Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Yohanes Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

 Renungan Yohanes Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

Renungan Yohanes Seri Tanggal 21-25 Okotber

Kehidupan baru di dalam Kristus adalah kehidupan yang dijadikan kudus, untuk melayani Dia dan hidup hanya bagi-Nya bahkan memuliakan Dia seumur hidup kita. Hal yang sangat penting ketika Anda dan saya mengenal Yesus, kita bertobat dan semakin mengasihi Dia saja hari lapas hari kita,  meninggalkan semua beban yang merintangi kita dan mengenakan Dia, sebagai satu-satunya tujuan hidup kita.

Injil yang diberitakan kepada Anda tidak akan pernah sia-sia, itulah yang saya percaya. Karena Alkitab pada akhirnya mengabarkan Kristus yang disalibkan, Kristus yang menjadi dosa untuk melayakkan pendosa sehingga ia pantas memanggil Allah yang kudus dan mulia dengan panggilan Bapa. 

Melalui renungan kali ini, mari kita bersama-sama merenungkan kitab Yohanes, Yohanes adalah murid Yesus yang paling muda. Ia melihat dengan jelas bagaimana Yesus di atas kayu salib, menderita karena hukuman salib, Yesus yang menjadi pendosa, karena Anda dan saya berdosa. 

Demikianlah Yohanes pada masa itu juga orang berdosa. Inilah yang membuat Yohanes menulis salah satu pernyataan yang Agung dan indah, pernyataan yang sangat-sangat membesarkan Allah, karena Ia melihat bagaimana Yesus menderita.

Baca Juga: Renungan Mazmur 7: 1-3 tentang dibalik semua kuasa kejahatan

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal.” Kebesaran kasih Allah terhadap pendosa besar, dinyatakan melalui kayu salib, di mana Yesus mati, disiksa dan menerima semua hukuman yang selayaknya Anda dan saya teriman. Ini adalah kasih yang sangat besar dan sejati, menemukan makna hidup dari kasih seperti ini, akan sangat memberikan sukacita sejati yang memang itu berasal dari Allah.

Renungan saat teduh, berdasarkan kitab Yohanes. Untuk 2 hari. Selamat membaca dan teruslah bertumbuh dalam TUHAN!

Renungan Yohanes Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi

1. Kristus adalah Terang, Roh Kudus yang memateraikan-Nya di dalam hati

Renungan Saat Teduh Hari ini Oktober 2021

Ayat Alkitab Yohanes 1:4-5 

Yohanes 1:4-5 (TB) Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Kegelapan merupakan keadaan yang menakutkan, tragis dan dihindari banyak orang. Kegelapan tanpa adalah situasi tanpa cahaya. Dan Alkitab menjadikannya gambaran nyata dari keadaan dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. Di mana dosa adalah kematian kekal, manusia mati secara rohani, manusia telah menberontak terhadap Allah yang kudus dan suci. 

Manusia telah ada dalam kegelapan itu sendiri akibat dari beban dosa yang membinasakan dan memisahkan manusia dari kemuliaan Allah, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Kita harus benar-benar mengerti bahwa bahaya dari dosa adalah kematian kekal.

Selamanya  kita terpisah dari kemuliaan Allah, artinya kehidupan tanpa makna, kosong, menyedihkan dan tidak menemukan pusat dari penyembahan sejati dari diri yang memang kita diciptakan untuk menyembah dalam terang Allah yang layak disembah.

Kita ada di dalam Adam, karena Adam dan Hawa telah jatuh dalam dosa, artinya semua hal yang telah terjadi tentang pemberontakan Adam dan hawa, semua perlawanan yang Adam dan Hawa. Sikap yang saling menyalahkan dari ketadaan kekuatan untuk menyembah Allah dan memuliakan Allah, Semua itu diturunkan kepada Anda dan saya hari ini. Diberikan kepada Anda dan saya hari ini dan kita menerima semua hukuman dosa ketika kita ada di dalam dunia, kita menderita, berpeluh mencari makanan sampai pada masa di mana kita harus kembali ke tanah. 

Seorang wanita harus melahirkan keturunan dan banyak penderitaan yang dialaminya selama di dunia. Semua ini adalah buah, akibat dari dosa yang telah ada di dalam dunia dan dos aitu sendiri adalah definisi dari diri Anda dan saya. Semua manusia di mana tidak ada satu pun manusia yang dapat menyembah Allah, tunduk kepada Allah dan menginginkan Allah yang benar.

Baca Juga: Kumpulan ayat-ayat Emas Kitab MAZMUR

Tetapi ketika Yohanes, murid Yesus yang paling muda, ia yang dengan jelas dari awal sampai akhir melihat bagaimana Yesus disalibkan. Sehingga ia dapat memberikan kesaksian melalui Kitab Suci yang ia tulis begitu besar kasih Allah, hanya Dialah Sang terang, Dia adalah Firman yang menjadi manusia. Allah yang jauh menjadi dekat, Allah yang memberikan terang kehidupan, Allah yang mengasihi tanpa syarat. 

Yesus Kristus Sang terang, sebab di dalam Dia tidak ada kegelapan, di dalam Dia hanya ada kasih karunia dan pengampunan dan belaskasihan. Ia memberikan diri-Nya berdasarkan kerelaan untuk membebaskan manusia yang ada dalam kegelapan. untuk menerima terang yang abadi, yaitu Yesus Kristus itu sendiri.

Saya terus berdoa, saya berharap, saya terus menuliskan Injil kerajaan Allah, baiklah Anda dan saya terus bertobat. Hidup untuk berlari kepada salib Kristus, salib yang harus terus direnungkan. Dan kita mendapatkan kehidupan yang baru dalam terang Kristus, terang Injil, terang dari sorga yang abadi dan sejati. 

Kekristenan yang tidak memberitakan Kristus, merupakan Kekristenan menyedihkan dan Kekristenan yang kering. Kekristenan yang tidak pernah menginginkan Allah dan hidup dalam gelapnya dunia ini.

Roh kudus adalah penginjil sejati, Billy Graham dalam bukunya “Roh Kudus Kuasa Allah Dalam Hidup Anda”. 112. Memberikan penjelasan yang sangat indah tentang Roh Kudus yang menyatakan terang Kristus sehingga Anda dan saya dapat mengerti;

“Demikian juga Roh Kudus memetraikan kita yang telah dibeli oleh Allah. Dan kehadiran-Nya menunjukkan rasa belaskasihan Allah untuk menebus kita secara menyeluruh. Terlebih dari semuanya itu kehadiran Roh Kudus, yang sedang hidup dalam persekutuan dengan kita, memberikan kepada kita suatu cicipan kesejahteraan sebagai contoh hidup warisan kita yang akan datang di tengah-tengah hadirat Allah.”

Hanya ketika Injil diberitakan, hanya ketika Yesus saja yang ditinggikan maka pada saat itulah, kita melihat terang Allah yang mulia, terang yang menghidupkan. Adakah Anda hari ini hidup dalam terang kebenaran Injil Yesus Kristus. Adakah Kristus saja yang ada di hati dan pikiran kita sehingga kehidupan kita melimpah dengan sukacita abadi di dalam Dia dan untuk kemuliaan namanya.

Kuasa dosa tidak dapat menjamah kita, karena Roh Kudus ada di dalam kita, kita membenci dosa karena dosa adalah musuh kita yang memisahkan kita dari Allah, kemuliaan-Nya. Kegelapan tidak akan dapat menguasai cahaya Injil, cahaya yang menghidupkan dan mengarahkan. Baiklah hati kita penuh dengan pujian dan segala kemuliaan hanya bagi Allah, Dia yang adalah pemilik kehidupan ini.

Tuhan metraikanlah kuasa Injil di dalam hati dan pikiran ku, baiklah kehidupan ku berada di dalam terang Kristus dan dipuaskan hanya oleh Dia. Mampukan aku selalu dan terus menyenangkan-Mu ya TUHAN. Terus hidup dalam kebenaran Injil Yesus Kristus dan disucikan dan dikuduskan oleh-Nya untuk memberitakan Dia saja. Di dalam nama Yesus. Amin. 


2. Mereka tidak menginginkan Yesus, tetapi belaskasihan tetaplah sama

Renungan Saat Teduh Hari ini Oktober 2021

Ayat Alkitab Yohanes 1:11

Yohanes 1:11 (TB) Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang -orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Kehidupan kita bukan hanya sekedar tetesan air mata yang menjadikan kita puas lalu selesai. Setiap penderitaan dan kehidupan yang ada di bawah tekanan dan kita yang telah menjadi korban. Tidak serta merta menjadikan kita layak untuk menerima kehidupan seperti yang kita harapkan. Kehidupan tanpa adanya kelelahan, kehidupan tanpa adanya dukacita dan kehidupan yang benar-benar baik-baik saja.

Kita harus mengerti dan mengingat-ingat kebenaran ini, yaitu kita telah menolak Allah yang kekal. Dosa pada dasarnya Anda dan saya telah menjadi tuhan atas diri sendiri. Dan kebenaran ini, membuat  manusia yang seharusnya  menyembah Allah yang benar, menjadi seseorang yang menyembah ciptaan. Menjadikan kita ada dalam penderitaan hidup seperti sekarang ini.

Dosa yang telah menguasai kehidupan kita adalah kuasa yang memperbudak kita untuk hidup dalam kegelapan dan terus hidup dalam keengganan untuk menjadi milik Yesus dan memiliki Yesus. Setiap hari kuasa dari dosa ingin Anda dan saya semakin jauh dari Allah, bahkan benar-benar meninggalkan Allah, jika Anda seorang yang diam-diam memperhatikan sekitar Anda, Anda akan menemukan satu fakta, bahwa setiap orang pada dasarnya enggan untuk membicarakan Tuhan da kuasa-Nya.

Bahkan lebih menyedihkannya lagi, di mimbar-mimbar gereja hari-hari ini, berlari menuju sesuatu yang dapat memuaskan kesementaraan mereka. Di mana setiap tawaran untuk mempercayai Yesus ditawarkan. Jika Anda percaya Yesus maka apa pun yang Anda inginkan akan Anda dapatkan dan itu Yesus yang memberikannya. Bahkan Anda diselamatkan, Anda diberkati dan Anda mati masuk ke sorga. Jika Anda berpikir positif, berkata positif dan melakukan segala sesuatu yang positif. Maka semua yang Anda rindukan akan Anda dapatkan.

Terkadang saya menangis ketika mimbar gereja bukan menjadi tempat untuk memberitakan Allah yang sejati, memberitakan Yesus yang disalibkan. Tetapi mengajak pendengar untuk semakin cinta keinginan mereka, cinta segala hal yang mereka anggap baik dan melaksanakan semua cita-cita mereka. Ini terlalu gila, ini salah satu realita yanh Yohanes katakan, bahwa mereka tidak pernah benar-benar menginginkan Allah yang sejati. 

Mereka berkata percaya Yesus tetapi bukan Yesus yang mereka inginkan. Mereka percaya Yesus karena Yesus dapat memberikan segala sesuatu yang mereka inginkan dan mereka menganggap itulah tujuan utama mereka beriman dan hidup terlihat rohani.

Realita dari manusia tidak pernah menginginkan krisrus adalah kenyataan yang memilukan hati. Saya tidak hanya sedang memberitahukan Anda bahwa banyak orang di luar sana yang tidak menginginkan Yesus dan hanya mengingikan apa yang Yesus dapat berikan. Saya sedang mengarahkan semua tulisan saya juga kepada Anda, bukankah Anda juga seringkali tidak menginginkan Yesus.

Kita Kristen, tetapi Kekristenan kita tidak pernah bertujuan untuk secara sempurna mengejar keserupaan dengan Kristus. Kita tidak pernah benar-banar cinta pada ALkitab dan kebenaran. Kita malas untuk berdiam diri untuk memaksa daging untuk tunduk pada kasih karunia. Kita semua pendosa yang tersesat dan menyedihkan. Kita tidak benar-benar merenungkan salib dan itulah sebagai berkat terbesar. Kita tidak pernah mengkotbahkan Yesus kepada diri sendiri setiap hari. Kita bodoh, kita harus bertobat dan terus merenungkan bagaimana Yesus telah menebus kita dari dosa dan kutuk dosa.

"Andalkan Tuhan jika ingin sukses." Ini gila ini kebohongan besar yang seringkali dikotbahkan di mimbar-mimbar gereja. 

Pertanyaan saya Apakah Firaun mengandalkan  Tuhan agar ia sukses? Apakah orang Babel mengandalkan Tuhan sehingga mereka dapat menguasai bangsa-bangsa? Apakah Nero Kaisar Romawi mengandalkan Tuhan sehingga ia sukses menjadikan orang Kristen abad pertama menajdi sumbu obor di tengah kota Roma? Jawabannya Tidak. Anda sedang merusak esensi iman Kristen ketika kesuksesan adalah tujuan Kekristenan Anda.

Baiklah kita kembali kepada iman yang sejati di dalam Kristus; Ini adalah kabar baik; 

  • Kita telah dibangkitkan ( Efesus 2:4–6 ) — dan kita akan menjadi ( 1 Korintus 15:22 ).
  • Kita telah diadopsi ( Roma 8:14-16 ) — dan kita akan menjadi ( Roma 8:23 ).
  • Kita telah ditebus ( Kolose 1:13-14 ) — dan kita akan menjadi ( Efesus 4:30 ).
  • Kita telah dikuduskan ( 1 Korintus 1:2 ) — dan kita akan menjadi ( 1 Tesalonika 5:23 ).
  • Kita bahkan dapat mengatakan bahwa kita telah dimuliakan ( Roma 8:30 ; 2 Korintus 3:18 ) — dan kita akan menjadi ( Kolose 3:4 ).

Iman yang sejati percaya bahwa saya dulu mati namun karena Kristus saya diberikan iman oleh Allah maka saya dihidupkan  di dalam Kristus. Iman yang sejati bahwa tidak ada kebenaran dalam saya, kebenaran saya hanyalah kebenaran Kristus, saya dulu budak dosa namun sekarang saya adalah anak Allah karena Ia berbelas kasih kepada saya sehingga saya diadopsi. 

Baca Juga:

Iman yang sejati adalah penyerahan, ketaatan kepada Kristus dan Dia-lah tujuan hidup saya. Iman yang sejati berteriak bahwa hidup saya milik Yesus dan kesuksesan sejati saya adalah saya telah disalibkan bersama Yesus dan bangkit untuk hidup bagi kemajuan Injil. Inilah iman sejati. PB dengan jelas menjelaskan semua ini.

Tuhan, aku sadar sekarang bahwa naturku yang berdosa ini enggan untuk menginginkan Engaku. Tuhan tolong aku untuk merenungkan bagaimana Engkau menjadi manusia dan Allah yang sejati telah disalibkan dan rela menjadi hina untuk menjangkau aku yang hina saat ini, segala pujian bagi Engkau saja. Ikatlah hati dan pikiranku ya Allah untuk selalu terpesona kepada Kristus saja. Di dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Yohanes Saat Teduh Harian 2021 Oktober; Bahan Refleksi Pribadi"