Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Remaja Kristen Tentang Masa Depan; Hidup Baru yang Berpusat Pada Kristus

Renungan Remaja Kristen Tentang Masa Depan; Hidup Baru yang Berpusat Pada Kristus

Judul Renungan Remaja: 

Kehidupan Baru Dengan Masa 

Depan Yang Baru Berpusat Pada Kristus

II Korintus 5:17 (TB) Jadi siapa yang ada di dalam Kristus ia adalah ciptaan yang baru: Yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.

Pendahuluan

Ini adalah panggilan kita, setiap orang Kristen, kita harus mengerti dan benar-benar memahami kebenaran yang sejati, kebenaran yang menjadi pondasi kehidupan. Dalam keputusan baik itu jangka panjang dan jangka pendek. 

Anda seorang remaja Kristen, artikel ini khusus untuk Anda, di mana saya membawa Anda pada Kristus, pada keindahan-Nya. Di mana Anda sangat membutuhkan Dia, sebagai satu-satunya sumber kesenangan jiwa Anda dan Anda hidup di dalam Dia sebagai ciptaan yang baru.

Di sini adalah 3 pertanyaan yang harus saya jawab dan jika Anda seorang remaja, saya sangat menganjurkan Anda untuk menambah pertanyaan ini di kolom komentar, jika masih ada pertanyaan yang tentunya tidak saya jawab di dalam artikel ini.

  • Pertama, Siapakah Anda sebagai seorang remaja Kristen? 
  • Kedua, Bagaimana Anda dapat menemukan tujuan utama Anda sebagai remaja Kristen? 
  • Ketiga, Apa yang harus saya lakukan, ketika saya telah ada di dalam Yesus? 

Ketika saya memikirkan pertanyaan ini, ini berdasarkan apa yang menjadi pertanyaan saya  ketika saya masih SMP dan SMA bahkan kuliah semester awal. Dan hari ini semua jawaban dari pertanyaan di atas akan saya bagikan. Dan kita akan melihat setiap permasalahan yang terjadi pada kehidupan kita sebagai remaja hari-hari ini, di mana masalah ini memang ada di dalam diri dan dipengaruhi oleh sejarah umat manusia yang telah jatuh di dalam dosa, di mana Anda hidup saat ini.

Untuk sampai pada pemahaman yang mendalam akan iman Kristen, menjadi pondasi kehidupan Anda sebagai orang-orang Kristen yang akan dewasa dan memiliki tanggung jawab. Maka Anda akan saya bawa pada kemuliaan yang ada di dalam Kristus. 

Injil menjadi pusat kehidupan Anda, di mana Allah adalah pencipta, bukan hanya itu Ia adalah pemilik kehidupan Anda, Ia memiliki rancangan yang besar bagi umat manusia dan bagaimana manusia dapat hidup penuh makna di dalam rancangan yang besar itu, dalam konteks artikel ini adalah Anda sebagai seorang remaja.

  • 1 Kita sebagai manusia dan berkat terbesar
  • 2 Petunjuk sejati kehidupan
  • 3 Memperbaharui langkah dan menyelidiki 

Renungan Remaja Kristen Tentang Masa Depan; Hidup Baru yang Berpusat Pada Kristus

1 Kita sebagai manusia dan berkat terbesar

Kita masuk pada jawaban pertanyaan yang pertama, yaitu

Siapakah Anda sebagai seorang remaja Kristen? 

Jawab;

Realita kehidupan dalam dosa adalah kematian kekal. Dan bagaimana Injil adalah cerita Indah dari Pembenaran, Pengudusan dan Penebusan.

Kita sebagai manusia

Di mana kita harus mengetahui siapa kita, dari mana asal kita dan mengapa kita memiliki kecenderungan yang salah dan selalu berat sebelah. Misalnya jika seseorang menjadi percaya diri, ia akan menjadi seseorang yang mengandalkan diri sendiri. Seolah-olah ia tidak memerlukan sesama manusia untuk menolongnya.

Ketika seseorang menjadi rendah diri, ia akan menyalahkan diri sendiri. Kecederungan semacam ini biasanya akan menjadikan dia merasa tidak berguna. Hidup tanpa makna, selalu mengasihani diri sendiri. Selalu saja merasa tidak dapat berbuat apa-apa dan tidak berguna. Tidak menemukan makna hidupnya dan kehidupan seolah tidak adil.

Mengapa kita seperti itu? Alkitab memberikan jawaban yang sangat-sangat realistis. Kita semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Dosa merusak yang sempurna menjadi cacat, dosa memberikan sengat mematikan yang menjadikan manusia tidak memiliki kemuliaan. Di mana semua kebenaran kita berdasarkan hati dan pikiran yang fana. Kita memberontak terhadap Allah, Sang pencipta.

Anda dapat membayangkan, kita yang lemah dan putus asa, ingin menjadi tuhan atas diri kita sendiri, betapa rusaknya kehidupan. Kita ingin memimpin diri sendiri; kita ingin menjadi sangat sempurna sehingga kita menyalahkan segala sesuatu dan mengasihani diri sendiri, ketika kita gagal dan tidak sempurna seperti yang kita inginkan.

Kita enggan untuk bertemu dengan Allah, kita tahu bahwa kita orang berdosa. Dan di dalam daging darah yang berdosa kita menjadi pemberontak. Pada saat yang sama kita menginginkan sesuatu untuk menemuhi asrat kedalam diri kita yaitu kita ingin menyembah. Kita ingin sesuatu yang mulia bagi diri kita, di mana kita dapat bersujud di sana untuk memuji memuliakan hal itu.

Dosa membawa kita pada penyembahan yang salah. Ini bukan tentang cara, tetapi tentang siapa yang kita sembah dan itu mendapatkan perhatian hati dan pikiran kita. Di mana kita mulai memberikan keseluruhan kehidupan, cinta kita pada sesuatu. Maka pada dasarnya kita sedang meyembah hal itu bahkan diri sendiri.

Sehingga jawaban dari siapa kita sebagai manusia? Kita bersama-sama mendapatkan 2 jawaban, kita adalah orang berdosa (Kejadian 3, Efesus 2:1 dan Roma 3:10). 

Lalu lebih mendalam lagi, keberdosaan pada dasarnya menjadikan kita sih penyembah. Menyembah hal-hal yang fana. Menyembah ciptaan. Di Alkitab Hukum pertama untuk bangsa Israel, jangan ada ilah lain. Ini peringatan keras, bahwa penyembahan berhala adalah dosa paling utama dalam diri manusia (Keluaran 20:3).

  • Kita berdosa.
  • Kita penyembah berhala.

Kita ada di bawah murka kekal Allah, kabar ini menjadi semakin buruk, bagi Anda sebagai remaja. Ini bukanlah permainan, ini adalah realita. Ketika penyembahan berhala dilakukan. Anda dapat melihat sekeliling Anda. Anda dapat mengerti bahwa sebuah penyakit yang Bernama HIV, karena orang-orang menyembah seks bebas. Mereka kira seks memberikan kepuasan bagi kedalaman diri mereka. Bahkan akibat dosa ini, pada akhirnya diturunkan ke keturunannya. Memberikan kepada kita, pengertian betapa fana dan sementaranya kehidupan ini.

Kita tahu, bahwa narkoba menyebabkan kematian, karena orang-orang melakukan penyembahan terhadap imajinasi yang dapat terasa menjadi kenyataan ketika mengkonsumsi narkoba. Lebih murah dan sedikit aman tetapi tetaplah membuat kecanduan, mengira hal itu memberikan kepuasan. 

Orang-orang duduk melakukan ritual penyembahan dengan cara meminum, minuman beralkohol untuk memuaskan kedalaman diri, mereka kira semua itu memberikan kesenangan sejati. Coba Anda pikirkan, apa yang membuat Anda puas dan itu bukan Allah di dalam Kristus, maka itulah berhala Anda. Kita harus bertobat!

Saudaraku. Upah dosa adalah maut, yaa itulah. Dan maut itu terjadi bukan hanya sekedar ketika Anda sudah mati dan masuk ke dalam neraka. Maut yang dapat Anda rasakan di dalam dunia adalah keterpisahan dari Allah yang kudus. Anda mudah bosan, Anda merasa sangat kosong. Orang-orang yang kaya bunuh diri, karena harta mereka tidak memuaskan mereka. Dan beberapa hal yang telah saya jelaskan di pragraf sebelumnya.

Upah dosa adalah maut, merupakan kengerian dari kegelapan yang diterima manusia karena ia tidak dapat mengenal Allah yang benar. Allah yang menciptakan langit dan bumi. Maka manusia menciptakan ilah-ilah dipikirannya, dibentuknya, dipujanya dan semua itu hampa.

Anda bisa saja berkata Anda mencintai lawan jenis Anda, karena Anda sebagai remaja mulai jatuh cinta. Tetapi tanpa Anda sadari, ketika ia menjadi sumber kebahagiaan Anda, sebenarnya ia telah Anda jadikan tuhan atas diri Anda. lalu Anda merasa ia tidak memuaskan Anda, lalu Anda mencari yang lain.

Anak-anak remaja yang terkasih, dosa adalah penyembahan berhala adalah sumber dari kengerian kehidupan. Pada masa di mana kehidupan kita sekarang terlihat baik-baik saja. 

Dosa hadir bukan sebagai hal yang jahat. Bahkan dengan alasan paling rohani, dosa menyelinap dan tanpa disadari semakin menjauhkan kita dari Allah dan kita tidak mengenal Allah. Demikianlah dosa bekerja, ia hadir sebagai malaikat terang, menjadikan kita berkata, “semua  baik-baik saja.” Kita mencari harapan dari dunia yang telah jatuh dalam dosa.

Sebelum kita masuk ke dalam Injil berkat terbesar yang Alkitab sampaikan kepada kita dan Anda sebagai remaja. Saya mengutip renungan harian edisi 15/11/2021 dari Gibeon Church Surabaya. Yang menjelaskan seperti ini;

Mencari harapan di dunia yang sudah jatuh adalah pekerjaan sia-sia. Pikirkan tentang di mana Anda tinggal:

  • Anda hidup dengan orang-orang yang jatuh yang pasti mengecewakan Anda. 
  • Anda hidup di dunia yang rusak di mana korupsi dan ketidakadilan adalah hal biasa.
  • Anda menghadapi godaan setiap hari.
  • Tubuh fisik Anda semakin tua dan dapat terinfeksi penyakit. 
  • Badai dan polusi memperumit hidup Anda.
  • Setan berkeliaran, melakukan pekerjaan jahatnya.
  • Ciptaan fisik mengerang, menunggu penebusan. 
  • Perang dan perselisihan mengadu bangsa melawan bangsa.
  • Keberpihakan dan prasangka memisahkan kita.

Dosa menciptakan ketidakstabilan dan ketidakpastian yang terus-menerus di sekitar kita karena dunia tempat kita hidup tidak berfungsi seperti yang dimaksudkan oleh Dia yang menciptakannya. Ada saat-saat ketika hidup berjalan dengan baik dan tampak mudah, tetapi ada saat-saat ketika penyakit, pengkhianatan, ketidakadilan, kerugian finansial, korupsi pejabat, kejahatan terhadap Anda, atau kematian orang yang dicintai membuat hidup menjadi hidup sangat sulit. Sumber Aplikasi https://gibeon.church/

Berkat terbesar

1 Korintus 1:30 Kita dibenarkan, kita dikuduskan dan kita ditebus. Semua pekerjaan baik ini dikerjakan oleh Kristus secara sempurna, ketika ia hidup di dalam dunia. Ia taat bahkan sampai mati di atas kayu salib.

Saudaraku, semua dosa membawa kebinasaan kekal. Dosa menjadikan kita orang jahat, tidak benar dan layak untuk dihukum mati di pengadilan Ilahi Allah yang kekal dan mulia. 

Dosa menjadikan kita tidak kudus, karena kita menyukai hal-hal najis, percabulan dan jenis penyembahan berhala modern yang kita kira ketika kita mendapatkan ini dan hal itu menyenangkan kita. Kita dipebudak oleh dosa, hati dan pikiran kita tidak dapat lepas dari hal-hal yang berlawanan dari keinginan Allah yang kudus.

Tetapi puji Tuhan, kristus yang telah disalibkan, menerima semua hukuman dosa, bahkan Ia menjadi dosa karena kita, ia disalibkan karena Ia benar, kudus dan tidak diperbudak. Untuk menerima semua ketidakbenaran kita, ketidakkudusan kita, dan perbudakan kita. Yesus mengantikan kita. Anda harus menerungkan isi dari 1 Korintus 1:30 berikut;

“Tetapi oleh Dia kamu berada di dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”

Saudaraku, anak remaja. Hanya di dalam Yesuslah Anda akan menemukan kehudupan sejati, berkat sejati dan sukacita sejati. Yaitu diri-Nya yang telah Ia berikan bagi Anda dan saya. Ketika Anda percaya kepada Dia, pada saat itulah kehidupan Anda diubahkan.

Yang saya maksudkan untuk percaya kepada Kristus adalah, memberikan seluruh kehidupan Anda kepada Dia (Yohanes 3:31). Membawa dengan sengaja hati Anda untuk merasakan kehadiran-Nya, membawa pikiran Anda mikirkan Yesus yang telah disalibkan.

Anda dibenarkan oleh Yesus, padahal Anda layak binasa. Kebenaran Yesus diberikan kepada Anda sehingga Anda benar. Sehingga kebenaran yang ada di dalam diri Anda bukanlah kebenaran Anda tetapi kebanaran Yesus Kristus.

Kita yang tidak kudus, dikuduskan oleh karena kekudusan Kristus ditukarkan dengan semua dosa kita, Yesus menerima semua dosa kita dan semua kekudusan Kristus diterima oleh kita. Dia disalibkan, dihancurkan, punggung yang remuk hancur karena cambukkan algojo Romawi, semua itu menunjukkan kengerian dari dosa dan hukuman dosa.

Yesus terpisah dari Allah Bapa, karena Yesus telah menjadi dosa. Menjadi kutuk, karena terkutuklah seseorang yang digantung di atas salib (Galatia 3:13). Agar kita menerima kemuliaan Allah, diperdamaikan dengan Allah ketika kita percaya kepada Yesus.

Kita ditebus dengan darah yang mahal. Yang pada awalnya kita budak dosa, dibelenggu oleh dosa. pada saat kita di dalam Kristus, memberikan kehidupan kepada Kristus, kita dibebaskan dari dosa dan semua hukuaman dosa. Kita bisa saja jatuh ke dalam dosa tetapi kita bertobat, kita membenci dosa dan sangat-sangat membenci dosa.

Kita memiliki keinginan yang baru dan cara hidup yang baru untuk memuliakan Allah dan melakukan segala sesuatu. Didorong/dimotivasi oleh salib, kita ingin memuliakan Allah, kita ingin selalu hidup kudus dan kita menghidupi kehidupan yang demikian. Kita dimampukan oleh kasih karunia untuk mengasihi Allah dan visinya. Kita bersukacita karena dilepaskan dari kutuk dosa dan segala penyembahan berhala yang tersembuyi di dalam hati kita.

Dibenarkan, dikuduskan, dan ditebus oleh karena Kristus yang disalibkan dan bangkit itu. Inilah Injil, inilah berkat terbesar itu. Yesus Allah sejati dan manusia sejati telah memberkan diri-Nya untuk bersama-sama dengan kita, kini hidup yang baru benar-benar menjadi milik kita, karena Yesus hidup dalam kita.


2. Petunjuk kehidupan sejati

Pada poin yang kedua, saya membawa Anda pada jawaban dari pertanyaan ke dua. Yaitu;

Bagaimana Anda dapat menemukan tujuan utama Anda sebagai remaja Kristen?

Jawab;

Ketika hidup di dalam Kristus maka kehidupan baru yang disertai oleh Alkitab, ibadah pribadi, dan komunitas.

Alkitab

Semua pentunjuk kehidupan ada di Alkitab, itu bukanlah pentunjuk agar Anda hidup sukses, lebih nyaman, lebih kaya, lebih terlihat baik. Di mana semua itu berpusat pada Anda dan definisi dunia. Alkitab bukan buku yang demikian. Alkitab adalah buku yang membawa Anda dan saya kepada Allah, Allah yang sampai hari ini memanggil kita, Dia mencari kita, Dia yang mengetuk pintu hati kita. Melalui Injil yang sejati dan murni.

Yesus adalah jalan kebanaran, sehingga petunjuk kehidupan adalah Alkitab dan Alkitab pada dasarnya sedang memberitakan Yesus yang disalibkan, Yesus yang bangkit dari kematian dan Yesus yang hari ini bersama-sama dengan kita sebab Ia Allah yang Imanuel, beserta dengan kita.

Sehingga datanglah pada Alkitab, bukalah Alkitab dan renungkanlah isi Alkitab dengan cara melihat bagaimana Alkitab dari PL sampai PB sedang memberitakan Allah Tritunggal. Yang artinya Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Bekerja untuk mengerjakan sesuatu yang sangat baik, membawa kita kepada kehidupan yang kudus, dipulihkan dan menjadi seseorang yang memuliakan Dia.

Alkitab memberikan kepada kita, hikmat melalui Roh Kudus yang membukakan kepada kita kebenaran Injil. Memberikan hati yang berkobar-kobar bagi Allah, bagi Kristus dan ingin melayani Kristus. Inilah kehidupan yang baru, adalah kehidupan yang merenungkan Firman Allah siang dan malam. 

Saya ingin Anda mengerti bahwa pertumbuhan iman Kristen terjadi, hanya ketika secara rutin mempelajari Alkitab, Roh Kudus membukakan kebenaran kepadanya untuk selalu mengerti firman, bukan hanya mengerti tetapi menikmati Firman dan memandang Firman sebagai perkataan yang hidup. Mempengaruhi hati dan pikiran.

2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 

Nasehat saya, sebagai hamba Kristus, sebagai pemberita Injil. Bacalah Alkitab Anda secara pribadi, bacalah, bacalah dan bacalah sampai Anda menangis ketika Anda tidak mengerti dan memohon belas kasihan Tuhan, untuk dapat mengerti firman Tuhan.

Ibadah Pribadi

Ketika Alkitab menjadi tulisan yang berharga bagi hati dan pikiran Anda, pada saat inilah Anda akan mengerti bahwa Alkitab dan doa tidak dapat terpisahkan. Alkitab dan doa seperti air dan makanan. Keduanya harus tercukupi, harus selalu ada bagi kehidupan, harus selalu ada tersedia dan menjadi konsumsi setiap hari.

Kehidupan baru, di dalam Kristus haruslah tercukupi oleh Kristus saja, kuasa-Nya/Pribadi-Nya. Seorang pria cinta Tuhan. Yang jatuh cinta pada seorang gadis, yang juga cinta Tuhan dan memiliki karakter terus bertumbuh untuk semakin mengasihi Kristus. 

Pria tersebut akan selalu merindukan gadis tersebut dengan penuh kasih, bukan agar ia dipuaskan secara daging, bukan agar ia merasakan kehidupan yang lebih nyaman. Bukan agar ia dapat dibahagiakan oleh sang gadis yang ia cintai.

Tetapi, agar ia dapat bersama-sama berbagi kasih melalui hati nurani yang murni dengan sang gadis yang juga cinta pada apa yang ia cinta. Yaitu mereka berdua sama-sama mencintai Kristus. Mereka berdua berbagi bukan apa yang mereka miliki tetapi mereka berbagi pribadi ke pribadi, kehidupan mereka, mereka berikan kepada seseorang yang mereka cintai. Berpusatkan pada cinta Kristus pada pribadi mereka.

Begitulah gambaran ketika Anda memiliki hubungan dengan Kristus yang cinta pada Anda, Dia yang telah disalibkan untuk membenarkan Anda, menguduskan Anda, dan membebaskan Anda dari perbudakan dosa, sehingga Anda disadarkan dan mampu mencintai Kristus yang kudus.

Doa dan pembacaan Alkitab adalah wujud nyata langkah awal dari pemberian terbaik yang dapat Anda lakukan sebagai seorang remaja Kristen untuk Kristus. Anda sedang menyatakan, “Tuhan pribadiku yang Kau kuduskan oleh darah-Mu adalah milik-Mu. Maka aku merenungkan Alkitab, maka aku berdoa, maka pada akhirnya ketika aku hidup berdampingan dengan sesamaku aku mampu mengasihi mereka.” 

Inilah esensi dari ibadah pribadi. Yaitu memberikan diri kita kepada Kristus untuk menjadi milik-Nya, berkomunikasi dengan-Nya setiap hari. Menyembah Dia, kagum kepada-Nya dan bersyukur karena keindahan yang Dia nyatakan kepada Anda.

Lakukanlah ibadah ini setiap hari, ketika Anda harus bediam diri. Ketika Anda harus sendiri dan berikan waktu bagi diri sendiri untuk menikmati ibadah pribadi bersama Alkitab dan doa-doa yang memuliakan Allah. 

Kehidupan Kristen yang bertumbuh adalah kehidupan Kristen yang terus-menerus, meskipun seringkali gagal. Melakukan ibadah pribadi secara sengaja untuk mematikan keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Sehingga semakin mengasihi Kristus dan sesama manusia di dalam kemunitas Kristen yang sehat dan berpusat pada Injil Yesus Kristus. 

Komunitas Kristen

Ibrani 10:25 (TB) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. 

Tujuan hidup Kristen adalah untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus, apa pun cita-cita Anda, apa pun pekerjaan Anda. Sehingga baik itu Alkitab yang Anda pakai sebagai perlengkapan dari Allah untuk ibadah pribadi dan doa-doa yang memuliakan Allah dan aktivitas secara langsung bersama Allah, semua itu adalah tujuan hidup Anda, proses kehidupan Anda di dalam kehidupan yang baru dengan makna hidup yang baru untuk semakin serupa dengan Yesus.

Selanjutnya, tujuan yang kekal dari Allah, yaitu menjadi seperti Kristus diperlengkapi oleh Allah, maka Ia memberikan kepada kita Gereja-Nya. Komunitas yang cinta pada Allah dan sesama manusia. 

Memang pada realitanya tidak semua Gereja memiliki pengajaran yang sehat, tidak semua Gereja berpusat pada Injil Yesus Kristus dan tidak semua Gereja akan benar-benar memperhatikan pertumbuhan rohani Anda. Inilah realita ketika Anda sadar bahwa dunia di mana kita hidup saat ini ada di dalam dosa.

Itu mengapa, poin yang kedua sebelum Anda masuk ke dalam poin tentang kemunitas Kristen, saya menjelaskan, Anda haruslah secara mendalam dan telah berhasil/konsisten melakukan ibadah pribadi. Ketika Anda mempelajari kitab-kitab nabi-nabi, di mana semua orang Israel telah berdosa, para nabi adalah orang-orang yang menyendiri bersama Allah. Inilah esensi dari ibadah pribadi.

Kita dipanggil untuk menjadi berkat dalam suatu komunitas, kita bertumbuh dalam suatu komunitas ketika Injil menjadi pusat kita dan kita berbagi Injil dalam suatu kemunitas Kristen. Di Gereja, tidak semua orang memiliki ibadah pribadi yang mendalam, maka ketika Anda memiliki sahabat, memiliki rekan. Tujuan utama Anda membawa orang tersebut kepada Kristus, untuk memiliki hubungan yang mendalam bersama Yesus sama seperti Anda.

Saya memulai kehidupan rohani saya, tidak di dalam komunitas, meskipun ada tidak semua orang Kristen sama seperti saya. karena ada juga seorang Kristen yang bertumbuh dimulai di dalam komunitas. Yang sehat dan benar-benar memperhatikan saudara seiman untuk semakin cinta pada Yesus. 

Baik itu dimulai dari komunitas dan ibadah pribadi, kedua cara ini Tuhan pakai untuk membentuk kita, sehingga kita mengenal Dia dan dipersatukan dengan Dia untuk memuliakan Dia dalam kehidupan Kristen yang sejati.

Ketika saya bertumbuh di dalam ibadah pribadi saya, saya pernah terjebak dalam pengertian bahwa saya tidak membutuhkan komunitas. Sampai akhirnya saya mengerti bahwa saya dipanggil untuk berkomunitas dan bersama-sama sahabat seiman bertumbuh di dalam Kristus. Maka mulai saat itu saya berdoa untuk sebuah komunitas, saya berdoa agar saya dipertemukan dengan orang-orang yang cinta pada Kristus dan mau membimbing saya kepada Dia lebih jauh lagi. Dan pada akhirnya saya menemukan itu. 

Ijinkan saya menasehati Anda, bahwa Anda harus berdoa untuk sebuah komunitas yang dapat bersama-sama membawa Anda cinta pada Kristus, orang-orang yang sehati untuk terus betumbuh dan melayani dalam pemberitaan Injil dan pemuridan kepada sesama.

Pada akhirnya ketika Anda bertumbuh secara pribadi, dalam ibadah Pribadi, Anda akan Kristus bawa dalam komunitas. Yang harus Anda bawa untuk bertumbuh bersama-sama. Untuk hidup kudus dan melayani Dia, menjangkau jiwa-jiwa bahkan dibelahan dunia sekali pun.

Ketika seseorang bertumbuh dalam komunitas yang sehat, komunitas yang berpusat pada Injil dan saling melengkapi. Saya teramat percaya, Anda akan terus diberikan nasehat untuk memiliki ibadah pribadi yang konsisten, ibadah pribadi yang Anda nikmati dan Anda perjuangkan untuk mematikan kedagingan. Ibadah pribadi yang mempelajari Alkitab dan berdoa, ibadah pribadi yang menumbuhkan hubungan yang semakin intim bersama Yesus.

Pada akhirnya komunitas yang sehati dan berpusat pada Injil akan selalu menekankan untuk bersaat teduh/ibadah pribadi secara rutin dan berbagi kepada mereka apa yang Anda nikmati hari ini melalui ibadah pribadi Anda. 

Komunitas yang sehat tidak akan membiarkan Anda disuap terus-menerus oleh pemimpin komunitas, tetapi akan mendisiplinkan Anda, memarahi Anda dalam kasih dan terus menyinggung Anda bahkan menolong, mendampingi Anda untuk bertumbuh dalam Kristus melalui ibadah pribadi. Semua ini memiliki tujuan yang jelas.

Saya mengambil tujuan ini di dalam 1 Korintus 1:31, lanjutan dari ayat 30 yang menjadi pondasi kita ketika merenungkan.

“Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendakla ia bermegah di dalam Tuhan.”

Tujuan Komunitas Kristen yang sejati, akan selalu bermegah di dalam Kristus, Yesus harta  berharga, Yesus tujuan dari kehidupan, dan Yesus saja yang menjadi pusat dari setiap visi dan misi sebuah Gereja sejati. Yesus menjadi pusat kotbah, renungan dan alasan sebuah komunitas saling mengasihi dan mengasihi orang-orang di luar komitasnya.

Bermegah di dalam Tuhan, berarti Tuhanlah yang menjadi satu-satunya kebanggaan. Untuk diberitakan, dipuji, disanjung tinggi dan dikenal oleh komunitas dan orang-orang terdekat setiap pribadi yang ada di dalam komunitas Kristen.

Saudaraku, kita harus berlomunitas, kita harus tertanam di gereja lokal dan menjadi berkat di sana. Kita harus menjadi orang-orang yang bersama-bersama Yesus di dalam keluarga kita dan sahabat-sahabat Kristen lainnya. Membawa terang bagi dunia sebagai remaja Kristen yang cinta pada Yesus. 

Komunitas yang utama dimulai dari keluarga, Anda sebagai remaja Kristen harus bergumul untuk hal ini. Untuk selalu memperhatikan, dalam hal memilih pasangan hidup. Apakah ia cinta pada Tuhan atau tidak? Apakah keinginan terbesarnya adalah Tuhan? 

Apakah Dia selalu mengajak Anda untuk bersama-sama berbicara tentang karya Kristus? Jika Anda seorang remaja yang cinta Tuhan, carilah pasangan yang cinta Tuhan, berdoa untuk itu, Tuhan pasti akan memberikannya, kalau pun sulit, yaa itu tantangan ketika Anda benar-benar cinta pada Yesus.

Tetapi, ketika Anda menemukan seseorang yang cinta pada Yesus, maka Anda akan mengerti apa itu cinta yang berpusat pada salib dan kasih yang murni dan sejati. Kasih yang menyangkal diri. Karena keluarga Anda kelak adalah komunitas utama yang sampai Anda mati terus melaukan ibadah bersama-sama di dalam rumah Anda bersama anak-anak Anda. dan melayani Kristus baik itu suami Anda/isteri Anda dan anak-anak Anda. saudaraku, anak-anak remaja. Berdoalah untuk hal yang penting ini!


3. Memperbaharui langkah dan menyelidiki

Kita sampai pada pertanyaan yang ke tiga; 

Apa yang harus saya lakukan, ketika saya telah ada di dalam Yesus? 

Jawab;

 Yaitu Taat. Taat adalah Kehidupan yang baru, diperbaharui dalam proses disiplin Ilahi.

Kehidupan yang baru di dalam Kristus, namun pada saat yang sama kita masih berada di dalam kemah yang fana ini. Di mana daging kita sangat menginginkan dosa, menginginkan hal-hal yang berlawanan dengan keinginan Roh. Ketika keinginan daging kita puaskan, kita tidak akan mendapatkan sukacita, kita pasti akan merasakan apa itu kekosongan dan semua itu tidak memuliakan Allah.

Tujuan hidup kita untuk memuliakan Allah, apa pun pekerjaan kita, kita pada dasarnya haruslah melayani Allah. Membawa jiwa-jiwa kepada Kristus melalui pekerjaan dan setiap tindakan yang kita lakukan. Sebagai seorang remaja Kristen, Anda harus mengerti hal ini, Anda harus mengerti bahwa Anda anak Allah dan hidup Anda bertujuan untuk bersekutu dengan Dia. 

Kita harus taat kepada Allah, di dalam kehidupan baru kita. Pada poin yang terakhir ini, saya mengajak Anda merenungkan apa yang Paulus jelaskan tentang ketaatan kepada Allah, sebuah ilustrasi yang sangat baik untuk membuat kita mengerti apa itu kehidupan baru yang diperbaharui terus menerus di dalam Kristus/disiplin llahi.

1 Korintus 9:27 (TB) Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah aku memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Kehidupan sejatinya terdiri dari serangkaian kebiasaan, maka sangat diperlukan latihan terus-menerus. Ketika Anda ada di dalam kehidupan yang baru, Anda harus melatih diri Anda untuk membaca Alkitab, berdoa setiap waktu dan belajat untuk melakukan kehendak Allah yaitu pemberitaan Injil dan membawa orang percaya bersama-sama bertumbuh di dalam Kristus.

Disiplin, itulah yang harus Anda lakukan. Disiplin pribadi, memang akan sangat menyakitkan, saya akui itu dan disiplin rohani akan terjadi seumur hidup kita, selama kita masih bernapas. Maka kita sedang dalam disiplin Ilahi yang Allah sedang kerjakan untuk kita semakin serupa dengan Yesus, untuk kita semakin mengasihi Yesus dan sesama. 

Kita disiplin rohani, kita menjadi sangat rendah hati dan terus berlatih untuk semakin rendah hati, agar dunia melihat ciri utama dari Kekristenan sejati, orang-orang Kristen yang berpusat pada Yesus Kristus. Sehingga Injil dapat diberitakan melalui teladan kita mau pun perkataan kita. keduanya haruslah sejalan. Baik itu pemberitaan melalui perkataan dan teladan kehidupan. Maka latihlah diri untuk menjadi sangat kudus dan benar-benar membenci dosa diri sendiri.

Pada dasarnya di dalam disiplin ini, kita diajak oleh Kristus dalam suatu visi besar. Yaitu pelayanan Injil, pelayanan pemberitaan Injil tidak memerlukan seseorang yang pandai bicara, seseorang yang pandai bernyayi, pandai berkotbah, penampilan menarik dan hal-hal yang berdasarkan definisi dunia untuk dapat melayani.

Anda harus taat kepada Kristus, memiliki hati Kristus dan cinta pada Kristus sehingga Anda cinta pada jiwa-jiwa maka Anda memberitakan Injil. Ketika Anda tidak memiliki hal-hal seperti taat kepada Yesus, memiliki hati Yesus yang cinta jiwa-jiwa maka Anda tidak memberitakan Injil. 

Anda sedang terjebak dalam pengajaran modern, di mana anugerah menjadi sangat murahan dan menyesatkan banyak anak-anak remaja/muda. Di mana remaja masih berpikir tujuan hidup mereka adalah sukses, membahagiakan orang tua, menikah, punya anak, lalu meninggal. Kalau pun melayani, bukan pelayanan yang seperti Yesus lakukan mereka lakukan. 

Karena mereka diajarkan demikian, pelayanan Injil dan pemuridan hanyalah pelayan pilihan bukan yang utama harus Kekristenan lakukan. Seringkali saya sedih dengan realita ini, kedangkalan teologi dan hati yang telah dirusak oleh dosa, menjadikan yang paling penting terabaikan.

Remaja Kristen dibawa untuk melayani, untuk tampil, untuk berbahasa Roh dan saling menstranfer bahasa Roh, untuk menjadi WL, dan hal-hal lain yang tidak dilakukan di dalam pelayan Kekristen abad pertama, Kekristenan mula-mula. Kekristenan benar-benar mengejar yang Yesus tidak kejar, yang bukan tujuan dari kematian Yesus. Di mana tujuan Ia disalibkan adalah jiwa-jiwa.

Kita harus kembali ke tujuan utama kita diciptakan yaitu bersekutu dengan Allah untuk dapat sampai di sana maka diperlukan pelayanan pemberitaan Injil yang terus-menerus kepada orang Kristen mau pun yang bukan Kristen dan memuridkan terus menerus bagi orang-orang Kristen yang bertumbuh untuk mereka dapat kembali melayani. 

Inilah pelayanan yang sejati dan saya yakin inilah yang Yesus inginkan karena itulah yang Alkitab katakan. Dan saya sedang mengajak Anda seorang remaja Kristen yang membaca artikel ini. Untuk masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi dengan Injil saja untuk dipuaskan di dalam Kristus saja dan memperkenalkan Kristus kepada dunia yang sedang ada di dalam kegelapan jurang maut yang mematikan.

Teruslah latih diri Anda sebagai remaja Kristen yang memiliki kehidupan baru di dalam Kristus. Memang Anda telah dikandung dalam dosa, sejak dalam kandungan Anda adalah pendosa. Anda dilahirkan sebagai pendosa, Anda tumbuh sebagai pendosa dan Anda hidup sebagai pendosa dan selamanya pendosa ketika Anda tidak hidup dalam Yesus. Maka Anda undangan untuk Anda percaya Yesus sehingga mengenal Dia, karena keselamatan kekal hanya ada di dalam Yesus. 

Baca Juga:

Hanya melalui Dia yang disalibkan itu Anda akan menemukan kehidupan. Karena Yesus adalah Sang kehidupan.  Mengenal Yesus dan memperkenalkan Yesus, inilah masa depan remaja Kristen yang sejati, di dalam Kehidupan yang benar-benar berpusat pada Yesus.

Galatia 2:20 TB namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Tuhan, biarlah tulisan ini diberikan kuasa oleh Roh Kudus, untuk bekerja kepada setiap pembaca. Sehingga mereka dapat melihat esensi Kekristenan yang adalah Injil yaitu Kristus. Terutama anak-anak remaja yang membaca renungan ini, yang mencari masa depan di dalam Kristus, bahwa masa depan mereka ada di dalam Engkau dan mereka dipanggil untuk menjadi surat terbuka bagi kemuliaan Allah saja. Hamba yang menulis, sangat terbatas, hamba adalah pendosa dan biarlah sih berdosa ini diampuni ya Tuhan. Di dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Remaja Kristen Tentang Masa Depan; Hidup Baru yang Berpusat Pada Kristus"