Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saat Teduh Tentang Kekuatiran; Kehidupan yang Kembali Pada Firman TUHAN

Saat Teduh Tentang Kekuatiran, Kehidupan yang Kembali Pada Firman TUHAN

Kekuatiran; Kehidupan yang Kembali Pada Firman TUHAN

Amsal 12:25 (TB) Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia

Tidak bisa dipungkiri, kita semua akan merasakan yang namanya kekuatiran, kita merasa bahwa ke depan akan terjadi sesuatu yang baruk. Kita takut dan tidak dapat berbuat apa-apa selain memikirkan hal yang buruk itu, kita lelah hingga membungkuk tidak berdaya.

Mari kita renungkan bersama-sama kedalaman diri, mengapa kita kawatir. Saya mendapati diri saya merasakan kekuatiran karena saya memusatkan segala sesuatu kepada diri saya. Termasuk kehidupan, saya ingin mengontorol semuanya tetapi pada akhirnya saya sadar saya tidak mampu dan munculah kekuatiran.

Ini berakar dari ketidakpercayaan kepada Tuhan, inilah dosa, kita tidak percaya bahwa Tuhan dapat menyelamatkan kita tanpa perbuatan baik kita. Sehingga kita berjuang untuk berbuat baik agar Tuhan berkenan kepada kita dan kita diselamatkan dari api neraka.

Padahal jelas, keselamatan Kristen hanya oleh kasih karunia pemberian Allah melalui Kristus yang telah disalibkan untuk menggantikan manusia. 

Beberapa orang akan berkata bahwa kekwatiran bukanlah dosa dan itu masalah yang kecil karena ini manusiawi. 

Namun saya harap anda memikirkan ulang pernyataan tersebut. Bagi saya rasa kawatir di dalam diri merupakan dosa yang serius. Karena ini berakar pada kepercayaan pada diri sendiri, ingin mengontrol kehidupan dan ingin selalu menjadi pusat dari kehidupan.

Kekwatiran melelahkan, karena faktanya pada saat kita kawatir kita sangat menyadari keterbatasan kita sebagai manusia. Kita melihat bahwa kita tidak dapat mengontrol dunia ini, lalu kita memikirkan kemungkinan-kemungkinan paling buruk dalam kehidupan saat ini.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk melawan perasaan dan pemikiran kawatir? Hari-hari ini saya juga mengalami yang namanya kawatir, tetapi setelah saya menganalisa perasaan ini dan kembali kepada Injil sebagai penyelesaian masalahnya. Baca juga: Saat teduh tentang sukacita

  • Pertama, saya harus jujur kalau kekwatiran saya adalah dosa.
  • Kedua, saya harus sadar bahwa saya sangatlah terbatas.
  • Ketika, keterbatasan saya membuat saya sadar bahwa saya tidak bisa menjadi pusat kehidupan saya.
  • Keempat, saya harus melihat pada kasih karunia merenungkannya.
  • Kelima, saya didasarkan bahwa hidup saya adalah milik Tuhan dan semua hal yang saya kerjakan sekarang adalah tentang Dia dan rancangan-Nya.
  • Keenam, memikirkan janji-janji Tuhan yang ada di Alkitab.

Saya akan membawa anda lebih jauh lagi untuk hidup dalam kasih karunia ini, di dalam 3 poin yang akan menjadi perenungan kita bersama-sama.

Saat Teduh Tentang Kekuatiran; Kehidupan yang Kembali Pada Firman TUHAN

1. Memperlambat tempo

Di dunia yang segala sesuatu terjadi begitu cepat, dunia modern yang menawarkan kecepatan di atas rata-rata kehidupan normal seperti 10 tahun lalu. Ini juga menjadikan kita sangat tertekan. Kita tahu bahwa media menawarkan banyak hal untuk dilihat, kita melihat orang-orang yang kaya pada usia muda. 

Misalnya kaya usia 10 tahun. Lalu kita membandingkan diri kita yang sudah umur 20 tahun dan tidak menjadi apa-apa. Kita harus sadar, bahwa hidup orang lain bukanlah hidup kita, jika kita harus menderita di dalam Yesus, itu jauh lebih indah. Inilah yang saya maksud untuk memperlambat tempo sehingga kita lebih tenang di dalam kasih karunia.

Tetapi poin memperlampat tempo, tidak diperuntukkan bagi orang-orang malas yang enggan bekerja dan berharap karena kasih karunialah anda akan sukses, akan hidup makmur, anda akan menikah dan dapat hidup bahagia. 

Penderitaan dan kesengsaraan selamanya akan terjadi bagi orang-orang malas. Tidak ada tempo yang harus diperlambat bagi orang malas. Anda harus bangun dan bekerjalah. Kewatiran hidup anda hadir, bukan karena dunia yang cepat tetapi karena anda terlalu malas. Kita harus bertobat dari diri yang malas dan manja takut akan penderitaan oleh karena pekerjaan.

Lalu bagaimana sikap yang memperlampat tempo yang benar, ketika kita melihat dunia dengan sangat realistis. Kita yang sudah bekerja keras, kita yang dilahirkan di keluarga yang biasa-biasa saja. Kita yang hidup bukan untuk mendapai apa yang dunia ini ingin capai. Kita yang seharusnya mengerti Kekristenan kita.

Kehidupan yang cemas kawatir, tidak bisa dilepaskan dari hati dan pikiran yang telah terpaut dengan dunia keinginannya dan kemegahannya. Kita ingin memiliki mobil pada umur yang telah kita tentukan, tetapi kita tahu meskipun bekerja keras kita tidak akan mampu membelinya. Kehidupan yang seperti ini akan dipenuhi tekanan. 

Kehidupan Kristen tidak pernah bertujuan untuk membeli mobil, ini terlalu hina dan tidak berguna. Ada tujuan yang lebih indah, mulia dan tidak terkatakan sukacita yang didapatkan. Ketika kita menghidupi tujuan tersebut, meskipun dalam kehidupan yang paling biasa-biasa saja dilihat dari kacamata dunia yang telah rusak oleh dosa. 

Tujuan yang mulia dan bernilai kekal inilah yang seharusnya menjadi fokus kita dan membuat kita bekerja keras denga naman di dalam dekapan kasih Allah, tenang dalam kasih karunia. Dan hidup semakin mengenal Kristus yang menjadi pondasi iman kita.

Saya telah membuat kapan saya lulus kuliah, saya telah memperhitungkan kapan saya menikah. Tetapi waktu berkata lain. 

Pada awalnya saya sempat kawatir, tetapi ketika saya dibawa kembali pada Injil dan tidak lagi mengijinkan dunia yang cepat dan dengan semua kemegahannya menawan hati dan pikiran saya. 

Maka sekarang saya diarahkan pada tujuan hidup yang baru berdasarkan Firman TUHAN. Tujuan yang indah dan jauh lebih mulia.

Inilah yang poin ini tawarkan kepada anda dan saya terus renungkan. Tentang memperlambat tempo yaitu sebuah harapan yang ada di dalam Tuhan bukan berdasarkan apa yang media katakan, lingkungan katakan, dan perasaan maupun pikiran inginkan. Tetapi berdasarkan firman Tuhan.

Tuhan memiliki rencangan bagi setiap kita, rancangan inilah yang ada di dalam artikel ini yang akan dibahas lebih lanjut dipoin-poin selanjutnya. 

Tentunya rancangan ini, ada dibidang kehidupan masing-masing dan tidak akan bisa sama satu sama lain. Tetapi memiliki satu tujuan yang sama melalui berbagai bidang yang berbeda. Yaitu kita menjadi terang dan garam dunia.

Baca Juga: Renungan Lukas 2:20

Memperlampat tempo berarti kita melihat pada Allah pada apa yang akan Dia kerjakan atas hidup kita, Berapa pun umur kita. Ini didasari pada Efesus 2:10 sebab kita ini ciptaan Allah diciptakan di dalam Krstus Yesus, kita dibentuk untuk melakukan pekerjaa baik, yang sudah Allah persiapkan bagi kita.

“Permasalah hidup itu baik ini mendewasakan, karena akan memperkenalkan siapa kita, kita yang sangat rapuh dan tidak berdaya. Dan memperkenalkan siapa TUHAN kepada kita, Dia yang mengasihi dengan kasih yang kekal, Dia yang berkuasa dan mengarahkan kita pada yang terbaik berdasarkah kehendak-Nya.”

2. Memikirkan dan melayani jiwa-jiwa

Saya telah menjelaskan bahwa akar dari Kekuatiran adalah kehidupan yang berpusat pada diri sendiri. Jadi kehidupan yang tidak kawatir merupakan kehidu[an yang berpusat pada Kristus, kita sadar bahwa kita adalah milik Yesus. 

Kita sadar bahwa seluruh hidup kita tentang Dia dan apa pun yang terjadi semua itu ada dalam kedalam kedaulatan pemeliharan Tuhan. Bukankah ini menangakan.

Kehidupan yang kawatir, karena menginginkan dunia dan segala kemegahannya yang tidak ada habisnya. 

Menjadikan kita semakin lelah, semakin takut, dan semakin mendasari kehidupan kita pada sesuatu yang sangat fana dan rapuh. Semua ini membentuk car akita hidup, car akita berpikir dan bertindak dan yang semakin menjauh dari Tuhan.

Inilah yang ingin saya sampai melalui poin ini, yaitu Kristus, Dia yang tidak pernah kawatir. Yesus pernah menangis, Dia bekerja keras, Dia bergaul dengan banyak orang, Dia menjadi Guru yang baik bagi para murid-Nya. Dia berdoa dan beribadah, Dia melakukan semua hal yang manusia lakukan. Tetapi Yesus tidak pernah kawatir, mengapa? 

Mungkin jawaban yang paling gampang, karena Dia Allah dan tidak berdosa. Ini ada benarnya, tetapi ketika Anda membaca 4 Kitab Injil dan mempelajari dengan baik. apa yang menjadi fokus Kristus hidup, ini akan membuat anda mengerti mengapa Yesus tidak kawatir.

Pertama, Ia tidak berpusat pada diri sendiri. semua hal yang Ia kerjakan bukan untuk kemuliaan diri-Nya melainkan untuk keselamatan bagi jiwa-jiwa. Yesus memberitakan Injil dan memuridkan, Dia ingin menyelematkan banyak orang dari antara orang Israel dan sampai ke ujung bumi.

Kedua, Ia melakukan semua tindakan berpusat pada kehendak Bapa yang mengutus-Nya sebagai manusia. Inilah yang membuat Yesus tidak kawatir sampai pada titik diri-Nya dihancurkan dan ditinggalkan oleh Allah Bapa, tetapi Ia tetap percaya pada Allah dan taat sampai akhirnya Dia dimuliakan.

Yesus adalah pondasi dari kehidupan yang tidak kawatir, tanpa hati dan pikiran kita ditawan oleh keindahan kasih karunia-Nya kita akan selalu hidup dalam kekuatiran. Tanpa kita mengenakan pikiran dan perasaan Kristus yang mengasihi jiwa-jiwa kita akan selalu ada dalam ilusi bahwa kitalah pemilik kehidupan.

Saudaraku, jika Kristus tidak menjadi pemilik kehidupan anda maupun saya, maka kita akan selalu dimiliki oleh dosa, kita akan ditawan oleh setan dan diperbudak untuk melawan Allah dan masuk ke dalam kebinasaan kekal.

Baca Juga: Kumpulan renungan Yohanes

Injil memberitakan Kristus yang telah disalibkan untuk membebaskan manusia dari kutuk dosa, karena kutuk dosalah manusia menjadi sangat kawatir. Tetapi karena begit besar kasih Allah, maka kita yang percaya kepada Kristus beroleh keselamatan untuk hidup menjadi milik Yesus dan mengenakan pikiran dan perasaan Yesus.

Kita diundang untuk hidup sama seperti Yesus hidup. Kehidupan yang berpusat pada Yesus adalah kehidupan yang memandang pada Yesus sebagai tujuan, teladan, dan Tuhan. Inilah kehidupan yang harus kita gumulkan dan hidupi.

Yesus mengasihi jiwa-jiwa, Dia di dunia ini memikirkan keselamatan jiwa-jiwa, Ia menangis karena dosa yang mejerat manusia. Ia bersedih karena kematian, hati-Nya penuh dengan belaskasihan. Yesus tidak pernah kawatir dalam hidup-Nya karena Dia tidak dipikat oleh kemegahan dan keindahan dunia, Ia tahu dunia yang sekarang indah dalam kepalsuam oleh karena dosa berkuasa.

Kehidupan Yesus adalah teladan nyata di mana kita harus taat kepada Yesus sama seperti Yesus taat kepada Allah Bapa sampai Ia mati disalibkan. Demikianlah kita taat kepada kehendak Yesus, kita melihat bahwa tugas kita, tujuan kita sama seperti tujuan Yesus yaitu melayani jiwa-jiwa dan memikirkan bagaimana hidup kita dapat benar-benar menjadi pembawa Injil yang menyentuh setiap pribadi.

Yesus dengan serius hidup dengan fokus yang berasal dari Allah Bapa, demikianlah kita yang tahu sekarang bahwa Yesus adalah tujuan kita, sebaiknya seluruh hidup kita fokus pada bagaimana Injil dapat tersampaikan kepada sesama kita.

Keinginan kita dialihkan dari yang dulu sama seperti keinginan dunia, seperti rumah mewah, jabatan yang tinggi, dan hal-hal yang berpusat pada diri dan kita mengira hal itu memberikan kepuasan. Kini kita hidup baru dan ingin selalu menjalankan kehendak Yesus, apa pun bekerjaan yang kita kerjakan.

Kita bekerja untuk Injil, kita berduka karena dosa yang mengikat orang yang kita kenal. Sehingga kita mendoakan mereka. Kita menikah karena dalam pernikahan kita dapat bersama-sama bertumbuh ke arah Yesus untuk melayani Yesus.

Panggilan yang jauh lebih besar dalam setiap bidang kehidupan masing-masing

Di dalam Injil panggilan kita jauh lebih besar, yaitu untuk membawa keselamatan bagi jiwa-jiwa. Kita hidup kudus dan membenci dosa. Yesus sebagai Tuhan, akan memampukan kita untuk hidup kudus, sebab oleh darah-Nya kita dikuduskan dan meninggalkan kehidupan berdosa, kita bertobat setiap hari, kita memberitakan Injil kepada diri sendiri.

Dipanggil untuk membawa Injil kepada dunia, dimulai dari diri sendiri dan orang sekitar. Ketika anda sebagai seorang pria maupun Wanita dipanggil untuk menikah. Ini bukan lagi tentang anda akan dilayani isteri anda atau anda sebagai isteri melayani suami anda. Dan anda akan menjadi seorang suami maupun ayah maupun ibu.

Ada tujuan yang jauh lebih besar, yaitu untuk bersama-sama isteri anda bertumbuh dan melayani orang-orang. 

Jadi yang mejadi fokus anda dan keluarga anda bukanlah rencana akan kehidupan yang fana, menyedihkan dan membuat semakin kawatir. 

Tetapi setiap hari hidup dalam pekerjaan dan tanggung jawab untuk mengenal Yesus dan kuasa kebangkitan-Nya. 

Melalui keluarga anda Injil dapat tersampaikan ke masyarakat, anda dan keluarga anda melayani jiwa-jiwa, memikirkan pertumbuhan iman mereka dan hidup bagi kemuliaan Allah. ini sangat indah, inilah tujuan dari pernikahan yaitu mengenal Yesus dan semakin serupa dengan Yesus kedua pribadi yang telah menjadi satu daging dalam pernikahan.

Saya membawa Anda bukan pada hal yang remeh

Jika Anda membaca artikel ini, sampai sejauh ini, saya sangat berharap apa yang saya tulis pesan Injil tersampaikan. Saya membawa anda pada kehidupan yang jauh lebih tinggi di dalam kehidupan Kekristenan kita, bukan sekedar tidak kawatir tetapi hidup tetap pada tujuan diri sendiri bukan tujuan Injil Yesus Kristus.

Kita kawatir, seringkali karena hati kita meragukan Tuhan dan ini berakar pada kehidupan yang menginginkan dunia ini. Dan saya membawa kita bersama-sama melihat pada Yesus yang disalibkan dan tetap tetang, karena Dia tahu Dia aman dalam tangan Bapa-Nya.

Demikianlah kita, seharusnya cara pandang kita ketika hidup dalam Yesus dan melakukan tujuan Allah, kita akan tetap tenang. Walau salib sangat menekan, walau penderitaan itu datang. Walau hidup tidak sedang baik-baik saja. Walau pun saya tidak menjamin ke depan saya tidak kawatir, tetap saya yakin oleh Roh Kudus hati dan pikiran saya akan terus dibawa kembali kepada Injil.

Demikianlah kerinduan saya untuk anda yang membaca artikel ini, terus kehidupan anda, dalam konteks pekerjaan anda, anda dibawa oleh Roh Kudus untuk kembali pada Injil pada saat-saat paling sulit. Untuk menikmati Yesus dan bersyukur karena kasih karunia yang melimpah dalam Dia.

Baca Juga: Renungan Amsal 12:25

Untuk menutup artikel saat teduh ini, saya membawa anda untuk memegang janji Tuhan bagi kita, janji yang akan selalu Ia tetapi. Janji yang selalu menyegarkan iman, membesarkan hati ketika di dalam masa sulit. Kiranya Roh Kudus terus membawa kita pada kehidupan yang berpusat hanya pada Injil Yesus Kristus saja. Melalui Firman-Nya dan doa-doa yang didasarkan pada Alkitab.

3. Memegang janji TUHAN

Kita telah belajar dan merenungkan, bahkan kehidupan yang tidak kawatir adalah kehidupan yang berpusat pada Yesus, sama seperti Dia melayani jiwa-jiwa dan memikirkan jiwa-jiwa. Dan semua itu Ia lakukan karena kehendak Allah Bapa.

Saya telah mengajak anda untuk bergumul, agar kehidupan Kristen kita tidak terpikat oleh keindahan dunia, oleh semarak dunia yang berdusta. Dan sekarang saatnya kita mendasarkan hidup kita hanya pada firman Tuhan.

Saya sangat memaksa anda untuk membukan Alkitab anda setiap hari. Bacalah! Renungkanlah! Dan seraplah itu menjadi prinsip hidup anda. temukan Yesus di setiap teks alkitab Anda.

Baca Juga: Saat teduh Kristen untuk 3 hari

Berdoalah, sampaikan isi hati anda, doa adalah penyerahan diri pada kehendak Tuhan, tunduk dan terus memuji Dia dan membangun relasi dengan Dia. Sepanjang hidup anda, Kekristenan kita. 

Janji Tuhan sangat manis untuk direnungkan, itu bukan hanya membuat tenang. Tetapi juga mengandung kuasa yang menyelamatkan. Menguatkan, mengarahkan, membuat kita fokus kepada Tuhan untuk taat pada rancangan-Nya.

Janji TUHAN, ayat alkitab agar tidak khawatir renungkanlah

Matius 28:18-20 (TB)  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Yohanes 14:26 (TB)  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Filipi 4:13 (TB)  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 

Yesaya 41:10 (TB)  janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. 

Bilangan 23:19 (TB)  Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? 

Ratapan 3:22-23 (TB)  Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,  selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 

1 Petrus 5:7 (TB)  Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 

Yohanes 14:27 (TB)  Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Roma 8:32 (TB)  Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Filipi 4:19 (TB)  Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 

1 Yohanes 5:4-5 (TB) sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Doa

Hanya ketika Engkau dengan benar-benar menjadikan kami seperti Yesus, hati dan pikiran kami ditawan oleh Yesus dan hidup kami diserahkan untuk menjadi hamba Yesus. Maka rasa kawatir dalam hati hilang. Karena kami tahu, hidup kami aman dalam kasih karunia yang melimpah dari Allah Tritunggal. Segala pujian dan hormat hanya bagi Allah sampai selama-lamanya, dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Saat Teduh Tentang Kekuatiran; Kehidupan yang Kembali Pada Firman TUHAN"