Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Saat Teduh Mazmur 4 :1-2 Menghadap TUHAN Untuk Memohon Belas kasihanNya

Judul Renungan Saat Teduh; Menghadap TUHAN Untuk Memohon Belas kasihanNya

Bacaan Alkitab; Mazmur 4:1-2

Tidak ada satupun di antara kita tidak memiliki kebutuhan untuk dengarkan. Kita semua mau didengarkan, kita semua membutuhkan seseorang yang mau dengan rela mendengarkan apa yang ada di dalam hati dan pikiran. Anda harus membayar mahal untuk seseorang psikolog yang siap mendengarkan keluhan Anda.

Seseorang yang telah dewasa, akan memilih pasangan hidup yang bukan saja berdasarkan penampilan. Tetapi ia juga akan memilih seseorang yang dapat mendengarkannya dan tentunya seseorang yang memiliki keterbukaan untuk dapat saling memiliki dan berbagi kehidupan.

Terkecuali orang tersebut dimabuk cinta, ia memutuskan segala sesuatu berdasarkan perasaan yang menggebu-gebu. Maka ia tidak akan peduli dengan seperti apa watak dari seseorang yang akan bersamanya. Ini tidak baik, tetapi bukan ini yang akan kita bahas.

Saya mengajak Anda untuk melihat diri Anda, diamlah sejenak dan pikirkan, sesuatu yang aneh dalam diri Anda. Bukankah setiap kita ingin mendapatkan perhatian? Setiap kita membutuhkan pribadi lain yang siap menolong kita kapan saja.

Jika Anda bersama orang tua Anda sekarang, mereka adalah orang-orang yang memang dapat diandalkan. Meskipun dalam beberapa kasus berbeda, tetapi saya ingin tegaskan bahwa setiap kita memiliki kebutuhan yang sama, kita membutuhkan kepuasan untuk dimengerti dan didengarkan ini tersimpan dengan rapi di dalam diri kita.

Kita memiliki rasa penasaran, memiliki rasa ingin aman, kita memiliki rasa ingin didengarkan, dan celakanya hanya sedikit dari kita yang ingin mendengarkan. 

Saya dapat bergaya sebagai seseorang yang berkonsentrasi mendengarkan seseorang yang baru kenal dengan saya dan ia banyak cerita. Namun di dalam hati saya berteriak, “Anda pergi saja, saya lelah mendengarkan cerita Anda.”

Lain kasusnya jika ia sahabat saya, walaupun sahabat saya, seringkali mendapati diri saya tidak ingin mendengarkan. 

Saudaraku, kita adalah orang-orang lemah, kita pada dasarnya tidak bisa hidup dalam kesendirian. Kita membutuhkan seseorang yang dapat memahami kita dan mampu memberikan masukkan kepada kita tentang banyak hal untuk melihat kehidupan dan berkeputusan untuk masa kini dan masa depan. Dan saya harap orang-orang yang bersama Anda memiliki kehidupan yang berpusat pada Kristus.

Suatu ketika ada satu kawan bertanya pada saya, “kamu tidak kesepian, kamu tidak ingin memiliki teman curhat, kamu tidak ingin memiliki pacar untuk penyemangatmu?” yaaa karena saya sekarang masih sendiri dan saya rasa umur saya masih sangat muda untuk memiliki kekasih yang di mana saya harus berkomitmen.

Kita lanjut ke pertanyaan teman saya ini, sejenak saya berpikir untuk menjawab, apakah saya terlihat kesepian dengan tidak adanya pacar. “Tidak, tidak,” saya menghibur hati saya. Saya pada waktu itu tidak menjawab karena saya bingung mau menjawab apa.

Tetapi ketika saya kembali ke kamar saya dan merenungkan pertanyaan tersebut. Saya menyesal tidak menjawab pertanyaan yang menurut saya menunjukkan satu realitas tentang, begitu banyak orang menyembah manusia lainnya. KESEPIAN, TEMAN CURHAT, TEMAN PENYEMANGAT. 

Anda yakin jika Anda memiliki pacar, semua kesepian Anda, semua semangat Anda, semua kebutuhan Anda untuk didengarkan akan terpenuhi. 

Jujur untuk membayangkan ketika saya memiliki kekasih dan berharap ia dapat memenuhi kebutuhan terdalam diri saya. Ini adalah sesuatu yang menakutkan, bahkan sampai saya memiliki istri pun, ini tetaplah sesuatu yang menakutkan untuk dibayangkan.

Saya ingin tegaskan semua manusia telah berdosa (Roma 3:10, 23) kita semua memiliki perasaan yang sama, perasaan yang baru saja sangat senang satu detik kemudian sedih. Inilah realitas kedalaman diri kita, kita tidak pernah benar-benar dapat memiliki damai sejahtera yang sejati, sampai kita benar-benar mati dan hidup kembali bersama Kristus, inipun melewati pergumulan yang panjang.

Kebodohan terbesar anak muda, Anda dan saya, jika Anda orang tua dan masih berpikir bahwa orang lain akan memenuhi kebutuhan terdalam Anda, saya mohon maaf Anda termasuk. 

Kita berharap manusia berdosa memenuhkan kebutuhan kita yang hanya bisa dipenuhkan oleh yang kekal, yang mulia, yang indah, yang bersinar, yang memuaskan, yang menghibur yang manis didengar, yang dapat memberikan sukacita kekal. INI TIDAK AKAN TERJADI, jika pusat kita adalah manusia lain dan diri sendiri.

Siapapun dia, orang paling rohani dan kudus, tidak dapat memenuhkan kebutuhan yang saya sebutkan, di atas. Siapa yang mulia tidak ada, siapa yang dapat bersinar, saya rasa hanya seseorang yang sedang jatuh cintalah yang dapat melihat seseorang yang ia cintai bersinar, tetapi beberapa waktu kemudian gelap.

Ketika Paulus menuliskan surat kepada jemaat di Filipi, saya rasa tulisan inilah yang mendefinisikan kebutuhan hati dan pikiran kita, kebutuhan jiwa yang diciptakan untuk kekekalan yang mulia dan indah Anda dapat merenungkannya di (Filipi 4:8-9). 

Saudaraku saya membawa Anda pada satu realita diri kita, melalui Mazmur 4 kita dapat belajar pada siapa kita dapat merasakan kepuasan sejati. 

Kepuasan ini tidak di dasari perasaan Anda, karena kepuasan yang dari Tuhan sangat logis, karena kita diajak tunduk pada kasih karunia, lalu melepaskan semua harapan kita terhadap sesama manusia dan sesuatu yang lain di hati dan pikiran. 

Kepuasan ini memberikan kepada kita pengertian yang mendalam akan satu Pribadi yang mulia dan memiliki Integritas.

Ia setia, bukan karena perasaan kita senang ketika harus datang kepada Dia, tetapi Dia adalah Dia yang sama dalam kemahakuasaan-Nya. “Aku adalah Aku.”

Dia yang dapat memberikan kepuasan kepada Daud dan para nabi di dalam kesesakan mereka. Dan para Rasul yang harus menderita untuk memberitakan Injil. 

Dia Allah yang sama, saya teramat yakin, dapat memberikan kepada Anda dan saya kepuasan untuk akhirnya kita menemukan sebuah makna, sebuah tujuan, sebuah kepuasan, dan kehidupan yang sejati hanya di dalam Dia, Allah pencipta langit dan bumi. 

Mari kita bergumul bersama-sama untuk hal ini! Bersama saya melalui renungan ini, kita masuk lebih dalam lagi, kepada kehidupan yang melihat, memandang, dan menikmati kehadiran Allah.

Saya membagikan 2 Poin tentang bagaimana kita dapat menghadap dan bagaimana sikap hati kita ketika datang kepada Allah, memuliakan Dia dan memohon belas kasihan-Nya. Sebelum masuk ke poin-poin marilah kita baca bersama-sama dasar dari renungan kita;

Mazmur 4:1-2 (TB) "Untuk memimpin biduan, dengan permainan kecapi. Mazmur Daud. Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberikan kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!"

Di bawah ini poin-poin yang akan kita renungkan;

Pertama, tentang bagaimana kita dapat mengerti, kebenaran yang berasal dari Allah sebab Dialah Sang Kebenaran.

Kedua, tentang bagaimana kita dengan, kejujuran hati di hadapan Allah dimulai dari memuliakan Dia Sang Kudus dari sorga dan pemilik kehidupan, karena Anda dan saya diciptakan untuk memuliakan Dia.

Renungan Kristen Bacaan injil hari ini Renungan Saat Teduh Mazmur 4 1-2 Menghadap TUHAN Untuk Memohon BelaskasihanNya
agung raditia wy

Renungan Saat Teduh Mazmur 4 :1-2 Menghadap TUHAN Untuk Memohon Belas kasihanNya

1. Allah Sang Kebenaran

Mata yang tertuju kepada Allah, untuk mengenal Dia, kegum pada-Nya, mengasihi Dia, dan tuntuk taat kepada-Nya. Saudara saya memberikan satu definisi tentang taat dan ini adalah definisi yang cukup indah menurut saya “TAAT” artinya tidak ada alasan titik. 

Saudaraku untuk dapat masuk ke dalam kehidupan yang dewasa secara Rohani, Anda haruslah terlebih dahulu menjadi seorang bayi rohani. 

Kelahiran baru dikerjakan oleh Roh Kudus, di dalam hati setiap kita, hanya hati orang-orang yang telah baru dan hidup baru dan memiliki cara pandang barulah yang akan dapat mengerti Allah Sang Kebenaran.

Ketika Anda mendapati bahwa Dia adalah Sang kebenaran, Ia yang telah menciptakan Anda dan memberikan kehidupan yang baru melalui karya Anak-Nya Yesus Kristus. 

Anda dibawa untuk tersungkur di bawah kaki salib Yesus, disucikan oleh darah Yesus, pada saat inilah Anda tidak akan pernah ada alasan untuk tidak tunduk kepada Allah. Anda akan tuntuk kepada Allah titik.

Demikianlah setiap kita menerima kekudusan Kristus, Kristus adalah Allah yang benar, kebenaran hanya ada di dalam Dia, Dialah definisi dari kebenaran. 

Saya membawa Anda merenungkan hal yang sangat penting ini, untuk semakin kagum dan mengerti sifat-Nya. 

Daud di dalam Mazmur 4 sangat mengerti bahwa Allah adalah Sang Kebenaran. “Ya Allah yang membenarkan aku.” Hanya yang benar, hakim yang adil Sang kebenaran yang dapat membenarkan, Daud sangat mengerti tanpa kebenaran dari Allah, ia adalah orang berdosa yang layak dibinasakan. 

Anda dan saya haruslah sadar hal ini, bahwa kita adalah manusia berdosa yang layak menerima semua hukuman dosa. 

Murka dari Hakim yang adil Allah itu sendiri, tetapi di dalam Kristus Allah yang menjadi manusia. 

Kita menerima kebenaran secara Cuma-Cuma untuk masuk ke dalam kehidupan baru (bayi rohani) menuju kehidupan yang dewasa secara Rohani, taat sampai kita dapat berkata, “bagiku hidup adalah Kristus.” 

Dia hakim seketika menjadi dosa, Ia benar seketika tidak benar, Dia suci kudus, menjadi tidak kudus. Inilah Injil, ini adalah kabar baik, Anda dan saya manusia berdosa yang diselamatkan. Karena kekayaan rahmat-Nya, kemuliaan dan kesetiaan janji-janji-Nya, kemuliaan dan integritas yang sempurna dari Dia untuk Dia bagi kemuliaan-Nya. Anda dan saya diselamatkan dari perbudakkan dosa. 

Kasih karunia yang tidak ada batasnya selama Anda masih bernapas, maka bertobatlah! Anda dan saya menerima anugerah, kita dikuduskan karena kekudusan Kristus ditimpakan kepada kita, kita dibenarkan karena kebenaran Kristus ditimpakan kepada kita, kita mendapatkan persekutuan dengan Allah pencipa langit dan bumi karena Kristus Sang Jalan Kebenaran dan hidup. 

Tidakkah Anda bersukacita karena keindahan kabar ini, tidakkah Anda bersyukur karena Yesus telah hidup dan tidak hanya mati di kayu salib, Ia telah menang. Maut tidak berkuasa atas-Nya. Ini artinya kuasa dosa, kuasa maut tidak berkuasa atas Anda dan saya. Segala pujian hanya bagi Dia saja, sampai selama-lamanya.

Tidak akan pernah ada kepuasan jiwa jika tidak ada kekudusan, tidak akan ada damai sejahtera jika kasih Yesus tidak menjadi pusat kehidupan. Anda akan terus hidup sebagaimana bukan untuk hal itu Anda hidup, ini menyedihkan, ketika hidup Anda bukan untuk Kristus. 

Kematian Kristus, Ia menanggung semua hukumana dosa, pada dasarnya mengembalikan manusia pada tujuan awal penciptaan, yaitu menjadi serupa dan segambar dengan Allah. 

Manusia-manusia yang menyembah Allah dan kagum kepada-Nya dan menikmati setiap berkat rohani maupun jasmani secara utuh dari Allah, ikatan kasih yang sejati antara sesama manusia dan manusia dengan Allah.

Yesus memulai semua ini dengan memilih orang-orang biasa, para murid. Ia melakukannya bukan berdasarkan hikmat dunia yang memandang prestasi dan kehebatan dan kebaikkan manusia. Ia memilih berdasarkan kasih karunia, sebab Ia melakukannya berdasarkan kebenaran, Ia membenarkan orang-orang yang Allah Bapa berikan kepada-Nya.

Kita yang telah di dalam Kristus memiliki kehidupan yang baru, di bawa ke dalam kehidupan yang penuh kasih, kasih Kristus melimpah atas hidup kita inilah yang Anda dan saya harus renungkan setiap saat. Memandang kepada salib-Nya, merenungkan kebaikkan-Nya, cinta-Nya, anugerah-Nya untuk kita yang adalah pendosa besar.

Lalu sekarang pertanyaannya, apa tugas kita, ketika Anda dan saya mengerti, kita percaya kepada Yesus kita dibenarkan dan dosa tidak berkuasa atas kita. 

Tugas kita adalah membenci dosa untuk masuk lebih dalam ke dalam kebenaran, untuk lebih lagi menikmati kebenaran. Ketika Anda dan saya peracaya Yesus, kita bercerai dari dunia (1 Yohanes 2:15-17 ).

Di dalam kebenaran, kebencian melawan dosa adalah perperangan tanpa henti, kita akan terluka akibat dosa. 

Kebanyakan orang tidak mengetahuinya, dan melelahkan diri mereka sendiri dengan sia-sia untuk menjelaskan penyebab hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Apa pun yang dipikirkan oleh orang-orang yang sombong, dosa adalah AKAR BESAR dan DASAR DARI SEMUA KESEDIHAN. Betapa banyak orang yang seharusnya membenci dosa!

Satu hal saudaraku yang membuat saya sanagat lelah hidup bahkan lebih baik saya mati saja, ketika saya melihat kebukkan ke dalam diri saya. 

Seperti sebuah batu yang berlumut, batu yang tidak berharga, batu yang mengeluarkan bau yang menyengat sebuah jenis kehidupan yang penuh kemunafikkan dan kebencian dan keanehan dan keangkuhan, inilah yang ada di dalam saya. 

Berdoalah untuk kehancuran hati kita, hati yang berlumut ini, sehingga diganti baru oleh Kristus dan terus kita mencabut akar dosa di dalam diri. 

Setiap hari setiap, hari setiap hari mematikan dosa membenci dosa dan terus melihat hati masing-masing untuk semakin membenci dosa.

Menyaksikan kemenangan diri kita atas dosa yang melelahkan ini, perperangan bersama Kristus. inilah pergumulan seumur hidup Anda dan saya, sama seperi yang Paulus tulis di (Roma 7:20-42)

Inilah yang akan membawa Anda pada kepuasan sejati di dalam diri Anda, yaitu kematian dosa Anda. pertobatan sejati Anda, kasih Kristus yang nyata-nyata Anda nikmati setiap saat dalam kegelapan sekalipun. 

Anda semakin bertumbuh dalam iman, Anda menyerahkan kehidupan, ke-aku-an. Dan hak-hak Anda kepada Kristus, maka Anda akan menemukan kehidupan yang sungguh-sungguh puas dalam kasih karunia.

Pada poin yang kedua, kita akan belajar bagaimana sikap hati kita, bagaimana kita di hadapan Allah memuliakan Dia dan semakin puas di dalam Dia.


2. Kejujuran hati di hadadapan Allah

Saya akan memului poin ini melalui Roma 8:1-2, di dalam Kristus kita dimerdekakan, tidak ada penghukuman bagi Anda dan saya yang ada di dalam Kristus. Ini adalah kabar baik, karena Kristus kita memiliki kekuatan untuk berperang melawan dosa.

Jika Anda perhatikan pada Mazmur 4:2, bagaimana Daud dengan jujur memohon kepada Allah, ia tidak menutupi bahwa ia sedang lemah, ia sedang ada di dalam kesesakkan. Ia ingin kelegaan yang dari Allah, ia berseru untuk dirinya agar Allah menjawab dia.

Musuh terbesar Anda dan saya, musuh yang mulukai batin kita setiap saat, perasaan yang tidak menentu. Semua itu karena dosa yang menjadi akar kehidupan, sejak dalam kandungan Anda dan saya dikandung dalam dosa. 

Jika Anda melihat semua penderitaan di muka bumi ini, semua itu karena manusia berdosa, manusia memberontak kepada Allah, manusia memiliki definisi masing-masing untuk sebuah kebenaran, inilah dosa, tidak tepat sasaran.

Saudaraku berserulah, berserulah, Anda dan saya telah menerima keselamatan kita ada di dalam Kristus. Dosa seringkali membawa kita pada keraguan akan kasih karunia, dosa seringkali membawa kita pada jalan yang gelap dan hampa. Kita tidak bisa melihat kehadiran TUHAN, di dalam semua ini.

Maka berserulah dengan jujur di hadapan-Nya, seperti yang Paulus percayai ia tulis di dalam (2 Korintus 12:9-10) Intinya dalam kelemahan kita dalam kesakitan kita dan ketidakmampuan kita Kasih karunia adalah kekuatan kita, ini yang Allah kerjakan di dalam hati Anda dan saya. Hati yang baru berasal dari Allah yang mahakuasa dan mahakudus, kehidupan yang dikuduskan oleh darah anak Allah.

Jika takut takutlah, jika lelah lelahlah, jika iman Anda lamah lemahlah, jika perasaan campur aduk campur aduklah, jika harus dalam gelap berdiamlah, jika semuanya terlihat kacau biarkanlah. 

Ini semua soal perasaan dan pikiran Anda dan saya kita harus realistis terimalah semua rasa ini yang merupakan anugerah Allah, yang menyadarkan bahwa Anda bukan pusat kehidupan Anda dan dunia. Membawa Anda pada pertobatan bahwa Anda hanyalah debu yang menguap.

Akui semua yang ada di dalam diri di hadapan Allah, Dia yang adalah pusat kehidupan, saya rasa Anda tidak perlu berpura-pura hebat di hadapan-Nya agar Ia terima. Karena doa hati yang hancur dalam kejujuran dan kebodohan dan ketidakmampuan akan benar-benar memberikan Anda kepuasan sejati. 

Hubungan yang intim antara dua pihak yang satu dalam kehancuran dan Dia oleh kasih-Nya mendekap dalam kehangatan cinta yang sejati.

Di dalam Kristus, kita diselamatkan, semua hukuman dosa Ia yang menanggungnya. Semua ini sudah selesai, keselamatan sudah Ia kerjakan begitu sempurna. Tetapi di dalam diri Anda dan saya ada sisa-sisa dosa, kita tidak suka dengan semua dosa ini, kita membencinya. Bawalah kebencian ini dihadapan Allah sehingga kita semakin membencinya dan terus berperang dan tidak menyerah.

Marilah kita memuliakan Allah yang telah memberikan anak-Nya yang tunggal (Yohanes 3:16), Dia memberikan yang terbaik. Kita dapat memuliakan sifat-sifat Allah, biarlah kekaguman kita kepada Allah, memabawa kita untuk semakin mengenal Dia dan puas di dalam Dia untuk terus berjuang dalam kehidupan untuk menyembah Dia saja.

Ya Allah Bapa yang mulia, kami dengan jujur datang ke hadapan-Mu, membawa diri kami yang berdosa dan bernoda. Kami ingin kekudusan Kristus, hancurkan kami bersama Kristus, biarlah kami bangkit bersama-Nya.

Sama seperti Kristus yang telah melakukan semua kehendak Bapa, demikianlah semua kebenaran yang Kristus berikan. Memampukan kami untuk melakukan kehendak Kristus, sehingga hidup kami berdiam diri untuk menikmati Kristus, kami melangkah memberitakan Kristus. Hidup kami memiliki tujuan yang satu, yaitu tujuan Kristus.

Tolong kami untuk berani bergumul, meninggalkan semua cita-cita kami, kebenaran kami dan mengenakan kekudusan dan kebenaran Yesus sehingga hidup kami memuliakan-Mu dan hembusan napas kami, dalam langkah-langkah kami, di pekerjaan kami dan keluarga kami, nama Yesus diberitakan Allah saja dimuliakan.

Baca Juga:

Damai dari Roh Kudus, penyertaaan dari Allah dan Tuhan Yesus Kristus kami nikmati setiap kali kami berpikir dan merasakan di dalam nama Yesus. AMIN.

Posting Komentar untuk "Renungan Saat Teduh Mazmur 4 :1-2 Menghadap TUHAN Untuk Memohon Belas kasihanNya"