Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Amsal 8:13 Kehidupan yang Takut Akan Tuhan

Renungan Amsal 8:13 Kehidupan yang Takut Akan Tuhan

Amsal 8:13 (TB) Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Amsal 8:13 (BIMK) Menghormati TUHAN berarti membenci kejahatan; aku tidak menyukai kesombongan dan keangkuhan. Aku benci tingkah lagi yang jahat dan kata-kata tipu muslihat.

Sekaranglah saatnya kita melihat hati dan pikiran. Melihat kedalaman diri dengan cara berdiam diri dan melihat setiap detail diri sendiri. Pikirkan ini, yaitu diri Anda sendiri tentang siapa Anda dan bagaimana Anda menyikapi diri Anda ketika Anda melihat siapa Anda. Saya juga mengajak Anda untuk tidak membandingkan diri Anda pada ciptaan, tetapi mari bandingkan diri Anda pada pencipta.

Kita melihat Allah yang kudus dan mulia, Dia yang Maha Besar dan kita yang pendosa. Ya kita pendosa yang layak binasa, inilah realita dari keberadaan diri manusia yang harus benar-benar di sadari. Dan Alkitab dengan jujur menceritakan hal itu, jika Anda mempelajarinya dengan benar dan hati nurani yang jujur. Baca Juga: Renungan pagi Kristen singkat

Bahkan tanpa Anda mempelajari Alkitab, Anda akan mengakui hal ini, bahkan beberapa orang yang tidak pernah mempelajari Alkitab akan mengaku. Bahwa manusia tidak lepas dari yang namanya kesalahan. Dari akar dosa inilah saya mengajak Anda merenungkan sesuatu yang ada di dalam diri kita yaitu buah dari dosa pemberontakan kepada Allah.

Pertama-tama kita harus lebih dulu mengenal Allah, selanjutnya kita harus mengenal diri kita dan pada saat itulah kita dapat melihat apa yang dapat kita lakukan dalam hidup yang singkat saat ini. Amsal memberitahukan kepada kita, ciri diri kita seharusnya ketika kita mengaku kita adalah orang Kristen, seseorang yang percaya kepada Kristus.

Saudara, apa yang tertulis di dalam Amsal yang menjadi dasar renungan kita. Setiap sifat inilah yang pada dasarnya dibenci oleh juruselamat kita, Yesus membenci keangkuhan, kesombongan dan kehidupan yang memelihara kejahatan. Maka dari itu, untuk sampai pada setiap watak yang membenci yang Yesus benci, kita harus melekat pada Kristus, kita harus belajar untuk mengerti apa yang Allah benci.

Untuk masuk ke titik “Kehidupan yang Takut Akan Tuhan.” Kita akan mendalami dua kalimat yang saya renungkan berdasarkan Amsal di atas. Pertama, Hasil refleksi diri sendiri, melihat kedalaman diri. Sehingga kita melihat dengan jelas siapa kita? Kedua, Jalan masuk pada kebencian hingga kematian. Mengenal Tuhan dan belaskasihan-Nya.

Renungan Amsal 8:13 Kehidupan yang Takut Akan Tuhan

1. Hasil refleksi diri sendiri, melihat kedalaman diri.

Poin ini, saya akan membawa Anda mendalami lagi, siapa kita? dan mengapa sangat penting kita tahu bahwa kita orang berdosa. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, hal yang paling diinginkan manusia adalah menjadi seperti Tuhan. 

Inilah yang setan tawarkan, ini adalah benih dari keangkuhan dan akar dari kehidupan yang kehilangan damai sejahtera. Tidak ada damai sejahtera sama dengan kejahatan yang dilakukan untuk meraih damai sejahtera.

Kita akan lebih jelas melihat, realita hidup bagaimana manusia menjadi tuhan atas diri sendiri dan sekitarnya. Jika ia tidak menjadi tuhan ia akan menciptakan tuhan dan membuat sistem penyembahan yang seperti yang diinginkan oleh hati dan pikiran yang terus berkomunikasi dengan setan. Inilah akar dosa, setan memberikan tawaran, manusia melakukan apa yang setan tawarkan. Hal ini terjadi dan terus terjadi sampai hari ini atas kehidupan manusia, kehidupan Anda dan saya.

Jangan mengira bahwa kita dapat dengan mudah dapat mengasihi Allah dengan cara menyangkal semua natur kita. Kitalah orang angkuh yang Amsal maksudkan. Kitalah orang sombong yang Amsal maksudkan. Dan kitalah orang-orang jahat yang Amsal maksudkan. Dan pada dasarnya kita adalah orang-orang yang tidak mengasihi Allah.

Kita harus memahami hal ini, melalui terang Injil kita dapat melihat siapa kita, Kita adalah orang berdosa yang mencintai semua yang jahat di dalam diri kita, kita adalah budak dosa yang sejak di dalam kadungan ibu kita. 

Mungkin Anda sekarang berpikir, tidak ada harapan bagi Anda, tidak ada yang dapat Anda berikan kepada Allah. Memang demikian adanya, kita bukanlah orang-orang yang secara alami mengasihi Tuhan, karena kasih kita pada tuhan buatan kita sendiri selalu mencapai puncaknya setiap saat. Di mana tuhan yang kita ciptakan, menawarkan kebebasan, kesenangan, kepuasan nafsu jahat dan semua janji yang menyenangkan kita.

Pada dasarnya inilah kesesatan kita, tanpa harapan, hidup dalam kebahagiaan palsu dan membenci kemuliaan Allah dan kasih Allah yang sejati kita tolak. Kita mati di dalam dosa yang menjadi wadah kita, kita tersesat di dalam lobang yang dalam dan kita membusuk di dalam kelamnya kejahatan kita, keangkuhan kita dan semua afeksi (rasa kasih sayang) yang membawa kita kepada diri yang bebas dan menikmati setiap kenikmatan yang dunia dapat berikan.

Entah itu melalui kebebasan untuk menjadi pemalas, sehingga kita hidup miskin. Entah itu kebebasan untuk hidup rajin sehingga kita dapat bermegah dalam semua kekayaan kita. Entah itu kehidupan yang biasa-biasa saja, yang semakin menjauhkan kita dari Allah dan menikmati bagaimana kita benar berdasarkan pemikiran kita. Semua ini adalah lembah kelam yang setan tawarkan, keangkuhan, kesombongan dan kejahatan.

Inilah pemberontakan manusia, pendosa yang layak binasa, Anda dapat merenungkan hal ini dan saya benar-benar berdoa kiranya terang Injil membukakan semua kedalaman diri Anda dan Anda mengerti betapa kita sangat buruk dari apa yang dapat kita ketahui.

Jika demikian, bagaimana kita dapat melihat penyelesaian permasalah yang sangat berat ini. Ketika membaca Alkitab, kita tidak boleh melihat diri kita sebagai pahlawan, karena Alkitab bukan cerita tentang keberhasilan kita, seperti buku-buku yang ditulis oleh manusia. Alkitab adalah buku yang bertujuan untuk memperkenalkan siapa Tuhan dan siapa kita dan segala kegagalan kita untuk mencapai kemuliaan yang telah tidak ada lagi di dalam kita.

Maka dari itu, untuk dapat hidup sebagai seseorang yang cinta pada Tuhan dan membenci setiap kejahatan. Kita harus melihat bagaimana Tuhan berkarya, bagaimana Tuhan yang datang pada manusia. Jika agama-agama pada umumnya memberitahukan kepada Anda bahwa Andalah yang harus mencari Tuhan dan membayat Tuhan agar Anda berkenan kepada-Nya.

Kekristenan memberitahukan, bahwa Allah terus sampai hari ini memanggil orang-orang berdosa untuk bertobat. Termasuk Anda dan saya, kita menjadi Kristen bukan karena kita, tetapi mutlak karena kasih karunia. Melalui ayat-ayat di bawah ini, kita akan melihat Allah yang membeci kejahatan maupun kesombongan.

Mazmur 138:6 TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh. Yesaya 2:11 Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.  Yesaya 2:17 Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.  Yesaya 23:9 TUHAN semesta alam yang telah memutuskannya untuk mematahkan kesombongan, untuk menghinakan segala yang permai dan semua orang mulia di bumi.

Kabar burunya lagi, upah dosa adalah maut dan musuh dari kesombongan Anda dan saya adalah Tuhan, yang berkuasa. Tuhan yang memiliki murka yang menghanguskan. Tuhan yang adil dan bukan hanya membenci dosa tetapi juga membuang pendosa ke dalam murka keadilan-Nya.

Inilah Injil, dengan jujur memberitahukan bahwa tidak ada harapan di dalam kita secara alami. kita adalah orang-orang binasa. Kita tidak jujur, kita sombong, kita angkuh dan kita jahat. Dan masalah terbesar kita, kita adalah musuh Allah yang sejati, Dia yang kudus dan mulia. 

Injil adalah kabar baik, tentang Tuhan dan kita akan melihat cahaya harapan yang kokoh diberitakan oleh Injil. Melalui Amsal yang kita renungkan. Menjadi seseorang yang hidup berpusat pada TUHAN saja dan membenci natur kita.

2. Jalan masuk pada kebencian hingga kematian.

Injil dimulai dari Allah dan bagi kemuliaan Allah untuk kebaikan manusia. Sebab kita diciptakan untuk menikmati setiap kemuliaan yang Allah berikan kepada kita melalui persekutuan yang indah bersama Dia. Sebab tanpa persekutuan dengan Allah, tanpa hati dan pikiran yang cinta pada Allah yang kudus, maka kita tersesat, mati dalam dosa-dosa kita.

Inti dari poin yang pertama, saya menjelaskan bahwa kita tidak akan bisa menjadi cinta Tuhan secara alami. jadi perlu ada kuasa yang mengubahkan kita dan kuasa itu, saya jelaskan di poin yang kedua ini. 

Terpujilah Allah Bapa kita, yang telah mengaruniakan Anak Tunggal-Nya, Yesus Kristus, inilah puncak dari Injil. Kita akan melihat bagaimana kehidupan Yesus sebagai manusia yang tertolak belakang jika dibandingkan dengan kehidupan kita sebagai orang-orang berdosa.

Dia yang telah hidup secara sempurna, tidak ada dosa di dalam diri-Nya, sebab Ia tidak berbuat dosa dan Ia menerima semua kelemahan kita untuk menanggung semua hukuman dosa kita. Di dalam Filipi 2:8 (FAYH) “Ia lebih merendahkan diri-Nya lagi bahkan sampai mati di kayu salib seperti seorang penjahat.”

Paulus membawa kita pada kesimpulan dari kehidupan Yesus sampai pada kematian-Nya. Ia adalah manusia paling suci di dunia ini tetapi oleh karena kerelaan menanggung semua dosa dan hukuman dosa yang seharusnya ditimpakan kepada kita, inilah cerita Injil, di mana Yesuslah yang telah menjadi sangat rendah. Dan secara sempurna menjadi seseorang yang seperti di dalam Amsal 8:13. Ia membenci kejahatan, sebab Ia adalah kebaikan dan ketaatan yang sempurna sampai mati disalibkan.

Ia memiliki kehidupan yang rendah hati, Ia memiliki kehidupan yang tidak angkuh dan sahabat orang berdosa. Ini adalah kabar baik, ketika melihat diri saya yang berdosa begitu dikasihi oleh Kristus, inilah Injil yang menghidupkan.

Saudaraku, ketika Anda percaya kepada Yesus, Dia mengubahkan Anda dari dalam hati. Merenungkan Injil di mana Yesus disalibkan, semua dosa ditimpakan kepada Dia dan kesempurnaan-Nya, baik itu kekudusan dan kebenaran-Nya diberikan kepada Anda dan saya. merupakan kabar bahagia yang membawa sukacita. 

Oleh karena kita sekarang belajar kepada Yesus, kita diberikan kekuatan untuk mengasihi Tuhan. Kita yang dulunya musuh Allah kini menjadi Anak Allah. Kita dapat berdoa kepada-Nya dengan penuh ucapan syukur dengan hati yang baru, hati yang telah hidup untuk Allah. 

Kita membenci kejahatan, karena Yesus membenci kejahatan, kita terus meninggalkan natur kita yang alami. oleh karena Yesus di dalam kita dan kita di dalam Dia, dijadikan terus oleh kuasa Allah untuk serupa dengan Yesus.

Saudaraku, ketika Anda mengaku mengasihi Tuhan dan terlepas dari kasih karunia, itu adalah kesombongan yang sangat gampang menjadikan Anda hakim. Menjadikan Anda hidup tanpa kasih dan tidak sadar bahwa Anda adalah orang berdosa.

Saya telah membawa Anda, saya telah menaruh pal uke kepala Anda bahkan diri saya sendiri. Untuk menyadarkan kita bahkan hanya ketika kasih karunia melimpah di dalam kita dan kita sadar kita bukan orang benar. maka kita akan semakin mengasihi Allah dan membenci kecongkakan.\

Baca Juga:

Gambaran nyata dari orang berdosa di luar sana, merupakan diri kita yang sekarang, tetapi oleh kasih Allah, Dia yang disalibkan. Kita diubahkan. Sekarang, kita dapat berjalan bersama Yesus, membenci dosa, natur kita dan bergumul untuk semakin mengasihi Yesus dan sesama kita.

Sekarang, kita dapat membenci hati dan pikiran kita yang sombong, oleh karena terang Injil, menerangi kita dan memperlihatkan siapa kita. Kita hanyalah segumpal dosa, namun dikasihi dengan kasih yang begitu besar. Terpujilah Tuhan, Dia yang kasih dan adil secara bersamaan, oleh kesempurnaan sifat-Nyalah kita hari ini diselamatkan dan bersukacita dalam hidup baru untuk melayani Dia dan membenci setiap dosa di dalam kita.

Tuhan, ajarilah kami untuk semakin membenci kejahatan, ajari kami untuk membeci kecongkakan dan kesombongan diri kami, dan ajari kami untuk selalu semakin mengasihi-Mu saja. Tuhan ajari kami untuk terus hidup dalam perenungan akan Injil, setiap saat dan berdoa untuk kehidupan yang semakin bertumbuh ke arah Yesus yang telah mengasihi kami dengan kasih yang begitu besar. Di dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Amsal 8:13 Kehidupan yang Takut Akan Tuhan"