Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Firman Tuhan Oktober 2021; Bahan Saat Teduh Bagi Pertumbuhan Kerohanian

Renungan Harian Kristen Oktober 2021; Bahan Saat Teduh Bagi Pertumbuhan Kerohanian

Pengantar oleh penulis

Renungan saat teduh seri tanggal 16-20

Apa yang mempengaruhi hati dan pikiran Anda saat ini? Saya berdoa kiranya hanya Kristus yang memenuhi hati dan pikiran Anda, sehingga Anda benar-benar hidup hanya untuk melakukan apa yang telah Ia lakukan. 

Saudaraku tujuan kehidupan bukanlah kaya, sehat dan hidup semaunya. Ketika Anda mengaku bahwa Kristus adalah Tuhan dan juruselamat Anda, maka seharusnya Anda hidup dalam pertobatan dan terus berjalan dalam perubahan watak untuk semakin serupa dengan Kristus.

Tanpa kasih karunia, kita adalah orang-orang yang binasa, tanpa kehidupan baru yang diubahkan karena mendengar Injil maka segala hal sesuatu yang ada saat ini sia-sia. kita hidup tanpa harapan, kita hidup dalam kesesatan, kita dipesona oleh keindahan dunia yang membinasakan kita, tanpa Kristus Anda dan saya hidup hanya untuk binasa, kita adalah mayat hidup, kerohanian kita mati dan kita tidak akan pernah menemukan keindahan hidup yang sejati.

Hanya Yesus saja harapan kita, hanya Dia saja yang menjadi satu-satunya yang berharga. Jika Anda mengerti dan sadar, bahkan dengan jelas melihat. Betapa mengerikannya realita dosa dan murka kekal dari Allah yang kudus terhadap dosa. Maka seharusnya Anda berlari hanya kepada Kristus untuk disalibkan bersama Dia dan mati atas dosa-dosa Anda dan hidup bagi Dias aka.

Yang Tuhan saya janjikan bukan keadaan yang baik-baik saja, tetapi mati bersama-Nya, dihancurkan bersama-Nya. 

Saya terus bergumul dan saya harap Anda juga memulainya. Sehingga Anda dan saya bersama Paulus berkata, "Saya telah disalibkan bersama Kristus dan hidup saya bukan saya lagi tetapi Yesus dalam saya, Dan tidak setitik  pun ada kebenaran yang lahir dari saya yang ada hanya dosa." (Galatia 2:19-20)

 Jadi kebenaran sejati adalah Yesus, yaa kiranya Yesus menawan hati dan pikiran Anda dan inilah doa saya dan inilah tujuan setiap Renungan saat teduh yang telah saya tulis. Tentang Kristus yang menjadi dosa, Yesus yang ditelanjangi untuk membukakan satu realita betapa bejat, buruk dan rusaknya Anda dan saya, betapa tidak ada sedikit pun harapan kita jika kita di luar Yesus. Betapa binasanya kita tanpa Dia. 

Janji pasti dari Kristus bagi saya, bahwa pada akhir saya menjadi mayat, mati dan jiwa saya bersama-Nya. Dan saya rasa sekarang saya telah mati. Harapan saya Anda tidak mengenal saya tetapi terus semakin mengenal Yesus dan ditawan oleh keindahan-Nya. Dan Anda mati atas dosa Anda dan hidup hanya bagi Kristus.  Saudara ku seiman, sahabatku seiman, mari kita terus bergumul, untuk terus bertumbuh dan semakin mengasihi Kristus dan sesama.

Selamat menikmati setiap renungan;

Renungan Firman TUHAN Oktober 2021; Bahan Saat Teduh Bagi Pertumbuhan Kerohanian  

1. Tuhan yang berbelas kasih dan rancangan-Nya

Renungan Bacaan Injil Hari ini Rabu, 16 Oktober 2021

Ayat Alkitab Kejadian 12:13

Kejadian 12:13 (TB) Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.

Kita dapat belajar hal yang sangat penting dari Alkitab, bahwa tidak ada kesempurnaan dari orang-orang yang Allah pilih. Mereka adalah orang yang sama seperti Anda dan saya hari ini, ada dalam kelemahan, ketakutan dan seringkali berbohong untuk menyelamatkan diri. Jika Anda membaca dan merenungkan ayat yang menjadi dasar dari renungan kita kali ini, dia adalah Bapa orang beriman.

Abraham, demi keselamatannya untuk dapat tinggal di Mesir, ketika Ia diperintahkan oleh Allah untuk keluar dari tanah yang di mana ia hidup nyaman. Lalu Ia ke Mesir, karena takut mati, ia meminta kepada Isterinya yang cantik untuk berbohong, kepada Firaun, bahwa ia adiknya Abaraham. Dan lebih parahnya lagi Abraham membiarkan isterinya untuk menjadi pasangan Firaun, tanpa diketahui sampai kapan.

Ketika saya memikirkan hal ini, merenungkannya. Ini benar-benar gila, namun di sisi lain cerita ini mengoreksi setiap sudut hati dan pikiran saya. Kelemahan Abraham adalah gembaran dari diri saya yang juga lemah dan berdosa. Saya seringkali mendapati diri saya berdusta untuk kesenangan. Saya juga orang berdosa, demikianlah Abraham. 

Ada banyak hamba Tuhan yang berkotbah untuk Anda dan saya meneladani Abraham, tetapi pada saat yang sama jika Anda mempelajari Alkitab, Anda akan terkejut melihat betapa lemah dan Abraham adalah orang biasa seperti Anda dan saya yang adalah pendosa yang menerima kasih karunia dari Allah yang berkuasa, Allah yang memiliki visi dan misi bagi manusia. Dan inilah yang akan menjadi pusat perenungan kita, yaitu Allah itu sendiri.

Semua ini bukan tentang Abraham, sekali lagi Alkitab bukan tentang Abraham, meskipun di sana ada Abraham yang menjadi objek dari cerita di Alkitab. Demikianlah kehidupan Anda dan saya, semua ini bukan tentang Anda dan saya. Ini tentang Kristus yang disalibkan, tentang Dia yang menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. 

Yesus. Dia adalah kegenapan janji Allah, bahwa melalui Abraham dan keturunannya. Maka semua bangsa di muka bumi akan menerima berkat. Semua ini digenapi di dalam Yesus Kristus, Yesus yang disalibkan untuk menerima semua kutuk hukuman dosa Anda dan saya dan semua orang yang percaya kepada-Nya. 

Sehingga Allah berbelaskasihan kepada Abraham, karena kasih karunia yang besar, untuk menggenapi janji-Nya. Bahwa ia akan memberkati orang yang memberkati Abraham dan mengutuk orang yang mengutuk Abraham. Demikianlah Allah menolong Sarah dari kelaliman para lelaki yang tidak bertanggunjawab. (Kejadian 12:17)

Allah sendiri yang mendatangi firaun untuk mengembalikan Sara, nenek moyang dari Kristus, kepada Abraham, maka dari itu dengan ketakutan Firaun mengembalikan kepada Abraham Sara isterinya. Saudaraku, cerita yang menyedihkan sekaligus melegakan. 

Hanya ketika Allah di dalam rancangan-Nya dan kita berjalan dalam rencana-Nya. Maka Ia yang bekerja, Ia yang menolong. Berbelaskasihan kepada kita yang lemah dan putus asa, meskipun kita tidak mengandalkan Dia, tetapi ketika Anda dan saya ada dalam jalur Injil bagi bangsa-bangsa. Maka Ia pasti campur tangan. Allah sangat mengerti bahwa kita bodoh dan sering lupa. Bahwa yang kita kerjakan sekarang adalah pekerjaan-Nya.

Hal ini sangat jelas dan sama persis seperti yang dijanjikan oleh Kristus ketika Ia naik ke Sorga. Bahwa setiap orang yang memuridkan, memberitakan Injil. Maka Yesus menyertai mereka, maka Yesus dekat dengan mereka. Maka Yesus menolong mereka.

Baca Juga: Renungan Mazmur 7:1-3 tentang Kuasa kejahatan

Setiap kali saya merenungkan ayat ini, tentang perintah terakhir Yesus Kristus, saya melihat betapa kecilnya diri saya. Betapa saya herus secara serius berdoa dalam kelemahan saya. Tuhan, saya tidak mampu tolong saya, Tuhan saya tidak percaya tolong saya dan Tuhan saya adalah orang berdosa yang seringkali takut. Tolong saya mampukan saya untuk tetap berada di jalan-Mu, melakukan apa yang Yesus lakukan dan membeci yang Yesus benci.

Yesus memuridkan, maka saya harus memuridkan, Yesus membenci dosa maka Ia disalibkan. Maka saya harus membenci dosa dan setiap hari menyalibkan diri saya bersama-sama dengan Yesus, setiap hari harus menyangkal diri dan melihat bahwa  Yesus saja yang harus hati dan pikiran saya inginkan.

Untuk perenungan; 

Anda harus bertanya kepada diri Anda sendiri, mengapa hari-hari ini Kristus terlalu jauh bagi Anda?

Penyesatan yang sangat tersembunyi hari-hari ini, terlihat baik dan menyenangkan Anda bahkan memperkati Anda. tetapi tidak menyadarikan Anda akan dosa dan membuat Anda bertobat.

Yaitu tentang  kata-kata/doktrin yang memberikan Anda perintah untuk mengandalkan Tuhan dalam setiap rencana hidup Anda, berdoalah agar Tuhan memberkati rancangan Anda. Lalu Anda merasa Kristus sangat jauh, Kristus seolah mendiamkan Anda.

Saudaraku, rencana Anda yang berpusat pada diri Anda dan kesenangan Anda dan semua hal tentang Anda dan kesuksesan Anda adalah kesesatan dan itu adalah kenyataan dari dosa Anda. Saya ingin Anda bertobat, ubah doa Anda, Yesus tidak pernah berjanji untuk meyertai rancangan Anda. Yesus berjanji menyertai orang-orang yang melakulan visi-Nya untuk kemajuan Injil. 

Saya tidak sedang berbicara tentang pekerjaan. Saya berbicara tentang hati yang terarah kepada Kristus dan Injil-Nya bagi sesama. Atau Anda hanya fokus pada diri Anda dan Yesus harus menyertai Anda, ini salah ini sesat dan inilah yang mengakibatkan Kekristenan kita penuh kekosongan dan kering secara rohani. Karena yang menjadi fokus adalah diri sendiri dan pencapaian duniawi. Bukan Injil dan kemajuan pemberitaan Injil. Kita harus bertobat!!

Alkitab dengan jelas menunjukkan kepada Anda dan saya. Semua orang yang Ia sertai adalah orang-orang yang Ia panggil sesuai dengan rancangan-Nya. Abraham, Musa, Yosua, para Hakim, Samuel dan lain-lain. Mengapa mereka disertai, karena Allah memberintahkan mereka melakukan rancangan-Nya. Jadi sekarang berdoalah untuk kebenaran yang mendalam ini, berdoalah, tentang pangilan Anda. 

Kita harus secara serius meminta kepada Tuhan, panggilan kita, meminta rencana Tuhan, sehingga setiap potensi kita tidak sia-sia untuk mengejar kefanaan, tetapi benar-benar bermanfaat untuk kekekalan. Jiwa-jawa dan Kristus saja yang menjadi fokus utama kehidupan. Demikianlah Abraham dipanggil untuk menjadi milik kepunyaan Allah dan menjadi berkat. Anda dan saya dipanggil untuk menjadi kepunyaan Kristus dan menjadi berkat, Injil saja berita besar yang kita sampaikan.

Tuhan, tolon aku untuk mengerti rancangan-Mu, mampukan aku untuk memberikan seluruh hidupku kepada-Mu. Menyerahkan hakku yang sebenar-Nya adalah kepunyaan-Mu. Tuhan oleh kuasa Roh Kudus-Mu tolong aku untuk melakukan rencana-Mu yang besar dan ampuni aku ketika aku merasa bahwa hidupku adalah milikku dan bukan milik-Mu. Amin.


2. Carilah TUHAN!

Renungan Bacaan Inji hari ini Minggu, 17 Oktober 2021

Ayat Alkitab Yesaya 55:6

Yesaya 55:6 (TB) Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Ketika bangsa Israel dihancurkan, bukan ketika mereka dalam keadaan yang miskin. Mereka berkelimpahan harta dan menyembah berhala dan pada saat yang sama mereka tetap ke Bait Allah sebagai identitas diri mereka. Di mana kemegahan Bait Allah, tembok Yerusalem adalah kemuliaan diri mereka. Tetapi Tuhan mengutus nabi-nabi-Nya untuk memperingatkan akan dosa-dosa yang mendalam yang telah mereka lakukan. Dan akhirnya membuang mereka ke pembuangan.

Demikianlah sekarang kita tahu, bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28). Pekerjaan Allah melalui Roh Kudus, menginsapkan sehingga kita bertobat, pekerjaan Allah adalah menjadikan orang berdosa yang mati, menjadi hidup di dalam Kristus. Dan inilah Kekristenan sejati yang mengikuti Yesus, menyadari akan kematian akibat dosa Adam dan Hawa, hingga kepada Anda dan sata saat ini.

Pekerjaan Allah yang Ia kerjakan bagi kita adalah mengirimkan Anak Tunggal-Nya, menjadi korban yang sempurna, karena satu orang maka kuasa dosa berkuasa atas semua orang. Jadi suatu kebenaran karena Kristus, kita dibenarkan ketika percaya kepada Dia dan dihidupkan di dalam Dia.

Pekerjaan baik yang telah Allah kerjakan adalah Injil, kabar buruknya Allah murka kepada dosa, kabar baiknya ada pengampunan bagi yang bertobat. Karena Kristus telah disalibkan untuk menebus dosa-dosa orang-orang yang telah Allah pilih dan diberikan kepada-Nya. Untuk menjadi milik kepunyaan-Nya. Kebenaran ini begitu indah, kebenaran ini begitu melegakan. Dan kebenaran ini adalah Injil Yesus Kristus yang lebih dulu mencari kita sehingga kita dapat mencari wajah-Nya dan menerima sinar kemuliaan-Nya.

Pergumulan kita bukanlah lagi untuk kebutuhan hidup yang sementara, kini kita bergumul untuk tetap setia pada Allah yang setia. Allah yang telah memberikan diri-Nya menerima murka. Kini perjalanan kuta adalah jalan sempit untuk semakin membenci dosa dan mengasihi apa yang Kristus kasihi. 

Didikan Allah adalah didikan penuh kasih, setiap hal yang terjadi seringkali Allah pakai untuk menyatakan kehadiran-Nya. Menyatakan kepeduliaan-Nya dan memberikan pengharapan sejati yaitu Yesus yang telah disalibkan. Tuhan sendiri telah berjanji akan selalu ada bersama-sama dengan kita, Ia tidak akan meninggalkan kita sampai kita benar-benar menyelesaikan pekerjaan baik yang telah Ia berikan.

Baca Juga: Renungan bahan saat teduh refeleksi Injil Yesus Kristus

Sautu kasih karunia yang besar, bahwa kita dipanggil untuk terus mencari Dia, merenungkan kemuliaan-Nya, menikmati kasih-Nya dan melihat bagaimana Kristus yang disalibkan itu, Dia telah membebaskan Anda dan saya dari dosa. Merenungkan Injil akan sangat melegakan, menguatkan dan hidup dalam pertobatan yang sejati. dimerdekakan untuk memuliakan Allah dan melakukan kehendak-Nya. 

Hanya ketika dosa benar-benar menjijikan, dosa benar-benar musuh terbesar dan kita melihat dosa sebagai sesuatu yang memisahkan kita dari Allah, memberikan kita kematian dan kehilangan kemuliaan. Baiklah kita terus bertobat dan hidup dalam perubahan yang sejati dari hati yang disentuh oleh suara lembut dari Roh Kudus.

Janji Tuhan adalah kekuatan, menguatkan iman. Walau dalam pembuangan tanpa identitas yang pasti. Tetapi Allah adalah kemegahan diri kita yang menjadi pusat dari hati dan pikiran. Kemuliaan yang ada di dalam diri, kemuliaan yang berasal dari air kehidupan, roti kehidupan (Yesaya 55:1). Kristus yang telah menjadi dosa, Dialah firman yang menjadi manusia dan Dialah kegenapan janji dari rancangan kekal Allah yang kudus. 

Di dalam Dialah yaitu Yesus Kristus, segala kepenuhan kehidupan, kesukaan yang tidak ada hentinya dan kemuliaan yang terus ada dan nyata. Carilah Dia dalam Roh dan kebenaran, teruslah berdoa untuk hal ini, memohonlah iman yang sejati kepada Dia dan tanpa henti untuk mematikan keinginan daging, keangkuhan hidup dan segala hal yang merusak diri dan menjauhkan diri dari kemuliaan yang ada di dalam Kristus.

Panggilan untuk melayani Kristus, mencari Dia dalam kemah fana yang sekarang ini, untuk memberitakan Dia secara jelas. karena apa yang Anda dan saya dapat berikan kepada Dia, hanya Kristus yang dapat kita kabarkan, sebab dunia ini milik-Nya dan tidak ada sejengkal pun akan luput dari perhatian Dia yang berkuasa. 

Maka marilah arahkan hati dan pikiran kepada Allah di dalam Kristus, untuk kemajuan Injil dan bersukacita di dalam kemuliaan yang diruntukan bagi kita bersama-sama dengan Kristus, sebab Dia dan salib-Nyalah kebanggaan kita dan kemuliaan kita sampai selama-lamanya.

Tuhan tolong aku, untuk selalu mampu mencari wajah-Mu, aku seringkali tidak percaya kepada-Mu, aku seringkali hidup dalam kelamnya pemikiran dan perasaanku sendiri.  tetapi ketika cahaya Injil melingkupi hidupku, maka aku memohon kepada-Mu, mampukan aku terus melihat cahaya itu dalam kelamnya hidup dan lelahnya aku karena dosa yang ada di dalam dagingku. Amin.


3. Diberbaharui dalam Roh

Firman Tuhan Hari ini Senin, 18 Oktober 2021

Ayat Alkitab Efesus 4:23-24

Efesus 4:23-24 (TB) Supaya kamu diperbaharui di dalam Roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Kita dipanggil untuk bertobat dan bergantung penuh kepada Kristus, hanya salib-Nya sumber pengharapan kita. Dan Pribadi Kristuslah yang bersama-sama dengan kita, menguatkan dan memberikan setiap makna bagi hidup. Kejarlah kekudusan saudaraku, karena tanpa kekusudusan tidak akan pernah ada kemuliaan. Memang Anda dan saya telah ditebus dengan darah yang sangat mahal. Dan kekudusan Kristus ada di dalam kita, kebenaran-Nya Ia berikan secara Cuma-Cuma kepada Anda dan saya.

Namun, lebih dari itu semua, kita masih ada di dalam kefanaan, darah dan daging yang selalu dan selalu ingin dipuaskan dengan cara melawan kehendak Allah. Kita harus terus diperbaharui, dikoreksi dan melihat setiap motivasi dibalik perbuatan baik kita. Penjelasan dari Kalr Graustein di dalam Growing Up Kcristian (2005), “Untuk mengevaluasi hati kita dengan benar, kita perlu memeriksa pikiran dan motif di bali kata-kata dan tindakan kita.”

Demikianlah pembagaruan oleh karena Roh Kudus, hati yang terus-menerus diubahkan, untuk selalu merasakan Injil, menikmati Injil dan melihat setiap kemuliaan dan keindahan Kristus di dalam kasih karunia karena Injil. Roh Kuduslah yang menginsapkan, jadi ketika kita memeriksa pikiran dan motif kita dibalik segala hal baik. kita tidak dapat melihat kesalahannya dengan car akita dan hikmati kita, kita perlu dikoreksi oleh Roh Kudus.

Anda dan saya perlu firman yang dibaca dan ditanamkan di hati dan pikiran. Maka setiap hari renungkanlah firman, kecaplah betapa manisnya firman dan karena rasa manis inilah kita bersukacita ketika Roh Kudus berbicara melalui firman. 

Roh Kudus. Mengoreksi kita, melihat sudut-sudut hati yang licik, hati yang menginginkan keuntungan dan hati yang demikian haruslah dimurnikan dan disayat dengan pisau firman yang tajam. Sehingga benar-benar murni bahwa apa yang menjadi visi Anda dan saya adalah visi Kristus, karena adanya Roh Kudus yang terus menginsafkan Anda dan saya dari dosa kita yang paling agamawi dan baik dari setiap sudut pandang dunia dan manusia (Yohanes 16:18).

Ketika Anda dan saya memiliki Roh Kudus, maka kita akan sangat membenci dosa, kita tahu bahwa dosa memisahkan kita dari kemuliaan Allah. Bahwa hati dan pikiran kita setiap hari, sama seperti bangsa Israel ingin kembali ke Mesir dan menjadi budak. Demikianlah Anda dan saya seringkali kita ingin kemabali kepada kehidupan lama yang seolah-olah bebas dan tanpa aturan. Padahal kita diperbudak oleh dosa.

Roh Kudus menyadarkan akan perbudakan dosa yang mengerikan, merusak kita. Di mana Anda dan saya diciptakan untuk Allah dan menikmati persekutuan dengan-Nya. Namun, karena dosa, kita tidak mau bersekutu dengan Allah, kita melawan Dia dan Roh Kudus menyadarikan kita akan kebanaran yang mendalam. 

Bahwa kita memang diciptakan untuk tunduk kepada Allah, jika kita memilih untuk melawan Allah, bahkan tanpa Allah memurkai kita, pada akhirnya kita binasa baik selama hidup mau pun di kekekalan. Karena demikianlah kita tanpa Allah, tanpa makna dan tidak ada harapan.

Tetapi, sebelum Roh Kudus di dalam Perjanjian Baru dinyatakan di dalam Kisah Para Rasuk. Kita kembali sejenak kepada Dia yang telah disalibkan itu, kepada Dia yang berkuasa baik di bumi mau pun di sorga. Yesus Kristus yang telah disalibkan, Alkitab secara keseluruhan sedang memperkenalkan Kristus yang telah mati karena dosa, Dia yang mulia seolah-olah telah berbuat dosa, karena semua dosa Anda dan saya ditimpakan kepada Yesus, Yesus disalibkan untuk disamakan dengan orang yang paling berdosa.

Saudaraku, hanya ketika Anda merenungkan Yesus yang telah disalibkan itu, maka sukacita Anda akan melimpah. Maka kuasa Roh Kudus semakin nyata, mengubahkan Anda. Pada dasarnya Roh Kudus tidak sekedar menghibur, karena penghiburan yang Roh Kudus berikan kepada Anda dan saya adalah Injil, Dia adalah penginjik sejati yang dapat membuat manusia bertobat.

Saya bertobat dan saya terlampau percaya karena ini adalah pekerjaan kuasa Roh Kudus, saya percaya jika Ia tidak melahirkan kembali diri saya, mustahi saya bisa percaya Yeuss dan yakin akan Injil. Saya orang berdosa sama seperti Anda, saya juga sering gagal dan saya manusia biasa yang seringkali melawan Tuhan. 

Tetapi, Roh Kudus mengubahkan saya secara perlahan, melembutkan hati saya, mempermalukan saya agar saya sadar, bahwa betapa tidak berharganya hidup tanpa Kristus, ketika percaya kepada Kristus, Roh Kudus bersama-sama kita, melatih kita, mendisiplinkan kita dan mengembangkan ppotensi di dalam diri, sehingga dapat berguna bagi kemajuan pemberitaan Injil Yesus Kristus dan Allah saja dimuliakan.

Baca Juga: Ayat Alkitab dan perenungan/penjelasan untuk bahan saat teduh pribadi

Ujilah aku ya Tuhan, lihatlah kedalaman diriku, baiklah langkah dan tingkahku menyenangkan-Mu dan melakukan visi-Mu. Roh Kudus teruslah ubahkan aku, jadikan aku sesuai dengan apa yang Engkau inginkan. Hidup yang aku miliki sekarang, adalah milik-Mu dan selamanya milik-Mu ya Tuhan. Amin.


4. Benar di mata Tuhan untuk menjadi milik-Nya

Renungan Bacaan Injil Hari ini Selasa, 19 Oktober 2021

Ayat Alkitab Kejadian 7:1

Kejadian 7:1 (TB) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.

Saya ingin Anda menyadari hal ini terus-menerus, karena sangat gampang kita melupakannya. Dan ketika Anda dan saya ada di dalam dosa, kita lupa dan kita berpura-pura lupa. Kita merasa bahwa hidup kita adalah milik kita, kita merasa bahw semua hal yang sempurna Allah berikan kepada kita, baik itu setiap potensi dan semua sumber daya. Semua itu milik kita dan bukan milik Allah.

Memang ada beberapa orang mengakui bahwa apa yang ia miliki saat ini adalah titipan Tuhan, tetapi kesadaran yang demikian hanya untuk menunjukkan ia rendah hati dan layak untuk dikatakan orang baik dan sadar. Maka semua pengakuan itu sia-sia, karena ia tetap hidup bagi dirinya sendiri. 

Anda dan saya milik Allah, yang karena karunia-Nya kita mendapatkan semua hikmat untuk bebas dalam kehidupan, bebas untuk terus dalam kasih yang sejati melihat setiap kemuliaan-Nya. Dan bekerja hanya untuk memajukan Injil, hidup untuk memberitakan kasih karunia yang ada di dalam Kristus, yang telah disalibkan. 

Dia yang menjadi dosa agar sih pendosa diselamatkan dari murka yang akan datang, ketika pendosa ini sadar bahwa hidupnya milik Allah dan begitu menyedihkan dan tidak bergunanyan hidup, jika bukan Kristus yang menjadi pemilik kehidupan.

Ketika Nuh dibenarkan, kebenaran itu berasal dari Allah yang benar, Allah yang berkuasa, Allah yang meciptakan kehidupan. Sehingga yang harus kita mengerti bahwa kebenaran berasal dari Allah bukan diri manusia. Dan Nuh dan keluarganya yang telah diselamatkan melalui kayu yang dijadikan bahtera, sehingga mereka tidak tenggelam dalam air murka Allah yang kekal dan kudus. Kita dapat menyadarinya sekarang bahwa kasih karunia dan keadilan hanya Allah yang memiliki-Nya.

Demikianlah keselamatan Anda dan saya, hanya melalui salib, hanya ketika Anda dan saya bersama-sama Yesus menyalibkan dengan sengaja setiap daging. Kita dimatikan atas dosa-dosa kita sehingga kita tidak mendapatkan murka. Maka kebenaran yang berasal dari Kristus adalah kebenaran kita, karena kita bukan hanya mati bersama Yesus, tetapi juga dibangkitkan bersama Yesus, mendapatkan kehidupan yang baru (2 Korintus 5:17).

Melalui kehidupan yang baru inilah kita mendapatkan cara pandang yang baru, kita hidup untuk pekerjaan yang kekal. yaitu sama seperti Kristus yang mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan orang bedosa. Demikianlah kita ditantang untuk meninggalkan kehidupan yang nyaman tanpa memperdulan keselamatan sesama. Dan hidup untuk kemajuan pemberitaan Injil bagi kemuliaan Kristus.

Membawa lebih banyak orang untuk menyalibkan diri mereka bersama Yesus, untuk menjadi pekerja Kristus yang dengan setia terus selama hidup, hidup hanya untuk sistem nilai yang kekal. Saudaraku, saya sedang mengarahkan Anda untuk hidup dalam permuridan, kehidupan yang diubahkan oleh Injil dan untuk memberitakan Injil karena Injil adalah kekuatan Allah yang memberikan Anda dan saya kekuatan. 

Demikianlah Injil yang diberitakan secara murni, bahwa manusia berdosa dan sangat berdosa lebih berdosa dari yang dapat mereka pikirkan. Tetapi pada saat yang sama mereka lebih dikasihi dari yang dapat mereka pikirkan, hanya melalui Kristus maka kehidupan menjadi sangat bermakna, menjadi sangat bergua dan tidak sia-sia.

Saudaraku, keyakinan akan Injil, adalah keyakinan yang benar, keyakinan yang membuat orang-orang abad pertama banyak mati dan tanpa rasa takut. Karena pengharapan mereka terletak pada Kristus yang berjanji bahwa Ia menyertai kita sepanjang zaman, Ia bersama-sama mereka memberikan jiwa yang tenang dan berani menerima setiap maut. Asalkan Injil dapat sampai ke ujung bumi. Pelajaran yang berharga ini kita dapatkan juga dari Nuh, untuk mempertahankan imannya, ia tetap membangun Bahtera yang jika dipikir secara logika hal yang aneh dan tidak masuk di akal.

Tetapi demikianlah Injil yang berasal dari Allah, kematian dan kesengsaraan yang ada di dunia, Ia pakai untuk kita dapat melihat kehidupan kekal yang di dalam kemuliaan yang berasal dari Allah. Salib yang adalah lambang kematian yang memalukan, menjadi pengharapan yang sejati dan abadi, ketika Kristus mati di atasnya.

Semua yang benar dan baik di mata manusia, selalu bertentangan denga napa yang benar dan baik menurut Allah, Ia membenarkan kita, karena kasih karunia, hanya ketika kita mengenakan kebenaran Kristus, maka kita benar. Dan karena kasih karunia, oleh darah yang mahal itu, kita menerima kebenaran Allah dan kita dapat menayangkal diri kita dan hidup hanya bagi Kristus sampai kita bertemu muka dengan Dia.

Tuhan, terimakasih yang menebusku yang bedosa, aku yang tidak berguna menjadi sangat berguna dan bermakna ketika Kristus menjadi pemilik hidupku dan aku memiliki Kristus. Biarlah hidupku terus bermegah karena Kristus adalah kemegahanku dan yang paling berharga. Segala pujian bagi Allah saja. Amin.


5. Hati yang diarahkan kepada Tuhan

Renungan Bacaan Injil hari ini Sabtu, 20 Oktober 2021

Ayat Alkitab Yoel 2:12

Yoel 2:12 (TB) “Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan menganduh.”

Kita sangat mudah membohongi diri kita sendiri, begitu gampang mendefinisikan keadaan kita dan berkata, “bahwa semuanya baik-baik saja.” Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa, mereka malu dan berjuang untuk menutupi rasa malu tersebut dengan usaha mereka, yaitu mengambil daun Ara. Semuanya baik-baik saja, demikianlah cara kita menutupi dosa-dosa kita, kita berjuang dengan cara kita sendiri yang berujung pada kebinasaan kekal.

Hati dan pikiran kita terarah pada sesuatu yang terlihat, demikianlah kita, kainginan mata kita memaksa kita untuk menyembah yang kita lihat. Kita kagum pada segala hal yang itu menjadi objek penyembahan kita, kita ada dalam penyembahan berhala. Mungkin Anda sekarang berpikir, itu hanya sekedar kesukaan, itu hanya sekedar hoby. Ya benar semua itu hanya sekedar, namun ada yang lebih dalam dari semua itu bahwa Anda sedang melakukan penyembahan.

Ketika Anda membaca Alkitab, Anda akan menyadari satu hal bahwa penyembahan berhala adalah musuh utama dari kehidupan yang percaya kepada Allah. Permasalah utama manusia adalah penyembahan berhala, jika Anda dan saya tidak menyembah diri kita sendiri, maka kita menyembah ciptaan yang ada di luar kita, inilah esensi dari dosa.

Kita mengantikan kemuliaan yang sejati dengan kemuliaan palsu yang berasal dari ciptaan. Kita tidak kudus, maka dari itu mustahil kita dapat menyembah Allah yang kudus. Kita ada dalam kematian yang dalam, kita tanpa harapan, hidup dalam kebebasan palsu yang di mana semua kebenasan itu adalah perbudakan oleh dosa. 

Kita dikuasai oleh perasaan yang menginginkan banyak hal, kita ingin dihormati, diterima dan merasakan bagaimana rasanya menjadi tuhan atas orang lain dan pasa saat yang sama kita menyambah pencapaian kita, hart akita dan segala hal tentang diri yang fana dan pada akhirnya menjadi debu dan abu. 

Dosa begitu mengerikan, dosa merusak sendi-sendi kehidupan yang seharusnya memuliakan Allah yang hidup, namun kini memuliakan semua ciptaan yang fana dan pada akhirnya akan dibinasakan oleh kuasa Allah. Hati dan perasaan yang dikuasai dosa hanya dapat menghasilkan kesalahan yang semakin dalam melawan Allah. 

Sejak dalam kandungan dosa Adam ada dalam diri kita, kita hidup dalam Adam maka dari itu kita adalah dosa yang layak binasa. Hati kita setiap hari mereproduksi kejahatan tersembunyi, kejahan tidak terlihat dan hati yang begitu rusak inilah yang harus dijadikan baru. Bukan hanya dengan perbuatan baik, sebab semua  hal yang baik yang dapat  Anda dan saya hasilkan adalah dosa yang nyata dari diri kita yang ingin menjadi juruselamat atas diri sendiri. 

Kita kira kita bisa memberikan keselamatan kepada diri, kita kira Allah adalah preman yang dapat kita bayar dengan moralitas kita, kita kira bahwa Tuhan adalah Dia yang dapat kita bawa kompromi. Tuhan melihat kedalaman hati, Tuhan mengenal hati dan tidak aka nada yang luput dari penglihatan-Nya tentang hati Anda dan saya yang jahat dan menyesatkan. Karena pada dasarnya dosa adalah kematian rohani, yang menjadikan Anda dan saya terpisah dari yang hidup. Anda dan saya mati, sedangkan Allah Dia hidup dan kudus, mulian dan berkuasa.

Bertobatlah!!

Nabi Yoel menyerukan kepad bangsa Israel untuk bertobat demikianlah firman TUHAN. Panggilan yang sama dari nabi sejati di dalam Perjanjian Baru adalah panggilan untuk bertobat. Saya berdoa kiranya Anda melihat diri Anda sekarang sebagai orang yang sangat berdosa, orang yang sangat tidak layak. Tetapi ada Kristus yang benar, Kristus yang mulia, Kristus yang adalah Allah menjadi manusia. Adam kedua, nabi yang sejati, Yoel yang sejati yang juga menyerukan pertobatan, karena Dia telah menggantikan Anda dan saya, Dia disalibkan dan ditimpa murka kekal dari TUHAN yang kekal.

Injil adalah panggilan untuk meninggalkan dosa, Injil adalah panggilan untuk hidup baru. Injil adalah kabar baik yang di mana Kristus disalibkan; di mana semua hukuman dosa Anda dan saya ditimpakan kepada-Nya. Hanya melalui Dia dan ketika Anda dan saya menjadi milik-Nya Anda dan saya beroleh pengharapan, karena Dia adalah jalan kebenaran dan hidup. Sang penharapan

Yesus telah dihancurkan oleh Allah Bapa, Yesus yang dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai daging. Tetapi karena kuasa kebangkitan dari Allah maka Yesus bangkit. Dan inilah gambaran dari kehidupan baru. Anda dan saya bertobat karena kita telah disalibkan bersama Kristus, kita mati atas dosa, kita bangkit untuk tidak lagi hidup dalam dosa tetapi hidup dalam Kristus.

Hanya ketika Kristus kita melihat-Nya sebagai harta berharga dan sangat berharga dan hanya Dialah yang layak menerima sembah kita, maka pada saat itulah kita berjalan di perjalanan yang baru dan sempit, jalan untuk bersama-sama Yesus menerima kuk yang ringan itu dan melihat bagaimana dosa tidak lagi berkuasa atas kehidupan. Sebab Kristus Sang kehidupan telah memberikan kehidupan-Nya, kebenaran-Nya dan kekudusan-Nya kepada kita dan kita dimampukan untuk meninggalkan dosa-dosa kita.

Bertobatlah, lihatlah diri Anda setiap saat, siapakah yang mempesona Anda, apakah Injil terus menjadi pusat hidup Anda? Apakah Anda saat ini melihat Kristus jauh lebih penting dari apa pun dalam kehidupan ini? Bagaimana jika Anda selama ini tidak pernah bertobat dalam kehidupan Kekristenan Anda, maka dari  itu ada panggilan untuk bertobat. Berlarilah kepada salib, Yesus yang telah disalibkan itu, hanya itulah satu-satunya harapan Anda dan saya. 

Kekristenan kita harus berduka, karena realita dosa, kita harus terus hidup dalam duka yang semakin mendalam, semakin mendalam dan lebih mendalam. Untuk semakin membenci dosa dan terus melawan setiap kecenderungan dosa. Kita harus memperlihatkan kepada diri sendiri dan jujur akan keberadaan berhala-berhala kita dan membuangnya dan sembahlah Yesus.

Hanya ketika berhala di hati Anda dan saya digantikan oleh keindahan Yesus, maka kita terus bertobat dan dalam kehidupan yang sekarang ini, terus hidup hanya untuk menikmati keindahan Yesus, berbalik terus kepada Yesus, di mana hati dan pikiran hanya terarah kepada Yesus karena Dialah yang paling berharga dan mulia.

Pertobatan sejati adalah kehidupan yang menyadari betapa berdosanya diri dan kehidupan yang dikenakan kebenaran Kristus untuk hidup hanya bagi Kristus. melayani Dia dan memuliakan Dia dan dipenuhkan di dalam Dia dalam segala kekuruangan dan ketidak mampuan. Kristus memampukan kita untuk tetap hidup bagi Dia dan kita benar-benar dipuaskan oleh-Nya saja. Inilah pertobatan, menjadikan kita orang-orang dengan cara pandang yang baru, bahwa Kristus lebih berharga dari apa pun.

Baca Juga: Firman Tuhan 11-16 Okotber 2021

  • Untuk apa dan siapa Anda hidup hari ini itulah Tuhan Anda?
  • Apakah kekalan benar-benar menarik bagi Anda, di mana hanya ada Kristus di sana?
  • Apakah Anda berdoa untuk suatu kebenaran, untuk ditawan oleh keindahan Kristus saja? Maka berdoalah!

Tuhan, seruan untuk bertobat begitu nyata, aku telah berdosa dan terus berdosa karena itu mampukan aku untuk bersukacita dan bersukaria di dalan Engkau dalam hari-hariku yang fana ini, mampukan aku untuk selalu melihat dan memandang kepada Yesus yang telah disalibkan itu dan memeluk salib-Nya karena itulah harapanku. Amin.


Posting Komentar untuk "Renungan Firman Tuhan Oktober 2021; Bahan Saat Teduh Bagi Pertumbuhan Kerohanian "