Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ayat Alkitab dan Renungan Kristen Singkat Untuk 10 Hari

Selamat datang di saat teduh harian, seri 10 hari. Kembali lagi saya menuliskan renungan singkat. Renungan Kristen yang berpusat pada Injil. 

Di dalam Kehidupan Kristen, Injil adalah berita utama yang haruslah terus menerus dikabarkan. Setiap saat. Tertanam dalam hati dan pikiran. Tanpa Injil kabar baik Kristus. Setiap hari kita akan mememukan hidup kita sedang ada di dalam dunia yang telah jatuh dan memberikan rasa Frustasi yang sangat mendalam.

Dosa adalah musuh utama, baiklah hidup kita terus berjuang berperang melawan dosa. Melalui pembacaan Firman kita, saat teduh kita maupun doa-doa yang berdasarkan Alkitab. Terus bertumbuh dan selamat merenungkan renungan hariaan selama 10 hari.

 Ayat Alkitab dan Renungan Kristen Singkat Untuk 10 Hari

1. Kebergantungan kepada Allah

Ayat Alkitab Lukas 22:42

“Kerendahan hati yang sejati adalah ketaatan dan ketergantungan sepenuhnya pada Allah. Pertama adalah mengutamakan Allah, orang lain kedua, dan diri kita yang ketiga dalam segala sesuatu” ~ John Bevere

Lukas 22:42 (TB) “Ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini daripadaKu. Tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi” 

Pada momen antara hidup dan mati, Yesus berani berkata agar Kehendak Bapa saja yang terjadi. Dia lulus. Ya Yesus berhasil  melaksanakan kehendak Bapa, ini kabar baik untuk kita yang percaya kepada-Nya. Untuk membawa kita sungguh-sungguh percaya pada Dia yang telah mencurahkan darah-Nya.

Ketika merenungkan bagaimana kepercayaan kepada Kristus berarti taat kepada Dia dengan sepenuh hati. Ketaatan ini adalah kehidupan yang sadar benar bahwa, kita yang telah mati oleh karena dosa-dosa kita tetapi oleh karena kebangkitan Kristus kita dapat hidup dan taat kepada Dia.

Bergantung kepada Allah, bukan berdasarkan kekuatan dan kebenaran kita, melainkan berdasarkan kekuatan dan keindahan dan kesempurnaan Yesus Kristus. kabar baiknya lagi, Roh Kudus yang dianugrahkan kepada kita, Dialah jaminan bagian kita sehingga sepenuhnya Allahlah harapan dan cita-cita kita hari lepas hari.

Kebergantungan kepada Allah, sama seperti Yesus yang selalu melaksanakan kehendak Allah. Demikianlah kepuasan kita di dalam Yesus adalah perjalan hidup yang seperti Yesus perintahkan. Yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 

Hanya kepuasan di dalam Kristus, melihat salib-Nya dan terus menerus merenungkan Dia setiap hari. Hal inilah yang dapat membawa Anda dan saya mengasihi sesama mengutamakan sesama kita di atasnya ada Kristus yang menjadi pusat hidup.

Bergantunglah kepada Allah, untuk menerima aliran air kasih sejati. bersama Yesus kita dapat berkata, “biarlah kehendak-Mu yang jadi.” Ini adalah kuasa dari Yesus yang ditanam dalam kita sehingga kita dimampukan taat hanya kepada Allah, melaksanakan visi-Nya, dan terus melakukan apa yang berkenan kepada-Nya.

Membenci yang Allah benci yaitu dosa dan mengasihi yang Yesus kasihi yaitu jiwa-jiwa. Berdoalah untuk kekuatan ini, bawalah hidup Anda kepada Kristus dan nikmatilah persekutuan dengan Dia setiap saat. Tuhan tolong saya, sehingga ucapan Kristus adalah ucapan saya, dalam setiap rancangan saya. Hanya Kristuslah yang selalu ada di dalam hati dan pikiran. Dan apa yang Ia kehendaki dalam keseharian saya. Amin. 


2. Kehidupan yang Alkitabiah

Ayat Alkitab Markus 1:35

“Jangan adakan konser, kemudian baru menyetel alat-alatnya. Mulailah tiap hari dengan membaca Firman Allah dan berdoa. Pertama-tama selaraskan hatimu dengan kehendak Allah” ~ Hudson Taylor

Markus 1:35 (TB) “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” 

Yesus memberikan teladan dengan mencari wajah Bapa-Nya pagi-pagi benar. Adakanlah Saat Teduh rutin tiap pagi, mencari wajah Bapa, dan sepanjang hari engkau akan rasakan tuntunan-Nya. Kabar baiknya lagi bukan hanya sekedar menjadi teladan. Ia memberikan kita kuasa untuk melakukan apa yang sebelumnya tidak mampu kita lakukan.

Yesus yang adalah Tuhan, Ia adalah penebus, di dalam dosa-dosa kita, kita diperbudah oleh kehidupan yang tidak dapat menyebah Tuhan yang benar. Ketika di dalam Dia, kita mendapatkan Dia adalah teladan sejati, untuk kehidupan yang Alkitabiah. Mari kita berjuang untuk bangun di pagi hari dan berdoa. Ingatlah Firman TUHAN, bukalah Alkitab dan bacalah.

Yesus di dalam Lukas 11:13, mengingatkan kepada kita kalimat yang indah yang dapat kita minta setiap pagi. Yaitu Roh Kudus. “Apalagi Bapamu di sorga! Ia  akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”  Ini adalah kabar baik Injil, kita yang berdosa, kita yang tidak layak untuk datang kepada Sang Kudus kerinduan terdalam hidup kita.

Dilayakkan untuk kembali berdoa dihadapan-Nya dan Dia menawarkan kita kebutuhan yang seringkali tidak kita sadari. Ia menawarkan kita Roh Kudus untuk kita minta. Bacalah Yohanes 14 dan 16. Anda akan mengerti betapa kehidupan Anda dan saya haruslah penuh Roh Kudus setiap hari. 

Bagi pelayanan Anda, kehidupan pekerjaan Anda yang siap menjadi berkat untuk sesama teman kerja. Kita setiap hari harus berdiam diri dan merenungkan Firman. Isilah pikiran Anda dengan Firman, dan berdoalah untuk selalu penuh dengan Roh Kudus yang setia, lemah lembut dan berkuasa. Menginsapkan kita dari dosa dan menuntun kita untuk selalu selaras dengan kehendak Allah.

Berdoalah, bediam dirilah. Jangan bodoh dengan membiarkan diri tidak ada waktu dan tidak berdoa dan tidak merenungkan Firman. Kepuasan Kristen adalah kehidupan Rohani yang dipenuhi Roh Kudus. inilah kehidupan yang Alkitabiah, mengutamakan yang paling utama yaitu Yesus Kristus.

Tanpa kehidupan yang demikian, Anda dan saya akan kering, kita akan menjadi permainan setan. Pikiran, perasaan kita akan di bawa perkelana tanpa arah dan tujuan. Berdoalah mintalah Roh Kudus, sama seperti Sang teladan kita yang pagi-pagi benar berseru kepada Bapa-Nya, demikianlah kita sebagai murid-murid-Nya. Amin.


3. Sadar dan kembalilah

Ayat Alkitab Lukas 15:18

"Untuk bisa berada di alur yang benar kita tak sekedar menghanyutkan diri. Kita harus mendisiplin diri dan sungguh-sungguh menempatkan prioritas pada tempat yang semestinya." ~ Andy Stanley

Lukas 15:18  (TB) “Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: “Bapa, aku telah berdosa terhadap Surga dan terhadap bapa.” 

Anak bungsu ini sadar, dan mengambil tindakan yang tepat, untuk kembali ke pangkuan Bapa-Nya. Ketika Roh Kudus bekerja di dalam hati manusia. Ia melahir barukan orang tersebut sehingga ia memiliki kehidupan yang baru (2 Korintus 5:17). Tidak ada berita yang lebih indah dari ini. Ketika sih pendosa ini sadar akan dosa-dosanya, betapa mematikannya dosanya, betapa jauhnya ia terhilang.

Roh kuduslah dalam kehidupan yang baru menyadarkan kita untuk segera kembali kepada Allah yang pemurah itu. Saudaraku, dosa adalah mendefinisikan sesuatu yang kita lihat dan kita berpikir dan merasakan bahwa itulah kebututah terbesar kita, kita mengira kita menginginkan hal itu, kita kira hal itulah sumber kepuasan kita. Inilah yang dilakukan sih anak bungsu.

Ia kira bahwa suatu kebebasan ketika ia tidak sedang berada di hadirat ayahnya. Ia kira ia ada di dalam kebebasan ketika ia menghamburkan semua hartanya. Ia mengira semua itu adalah kemerdekaan sejati, ia kira dirinya membutuhkan semua itu.

Pada akhirnya makanan babi adalah makanannya. Ini adalah akibat dari dosa, akibat dari definisi Anda dan saya. Akibat dari cara pandang kita yang dipengaruhi oleh dunia, pikiran dan perasaan yang berdosa. Setiap cita-cita yang tidak berdasarkan firman dan visi Allah adalah kesalahan besar yang akhirnya membawa kita hidup bagi diri sendiri.

Saudaraku marilah kita hidup dengan prioritas yang benar, kepentingan yang benar. Di atas dasar yang benar yaitu Injil Yesus Kristus. biarlah hidup Anda melekat pada berita Injil ini setiap hari. Yesus yang disalibkan, inilah kenyataan dari seorang ayah yang pada akhirnya menerima anaknya apa adanya tanpa mencaci maki. Tetapi bermurah hati mengadakan pesta dan memberikan kehidupan yang baru.

Kita adalah anak bungsu, kita tersesat dan berdosa. Kita mati di dalam dosa sejak dalam kandungan. Tetapi oleh karena penebusan yang Kristus lakukan. Kita hidup dilayakkan untuk hidup memprioritaskan Dia. Lalu apa yang menjadi tujuan kita sekarang? Yaitu, keserupaan akan Kristus secara sempurna. Mengenakan Kristus dan hidup denga cara Kristus hidup. Yaitu melakukan kehendak Bapa. Roh Kudus memampukan kira semua. Amin.


4. Merdeka untuk menyembah TUHAN

Ayat Alkitab I Petrus 2:16

Semua bangsa rindu mempunyai kemerdekaan dalam bernegara. Kita sebagai bangsa bersyukur telah dimerdekakan dari penjajah 76 tahun yang lalu. Demikian pula kita sebagai orang percaya, kita telah dibebaskan dari belenggu dosa ~ Dirahasiakan

1 Petrus 2:16 (TB) “Hiduplah sebagai orang merdeka, dan bukan seperti mereka yang menyalah-gunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah” 

Berdoalah untuk Indonesia agar Tuhan melindungi dari bencana-bencana. Dan juga agar Tuhan memberkati sehingga banyak orang akan datang dan menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Membawa jiwa kepada Kristus, merupakan tugas dari Allah bagi Anda dan saya sebagai orang percaya. Inilah visi Allah, bersama dengan kita anak-anak terkasih-Nya.

Kita dimerdekan oleh karya keselamatan, oleh curahan darah kebenaran Yesus, bukan untuk hidup terus diperbudak oleh dosa. Tetapi perperangan melawan dosa, perperangan melawan kemalasan untuk memberitakan Injil. Pakailah senjata rohani dari Allah dan merdekalah dalam perlawanan yang nyata-nyata. Kristus telah memang, Ia yang memampukan kita, kita bukan lagi budak tetapi anak Allah yang berkuasa.

Hiduplah dalam Kristus dan kerohanian yang bertumbuh di dalam Kristus. Kemerdekaan itu membawa Anda, mengajak Anda, mengundang Anda untuk lebih rohani. Berdoalah untuk kemenangan ini, berlarilah kepada Kristus. 

Pandanglah Salib-Nya yang memberikan kemenangan. Hiduplah dalam pertobatan setiap hari sebab Anda adalah adalah orang berdeka yang sejati. Kristuslah pusat hidup Anda, bukan dosa lagi. Kehidupan baru di dalam Kristus adalah kemerdekaan, jadi hiduplah dalam kemerdekaan dengan kebencian yang teramat dalam terhadap dosa.

Hidup sebagai hamba Allah berarti hidup dalam kemerdekaan yang menikmati kehadiran Roh Kudus disetiap titik kehidupan. Pada saat yang sama akan selalu ada penyembahan sejati dari hati yang baru kehidupan baru. 

Saudaraku, ini adalah kehidupan yang membawa kemerdekaan bagi jiwa, memberitakan Injil. Berdoalah untuk kemerdekaan sejati ini, lihatlah betapa banyak jiwa yang menginginkan kemerdekaan ini, hanya saja mereka tidak dasar.

Jadi berdoalah untuk kesadaran dari hati nurani mereka. Berdoalah untuk Injil yang harus disebarkan. Berdoalah sehingga kemerdekaan di dalam Kristus terjadi atas jiwa-jiwa yang ada di negara kita Indonesia. Roh Kudus memampukan kita semua. Amin.


5. Baiklah bencilah dirimu sendiri

Ayat Alkitab Lukas 9:23-24

"Dunia berkata: Kasihilah dirimu, ambil semua yang kamu dapat ambil, dan ikuti suara hatimu. Yesus berkata: Sangkal diri, pikul salib setiap hari dan ikut Aku" ~ Francis Chan

 Lukas 9:23-24 (TB) “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya”

Pemikiran dunia berlawanan dengan Firman Tuhan. Ikutilah kebenaran Firman, maka hidupmu akan damai. Damai sejahtera yang Kristus berikan tidak sama dengan yang dunia berikan. Kehidupan yang Kristus berikan adalah kematian atas keinginan dunia. Ini adalah menyangkal diri dan menginginkan Yesus saja.

Inilah pergumulan kita, jalan pertobatan yang terus menerus dilakukan. Untuk kehidupan yang lebih indah dalam kekaguman yang indah oleh kemuliaan Kristus saja. Andai Anda mengerti bahwa membenci diri dan kecenderungan yang berdosa akan membawa Anda pada kehidupan yang lebih suci, kudus dan bermakna. Makna yang ada di dalam kebenaran. Maka Anda akan berjuang sekuat tenaga untuk mencapainya.

Kristus hadir ke dunia, untuk membawa Anda pada jalan kehidupan. Yaitu jalan salib dan disalibkan bersama Dia. Paulus dengan berani tanpa rasa malu, menyatakan bahwa dia disalibkan bersama Kristus (Galatia 2:19). Pada masa-masa itu di mana salib adalah lambang kutukan, kematian, kesedihan, penderitaan dan sesuatu yang memalukan.

Tetapi, Paulus dengan bangga berkata, “aku disalibkan bersama Kristus.” Inilah hidup itu, menyangkal diri dan menerima salib Kristus. Kuk yang ringan itu, dianugerahkan oleh Dia kepada kita. saudaraku inilah Injil, bertentangan dari cara dunia yang memuliakan manusia, memuliakan harta fana, memuliakan sesuatu yang bukan pencipta tetapi ciptaan yang akan habis pada saatnya. Rusak pada waktunya.

Baiklah kita mengambil jalan penyangkalan diri, berdoa untuk benar-benar melihat betapa fananya kehidupan. Berlari terus berlari, terus menuju salib Kristus. bersandar di sana untuk disalibkan bersama Dia. Di sinilah kita hidup. 

Barangsiapa mempertahankan nyawanya akan kehilangannya karena pada dasarnya nyawa yang berdosa itu adalah kematian. Tetapi barangsiapa mati bersama Kristus ia akan hidup dan dibangkitkan bersama-sama dengan Yesus. 

Mulai sekarang dan sampai pada kematian dan kebangkitan yang sempurna di dalam tubuh yang baru dan sumpurna dari Kristus. Inilah Injil, seruan untuk bertobat, membeci diri sendiri yang pendosa, dan mennginginkan kebenaran Yesus saja. Dikuduskan dan dibenarkan oleh kebenaran-Nya. Amin.


6. Berdoalah senantiasa di dalam TUHAN

Ayat Alkitab Yohanes 15:17

“Saya hidup dalam roh doa. Saya berdoa saat berjalan-jalan, saat berbaring, saat saya bangun, dan jawaban-jawaban doa selalu datang.” ~ George Mueller

Yohanes 15:7 (TB) “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku, dan FirmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” 

Mueller mempunyai Panti Asuhan yang menampung banyak anak-anak, dan hidupnya hanya bergantung pada Tuhan. Dia bisa menyaksikan, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya. Yaaa itulah kehendak Allah, di mana Ia berkehendak untuk kebaikan banyak orang. Keselamatan banyak orang kita haruslah sadar bahwa ketika Ia bekerja melalui kita itu anugerah terindah yang dapat kita nikmati.

Kehendak Tuhan adalah berkat kekal bagi bangsa-bangsa. Di mana berkat ini Ia berikan untuk menunjukkan keinginan yang lebih besar lagi. Ia sedang mengundang Anda dan saya untuk menginginkan Dia saja. Inilah tujuan utama dara semua berkat, semua cita-cita, dan semua visi-Nya.

Allah menempatkan kasih karunia dalam diri kita, kita dapat menikmati Firman-Nya, diri-Nya dan kemuliaan dari sifat-sifat-Nya sehingga kita menyembah Dia. Saudaraku kita ditebus dengan darah yang mahal bukan untuk menikmati semua harta fana, pencapaian kita, dan semua hal yang kita pikir baik.

Kita ditebus untuk menikmati karya penebusan yaitu Pribadi penebus. Mengambil rancangan-Nya, visi-Nya. Inilah yang di manakan Firman Tuhan yang tinggal dalam kita. Ketika Kristus Sang Firman benar-benar di dalam Anda maupun saya. Apa yang kita minta bukan berdasarkan keinginan kita, tetapi berdasarkan keinginan Allah.

Mungkin ini sulit Anda mengerti, mungkin saja Anda sekarang bertanya. Bagaimana saya dapat berdoa dan meminta sesuai dengan keinginan Allah. Baiklah inilah keinginan itu, ada di Alkitab Anda harus membaca dan merenungkannya dan melihat bagaimana Alkitab menuntun Anda pada keinginan untuk memimta sesuai dengan ayat-ayat Alkitab.

Apapun yang Anda minta, ketika Firman di dalam Anda dan Anda di dalam Firman. Anda akan menemukan jawaban yang menakjubkan. Di mana ini akan memberikan kepada Anda kekaguman yang sejati. bukan pada pemberian, tetapi kagum pada Sang pebemberi, bagaimana kemurahan-Nya, salib-Nya, Injil-Nya. 

Melalui  pemberian ini dapat semakin luas Injil diberitakan. Mintalah semua hal yang berdasarkan Firman. Jangan biarkan kita ditipu oleh keinginan daging, keangkuhan hidup, dan keinginan mata yang sesat.

Tetapi, mintalah berdasarkan Firman, yang di dalam kita, visi Kristus, kepenuhan Roh Kudus atas kita. Nyala api Injil yang berkobar di dalam hati dan pikiran. Diri yang kuat untuk terus belajar dan mengenal Dia saja. Sebagai tujuan utama dan akhir kehidupan. 

Saudaraku nikmati Dia dan visi-Nya, Dia setia dan tidak ingkar janji. Saya berdoa kiranya visi Allah terjadi nyata di dalam hidup kita. Saya rinduk pada kekaguman yang sejati akan Allah dan menyembah Dia dalam Roh dan Jiwa yang bersuka karena Dia saja. Amin.


7. Menjadi benar-benar bodoh

Ayat Alkitab Mazmur 25:9

“Prinsip hidup berkemenangan termasuk kemampuan menghadapi permasalahan dengan penuh keberanian, kekecewaan dengan hati yang lapang, dan ujian dengan kerendahan hati” ~ Thomas S. Monson

Mazmur 25:9 (TB) “Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati” 

Kekuatan manusia terbatas, tetapi kita mempunyai Tuhan yang mengasihi umat-Nya. Tidak ada tempat di dalam TUHAN, di mana Anda dapat menunjukkan kehebatan dan kemuliaan Anda. Tuhan tidak membutuhkan bantuan Anda, karena apa yang Anda perjuangkan untuk menyenangkan TUHAN, di mana Anda melakukan semua itu untuk menolong Dia. Itu pasti kesesatan.

Lihatlah contoh-contoh nyata akan hal ini di Alkitab, hikmat manusia adalah kekejian bagi Allah, karena hikmat itu adalah pemberontakan kesombongan (I Korintus 3:18). Contoh nyata dari seseorang yang menolong Tuhan. Ambil saja Abraham yang berusaha memiliki keturunan dengan bantuan isterinya, maka Abraham berzinah dengan gundik dari isterinya.

Apa yang terjadi, perpecahan, pengusiran, penderitaan dari satu pihak. Lalu sebut saja Saul yang tidak sabar menunggu Samuel dengan penuh kesombongan sebagai seorang raja. Ia mempersembahkan korban yang seharusnya dipersembahkan oleh Samuel. Maka kepemimpinan kerajaannya dialihkan kepada Daud. 

Ini mengerikan saudaraku, api dan kebinasaan mengikuti setiap kita yang berani-beraninya tidak tunduk dan taat pada Kristus Sang Allah yang berkuasa melakukan apa saja. Saya hanya bisa berdoa kiranya didikan-Nya, nyala api murkanya terjadi tetapi belaskasih-Nya dirasakan juga oleh Anda, pada diri Anda yang suka melawan. Sehingga Anda sadar. Satu-satunya keinginan TUHAN adalah penyerahan diri tanpa syarat. 

Ini adalah kerendahan hati, mengakui bahwa diri ini adalah ciptaan fana yang bukan hanya membutuhkan kemuliaan Tuhan, tetapi itulah satu-satunya tujuan setiap hembusan napas yang adalah kesempatan bagi diri untuk bertobat secara radikal dan terus-menerus menginginkan Kristus saja. Salib-Nya dan darah yang tercurah itulah sumber harapan Kekristenan kita.

Kekristenan adalah cinta yang mendidik, cinta yang merendahkan yang sombong. Menunjukkan dosa di dalam diri Anda sehingga Anda bertobat. Sadar benar bahwa yang layak Anda terima adalah kebinasaan. Tetapi oleh karih karunia, kita dibenarkan dengan Cuma-Cuma oleh darah Kristus.

Baiklah kenyataan dari Injil Yesus Kristus, menjadikan hati Anda dan saya semakin rendah. Semakin sadar akan kekuatan Tuhan. Semakin yakin bahwa penyerahan kita pada-Nya adalah jalan satu-satunya untuk terus masuk lebih dalam lagi dalam kekudusan dan kemuliaan Allah. 

Terpencar dari diri kita Injil itu bagi sesama. Sehingga banyak orang dibawa kepada Kristus. Kerendahan hati adalah penyerahan diri total. Ini adalah hasrat yang hanya ada di dalam Roh yang baru Roh Kudus. Untuk selalu baru setiap hari di dalam kemuliaan yang indah dan menggairahkan. Amin.


8. Kedalaman penyesalan

Ayat Alkitab Matius 26:75

“Ada perbedaan antara penyesalan dan pertobatan. Penyesalan adalah sesal karena tertangkap, sedang pertobatan adalah penyesalan yang sungguh-sungguh mendalam dan berhenti berbuat lagi.” ~ Greg Laurie

Matius 26:75  (TB) “Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali”. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya” 

Petrus sungguh-sunguh bertobat, dan Yesus sanggup memulihkan Petrus, sehingga pelayanannya jadi berkat buat banyak orang. Tidak ada makna dari kehidupan yang mengakui percaya Yesus tetapi tetap cinta pada dosa-dosa kecil di dalam hati dan pikiran Anda. 

Kegilaan dari Kekristenan kita adalah ingin diselamatkan dari hukuman dosa. Tetapi kita tidak pernah mau diselamatkan dari dosa. Kita tetap cinta pada dosa keberhargaan diri kita, dosa kemunafikan agar kita terlihat lebih baik. 

Dosa cinta pada uang dan kekayaan dunia. Dosa percabulan di dalam hati dan pikiran. Dosa-dosa keagamaan kita di mana kita merasa karena perjuangan kitalah maka kita pantas diselamatkan dan disebut sebagai orang Kristen yang rohani. 

Ini gila, inilah hati Anda saya. Kita sombong, kita layak binasa pada dasarnya. Baiklah kita bertobat jika menyadari semua dosa gila ini di dalam diri kita, bersujud di hadapan kaki salib dan terimalah pengampunan.

Bertobatan sejati adalah penyesalan bukan hanya kerana akibat dari dosa. Tetapi ini penyesalah karena dosa itu kita benci. Penghianatan itu adalah musuh kita, lihatlah wajah kristus yang telah menebus Anda. Dia yang ditimpakan semua kutuk dosa Anda dan saya. Lihatlah!!! Tubuh yang remuk itu. Hei saya tidak sedang memerintahkan Anda mengasiani Kristus.

Saya ingin Anda dan saya berduka, karena tubuh yang remuk itu, darah yang tercurah, daging yang robek. Tangan yang dipaku dan Ia masuk ke dalam murka Allah. Ini semua gambaran yang baik untuk menunjukkan yang haruslah Anda dan saya alami. Haruslah Anda dan saya terima. Kasihanilah diri Anda, lihatlah dosa yang menjijikkan itu, itulah yang memisahkan Anda dan saya dari Allah yang kudus.

Menangislah dan bertobatlah, mintalah ampun, pada sang Kudus Yesus Kristus. Dia yang telah bengkit. Anda akan sangat mengasihi Yesus yang kini adalah Tuhan Anda. Ketika Anda menyadari kebusukan Anda. Dosa diri Anda yang mematikan. Tetapi di dalam Yesus semua itu sudah tidak berkuasa lagi, Anda di bawa bersama Petrus, untuk berjalan di jalan salib. Sebagai pelayan Injil.

Apapun pekerjaan Anda, apapun yang Anda lakukan. Injil adalah pusat hidup Anda. Ini adalah buah dari pertobatan itu, ini adalah buah dari penyesalan yang mendalam. Dan hidup untuk mencintai Kristus, tunduk pada jalan salib-Nya dan taat pada Firman-Nya. Berpenyerahan pada visi-Nya. Kiranya Anda menjadi petobat sejati yang membuahkan hidup berpusatkan pada Injil. Amin.


9. Hanya tanah liat

Ayat Alkitab II Korintus 4:7 

“Bila kamu merasa lemah, terbatas, orang biasa, maka kamu adalah bahan yang terbaik di mana Allah bisa bekerja.” ~ Henry Blackaby

2 Korintus 4:7 (TB) “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang me-limpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami” 

Tuhan tahu kita ini terbatas, tetapi kita mempunyai Tuhan yang tidak terbatas, di mana kuasa-Nya yang memampukanmu melakukan perkara-perkara ajaib. Jangan pandang pada kemampuanmu, tapi pandanglah pada Tuhan yang berkuasa. Melihat kemajuan Injil adalah getaran hati yang telah ada di dalam kemuliaan Kristus.

Kita adalah bejana yang tidak berkuasa. Kita hanyalah secuil tanah yang harus tunduk pada pembuat bejana. Inilah kita, manusia biasa yang tanpa Allah adalah orang-orang bejat. Hanyalah tanah liat yang diinjak-injak tidak berguna.

Baiklah kita menyadari siapa kita, di dalam penata kehidupan kita, ketika kita menerima Kristus, keterpusatan kita haruslah jelas. Yaitu Yesus saja, bukan yang lain. Tujuan hidup kita hanyalah Dia saja. Tidak ada sumber lain selain Dia Sang pembuat bejana yang mahal.

Kita dibawa untuk menjadi pelayan Kristus. Tanah liat yang bermakna hanya untuk Kristus. Memancarkan terang Kristus dan kemuliaan yang nyata-nyata dari Injil. Dalam kelemahan dan penindasan dunia, keterpurukan yang mengerikan. Mungkan akan rapuh karena penderitaan. Tetapi Injil yang adalah kekuatan Allah, membawa kehidupan yang nyata di dalam Kristus inilah yang menguatkan.

Kelemahan kita adalah kekuatan Kristus. Ketidakmampuan dan kebodohan kita adalah ruang yang indah sehingga Injil bercahaya melalui kehidupan kita, baiklah Injil saja yang kita beritakan. Sebagai tanah liat yang telah dibentuk untuk taat tunduk dan semakin serupa gambaran Kristus.

Untuk sampai pada hikmat Injil, adanya kematian yang harus dijumpai. Dalam perjalanan inilah di mana tangan kudus juruselamat kita, membentuk kita dan memberikan aliran kehidupan baru setiap hari. Berdasarkan Firman yang masuk ke dalam hati dan pikiran kita.

Kita bodoh maka kita haus akan Firman, kita lemah maka doa-doa kita penuh harap pada Kristus Sang Kehidupan. Kita tidak berdaya, maka kita hanya dapat berseru-seru di dalam iman yang sejati kepada Allah, sehingga kepuasan kita adalah kepuasan yang hanya di dalam hikmat Allah yang mulia dan berbelaskasih. Amin.


10. Bencilah dosa

Ayat Alkitab Hakim-hakim 6:1

“Kesulitan-kesulitan yang kita alami saat ini seringkali merupakan akibat ketidak-taatan kita di masa lalu” ~ Priscilla Shirer

Hakim-hakim 6:1 (TB) “Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Sebab itu Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya”

Dalam kitab Hakim-hakim ini kita dapat melihat seperti siklus, bagaimana bangsa Israel berbuat dosa, minta ampun, Tuhan kirim pembebas, tapi kemudian jatuh lagi dalam dosa. Putuskan siklus ini, hiduplah benar di mata Tuhan. 

Dosa, penyembahan berhala di dalam diri setiap kita harus segera disadari. Dan ditinggalkan, lihatlah kepada Yesus sembahlah Yesus, lihatlah cinta yang sejati dari-Nya. Anda akan dipuaskan di dalam keindahan Injil-Nya.

Bangsa Israel sangat suka menyembah berhala, mereka tidak mau menyembah Allah yang berkuasa dan benar. Kerena mereka tidak benar, mereka tidak berkuasa dan tidak kudus. Mereka enggan untuk taat dan lebih memilih memberontak kepada TUHAN.

Dosa adalah dosa, ia tidak akan bercanda, ia membinasakan Anda. Ia menjadikan diri Anda memberontak dan memusuhi Allah yang benar. Tidak ada satu pun di dalam dosa ada sesuatu yang baik. Di dalam dosa, kita mati dan tidak dapat hidup dalam kemuliaan yang untuk itulah kita diciptakan.

Di dalam kasih Allah mendidik bangsa Israel agar mereka bertobat. Ia selalu saja mengirim penyelamat untuk mereka. Para hakim adalah penyelamat itu, mereka selalu berhasil membebaskan Israel dari perbudakan. Saudaraku ini adalah gambaran nyata, bayangan nyata dari Sang Hakim sejati yang berperang untuk menyelamat kita dari kutuk dosa.

Oleh karena darah Kudus Kristus, Sang Hakim sejati yang kekal. Ia membebaskan kita dari perbudakan dosa. Injil pada dasarnya adalah Allah yang bekerja untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. 

Injil menunjukkan kepada kita kabar baik bahwa Allah memberikan anak Tunggal-Nya. Karena kasih-Nya begitu besar itu, maka kita diselamatkan melalui salib kutuk dosa habis lenyap diserap oleh tubuh yang kudus itu, tubuh Kristus.

Di dalam Kristus ada seruan pertobatan, memutuskan siklus dosa di dalam diri kita dan membawa kuturunan biologis kita datang kepada Kristus. Sehingga menjadi keturunan Ilahi. Baiklah kita memandang kepada salib Kristus, tinggalkanlah beban yang merintangi kita dan berlarilah kepada Yesus dengan penuh keyakinan bahwa Kristuslah yang menyelamatkan Anda, Kristuslah yang satu-satunya yang dapat memberikan Anda kehidupan.

Di akhir dari renungan kita selama 10 hari ini, saya mengajak Anda untuk terus memandang kepada Injil. Biarlah cerita salib terus terdengar ditelinga Anda. Biarlah kotbah Injil tergiang di kepala Anda. 

Penuhi kehidupan Anda dengan ayat-ayat Alkitab. Jadilah pemutus suklus dosa di dalam kasih karunia Yesus Kristus, kita bisa karena Kristus sudah menang. Jadilah orang kudus di dalam kekudusan Kristus yang membenci dosa, bencilah dosa yang ada di kedalaman hati dan berdoa untuk pertobatan sejati bagi diri sendiri dan banyak jiwa. 

Baca Juga:

Berdukalah terus dan berjaga-jagalah di dalam kebenaran dan doa yang sungguh. Dan dengan meminta kasih karunia memampukan kita menjadi petobat sejati. Roh Kudus memampukan kita semua. Amin.


PENUTUP

Terimakasih telah bersama saya bersaat teduh. kiranya setiap renungan yang saya tulis dan publis memberikan kepada Anda pengenalan yang semakin mendalam di dalam Kristus dan semakin rindu untuk semakin mengenal Sang Injil dan merenungkan Alkitab Anda secara pribadi.

Posting Komentar untuk "Ayat Alkitab dan Renungan Kristen Singkat Untuk 10 Hari"