran akan besarnya dosa dan mematikannya dosa. namun kini bebas dari dosa dan membenci dosa dan berlari kepada salib dan salib adalah satu-satunya harapan sejati dan menyenangkan dan menyukakan kehidupan. Sampai selama-lamanya.

Tuhan aku adalah anak-Mu, yang telah Engkau adobsi, bawalah aku terus ke dalam tangan kebesaran anugerah-Mu sehingga aku tetap berada dalam anugerah-Mu. Aku diubahkan dan terus berfokus pada kehidupan yang benar-benar mencintai-Mu dan bersukacita di dalam kasih yang abadi dan sejati dari Allah yang kekal dan mulia dan layak dipuji dan dimuliakan. Di dalam nama Yesus. Amin.


4. Status Yesus dan kasih yang besar dari-Nya  

Renungan Saat Teduh Hari ini Minggu, 24 Oktober 2021

Ayat Alkitab Yohanes 4:9

Yohanes 4:9 (TB) Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria).

Dia datang tidak untuk mengagumi sistem dunia, tidak datang untuk mengagumi aturan dunia, bahwa datang untuk menjadi satu-satunya yang akan selalu bertentangan dengan apa yang dunia sebut baik dan benar. Jika kita berpikir Yesus sama dengan apa yang kita pikirkan, maka kita akan selalu ada dalam kesesatan yang membawa kita pada kehidupan yang tidak sama seperti kasih yang Yesus dapat berikan kepada orang-orang yang dianggap hina oleh dunia.

Demikianlah keselamatan yang Ia bawa, bagi semua orang, tidak perduli status orang tersebut, tidak perduli sebagaimana doa yang telah dilakukan orang tersebut. Tidak perduli sehina apa pun orang tersebut. Kasih karunia Kristus sangatlah besar. Itulah yang dapat kita pelajari dari pertemuan Yesus dengan Wanita Samaria.

Yesus adalah seorang Yahudi, orang Yahudi pada umumnya mengangap rendah seorang Samaria, karena mereka keturunan campuran dari bangsa lain. Orang Yahudi selalu menghindar ketika bertemu seorang Samaria, mereka tidak ingin memiliki hubungan dengan orang Samaria. 

Ketika Wanita yang sedang menimba air ke sumur, ia tentu terheran dengan seorang Yahudi yang satu ini, yang dengan sengaja meminta bantuan kepada dirinya yang bukan hanya seorang Samaria. Tetapi juga seorang berdosa, hal ini terungkap ketika percakapan dengan Yesus dimulai. 

Tetapi, yang menjadi fokus saya, saya mengajak Anda melihat kepada Yesus, Dia yang adalah Sang Firman yang menjadi manusia. Dia yang telah memberikan kepada diri-Nya keterbatasan, Ia dapat merasa haus. Dan semua kelemahan ini Ia pakai untuk Injil yang dapat tersebar, bahwa Dialah Sang Injil itu sendiri. Mesias yang dinantikan orang-orang Samaria.

Ketika merenungkan, bagaimana kasih karunia yang sejati, baiklah Anda dan saya sebagai orang percaya dengan rendah hati. Menjadi orang-orang Kristen yang penuh kasih karunia, selalu bermurah hati dan selalu memikirkan bagaimana membawa orang-orang yang ada di dekat kita, orang-orang yang Tuhan pertemukan dengan kita, baiklah mereka melihat Injil melalui cara hidup kita. Baiklah Injil itu terucap daru mulut kita, bahwa Kristus adalah Air kehidupan, pencarian jiwa yang haus hanya dapat dipuasakan oleh Kristus.

Yesus menerima Wanita Samaria itu, karena Ia tahu untuk orang itulah nantinya diri-Nya disalibkan, untuk memberikan kehidupan baru dan makna yang baru. Yesus sangat mengerti bahwa ketika Ia menderita, ketika Ia dihina, ketika Ia mengalami kematian dan menjadi sangat tidak berguna bagi dunia. Maka semua itu untuk Wanita Samaria itu, bukan hanya Wanita itu, tetapi juga semua orang Samaria.

Ketika kita melihat, cerita selanjutnya. Wanita ini adalah pemberita Injil yang pertama di kotanya, Ia memberitakan Sang Mesias yang dinantikan, ia membawa kabar baik kepada bangsanya dan mereka dapat bersukacita ketika melihat Yesus.

Yohanes 4:39-42 (TB) Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dan dua hari lamanya. Dan lebih banyak lahi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: “kami percaya, tetapi bukan lahi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengat Dia dan kami tahum bahwa Dialah benar-benar juruselamat dunia.”

Demikianlah status duniawi kita, tidak menghalagi kita untuk memberitakan Injil, baiklah suku kita, budaya kita, tidak memandang rendah suku lain. Ketika Kristus benar-benar menjadi Tuhan kita, baiklah hati kita terus penuh kasih. Berdoalah untuk belajar mengasihi sama seperti Yesus mengasihi Anda yang juga pendosa yang layak binasa.

Kristus yang menjadi pusat kehidupan, membawa hidup pada kepenuhan akan Dia, Roh Kudus yang ada di dalam hati. Memeritakan Injil, memuaskan hidup yang fana saat ini dengan Injil dan dalam duka dan penderitaan tetaplah Injil menjadi pusat kehidupan, yang menjadi gaya hidup dan diberitakan.

Tuhan, tolong aku sama seperti-Mu, mengasihi orang-orang yang dilihat oleh dunia sebagai seseorang yang hina. Tolong aku agar aku sadar, bahwa sebenarnya aku juga hina dan layak binasa. Tetapi kasih kaurnia yang besar itu, itulah yang harus aku terus beritakan, bahwa Yesus adalah Injil itu sendiri. Dia yang telah disalibkan. Di dalam nama Yesus. Amin. 

 
5. Ajaran yang berasal dari Allah

Renungan Saat  Teduh Hari ini Senin, 25 Oktober 2021

Ayat Alkitab Yohanes 7:16

Yohanes 7:16 (TB) Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang mengutus Aku.

5. Ajaran yang berasal dari Allah

Renungan Saat  Teduh Hari ini Senin, 25 Oktober 2021

Ayat Alkitab Yohanes 7:16

Yohanes 7:16 (TB) Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang mengutus Aku.

Yesus yang tidak akan pernah sama dengan sistem dunia, Yesus yang selalu berlawanan dengan cara-cara dunia. Sebab apa pun yang berasal dari-Nya adalah berasal dari Allah Bapa, Ia tidak mengajarkan budaya, Ia tidak mengajarkan cara-cara yang kebanyakan masyarakat pada waktu itu pandang baik dan benar. Ia menerobos semua itu, melakukan hal-hal yang bertentangan.

Yesus tidak pernah mencari penghormatan manusia, karena Ia sangat mengerti apa yang berasal dari manusia sangatlah sementara. Yesus berkata-kata bukan berdasarkan diri-Nya sendiri, memberikan pengajaran yang berasal dari Allah, mengajarkan kepada Anda dan saya. bagaimana seharusnya Anda menjadi seorang Kristen sejati, di mana apa pun yang keluar dari mutut Anda dan saya seharusnya berasal dari Allah, yang menguasai dunia ini, Allah yang telah menebus kita dari dosa.

Saudaraku, kehidupan Kristus adalah model untama yang harus kita tiru, terutama dalam hal pengajaran, dalam hal kuasa, dalam hal kekudusan dan dalam hal kasih dan kebencian yang mendalam akan dosa.

Para pengkotbah baiklah Anda benar-benar mengkotbahkan Injil Yesus Kristus, berhenti mencari hormat dengan mengabarkan diri Anda sendiri dan segala pencapaian Anda. Paru guru Agama kabarkan Kristus sebagai pusat dari semua pengajaran Anda, para orang tua bawalah anak Anda untuk hidup sesuai kitab suci. Saudaraku, Kekristenan kita haruslah hidup benar-benar Alkitabiah, tidak membiarkan sedikit pun cara hidup, nasehat dunia dan segala hal tentang dunia ini mempengaruhi cara hidup kita.

Yesus mengabarkan apa yang Allah perintahkan kepada Anda dan saya, kita akan masuk ke Injil, di mana Dia yang taat kepada Allah Bapa, pada akhirnya Dia disalibkan. Saudaraku, dosa adalah musuh Anda dan saya, setiap perintah untuk menjadi sama seperti Yesus, tanpa salib adalah kebohongan besar. Pada akhirnya hanya membentuk orang-orang legalisme yang sombong dan merasa mereka telah menyelamatkan diri sendiri.

Baiklah kita lihat sekarang, Yesus yang disalibkan itu, karena salib maka Anda dan saya disalibkan bersama-sama dengan Dia, karena salib kita dapat menyangkal diri dan  mengikuti Yesus. Pusat dari kehidupan Kristen adalah Yesus Kristus yang disalibkan itu.

Baiklah Anda dan saya hidup hanya untuk memeluk salib karena dari sanalah sumber kuasa, mujizat terbesar, dan segala kepenuhan berkat diperoleh. Yaitu Yesus Kristus memberikan  diri-Nya, bersama-sama dengan kita, memampukan kita untuk menjalani hari-hari sesuai dengan rancangan, kehendak dan jalan yang Allah tetapkan bagi Anda dna saya (Efesus 2:10).

Baca Juga:

Kekristenan bukan hanya berbicara tentang meneladani, lebih jauh dari itu dan juga sangat penting adalah kuasa Injil yang mengubahkan (Roma 1:16-17). Injil yang memberikan kuasa, karena Injil adalah kekuatan Allah, sehingga semua hal tentang apa yang Anda dan saya beritakan dalam kehidupan sehari-hari adalah Kristus yang disalibkan itu, Dia yang menjadi sangat hina sehingga kemuliaan-Nya dilimpahkan kepada kita. Inilah pengajaran itu, yang berasal dari Allah, yaitu Injil Yesus Kristus, sebab Alkitab pada akhirnya memberitakan Dia, yang dengan segala kasih, kelimpahan rahmat-Nya, rela disalibkan untuk menyelamatkan orang berdosa yang layak binasa.

Tuhan Engkaulah pengajaran itu sendiri, baiklah hidupku dalam hari-hari yang singkat ini bekerja untuk selalu memberitakan Yesus Kristus yang disalibkan itu. Ketika ditemukan ketidakmurnian di dalam diriku. Tuhan Engkau yang mendidik, menyelidiki, yang menghakimi aku. Mampukan aku ya Tuhan. Di dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Yohanes Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi"