Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Santapan Harian 2022; Renungan Berdasarkan Kitab Amsal

 

Santapan Harian Rohani Kristen 2022; Renungan Berdasarkan Kitab Amsal

Pendahuluan

Menghidupi setiap kebenaran Alkitab yang telah kita Renungkan ketika melakukan saat teduh, kita terima. Bukanlah perkara yang mudah. Ini adalah pergumulan seumur hidup. Tetapi kita dapat tenang, ketika kita menyadari bahwa kita hidup di dalam Kristus yang telah disalibkan untuk menerima hukuman dos akita dan kini kehidupan kita ada di dalam genggaman tangan-Nya. Oleh karena Dialah pemilik kehidupan ini, Dialah yang telah membeli kita dengan darah yang mahal.

Untuk renungan kali ini, saya dasarkan pada kitab Amsal. Kita akan melihat Amsal berdasarkan keseluruhan Alkitab, di mana Amsal akan mengantarkan kita bukan pada keangkuhan di mana kita merasa bahwa kita berhikmat. Justru bagaimana Amsal akan kita pelajari, dengan melihat siapa Anda dan saya? Dan siapa Allah? Dan dari mana asalnya hikmat? Dan bagaimana memperoleh hikmat? Dan untuk apa sebuah hikmat harus dimiliki seseorang percaya? 

Dalam perenungan ini, saya berdoa, kiranya Anda mendapatkan Kristus, untuk menjatuhkan diri Anda kepada Kristus bagi kemuliaan Kristus. Kebetulan saya menulis renungan ini pada awal tahun. Maka ada satu kutipan yang sangat indah untuk menutup pendahuluan renungan ini. Oleh Charles Spurgeon, “Tahun baru ini (2022), Lemparkanlah dirimu pada Kristus, orang berdosa. Buanglah semua ketergantungan lainnya dan beristirahatlah hanya pada-Nya. Jatuhkan semua ide untuk menjadi baik melalui kekuatanmu sendiri.”

Santapan Harian 2022; Renungan Berdasarkan Kitab Amsal

1. Permulaan pengetahuan dan orang bodoh

Santapan harian hari ini berdasarkan Amsal 1:7

Amsal 1:7 (TB) Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Banyak dari kita yang salah paham, jika Anda mempelajari Alkitab untuk mengenal Allah, mengenal bagaimana Ia menyatakan diri-Nya bagi manusia. Kita akan menjadi orang bodoh dan tidak dapat bekerja. Bahwa kita memerlukan pengetahuan dan keahlian dunia ini, untuk dapat hidup dan diuntungkan darinya.

Banyak yang berargumen, jika kamu berteologi mau jadi apa kamu, mau makan apa kamu. Bayak yang meremehkan berbagai konsep teologi sehingga lahirlah argument bahwa doktrin tidaklah penting. Jangan ajarkan doktrin tetapi ajarlah yang praktis-praktis saja.

Bagi saya, argumen yang meremehkan doktrin sehat Alkitabiah, dan tidak mudah dimengerti. Melarang para guru untuk mengajarkan doktrin dan memberikan pondasi yang Alkitabiah kepada para murid. Adalah kesesatan yang mengerikan sehingga kita akan melihat orang-orang yang mengaku teologi, pengajar Kristen sangat tidak Alkitabiah dalam pengajaran mereka. Sangat-sangat dangkal dan menyedihkan. Kesesatan semacam ini, harus dipangkas, harus dibasmi dan kita harus kembali pada argument yang benar.

Bahwa doktrin yang sehat berjalan beriringan dengan penerapan praktis yang menjadi berkat bagi sesama sehingga tidak meraba-raba. Ini adalah berkat Injil, di mana Injil diberitakan dan menjadi pondasi kehidupan. Berdiri tegak di atas pondasi yang benar, pondasi yang memberikan kekuatan dan kuasa. 

Orang bodoh menghina doktrin, pengajaran, didikan yang menyusahkan daging. Itulah orang bodoh, orang sesat yang cinta dunia, akan selalu mementingkan uang dan dalam penerapan praktis mereka, asalkan itu menguntungkan akan mereka kerjakan. Jika doktrin tidak menguntungkan mereka secara materi, mereka akan membuangnya dan tidak ingin menerapkannya.

Karena doktrin yang benar akan selalu berpusat pada Allah, berpusat pada takut akan Tuhan, permulaan pengetahuan. Ini bukan tentang apa yang akan didapatkan secara materi dan kefanaan. Tetapi pengetahuan akan kebenaran walau pun hasilnya nol di mata dunia. Ini adalah tentang hidup melayani Kristus dan menderita bersama Kristus.

Orang-orang serakah yang berpusat pada kesenangan daging, keinginan mata mereka dan kehidupa yang baik berdasarkan dunia. Mendahulukan hikmat mereka untuk meraih segala sesuatu yang mereka inginkan. Orang bodoh yang dimaksudkan oleh Alkitab bukanlah orang bodoh tak berpengetahuan berdasarkan dunia.

Saya teramat yakin, bahwa kebodohan bagi Alkitab adalah hikmat yang dimuliakan bagi orang-orang dunia yang tidak mengasihi Allah. saya mengajak Anda merenungkan argument say aini dengan melihat apa yang Alkitab beritakan kebodohan bagi dunia, “SALIB” ya salib adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa (1 Korintus 1:18). Dan inilah kebodohan itu, mereka menghina hikmat Allah yang menciptakan langit dan bumi. Tetapi suatu pengharapan, kasih karunia dan keadilan kebijaksaan bagi orang-orang percaya yang mengasihi Allah.

Saudaraku, Anda harus mengerti kebenaran ini bahwa pengetahuan akan hikmat Allah, kemahakuasaan Allah dan bagaimana Ia menyatakan diri-Nya melalui Yesus Kristus. di dalam Yesus Anda dan saya ditebus dengan darah yang mahal. Pengetahuan ini adalah mengetahui bahwa kita pendosa besar yang layak binasa. Dan hanya oleh Yesus Kristus kita dibenarkan karena Yesus yang benar menjadi dosa disalibkan untuk mengantikan hukuman kita.

Pengetahuan akan pengudusan oleh karena kekudusan Yesus, hal ini sangat melegakan. Karena kedalaman diri kita sangatlah sadar betapa kita tidak benar betapa kita pendosa dan layak untuk binasa. Bahwa berkat terbesar dan pengetahuan yang tertinggi adalah mengetahui kehendak Allah, yaitu keselamatan bagi jiwa manusia dan bagaimana Anda dan saya yang percaya dalam nama Yesus mendapatkan anugerah untuk memberitakan Yesus yang Alkitabiah, sesuai dengan doktrin yang sehat, pengajaran yang memuliakan Allah dan memberitakan Kristus, penyangkalan diri, memukul salib dan mengikut Yesus.

Orang bodoh, menghina hikmat di dalam suatu doktrin yang sehat, doktrin yang memuliakan Kristus dan berpusat pada Allah pencipta langit dan bumi. Sebab pengajaran yang demikian tidak memuliakan mereka, tidak memberikan keuntungan bagi diri mereka. 

Orang bodoh enggan untuk mempelajari doktrin yang mereka anggap sulit untuk dimengerti karena itu melelahkan kedagingan mereka.

Orang bodoh bebal memuliakan doktrin praktis memuliakan perjuangan manusia dan kesalehan manusia untuk hidup sukses dan hidup demi kemajuan diri atas nama Allah. Memuliakan doktrin yang memberikan kekuatan bagi kedagingan, menyukai doktrin yang penuh lelucon untuk sebuah tertawaan.

Orang yang takut akan Allah akan terus belajar dengan kerendahan hati, untuk memuliakan Allah dengan rasa gentar enggan memuliakan manusia. Dan terus memberitakan dosa secara jujur dan ada salib sebagai wujud kasih dan keadilan Allah melalui Yesus Kristus. 

Baca Juga: Renungan Wanita Kristen untuk Tahun 2022

Sekali lagi, orang bodoh, bebal enggan belajar dengan kerendahan hati, dan tidak cinta pada Tuhan tetapi cinta kedagingan, keinginan mata dan keangkuhan hidup menghina Doktrin yang sehat yang Injili dengan berargumen, "bahwa doktrin tidak praktis, tidak perlu diajarkan dan tidak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk keuntungan diri sendiri."

Saya harap dan berdoa kiranya orang seperti ini bertobat. Amin.


2. Seruan hikmat

Santapan harian berdasarkan Amsal 1:22

Amsal 1:22 (TB) “Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?

Seruan hikmat yang berpusat pada kepuasan yang tidak seperti dunia berikan. Tetapi berpusat pada Allah sendiri dan kemuliaan-Nya di dunia ini. Terus terjadi sepanjang masa. Allah dengan penuh kesabaran menunggu manusia-manusia bodoh yang cinta pada dosa dan segala kemegahan dunia. Agar mereka bertobat dan berbalik kepada Allah dan menemukan kepuasa sejati hanya ada di dalam Dia yang menciptakan manusia.

Seruan hikmat adalah untuk kembali kepada Allah, seruan hikmat adalah untuk bertobat. Seruan hikmat adalah untuk menginginkan Allah saja sebagai satu-satunya yang layak menerima semua ketaatan dan kasih dari kita.

Saudaraku, marilah kita lihat diri kita, kedalaman kehidupan kita dan segala hal tentang kita yang salah. Di mana kita begitu sering hidup dikuasai oleh dunia ini, hidup dalam kesesatan oleh kehendak kita. Kita menjadi orang-orang bebal yang mencemooh kebenaran. Kita yang ada di dalam dosa, sebenarnya adalah musuh hikmat Allah, musuh kehendak Allah.

Berapa lama lagi kita mengabaikan Tuhan? Tidakkah kita ingin bertobat dan berbalik kepada Allah pencipta langit dan bumi. Hidup berdasarkan hikmat Allah, hidup dengan memandang kepada Salib Yesus Kristus. 

Marilah kita mencari kebenaran di dalam Alkitab, marilah kita belajar pengajaran yang berdasarkan Alkitab. Marilah kita berdoa dan meminta pada Roh Kudus, untuk menolong kita sehingga kita mampu untuk taat kepada kehendak Kristus dalam keseharian kita dan menjadi orang-orang Kristen yang bertobat dan terus belajar untuk mengenal kebenaran.

Kebenaran adalah Allah, Ia mutlak hanya berada di dalam Dia dan mengenal-Nya memiliki hubungan yang akrap dengan Dia. Maka kita mendapatkan makna hidup, tujuan hidu dan menikmati hikmat sejati yang turun dari Allah sendiri. 

Melihat seruan hikmat, dengan pengertian Injil, akan memberikan kepada kita pengertian yang nyata. Bahwa hikmat Allah sangat berbeda dengan hikmat dunia. Allah akan selalu menentangkan hikmat-Nya, kehendak-Nya dan segala hal yang benar dari apa yang benar dan baik berdasarkan manusia.

Dia adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan yang merelakan hidup-Nya untuk membebaskan kita dari kutuk dosa, ketika kita percaya kepada-Nya yang artinya hidup kita menjadi milik-Nya. Maka pada saati inilah hikmat menjadi milik kita dan cemooh akan kebenaran kita buang. Sebab suatu dosa besar ketika Anda dan saya menghina hikmat Tuhan.

Ketika Roh Kudus masuk ke dalam hidup kita, Ia mengendalikan semua hal tentang kita, mengingatkan kita tentang Kristus, kebenaran-Nya, kekudusan-Nya dan salib-Nya. Pada saat inilah kita memuliakan Allah karena kemegahan yang indah kita dapat lihat dengan jelas di dalam Kristus. 

Kita akan menjawab panggilan Tuhan, Tuhan aku bertobat, sekaranglah aku berhenti menjadi bodoh dengan mengasihi dunia ini. Tuhan tolong aku untuk dapat mengasihi Engkau, berikan aku hikmat-Mu untuk menjadi seseorang yang terus mengejar kebenaran-Mu. 

Menyalibkan diriku bersama Yesus, mati atas segala keinginanku dan menjadi bodoh di mata dunia tetapi berhikmat di mata Allah yang berkuasa. Mampukan aku untuk tidak tertarik dengan perkara dunia, tetapi terus tertarik pada Yesus, untuk mengasihi Yesus dan mengenal Dia selama kehidupa Anda dan saya di dunia ini sehingga bertemu muka dengan Dia.

Sebab tujuan akhir di dunia adalah keserupaan dengan Yesus, sebab kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang melayani seperti Yesus melayani.  Sebab kehendak hikmat yang berasal dari Allah adalah Injil Yesus Kristus yang dinyatakan kepada umat manusia sehingga begitu banyak orang percaya bahkan tidak sedikit yang meyerahkan nyawa untuk pemberitaan Injil kepada seluruh dunia.

Baca Juga: Renungan tentang Roh Kudus yang akan dicurahkan

Bagi dunia, bagi orang-orang bebal dan bodoh, penghina doktrin yang sehat. Injil adalah kebodohan, kiasan kata dan tidak menjadi yang utama. Tetapi baiklah kasih kita didasarkan pada Injil, kasih Allah kepada manusia melalui Tuhan kita Yesus Kristus dan kita menjadi orang-orang yang mencari hikmat yang dari Allah.

Ampuni kami yang seringkai menjadi pencemooh segala hikmat yang ada di dalam-Mu. Sucikan kami yang layak binasa ini, ampuni kami pendosa ini dan kasih-Mu melimpah atas kehidupan kami dan kami terus dijadikan baru oleh karena anugerah yang melimpah dari-Mu sampai kami menyelesaikan tugas kami di dalam dunia ini. Di dalam nama Yesus. Amin.


3. Hikmat dari Tuhan

Santapa harian berdasarkan Amsal 2:6

Amsal 2:6 (TB) Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Hikmat yang berasal dari Allah akan sangat bertentangan dengan natur kita yang berdosa. Hikmat yang berasal dari Allah akan selalu mengoyak hati kita dan memberikan kepada kita pengertian yang tidak sama dengan apa yang akan diberikan dunia kepada kita. Ini adalah hikmat yang membawa kita pada duka akan semua dosa dan kita bertobat karenanya.

Hikmat yang berasal dari Allah menjadikan Anda dan saya memiliki kehidupan yang baru dan terus diperbaharui dari hari ke hari untuk melayani Dia.

Ini sangat bertentangan dengan apa yang dunia katakan, dengan apa yang sekitar Anda nyatakan baik dan benar. Ini bertentangan dengan pemikiran manusia pada umumnya tentang hikmat dan kepandaian. Sebab Dia Allah yang tidak terbayangkan, hikmat-Nya yang telah menciptakan langit dan bumi. Dan bagaimana mungkin hikmat-Nya dikekang oleh hikmat manusia.

Kita harus menyadari kebenaran ini, kebenaran yang memberikan suatu kekuatan baru bagi kehidupan. Bahwa kita yang paling bodoh di mata dunia, pada dasarnya mendapatkan bagian di hadapan Allah yang kudus dan mulia. Melalui Yesus Kristus bagian itu diberikan. Dia adalah harta berharga, berkat paling besar yang diberikan kepada manusia.

Kita harus mengerti bahwa Allah akan selalu membawa kita pada kehidupan yang berpusat pada Dia, memuliakan Dia dan memberikan kehidupan kita untuk Dia. Sebab kita diciptakan untuk Dia, menikmati Dia dan menjalin kekaguman akan kemuliaan Allah. 

Karena dosa yang telah menjadi natur manusia, maka hari-hari ini kita tidak menikmati hikmat yang berasal dari Allah, maka kita lebih menyukai hikmat dunia yang membinasakan membawa Anda dan saya pada kematian. 

Yesus disalibkan, dihancurkan, menerima hukuman dosa Anda dan saya, bahkan Dosa kita diperhitungkan kepada Dia. Dialah jalan masuk ke dalam keberan Allah, sebab Dialah jalan kebenaran dan hidup. Hanya melalui Dia saja manusia dapat datang kepada Bapa. Saudaraku, pengertian dan ketaatan kepada Kristus merupakan hikmat itu sendiri yang dianugerhkan melalui Roh Kudus.

Sebab tanpa pengerian yang benar akan Injil, tanpa kekaguman akan berita Injil dan tanpa Roh Kudus di dalam kita untuk menghidupkan jiwa yang mati akibat dosa. Kita menerima pengampunan dosa, ketika kita bertobat dan meninggalkan dosa untuk menginginkan Yesus, kita menerima hikmat Injil yang bertujuan untuk menyebarkan kemuliaan Allah. 

Kebenaran ini dijelaskan pada ayat (5) sebelumnya menjelaskan kepada kita, “maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.” Di dalam Yesus kita dapat mengenal Allah yang benar. 

Melalui Yesus kita dipuaskan oleh kasih yang sangat kita inginkan. Dan oleh kasih karunia kita menerima segala hikmat yaitu mengenal Allah secara benar sehingga pengenalan akan Allah inilah yang memberikan kepada kita pondasi untuk hidup.

Tuhan yang berkuasa atas hidup kami, mampukan kami jujur pada diri kami sendiri. Bahwa kami orang berdosa dan layak untuk binasa. Dan kami sangat memerlukan anugerah dari Kristus sehingga kami dibenarkan dikuduskan dan di dalam Yesus saja kami mendapatkan keamanan yang abadi dan sejati. Di dalam nama Yesus. Amin. 

 

4. Dikasihi oleh Allah

Renungan Berdasarkan Amsal 8:17

Amsal 8:17 (TB) Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang bertekun mencari aku akan mendapatkan daku.

Ayat ini tidak sedang menyatakan kesalehan Anda sebagai pusat dari belaskasihan Allah, tidak sedang memuliakan setiap pekerjaan baik Anda dan saya sehingga kita layak menerima semua berkat terbesar yang Allah berikan. Yaitu Kristus yang diberikan-Nya kepada kita, Kristus yang menerima semua hukuman dosa kita sehingga kita hari ini layak memanggil Dia Bapa.

Ayat ini pada dasarnya, memberitahukan kepada kita, hanya ketika kita ada di dalam Kristus saja, kita akan mengenal Allah dan kitab suci. Dan kasih Allah yang Ia berikan kepada kita semakin nyata dan kita mendapatkan Allah karena Dialah yang berbelas kasih kepada kita sehingga kita dilayakkan menerima diri-Nya.

Kita harus memiliki pemahaman yang benar akan pengajaran dari Kekristenan, tentang pembenaran oleh Yesus saja dan pengudusan oleh Yesus saja. Dan semua pemahaman ini kita dapatkan dari Injil Yesus kristus. Bahwa tidak ada sedikit pun kebenaran yang ada di dalam Anda dan saya.

Allah yang lebih dulu mengasihi manusia, ketika manusia telah jatuh ke dalam dosa, Ia datang dan memanggil. “Di manakah Adam” ya ini kabar baiknya, dan inilah yang Alkitab sampaikan kepada Anda dan saya melalui setiap kitab, setiap cerita, setiap tokoh, setiap hukuman dan pemberian berkat. Melalui setiap puisi, doa, keluhan, pujian dan surat-surat kepada setiap gereja pada masa Perjanjian Baru. Bahwa Allah datang kepada manusia untuk menyatakan kasih-Nya.

Lalu, bagaimana kita dapat mengerti maksud dari kitab Amsal, di mana Orang yang mengasihi hikmat. Yang hikmat yang Amsal maksudkan adalah hikmat Allah bukan hikmat dunia. Hikmat untuk menjadi takut akan Allah, hikmat untuk mengenal Allah yang kudus dan mulia, hikmat untuk mengerti bukan manusia yang mencari Allah yang benar, sebab pencarian manusia akan Allah akan jatuh pada penyembahan berhala. 

Injil memberitahukan kepada Anda dan saya. Allah yang mencari manusia. Yesus ke dunia, Para Murid memberitakan Injil, Petrus mengkotbahkan Injil, dan sampai hari ini gereja yang sehat akan selalu menjangkau dunia melalui pemberitaan Injil, setiap Kristen yang bertumbuh akan mencari orang-orang untuk dijangkau oleh kasih Allah di dalam Yesus,.

Ini adalah bukti nyata bahwa Allah mencari manusia dan manusia menyerah untuk menerima Allah, di dalam Yesus, menerima Yesus sebagai Tuhan. Yesus juruselamat dan Yesus yang memberikan kuasa untuk melaksanakan semua kehendak-Nya.

Inilah yang memberikan kepada Anda dan saya kekuatan untuk mencari Allah, kita di dalam Yesus membenci semua dosa kita, di dalam Yesus kita meninggalkan dosa dan bergumul untuk setiap hari semakin mempertajam pertobatan kita, maka hikmat untuk mengenal Allah, dikasihi oleh Allah semakin nyata dalam hidup walau dalam kemiskinan sekali pun.

Kita dapat mencari Tuhan, hanya ketika Roh Kudus mengubahkan kita dari dalam. Karya salib menjadi satu-satunya pondasi iman kita sebab tanpa salib yang Alkitabiah, tanpa kehidupan yang berpusat pada Yesus, tanpa pertobatan sejati dan penyangkalan diri. Kita tidak akan mendapatkan Allah, tanpa Allah memberikan rahmat-Nya. Kita binasa, segala pujian hanya bagi Allah yang telah memberikan diri-Nya.

Tuhan Yesus yang telah menebus, itulah dasar iman Kekristenan kami, berikan kami terus keyakinan dan kekuatan untuk meyakini bahwa Allah mengasihi kami dan telah mengaruniakan diri-Nya bagi kehidupan kami demi kekekalan dan membagikan Kristus kepada dunia, sehingga kemuliaan Allah terus diterpacar di tengah dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. di dalam nama Yesus. Amin.

5. Pemulaan hikmat

Renungan Berdasarkan Amsal 9:10

Amsal 9:10 (TB) Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal yang Mahakudus adalah pengertian.

Tuhan pencipta langit dan bumi bahkan manusia, Dia menciptakan semuanya ini dengan satu tujuan pasti yaitu agar kita hidup dalam persekutuan dengan Dia dan memuji kemuliaan-Nya. Sebab segala kepenuhan dan keindahan hidup hanya ketika kita mendapatkan kemuliaan-Nya bagi jiwa kehidupan kita di dalam Dia saja.

Begitu juga pencarian tertinggi bagi para pemikir, bagi para penyair, bagi para penulis dan orang-orang yang mencintai pengetahuan. Hal yang terpenting adalah hikmat. Tetapi melalui renungan Amsal ini, saya akan terus mengingatkan Anda bahwa hikmat Allah dan hikmat dunia akan selalu bertolak belakang. 

Sebab hikmat yang hadir dari manusia adalah hikmat yang berakar dari pemberontakan manusia terhadap Tuhan yang benar. Selalu berujung pada bagaimana saya menjadi tuhan, bagaimana saya dimuliakan dan bagaimana saya mendapatkan yang terbaik di dunia ini.

Segala hal yang secara alami hadir dari manusia dan itu baik adanya, tetapi selalu dengan tujuan/motivasi yang salah. Yaitu demi kemuliaan diri, demi pertunjukkan diri dan pengakuan dari sekitar sehingga dianggap hebat. Inilah esensi dari setiap dosa, yaitu manusia ingin menjadi Tuhan atas dunia jika Ia bisa, tetapi pada saat yang sama ia tidak dapat, maka ia menjadi tuhan atas diri sendiri.

Sekarang, Anda dapat melihat sedikit gambaran dari bagaimana dosa telah masuk ke dalam diri setiap orang di dalam dunia ini, sekarang saatnya kita belajar. Untuk mendapatkan hikmat yang sejati, maka kita harus kembali kepada Dia Sang Sumber hikmat. Pada dasarnya hikmat yang sama seperti yang dunia miliki.

Tetapi, hikmat yang Allah berikan kepada manusia bukanlah hikmat dengan motivasi yang salah. Bukan untuk kemuliaan diri, tetapi ini untuk mengasihi sesama, yang dimulai dari kasih kepada Allah dengan segenap akal budi dan sesama seperti diri sendiri.

Hikmat yang Allah berikan ketika kita mengenal Dia, merupakan hikmat untuk dibawa ke dalam kekekalan, hikmat yang untuk hidup dalam kasih yang abadi di dalam Kristus dan kebenaran-Nya. Hikmat untuk melihat keindahan berita Injil, hikmat untuk dibukakan secara nyata bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.

Di mana Injil memberitahukan kepada kita, Allah telah mengutus Anak Tunggal-Nya, dan Sang Anak Yesus Kristus telah hidup sacara sempurna taat kepada Bapa-Nya. Maka Ia adalah manusia sejati yang dikasihi oleh Allah Bapa. Tatapi pada saat yang sama, Allah berkehendak menghancurkan Dia, sebagai pengganti, di mana Yesus menerima semua dosa dan hukuman dosa, sehingga Yesus ketika disalibkan oleh karena Rahmat yang sangat besar, memberikan diri-Nya, asalkan semua orang yang percaya kepada-Nya dibebaskan bukan hanya dari kutuk dosa, tetapi dosa, perbudakan dosa sehingga mereka hidup bagi Yesus. Menikmati setiap kebenaran Kristus, kekudusan Kristus dan segala hal yang dapat Yesus berikan kepada mereka untuk kemuliaan Allah Bapa di dunia saat ini. Bukanlah ini sangat baik, tidakkah Anda bersukacita dan bersyukur oleh kebenaran ini.

Hikmat untuk melihat Allah yang kudus, dalam kediaman bergumul secara terus menerus mematikan kecenderungan berdosa yang melelahkan. Di mana dosa menjadi pusat dari apa yang harus benar-benar dibenci, di mana Kristus saja yang menjadi pengingat, menjadi kabar indah ketika Ia menebus dari hukuman dosa dan menyelamatkan Anda dan saya dari dosa, kasih ini memberikan kekuatan baru bagi jiwa yang lelah akan realita dosa yang ada di dalam daging dan darah.

Rasa takut akan Allah, merupakan rasa takut  yang benar bukanlah takut karena tidak ingin masuk ke dalam api neraka setelah kematian. Rasa takut ini adalah kesadaran akan kebesaran Allah dan kita menghormati Dia, di dalam kasih-Nya kita dimampukan mengasihi Allah, ini adalah rasa takut yang dimotivasi oleh kasih yang sejati dari Anda dan saya yang ada di dalam Yesus, kita memuji Dia, memuliakan Dia dan menginginkan Dia. Maka hikmat yang melimpah, hikmat yang membukakan segala hal yang suci, benar, dan menyenangkan Allah Ia berikan kepada Anda dan saya. 

Pada saat yang sama, kita menjadi bersemangat untuk melatih diri untuk semakin maju, semakin berkembang, semakin bermakna, semakin pintar. Kita akan bersemangat membaca banyak buku, berdisiplin hidup, bangun lebih pagi, berolahraga, dan hidup dengan sukacita yang berasal dari Injil Yesus Kristus, kegembiraan yang berasal dari pendasai yang Alkitabiah, bukan janji palsu, tetapi kematian atas segala kehendak diri dan hidup untuk kehendak Kristus.

Pengertian akan kekudusan Allah, akan membawa kita pada pengudusan diri yang terus juga kita perjuangkan. Karena kita sadar bahwa daging yang berdosa ingin dipuaskan oleh dosa, kuasa semacam inilah yang harus kita buang, kuasa semacam ini harus kita kalahkan dengan salib, penderitaan daging seperti yang Yesus alami.

Pengerian akan kekudusan Allah, akan menjadikan kita orang pandai karena kita melatih diri untuk belajar. Setiap disiplin yang dikerjakan dengan penuh kesadaran bahwa ini adalah ibadah kita, proses pengudusan untuk semakin hari semakin mengasihi Allah dan sesama.

Melayani sesama dan hidup untuk mengabarkan keindahan Kristus kepada dunia yang tersesat dan mencari kehidupan yang seharusnya mereka terima di dalam Tuhan yang menciptakan mereka. 

Marilah berdoa bersama saya, untuk mendapatkan hikmat ini, hikmat yang berasal dari Allah, marilah rendahkan diri, marilah akui setiap hikmat dunia yang ada di dalam kita, ketika itu tidak berpusat pada Kristus, adalah kesesatan dan kebodohan yang nyata-nyata. Ini adalah hikmat tertinggi yaitu pengenalan akan Allah yang menyatakan diri-Nya melalui alam semesta dan Alkitab.

Doa berdasarkan hikmat yang ada di dalam kitab Amsal.

Segala pujian dan kemuliaan hanya bagi Allah saja, biarlah hati dan pikiran ini selalu tertuju pada keindahan dan kemuliaan-Mu. Mampukan sih bodoh ini, untuk mengerti bahwa hikmat Allah selalu bertentangan dengan hikmat dunia, di mana manusia dunia mencari kemuliaan dirinya sendiri.

Melalui Injil Yesus Kristus, kami dapat melihat hikmat yang berasal dari Allah, yaitu pengenalan akan Allah dan kekudusan-Nya yang harus kami perjuangkan di dalam daging yang berdosa ini. Tuhan Yesus yang disalibkan, mati untuk menerima semua hukuman dosa, bukan hanya hukuman dosa tetapi semua dosa manusia, umat pilihan Allah, baiklah hati ini berdebar dan bertobat melihat Yesus yang disalibkan.

Bersujud dan berlutut, melepaskan segala beban dosa, hanya ketika kuasa darah Yesus melepaskan diri ini dari dosa yang mengikat dan memperbudak. Tuhan tolong sih bodoh dan keji dan pendosa ini, ampuni, kuduskan, dan mampukan. Untuk selalu dan terus berdiam dalam Rahmat-Mu dan menikmati setiap keindahan hikmat Allah.

Untuk selalu menjadi seseorang yang mencintai teguran, kasih, sukacita, dan segala hal yang mengubahkan hati untuk semakin hati mengasihi Yesus, melaksanakan kehendak-Nya dan Yesus saja dikenal dari keseharian sih pendosa yang telah dikuduskan ini, oleh kasih kekudusan Yesus Tuhan sampai selama-lamanya. Di dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Santapan Harian 2022; Renungan Berdasarkan Kitab Amsal"