Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Amsal 18:10 Kepada Tuhan Saja Seharusnya Aku Berlindung

Renungan Amsal 18:10 Kepada Tuhan Saja Seharusnya Aku Berlindung

Amsal 18:10 (TB) Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

“Kecukupan Allah bagi orang-orang kudus: nama-Nya adalah menara yang kuat bagi mereka, di dalamnya mereka bisa beristirahat apabila lelah, dan berlindung apabila dikejar-kejar. Di dalam nama-Nya mereka bisa berdiri mengatasi musuh-musuh mereka dan dibentengi dari mereka. Di dalam Allah, dan di dalam segala penyataan-Nya tentang diri-Nya sendiri kepada kita, cukuplah itu untuk membuat kita tenang di sepanjang waktu.” ~ Matthew Henry

Kita akan merenungkan Amsal ini, hikmat Solomo ini melalui kacamata Injil. Kita akan merenungkan bagaimana Amsal ini, merupakan satu kesatuan Alkitab yang indah, membawa kita pada kebenaran dan berlari kepada kebenaran dan diselamatkan oleh kebenaran.

Kehidupan adalah jarung permasalahan. Lebah kelam yang menakutkan jika kita jujur. Tempat di mana persoalan menjamur dan memberikan rasa sakit bagi manusia. Akhir dari kehidupan adalah kematian yang sangat manusia takuti.

Ketika kita dapat berpikir dan telah memiliki hasrat menginginkan sesuatu. Seperti keadaan hidup, benda, barang bahkan lawan jenis dan lain-lain. Kita akan menemukan keanehan hidup. Kita merasakan kekosongan. Ada pencarian yang tidak pernah usai hingga kematian. Ini sangat jauh di dalam diri kita.

Ada juataan bahkan meliaran puisi, untuk mengungkapkan perasaan ini yang sedih, galau, tanpa harapan, putus cinta dan masih banyak lagi rasa yang ada di dalam diri. Oleh karena hal yang kita kenal. Yaitu permasalahan hidup, penderitaan, dan keadaan hidup yang tidak baik-baik saja. 

Telah menjadi bagian hidup, yang seringkali kita heran, tidak dapat menerimanya dan merasakan dengan jelas, hidup yang ideal tidak seharusnya seperti ini.

Ketika kita merenungkan setiap persoalan hidup, baiklah kita disadarkan bahwa semua ini realita yang telah menimpa. Dan seharusnya apa tanggapan kita, inilah bagian penting yang dapat kita kendalikan dalam hidup kita. 

Melalui perenungan kali ini, mari bersama saya, kita memandang pada pengertian Injil yang memberikan solusi bagi cara pandang. Memberikan kepada kita jalan untuk bertindak dengan benar di hadapan Allah dan manusia. 

Ketika persoalan itu kita tahu benar-benar nyata. Cara pandang yang benar akan membawa kita pada kehidupan yang berkelimpahan dalam arti damai sejahtera, penyembahan yang benar, menikmati kasih dalam relasi, iman yang benar dan kokoh.

Penyertaan yang kita percaya itu terlalu sempurna. Walau dalam jurang maut sekalipun. Injil pada dasarnya membawa kita pada semua keindahan ini. Meskipun keadaan selalu tidak baik-baik saja.

Injil adalah kekuatan Allah (Roma 1:16). Maka dari itu, kuasa Injil saja yang dapat mengubahkan kita untuk memiliki kehidupan baru, memberikan kekuatan baru, kuasa baru dan tujuan hidup yang kembali pada visi Allah bagi kehidupan kita pribadi bahkan dunia di mana kita berada saat ini. 

Maka dari itu, Injil yang akan kita renungkan. Tidak akan terbatas pada diri kita dan persoalan hidup. Ini akan membawa kita melihat dunia, visi kita bagi dunia dan semua ini haruslah diawali dengan cara pandang yang benar, merespon setiap masalah. 

Untuk dapat merespon masalah inilah kita harus dilatih untuk bergumul dan bertindak dan mambawa hati dan pikiran kita kepada Yesus sebagai pusat dari pergumulan. Mari kita merenungkan lebih dalam lagi melalui poin-poin yang saya bagikan.

Renungan Amsal 18:10 Kepada Tuhan Saja Seharusnya Aku Berlindung

Mengenal TUHAN yang Maha Besar Menara Kehidupan

Apa tujuan utama Anda ketika membaca Alkitab? Ketika pertama kali saya membaca Alkitab, saya ingin pandai membaca, saya ingin mengetahui cerita Alkitab, dan ketika saya sampai kitab Amsal. Saya ingin memiliki hikmat yang melimpah melalui Alkitab, ya saya suka filsafat, saya suka hikmat, saya suka kebijaksanaan. Tetap semua ini mengantarkan saya pada kesesatan.

Kesesatan yang saya maksud, merupakan rasa bosan, karena saya pada akhirnya saya menjadi pandai membaca. Saya mengetahui semua cerita Alkitab dan parahnya saya merasa bahwa diri saya berhikmat. Ini menjadikan saya angkuh dan merasa diri saya adalah seseorang yang rohani, layak dihargai karena saya rohani.

Apa yang menjadi tujuan Anda sekarang membaca Alkitab? Saya harus mempertanyakan ini, agar Anda memikirkan kembali. Tujuan Anda, kita harus memiliki tujuan yang benar merenungkan Alkitab. Dan pada jawaban dari pertanyaan di atas. Di jawab oleh Paulus, yaitu untuk mengenal Tuhan (Filipi 3:10; 2 Timotius 3:16).

Kita haruslah membaca Alkitab untuk mengenal Allah yang benar dan berkuasa. Terutama ketika Anda datang ke kitab Amsal, Mazmur. Kitab-kitab puisi, di sanalah kita dapat mengerti seharusnya, jika yang menjadi tujuan kita untuk mengenal Allah, kitab-kitab ini bagi saya membawa saya pada Pribadi Allah, pada karakter Allah, pada sifat-sifat-Nya. Sehingga saya melihat Dia sebagai pribadi.

Melalui Amsal kali ini, kita diperkenalkan pada Allah yang digambarkan sebagai Menara. Menara merupakan tempta di mana para prajut perang pada waktu itu dapat melihat pergerakan musuh. Dari atas menari mereka dapat dengan leluasa memanah, memberikan signal tanda bahaya untuk bersiaga dalam perperangan. 

Menara adalah pusat dari penjagaan kota, pada tembok kota akan selalu ada menara. Dan Tuhan digambarkan sebagai menara yang kuat. Ini merupakan sifat Allah yang berkuasa, mampu melihat musuh, melihat dengan tepat dan dapat memenangkan pertempuran. 

Ketika merenungkan Allah sebagai menara, kita harus sadar bahwa Allah Mahakuasa. Ia adalah kasih dan adil. Allah memiliki sifat yang sempurna, utuh dan tidak dapat bertentangan satu sama lain. Ia adalah hikmat yang ada di dalam Amsal. Ia adalah kasih yang Alkitab beritakan. Sebab pada dasarnya Alkitab merupakan buku yang Allah pakai untuk meperkenalkan Tuhan.

Ketika Anda dasar akan hal ini, sekarang, seharusnya ketika Anda membaca Alkitab, merenungkan Alkitab. Dengan satu tujuan mengenal Allah yang benar. Dia yang berkuasa dan yang telah menciptakan manusia. 

Baca Juga:Badai pasti berlalu

Dia yang datang kepada manusia menyatakan diri-Nya dan mengikat perjanjian dengan manusia. Bahwa di dalam dunia penuh penderitaan saat ini, selalu ada harapan dan harapan sejati itu dinyatakan kepada Anda dan saya hari ini melalui Injil.

Untuk menutup poin ini, saya mengajak Anda merenungkan sifat-sifat Allah yang ada di Mazmur. 

Mazmur 9:1-11 (FAYH)  

YA TUHAN, aku akan memuji Engkau dengan segenap hatiku dan menceritakan kepada semua orang mengenai segala perbuatan-Mu yang ajaib.

Aku akan bergembira, ya, dipenuhi sukacita karena Engkau. Aku akan menyanyi dan memuji Engkau, ya TUHAN Allah Yang Mahatinggi.

Musuh-musuhku akan mundur dan binasa di hadapan hadirat TUHAN.

Engkau telah membela perkaraku. Engkau telah meneguhkan pekerjaanku dan menyatakan dari takhta-Mu bahwa pekerjaanku baik.

Engkau telah menegor bangsa-bangsa dan membinasakan yang jahat sehingga nama mereka terhapus untuk selama-lamanya.

Hai musuh-musuhku, kamu terkutuk selama-lamanya. TUHAN akan menghancurkan kota-kotamu sampai ingatan akan kota-kota itu pun lenyap.

Tetapi TUHAN hidup untuk selama-lamanya. Ia duduk di atas takhta-Nya untuk menghakimi bangsa-bangsa di dunia dengan adil.

(9:7)

Semua yang tertindas boleh datang kepada-Nya. Ia adalah tempat perlindungan bagi mereka pada masa kesulitan.

Semua yang mengenal belas kasihan-Mu, TUHAN, akan mengharapkan pertolongan dari Engkau. Karena tidak pernah Engkau meninggalkan orang-orang yang mempercayakan diri kepada-Mu.

Ya, nyanyikanlah puji-pujianmu kepada Allah yang tinggal di Yerusalem! Ceritakan kepada dunia mengenai perbuatan-perbuatan-Nya yang tidak dapat dilupakan.

Allah kita adalah menara yang kuat, kota benteng yang teguh (Mazmur 59:9). Dialah keselamatan kita dan bagi Dia saja di mana kita harus percaya, berserah dan taat. Kita telah merenungkan Allah yang berkuasa. Selanjutnya, marilah kita merenungkan tentang kita dan bagaiman Allah bekerja melalui segala kesalahan yang kita kerjakan.


Kehidupan yang dibenarkan Oleh TUHAN yang Maha Besar

Amsal menjelaskan orang benar akan selalu berlindung pada Allah, karena orang benar adalah milik Allah. Ini sangat indah jiwa direnungkan dengan benar. pada saat yang sama kita tidak dapat memisahkan Amsal ini dari sebuah fakta yang Amsal sendiri tuliskan di ayat-ayat sebelumnya ( ay. 1-7) tentang manusia.

Amsa berkali-kali membedakan manusia, ada orang fasik ada orang benar. ketika merenungkan bagiaan yang seperti ini. Kita harus benar-benar memiliki pondasi yang benar untuk membetuk hati yang takut akan Tuhan dan bersandar dengan benar pada Sang Menara kehidupan.

Kita gampang untuk menyatakan di dalam diri kita, hati kita bahwa orang benar adalah saya, orang fasik adalah orang lain. Ini kesalahan yang sangat mendasar, yang membentuk suatu imajinasi bahwa saya benar, saya rohani dan saya layak dihormati. 

Injil akan membawa kita pada pengertian, kita harus melihat hikmat Amsal Solomo ini dari sudut pandang apa yang Alkitab katakana, tuliskan, nyatakan, dan bukakan tentang manusia. Pada faktanya, Anda adalah orang fasik yang Amsal sedang beritakan. 

Anda sekarang, akan berkata, “Anda menghakimi saya, tidak boleh menghakimi.” Saya akan menjawab Anda, saudaraku. Saya tidak sedang menghakimi, saya sedang menyadarkan saudara, karena Anda selama ini membaca Alkitab dengan tujuan membenarkan diri sendiri.

Seperti tujuan utama saya membaca Alkitab, saya tidak pernah melihat dosa saya melalui ALkitab, yang saya lihat dosa orang lain. Sehingga saya juga sering terjebak pada pengertian bahwa saya orang benar. orang lain orang fasik. Padahal sayalah orang fasik yang Amsal sedang maksudkan.

Ketika menyadari hal ini, seharusnya Anda dan saya bertobat. Dan sadar bahwa satu-satunya orang benar yang secara sempurna berlari kepada Sang Menara adalah Tuhan Yesus. 

Dialah yang telah taat kepada Allah secara sempurna. Bahkan mempercayakan diri-Nya untuk disalibkan, karena Dia tahu bahwa Bapa Menara yang akan membangkitkan Dia dari kematian. 

Sehingga setiap orang benar, setiap kesempurnaan yang ditunjukkan kita Amsal. Seharusnya kita sadar, bahwa itu sedang menunjukkan kepada kita satu pribadi sempurna yang benar. yaitu Yesus Kristus. Dia sendiri menyatakan bahwa Dia adalah jalan kebenaran (Yohanes 14:6).

Tidak ada kebenaran yang secara alami di dalam diri saya. Tidak ada yang baik dapat saya maupun Anda kerjakan dan itu berkenan di hadapan Tuhan. Kita semua pendosa, layak binasa dan kebenaran hanya milik Tuhan Yesus Kristus.

Tetapi inilah Injil, Puji Tuhan Paulus menjelaskan.

Roma 3:20 (TB)

Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan Cuma-Cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

2 Korintus 5:21 (TB)

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Di akita dibenarkan oleh Allah.

Galatia 3:24 (TB)

Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.

Titus 3:7 (TB)

Supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Inilah Injil, kita dibenarkan oleh kebenaran Allah melalui Yesus Kristus. Kebenaran itu menyelamatkan kita. Kita yang dulunya mati dalam dosa. puji Tuhan telah dibangkitkan dalam Yesus dan hidup baru untuk selalu berlari kepada Dia, berharap pada Dia dan melihat selalu bagaimana anugerah-Nya melimpah atas kita. Saudaraku, kita benar, karena kebenaran Yesus diberikan kepada kita ketika kita percaya pada Yesus. 

Dosa, kutuk, kebobrokkan kita, kebusukkan kita. najisnya kita dan semua hal yang menjijikan karena kita berdosa. Diberikan kepada Yesus ketika Ia di atas kayu salib. Inilah Injil, tentang Allah yang menyelamatkan manusia berdosa, manusia fasik dan manusia yang seharusnya binasa.

Kehidupan yang diselamatkan Oleh TUHAN yang Maha Besar

Pada poin ini, akan berfokus pada undangan untuk masuk ke ruangan indah, keluarga Allah untuk hidup berdasarkan Alkitab. Ya maukah Anda percaya kepada Yesus, maukah Anda untuk melihat ulang iman Anda.

Keselamtan sejati hanya melalui Yesus, Dialah Sang Menara yang membenarkan kita orang berdosa. Ini adalah undangan untuk bertobat, ajakan untuk Anda menungkan dosa sampai Anda sadar betapa dosa Anda mengerikan, mematikan dan memisahkan Anda dari Allah.

Baca Juga: Renungan Amsal 18:13

Dosa membuat Allah berduka, dosa menyakiti Allah, karena Allah yang telah mengaruniakan Yesus sangat-sangat cinta pada kita. 

Pada dasarnya ketika kita berdosa, dan masih hidup dalam dosa, kita menyakiti Allah dan membinasakan diri kita sendiri. kita memisahkan diri dari kemuliaan Allah, di mana Allah penuh kasih karunia ingin selalu memberikan kepada kita kemuliaan-Nya.

Yohanes 11:35 (TB) “Maka menangislah Yesus.”

Yesus paling mengerti apa yang kita rasakan, Ia bahkan menangis bersama kita, Ia tahu rasanya saat-saat paling gelap dalam hidup. Ia ada untuk benar-benar memeluk kita dengan dekapan kasih. Bahkan Ia sudah menumpahkan darah-Nya. Menyatakan Dia serius cinta pada kita. 

Maka, datanglah pada Yesus dan marilah kita bertobat dari pencarian kita di luar Yesus di mana kita sering melupakan Dia yang benar-benar cinta pada kita pendosa yang layak binasa.

Hari ini, ketika Anda membaca renungan ini, marilah selidiki hati kita, marilah kita berlari pada Tuhan sebagai tempat perlindungan yang Ajaib dan sejati. marilah kita melihat dengan jelas melalui Injil bahwa masalah terbesar kita adalah dosa pemberontakan kita kepada Tuhan. 

Ketika cara pandang kita benar, kita akan tenang, meskipun masalah hidup, penderitaan akan selalu datang. Tetapi di dalam Tuhan jiwa kita man, jiwa kita tenang dan kita berjuang dan berfokus pada rancangan Allah bagi kita.

Keselamatan yang Tuhan anugerahkan, merupakan visi baru bagi kita di dalam kehidupan yang baru. Di dalam Yesus. Di mana Dia Allah yang Berkuasa, Maha Besar. Ingin berkerja sama dengan kita yang kecil, Dia melatih kita untuk membangun hubungan kita dengan Dia, dengan sesama kita untuk menyatakan Injil adalah kekuatan Allah, Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup.

Baca Juag: Renungan Hosea 6:1-6

Inilah tujuan kita, Injil memperlitkan kepada kita dunia yang benar-benar tersesat sama seperti ketika kita masih mati dalam dosa. Kita berduka, kita berdoa dan mengis bagi jiwa-jiwa yang sesat. Kita melayani Allah apa pun pekerjaan kita. dan saya berdoa kiranya Anda mengerti kebenaran ini, di mana Anda diselamatkan, oleh Yesus yang berkuasa itu, untuk masuk ke dalam visi-Nya, untuk disertai oleh Dia dan menjangkau jiwa-jiwa bagi Yesus. 

Memperjuangkan hidup yang saleh, untuk semakin serupa dengan Yesus adalah tujuan utama keselamatan kita. Dan semua ini juga bertujuan untuk menjadikan kita  cahaya bagi dunia yang gelap, menyatakan bahwa kuasa Allah saja yang dapat menyelamatkan, dan kuasa itu adalah Injil yang adalah berita, Dia Pribadi, dan Injil sebagai gaya hidup. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Amsal 18:10 Kepada Tuhan Saja Seharusnya Aku Berlindung"