Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Harian; Saat Teduh Kristen Terbaru Berdasarkan Kitab Kejadian

Renungan Harian 2022; Saat Teduh Kristen Terbaru Berdasarkan Kitab Kejadian

Pendahuluan

Renungan Kejadian 1 sampai 10

Saya membawa Anda pada kitab Kejadian 1-10 untuk direnungkan pada tahun 2022 ini, ketika saya mengawali tahun ini, saya telah memulai membaca kitab Kejadian kembali. Tetapi masih banyak bolong-bolong, saya rasa saya gagal, saya tidak mampu membaca Alkitab secara utuh. Tetapi saudaraku, yang terpenting dari pembacaan Alkitab Anda dan saya, merupakan perenungan yang mendalam, mempertanyakan setiap ayat yang muncul, dan bagaimana Firman itu mengarahkan Anda dan saya kepada Kristus.

Maka tujuan utama setiap renungan yang saya tulis, adalah untuk membawa saudara kepada Kristus, mengenal Dia dan mengerti kekuatan yang ada di dalam Dia, kekuatan melalui penyangkalan diri dan salib. Di mana oleh karena kasih karunia, kita yang layak binasa karena kita pendosa, mendapatkan belaskasihan dari Allah melalui kehidupan Yesus, kematian Yesus dan kebangkitan Yesus. 

Jadi apa yang ada pada Anda sekarang, sebuah pengharapan akan hidup yang kekal, hanya karena jasa Kristus, maka suatu kehormatan dan keindahan hidup dapat bersama-sama masuk ke dalam visi-Nya selama Anda dan saya hidup dalam kemah kita yang fana saat ini.

Marilah kita, melalui setiap sumber daya yang ada, kita bersama-sama terus belajar untuk mengenal Dia dan menikmati keindahan Kristus, menikmati pengampunan dosa yang Ia curahkan kepada kita dan melihat bagaimana visinya terjadi atas hidup kita dan hal-hal yang besar terjadi, yaitu Injil yang tersebarkan kepada seluruh dunia dan dunia dapat melihat terang Kristus bersinar melalui orang-orang percaya, orang Kristen sejati yang saleh, keluarga Kristen yang saleh, dan komunitas Kristen yang saleh.

Renungan Harian 2022; Saat Teduh Kristen Terbaru Berdasarkan Kitab Kejadian

1. Terang itu ada bukan karena ciptaan

Kejadian 1:3 (TB) Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Ketika Anda memikirkan tentang terang, akan salalu ada api di sana, dan akan selalu ada abjek yang dibakar oleh api tersebut. Jika Anda melihat terang yang lebih besar, itu jelas matahari, sesuatu yang luar biasa dan di luar jangkauan manusia yang fana. 

Jika kita ada di rumah, pada zaman modern yang menjadi penerang kita adalah lampu, ketika saya berada di pedalaman Kalimantan Timur, karena dari sanalah asal saya. Kami memakai pelita yang di isi dengan minyak tanah untuk dapat menerangi rumah kami.

Semua terang yang ada saat ini, selalu bersatu dengan objek yang menjadi benda penerang, tetapi berbeda dengan terang yang akan kita bahas saat ini, berbeda dengan terang yang ada di awal kitab suci yang telah difirmankan oleh Allah, untuk jadi maka terang itu jadi.

Penemu lampu, harus menciptakan benda untuk dapat ditinggali oleh terang, tetapi pada dasarnya terang itu ada lebih dulu. Bukan karena sesuatu yang manusia ciptakan maka terang itu ada, tetapi karena terang itu ada maka manusia menciptakan objek untuk dapat menangkap terang sehingga terang dapat bersinar. Ini sesuatu yang luar biasa.

Terang ada bukan karena matahari, jika manusia pada umumnya mengerti bahwa terang ada karena ada matahari yang mengumpulkan api maka terang ada. Berbeda dengan apa yang Alkitab sampaikan kepada Anda dan saya, terang ada karena ada Allah, karena Allah menciptakan terang lebih dulu, sehingga kita dapat mengerti bahwa terang bukan karena adanya matahari karena matahari diciptakan oleh Allah, tetapi terang itu ada karena Allah yang berfirman.

Allah adalah sumber terang, sebab di mana ada Dia yang berfirman maka terang itu ada. Bukankah kehidupan yang seringkali merasakan kegelapan, merasakan kehampaan dan ketidaknyamanan akibat dosa yang telah menjadi natur manusia. Hanya dapat dibersihkan oleh terang, sebab kegelapan adalah kecemaran dan keberdosaan manusia, kegelapan adalah lawan dari terang dan kegelapan adalah suatu kondisi yang menakutkan.

Di mana Allah ada di situlah terang ada, kegelapan hanya dikalahkan oleh terang. Dan dosa pemberontakan kepada Allah hanya dikalahkan dengan ketaatan Anda dan saya kepada Allah, untuk sadar dan menyerah di hadapan Dia yang telah menciptakan terang dengan kuasa kebesaran-Nya.

Kita akan merenungkan tentang terang yang adalah Firman, Allah yang telah menciptakan terang yang dikandung dari Roh Kudus, Ia adalah Firman yang menjadi manusia. Jika terang yang ada di dalam Kejadian 1:3 mengacu pada terang yang akan menerangi dunia ini, Kristus adalah terang yang akan menerangi hati manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Terang itu telah hidup dengan sempurna, di hadapan Allah dan hanya kepada-Nyalah Allah berkenan. Tetapi pada saat yang sama Ia menanggung semua dosa manusia, Yesus Kristus yang telah disalibkan itulah Dialah pusat dari setiap perenungan kita, Dialah seharusnya menjadi sumber dari kehidupan dan terang hati Anda dan saya yang percaya kepada-Nya.

Sehingga kita mendapatkan kehidupan, oleh karena Yesus telah menggantikan kita untuk menerima dosa dan semua kutuk hukuman dosa Anda dan saya, ditimpakan kepada Kristus, inilah Injil, Sang  Terang datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan pemberontak seperti kita, untuk memanggil kita sama seperti Allah memanggil Adam dan Hawa “di manakah engakau,” (Kejadian 3:9). Panggilan yang sama Kristus suarakan kepada Anda dan saya, “Ikutlah Aku.” (Matius 4:19).

Anda dan saya dipanggil untuk menjadi terang di dalam Dia, sebab siapa ada di dalam Kristus, terang Kristus yang menghidupkan manusia yang telah mati di dalam dosanya. Kini memancar ke luar dan memberkati banyak orang, untuk membawa jiwa-jiwa yang tersesat, di dalam kegelapan kembali kepada Kristus di dalam terang yang hanya berasal dari Allah yag menciptakan. 

Saudaraku, hanya ketika Kristus menjadi satu-satunya pemilik hidup Anda, hanya ketika hati dan pikiran Anda dibawa oleh Roh Kudus untuk kagum kepada Kristus dan visinya bagi Anda, maka terang itu  akan benar-benar Anda nikmat dan rasakan, terang kemuliaan Allah yang untuk itulah segala cinta dan kekaguman kita diciptakan.

Bapa, terimakasih di mana Kristus telah menjadi terang di dalam diri kami umat-Mu, di mana kami dapat merasakan Allah yang bekerja bagi kami dan kami sampai hari ini dapat memuji kemuliaan Allah yang berkuasa dan sangat besar. Di mana kami hari ini menemukan diri kami dikasihi oleh kasih karunia dan hanya di dalam nama Yesus. Amin.


2. Manusia diciptakan untuk mengusahakan taman itu

Kejadian 2:15 (TB) Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan melelihara taman itu.

Manusia yang malas, akan sangat menderita, ini bukan tentang kemiskinan yang menjadi buah dari kemalasan. Tetapi ini tentang kedalaman diri yang merasa tidak berguna, kedalaman diri yang merasakan ada sesatu yang kurang, dan hidup tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Melalui usaha pekerjaan kita, kita diciptakan untuk bekerja dan melalui apa yang kita kerjakan, semua itu memuliakan Allah dan kita  akan sangat kegum kepada Allah, ketika kita bekerja dan melihat setiap keindahan yang Allah berikan melalui setiap pekerjaan yang kita kerjakan.

Memang kemiskinan bisa saja terjadi kepada pemalas, tetapi ini tidak selalu seperti itu, karena ada pemalas yang kaya, karena mendapatkan banyak warisan.  Tetapi apakah itu memberikan makna dalam hidupnya. Bukankah babi di kandang berbaring dan mendapatkan pelayan khusus untuk disembelih, apa gunanya hidup jika hanya untuk mendapatkan pelayanan, mendapatkan kekayaan dan kehormatan palsu dari semua kefanaan dunia.

Semua penderitaan dan kemalasan yang memperbudak manusia hari ini adalah akibat dari dosa, di mana manusia mendapatkan pengertian. Bahwa kemalasan adalah sesuatu yang baik, untuk hidup tidak mau berusaha dan mengusahakan apa yang ada di dalam dirinya sehingga ia tidak berkembang adalah suatu kebenaran. Di masa modern ini kita akan mendapatkan kata-kata seperti, “santai saja, semuanya akan baik-baik saja, semua indah pada saatnya.” 

Inilah yang merasuki kehidupan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, kata-kata puitis yang indah, kata-kata yang memberikan kekuatan dan memanjakan perasaan yang pemalas. Memberikan semangat untuk semakin malas, dan manusia semakin tidak mengerti bahwa ia diciptakan untuk bekerja, untuk mengusahakan taman itu, untuk berkarya dan untuk memuliakan Allah melalui setiap karya yang ia  kerjakan. 

Inilah esensi kehidupan, inilah yang menjadi tujuan utama Anda dan saya hari ini memiliki kaki dan tangan yang lengkap. Tetapi semua itu tidak cukup, jika pola pikir kita tidak diubahkan, jika Injil dalam Kekristenan tidak menjadi pondasi iman. Kita akan melihat bagaimana Injil mengubahka Anda dan saya.

Kita tahu bahwa manusia diciptakan untuk mengusahakan tama Eden kehidupan kita, ya dalam konteks sekarang ini adalah kehidupan kita masing-masing. Entah Anda dipanggil untuk menjadi apa pun dengan keahlian apa pun. Jika Anda seorang yang suka menulis seperti saya, maka menulislah dan bagaimana setiap hal yang Anda kerjakan seharusnya mengarahkan Anda untuk semakin mengenal Kristus.

Injil mengubahkan kedalaman diri, Injil adalah benih yang sehat, benih unggul yang kuat. Dan dapat tumbuh hanya  ketika kuasa Roh Kudus ada di kedalaman diri seseorang, dan kita adalah tanah entah kita tanah yang subur atau tidak semua kita telah menerima Injil yang sama. Meskipun saya tidak tahu Injil yang seperti apa Andan terima.

Injil adalah tentang Allah yang mencari manusia, manusia yang berdosa dan memberontak terhadap Allah, oleh karena manusia berdosa. Maka setiap taman Enden yang Anda dan saya terima hari ini tidak ada kemuliaan Allah, karena kita telah kehilangan kemuliaan Allah. Hanya ketika Kristus menjadi Tuhan dan juruselamat kita dan kita telah mati atas diri sendiri dan tidak lagi menjadi Tuhan atas diri kita sendiri.

Yesus datang, untuk dipercayai dan di mana semua kehidupan kita menjadi milik-Nya, pada dasarnya untuk mengembalikan Anda dan saya pada tujuan utama kehidupan, untuk mengusahakan apa yang ada pada kita, melalui setiap pekerjaan kita, melalui setiap panggilan kita, kita dijadikan pekerja Allah yang memberitakan Injil Kristus.

Jika orang dunia rajin untuk menjadi sukses, menjadi kayak bagi diri sendiri dan kemuliaan diri bahkan merasa dengan cara berbuat baik kepada banyak orang mereka menerima perkenanan Allah. Di dalam Kekristenan tidaklah demikian, semuanya diawali dengan pertobatan, kita yang malas bekerja untuk kemajuan Injil diberitakan sampai ke ujung dunia karena tanpa Injil kekuatan Allah yang menyelamatkan betapa banyaknya manusia binasa.

Kita yang sudah rajin, kita yang telah bekerja di dalam Kristus oleh Injil kita bekerja dengan cara pandang yang baru. Kita sadar bahwa segala sember daya yang dikerjakan semata-mata untuk kemajuaan pekerjaan Allah, yaitu Injil yang disampaikan keseluruh dunia, untuk memberitahukan betapa sia-sia kehidupan dalam kemasalan dan kesuksesan hidup ini, manusia ada pada jurang muat di luar Kristus.

Saudaraku, inilah panggilan kita di dalam Kristus yang telah menebus kita dengan darah yang mahal, dengan segala kebenaran dan kekudusan-Nya, kita dipanggil untuk menjadi serupa dengan Dia, bekerja untuk melayani sesama dan belajar terus mengenal Dia dalam segala kelemahan dan ketidakmampuan kita. Roh Kudus memampukan kita semua.

Tuhan, segala pujian hanya bagi-Mu, inilah kami ajari kami untuk terus tekun belajar agar tujuan kami mengenal Kristus memberikan kepada kami kekuatan dan kekaguman untuk memuliakan Allah di dalam Kristus saja. Tuhan ajari kami untuk kuat dan mampu menjalani hari-hari dengan penuh keyakinan sehingga kami dapat mengerjakan setiap tugas yang Kau berikan, kami berkembang untuk memakai setiap sumber daya kami bagi kemajuan pemberitaan Injil Kristus bagi jiwa-jiwa yang sampai hari ini masih tersesat. Di dalam nama Yesus. Amin.


3. Hikmat yang berasal dari pemberontakan

Kejadian 3:1 (TB) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

Allah dengan jelas, memberikan perintah kepada Adam untuk tidak memakan buah yang ada di tengah taman. Tetapi pada saat yang sama, hikmat yang berasal dari sih pendusta, dia yang lebih dulu memberontak terhadap kekuasaan Allah, datang kepada ciptaan Allah yang dikasihi, untuk membawa ciptaan fana ini bersama-sama memberontak terhadap Allah dan menawarkan satu tawaran menarik yaitu menjadi sama seperti Allah tidak dapat dibatasi dan mendapatkan segala kemuliaan yang Allah miliki.

Bukankah, manusia telah diciptakan serupa dengan Allah, suatu dusta yang mengerikan yang sampai hari ini masih dikotbahkan oleh sih ular tua, kepada anak-anak manusia. Ular masih sampai sekarang menyesatkan Anda dan saya untuk melakukan ini dan itu untuk dapat menjadi Allah, jika Anda gagal menjadi Tuhan atas diri  sendiri, maka Anda masih ada kesempatan menjadi Tuhan atas diri sendir dan mempertahankan kemuliaan Allah.

Dia datang untuk memutarbalikkan setiap firman Allah, ia datang untuk menjadikan manusia sama seperti dia, yaitu melawan Allah dan tidak memuliakan Allah. Ketika manusia  memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, mereka melihat segala hal yang baik dan jahat berdasarkan definisi mereka. Dan mereka tidak ingin lagi bertemu dengan Allah, mereka malu dan tidak pernah ingin mengakui bahwa mereka telah bersalah.

Hikmat Anda dan saya di dalam pemberontakan kita, selalu saja memandang diri sendiri di dalam dosa. merupakan suatu kebanggaan dan kemuliaan yang layak untuk menerima segala hal yang diinginkan. Kita hidup berdasarkan apa yang kita pandang baik, kita tidak memuliakan Allah dan jika kita mencari Allah kita akan selalu menjadikan ciptaan untuk disembah. 

Dalam segala hal yang telah Anda dan saya kerjakan, baiklah kita kembali kepada Kristus yang telah disalibkan. Untuk benar-benar memuliakan Dia, Injil pada dasarnya memberitahukan kepada kita bahwa tidak ada sedikit pun kemuliaan kita yang berkenan kepada Allah, tidak ada kebenaran kita yang dapat menyatakan kepada diri kita bahwa kita layak menerima keselamatan, bahwa kita layak untuk hidup dalam segala pengharapan sejati. Selain harapan palsu kesuksesan dunia.

Anak Wanita yang meremukkan kepala ular itu, telah disalibkan, jika manusia mencari kemuliaan palsu dari dunia dan segala perjuangan. Dengan angkuh berpikir bahwa ia dapat memberikan Tuhan segala hal untuk dapat diselamatkan dan masuk ke kehidupan kekal. tetapi Kristus menunjukkan kepada manusia ap aitu kemuliaan yang berasal dari Allah, yaitu hidup untuk jiwa-jiwa, melakukan segala sesuatu berdasarkan kehendak Allah dan melawan segala hikmat dunia.

Melawan hikmat ular tua, jika kotbah sih ular tua, “Anda dapat mengangkat diri Anda sendiri sehingga Anda mulia karena perjuangan Anda.” 

Injil dengan jujur memberitakan, “bertobatlah Anda berdosa, Anda manusia yang layak binasa, segala perjuangan Anda untuk mengangkat diri  sendiri adalah kebohongan dan benang kegagalan yang tidak akan pernah terurai, hanya ketika Anda bersujud dan mengaku Anda gagal, Anda telah berdosa dan tidak mulia, Anda layak binasa dan mengakui betapa mulia-Nya Dia yang telah disalibkan dan menanggung segala hukuman dosa Anda, maka Anda menemukan bahwa keselamatan, keindahan hidup dan makna ditemukan di dalam Kristus yang telah disalibkan.”

Injil mengangkat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, menghidupkan yang mati karena dosa, hanya ketika manusia tersebut sadar bahwa ia telah lama mati dan tidak berdaya dalam segala dosanya. Saudaraku, tipuan ular sampai hari ini masih ada, ia datang dengan sangat rohani, melembutkan setiap dosa dan mengentengkan setiap meberontakan kecil Anda dan saya.

Tetapi, ketika Kristus telah ada di dalam Anda dan saya, ketika Kristus menjadi pusat, dan kita dimampukan untuk disalibkan bersama Yesus dan hidup kita bukanlah kita lagi, melainkan Yesus hidup dalam kita dan hidup kita sekarang adalah hidup oleh karena Kristus, kasih karunia-Nya melalui iman kita dapat memang mematikan dosa dan melayani Kristus, memberitakan Dia di kehidupan yang sangat sementara saat ini.

Allah yang telah menciptakan kami, yang telah berfirman untuk taat kepada-Mu saja. Ampuni kami dengan segala dosa yang ada di dalam diri kami, kami lemah, kami tidak berdaya, kami sesat dan tidak dapat berbuat apa-apa di luar Kristus yang telah menebus kami. Mampukan kami, berikan kami rahmat-Mu untuk dapat kami merasakan kasih setiap yang melimpah dari-Mu ya Bapa yang baik dan berkuasa. Di dalam nama Yesus. Amin.


4. Hati yang panas dan muka yang muram

Kejadian 4:6 (TB) Firman TUHAN kepada Kain: Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 

Apa yang menjadi pusat dari perasaan dan pikiran Anda, itulah yang akan menggerakkan tindakan Anda dan begitu juga dengan saya. Ketika Kain menjadi marah, ia tidak tahu mengapa Allah tidak menerima persembahannya. 

Saudaraku, paling tidak cerita Kain memberikan kepada kita satu contoh nyata dari hati dan pikiran Anda dan saya. Kita yang telah ada di dalam dosa karena kita adalah kuturnan Adam sama seperti Kain. Demikianlah kita yang sedang bingung seringkali melakukan tindakan yang menyakiti sesama kita, di mana segala hal tentang kita dan perasaan kitalah yang menjadi pusat.

Kita yang juga seringkali ada di posisi Kain, memiliki hati yang panas dan muka yang muram. Kita yang merasa bahwa dunia dan keadaan sedang tidak mendukung kita, seolah-olah semuanya terlihat gelap dan menyesakkan hati. Mungkin ketika Anda ada di dalam keadaan yang paling susah, akan selalu ada himbauan bagi Anda, untuk belajar bersabar. Untuk tetap bersyukur. Untuk tetap berpikir positif. 

Tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah semua ini cukup dengan bersabar mengendalikan emosi. Dengan bersyukur terima saja keadaan. Cukup dengan berpikir positif. Agar Anda tidak lekas marah, agar muka Anda tidak muram dan hati Anda tidak panas.

Lebih dari semua itu setiap hati yang panas, setiap muka yang muram. Satu hal yang sangat Anda dan saya perlukan ketika mengalami semua itu, yaitu  kasih karunia, kita membutuhkan kasih karunia dari Allah yang menciptakan kita, yang membentuk kita, Dia yang mengasihi kita dan napas kita dihembuskan oleh Dia.

Setelah rasa amarah yang menguasai Kain, setelah ia tidak mengindahkan teguran dari Allah untuk tidak panas  hati. Dan setelah ia tetap membiarkan dosa menguasainya. Ia membunuh adiknya dan darah adiknya beteriak kepada Allah.

Inilah titik di mana Anda dan saya dapat melihat Injil, kabar baiknya Kain adalah Anda dan saya, kita sama berdosanya dengan kain, kita sama bersalahnya dengan kain dan betapa kita sama layak binasa sama seperti kain. Kasih karunia yang melimpah dari Allah, Dia adil dan kudus, semua hukuman dosa kita dan dosa kita yang busuk ditimpakan kepada Kristus.

Perjanjian Baru memberikan gambaran yang jelas, bahwa Kain adalah sih jahat (1 Yohanes 3:12), itu adalah Anda, dan darah Habel adalah gambaran dari darah Kristus  yang ditumpahkan untuk menguduskan pendosa seperti Anda dan saya. Kristus adalah jalan kebenaran, maka hanya ketika Ia membenarkan manusia berdosa yang percaya, kita yang pendosa sama seperti Kain dibenarkan karena Kristus bukan karena kita benar.

Kita dapat dilepaskan dari wajah muram dan hati yang panas, ketika Kristus menjadi pusat dari setiap tindakan dan cara berpikir. Kita sangat mengerti Yesus  yang disalibkan bagi saya, adalah Dia yang melihat manusia hina seperti saya, tetapi Ia mau menerima saya. Ini sangat indah, ini sangat berkesan dan membuat Anda dan saya berserah kepada-Nya. Ketika Roh Kudus bekerja di dalam diri kita maka kita bertobat kita sadar, hanya oleh kasih karunia saja kita memiliki pengharapan dan makna dari hidup.

Sehingga tidak ada yang perlu disalihkan, tida ada kemuliaan diri kita yang perlu kita pertahankan. Tidak ada rasa marah karena kita melihat orang lain lebih berkenan kepada Allah, karena pada realitanya Anda dan saya juga berkenan kepada Allah bukan kerena usaha kita  tetapi kerena kasih karunia. 

Sama seperti kain yang menerima kasih karunia, sebab ia telah Allah tegur, untuk tidak menjadi panas, untuk tidak menjadi muram. Untuk melawan dosa agar dosa tidak menguasainya. Meskipun kain jatuh ke dalam dosa dan telah membunuh Habel. 

Bukankah Ia tetap menerima belas kasih Allah, ini adalah Injil yang berasal dari Allah, bukan berarti dosa dibenarkan tidak, dosa tetap menerima hukuman, tetapi ketika Anda memperhatkan kasih karunia yang besar dari Allah di dalam cerita ini pada (Kejadian 4:15-16). 

Ketika saya merenungkan ayat ini, saya bertobat dan meminta rahmat dari Kristus yang disalibkan untuk dimampukan saya untuk melihat betapa hanya Yesus yang layak menerima kemuliaan dan diri saya  tidak ada samasekali kemuliaan yang dapat saya pertahankan. Segala kemuliaan hanya bagi Allah yang penuh rahmat dan kasih karunia. Amin.


5. Mencari penghiburan

Kejadian 5:29 (TB) dan memberi nama Nuh kepadanya katanya: “Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN.”

Manusia berjuang untuk mendapatkan banyak hal, mengusahakan tanah dan hidup membentuk keluarga.  Mereka bertambah banyak dan beranak cucu. Di tanah yang terkutuk inilah manusia bersusah payah berharap akan adanya  penghiburan dan kesenangan. Tetapi semua itu sia-sia, bahkan sampai kematian menjemput, ketika manusia tidak berjumpa dengan Sang  Pencipta manusia tetap hidup tanpa makna dan tidak mendapatkan apa yang diinginkan, keinginan terdalam jiwa mereka.

Ketika merenungkan ayat di atas, ketika saya yang saat ini berada di dalam Kristus dan menemukan semua kepenuhan hidup melalui pengorbanan Kristus. tetapi mereka berharap Nuh, anak yang baru saja dilahirkan memberikan penghiburan. Saya memikirkan bertapa banyaknya orang di luar sana membutuhkan Injil, saudaraku marilah kita menjadi pemberita Injil, marilah kita melihat dengan serius, betapa manusia  binasa, tersesat di luar Kristus.

Bukankah ini terjadi hingga masa kini, di mana banyak keluarga berharap anak merekalah yang menjadi pusat dari penghiburan, pusat dari setiap kebahagiaan di dalam keluarga mereka. Saudaraku semua hal yang terjadi dan menghasilkan hasil yang sia-sia ini, adalah akibat nyata dari manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. 

Ini adalah suatu kesalahan yang amat besar, kesalahan yang mungkin dianggap suatu kebenaran bahkan bagi Anda yang saat ini membaca renungan ini, suatu kesalahan yang menjadikan manusia tuhan, harapan palsu dan hasil dari pemberontakan manusia terhadap Allah. Apakah benar-benar anak Anda dapat menjadi penghiburan sejati? Apakah benar-benar mereka dapat melepas penat? Apakah benar-benar anak-anak yang lucu itu dapat menjadi juruselamat Anda?

Setiap pemikiran yang salah, setiap pengertian yang tidak berpusat pada Allah dan pada manusia, baiklah kita bertobat dan mencari penghiburan sejati, penyembahan sejati dan pusat dari kekaguman hati dan pikiran kita kepada Allah yang telah menciptakan kita.

Manusia yang seharusnya binasa, tetapi karena kasih yang besar dari Allah, Ia mengaruniakan Anak-Nya, Kristus disalibkan untuk menerima semua kesalahan Anda dan saya, semua manusia. Umat-Nya,yaitu gereja-Nya agar kita dikuduskan, dilayakkan untuk menerima  semua janji Allah, yaitu keselamatan kekal, persekutuan yang indah bersama Sang Pencipta. Hidup untuk memuji dan memuliakan Allah dan dipuaskan di dalam Dia dan oleh Dia saja.

Saudaraku, Anda dan saya diciptakan untuk Allah dan untuk memiliki hubungan yang erat dengan Dia dan dipuaskan melalui hubungan tersebut. Hanya ketika kita hidup bersama dengan Dia dan menikmati kehadiran-Nya maka kita benar-benar dipuaskan dengan cara hidup yang baru. 

Demikianlah saudaraku, kehidupan kita yang fana saat ini sebenarnya ada untuk menemukan kasih dari Allah, dipuaskan di dalam Allah dan benar-benar besekutu dengan Allah dan melalui persekutuan dengan Allah inilah, hubungan kita dengan sesama manusia akan menjadi lebih indah dan baik.

Karena dosa hubungan manusia dan Allah terputus, manusia dan manusia saling menyakiti dan membenci. Mereka memakai kebenaran masing-masing untuk mempertahankan kemuliaan diri dan tidak ingin  kalah dan sampai akhirnya saling membunuh. Maka di dalam ayat yang sedang direnungkan, orang tua Nuh berharap dari kelahiran Nuh akan datang satu penghiburan. Tetapi ini telah saya jelaskan suatu kesalahan.

Ketika kita sadar kita berdosa dan kita telah jauh dari Allah, sedangkan hanya Allah saja yang dapat memuaskan Anda dan saya. maka Kristus datang, Injil memberitakan kepada kita, bukan kita yang datang kepada Allah, tetapi Dia Allah yang datang kepada kita untuk membawa Anad dan saya kepada Allah yang benar, Allah yang kudus dan Allah yang telah menciptakan manusia. 

Hanya di dalam Kristus saja, kita dibenarkan untuk menikmati kemuliaan Allah dan didalam Dia penghiburan yang berasal dari Roh Kudus dinyatakan. Carilah Tuhan, temui Dia melalui ibdah pribadi Anda. Dan hanya Di dalam Dia kita hidup dalam kepenuhan, terpujilah Tuhan sampai selama-lamanya. Amin.


6. Tidak selamanya Allah tinggal di dalam manusia 

Kejadian 6:3 (TB) Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”

Ketika kita kembali ke Perjanjian Lama, kita akan sangat merasa sedih, ketika melihat keterpisahan manusia dengan Allah, ketika Allah menghajar manusia tanpa putus-putusnya karena mereka melawan Dia. Manusia yang seharusnya memiliki hubungan yang indah dengan Allah, tetapi ia telah melawan Allah, memberontak terhadap Allah dan tidak ingin menyembah Allah.

Kemuliaan Allah yang telah hilang dari manusia merupakan konsekuensi yang mengerikan di mana manusia benar-benar mati dan binasa. Dan ketika merenungkan bagaimana Roh Kudus tidak selamanya tinggal di dalam manusia ini adalah masalah yang sangat serius sehingga menjadikan manusia semakin jahat.

Sudaraku, masalah Anda dan saya, semua umat manusia, kita adalah musuh Allah, kita telah melawan Allah, ya Allah itu baik. Tetapi ini menjadi masalah, karena Dia yang baik membenci kejahatan hati manusia, kebohongan hati manusia, membenci setiap pendosa yang selalu melawan Dia dan tidak ingin menyembah Dia dan tidak ingin bertobat. 

Masalah kita, kita mati dalam dosa kita, kita binasa karena kita tidak pernah akan bisa datang kepada kemuliaan Allah, sebab kita yang adalah daging yang kotor, najis akan binasa oleh karena kemuliaan Allah, kemuliaan yang membakar setiap kenajisan yang ada di dalam diri manusia. Sebab natur kita yang berdosa tidak akan pernah hilang.

Tetapi puji Tuhan, kenaikan Kristus setelah Ia bangkit, memberitakan kepada Injil yang memberikan pengharapan baru akan hidup ini, di mana Roh yang dulunya tidak ada di dalam kita, kini ketika kita tinggal di dalam Yesus, kita percaya kepada Yesus, pada saat itulah Roh Kudus ada di dalam kita, Ia yang menginsapkan kita dari dosa dan memberikan kepada kita keberanian untuk memberitakan Kristsus. Semua ini adalah betapa besarnya kasih karunia Allah, di mana keadilan dan kasih ditegakkan bersama-sama di atas salib.

Jika di Perjanjian Lama Roh Kudus tidak tinggal di dalam diri manusia, kita yang ada di dalam Kristus menjadi tempat di mana Roh Kudus dapat tinggal di dalam kita dan berkarya. Hanya melalui Roh Kudus kita memiliki kehidupan yang baru dan arah yang baru untuk melakukan visi Kristus, ketika Ia di dunia apa yang Ia lakukan, Ia memberikan kasih-Nya kepada banyak orang.

Setiap kita yang mengakui murid Kristus, setiap kita yang telah percaya kepada Dia dan telah menikmati dengan sungguh keseluruhan kasih-Nya yang sempurna. Karena Dia ada di dalam kita, Roh Kudus tidak lagi pergi dari kita, Ia menginsapkan dan memperlakukan kita sehingga kita bertobat. Kita dijadikan baru karena Roh Kudus di dalam kita, saat ini, sekarang dan tidakkah Anda menikmati-Nya.

Ia datang untuk mengajarkan segala sesuatu tentang Injil Yesus, memberikan kepada kita pengertian tentang kitab suci. Kasih yang abadi, kasih yang menyatakan Ia disalibkan untuk mengantikan kita segala hukuman dosa kita dijatuhkan kepada-Nya, padahal Yesus tidak pernah berdosa, Yesus diremukkan karena pelanggaran kita, karena kita telah memberontak kepada Allah.

Hanya melalui jalan pengorbanan yang sempurna dan pengorbanan ini kita dapatkan dari Kristus, untuk kemuliaan Allah, karena Dia yang berkenan kepada Allah. Roh Kudus yang telah Kristus minta kepada Bapa, kini setelah Ia tidak lagi dibatasi oleh tubuh yang fana, Kristus mengirimkan Roh Kudus, sehingga Injil bukan hanya tentang Yesus disalibkan, Yesus bangkit, Yesus naik ke Sorga. Injil juga tentang Roh Kudus yang ada di dalam kita, memberikan kita kuasa untuk mengalahkan dosa, mematikan kekuatan daging, Roh Kudus juga yang mengajari bagaimana seharusnya kita berdoa di dalam nama Yesus dengan pondasi yang Alkitabiah.

Injil juga tentang Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita, sebagai berkat terbesar setelah Kristus, dan keduanya, baik itu penebusan yang sempurna yang dikerjakan Kristus dan Roh Kudus yang meneguhkannya. Tidak dapat dipisahkan, karena pada dasarnya Roh Kudus memuliakan Kristus di dalam kita dan Kristus adalah jalan untuk membawa kita kembali kepada Bapa sehingga kita dinyatakan tidak bersalah karena kebenaran Kristus, kebenaran ini kita dapatkan karena Roh Kudus menjadikan kita baru ketika kita percaya kepada Yesus.

Baca juga:


7. Keselamatan yang berasal dari Allah

Kejadian 7:1 (TB) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan  seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antaran orang zaman ini.

Nuh mendapatkan kasih karunia dari Allah, bukan karena Nuh orang benar, bukan karena dia layak. Nuh adalah orang biasa yang cinta pada Allah, kecintaan kepada Allah yang benar dan tidak berpusat pada diri dan keberhasilan. Nuh juga memberikan kepada kita gambaran yang utuh dari kehidupan Kristen tentang ketaatan kepada Allah, kedekatan dengan Allah, dan bagaimana hidup tidak sesuai dengan prinsip dunia ini.

Kita harus tahu, masa di mana Nuh hidup, manusia semakin jahat, manusia semakin berdosa dan tidak terkendali. Manusia melakukan segala hal sesuai dengan apa yang ia pandang baik. Segala hal, asalkan itu menyenangkan hatinya, akan selalu ia lakukan. Demikianlah Allah muak melihat dosa, melihat segala kejahatan manusia.  

Allah memusnahkan manusia dengan air, tetapi Nuh mendapatkan belaskasihan Allah, belaskasihan yang sama Anda dan saya dapatkan sekarang. Bukan karena saleh, bukan karena kita layak, bukan karena kita benar dan sangat berharga dalam dosa. Tetapi ini kasih karunia (Efesus 2:8-9), sama seperti Nuh yang menjadikan bahtera untuk keselamatan bagi ia dan keluarganya dan orang-orang pada masanya yang ingin bertobat.

Pada masa kini, Kristus memberikan kepada kita kasih karunia melalui diri-Nya, Ialah yang menjadi Bahtera keselamatan bagi diri kita, keselamatan dari kebinasaan kekal, bahtera keselamatan yang memberikan kehidupan baru untuk hidup taat kepada Dia dan melakukan segala hal yang menjadi kehendak-Nya. 

Kita dibebaskan bukan hanya dari hukuman kutuk dosa, kita dibebaskan dari dosa yang memperbudak. Setiap kecenderungan yang jahat, pemberontak dan segala hal yang merugikan diri. Kita dibawa ke dalam kehidupan baru untuk memperjuangkan nilai-nilai hidup untuk sesuatu yang kekal. Keselamatan yang berasal dari Kristus, menjadikan kita duta kerajaan Allah, pemberita Injil, menyerukan betapa binasanya manusia tanpa Kristus.

Kasih yang berasal dari Allah melalui Kristus memberikan kita, pengharapan, bukan karena kebenaran Anda dan saya, bukan karena apa yang telah kita kerjakan. Ini semua karena apa yang Kristus kerjakan bagi kita dan kita menemukan diri kita aman dalam Kristus karena kita menjadi milik kepunyaan-Nya yang berharga, dikasihi dan ditebus dengan darah yang mahal.

Melalui salibnya, kita melihat dosa kita yang membinasakan jiwa, puji Tuhan pada saat yang sama kita tenang di dalam Kristus, kita sadar betapa kita harus bertobat dan menerima pengampunan dosa dari Kristus sebab di dalam Dia saja, melalui Dia saja kita diselamatkan.

Tuhan, terimakasih untuk keselamatan dan setiap sumber daya yang tersedia. Untuk setiap anugerah yang Kau berikan melalui anak-Mu Yesus Kristus yang telah disalibkan dan bangkit. Dan sampai hari ini, kami menunggu dan terus bekerja untuk kemajuan Injil-Mu. Segala pujian hanya bagi Allah saja. Di dalam nama Yesus. Amin.


8. Manusia bertambah banyak dan karya penebusan

Kejadian 8:22 (TB) Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan munuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

Kita masih berada di pristiwa Air bah, di mana Allah memusnahkan manusia karena mereka telah melakukan dosa. Kita baru saja melihat bagaimana Nuh terapung di dalam dunia sekarang ini yang dipenuhi air. Dan betapa besarnya kuasa Tuhan ketika Ia memerintahkan air-air itu untuk surut dan tidak lagi memenuhi bumi.

Pada kejadian ini, ada sesuatu yang sangat penting untuk direnungkan, di mana Allah kembali memerintahkan manusia untuk bertambah banyak. Tetapi kita tahu bahwa pada saat yang sama Nuh dan anak menantunya. Tetaplah orang berdosa, jadi ketika mereka berkembang biak, mereka melahirkan anak-anak dalam daging. Terkecuali anak-anak tersebut mereka muridkan atau mereka bawa kepada Allah untuk mengenal Dia dan menyembah Dia.

Saya mengajak Anda untuk merenungkan pristiwa yang penting ini, bukankah kita sebagai manusia dewasa yang sudah siap untuk menikah. Kita juga merindukan adanya seorang anak di rumah kita kelak. Setiap orang yang menikah secara umum dan sangatlah normal untuk menginginkan hal yang demikian. Saya suka anak-anak, dan saya yakin Anda akan sangat menyukai anak kecil.

Tetapi ketika kita, kembali ke Alkitab kita harus jujur, tidak secara sengaja menyembuyikan hal ini, bahwa anak-anak kita secara daging hadir ke dalam dunia. Sama dengan kita mereka berdosa, memiliki natur pemberontak, bukan hanya pada kita, pada dasarnya natur ini memberontak pada pencipta mereka dan kita tahu konsekuensi dari dosa adalah kebinasaan kekal. Dan kita harus menyadari akan hal ini dan mengakuinya bahkan meminta rahmat Tuhan untuk menyelamatkan anak-anak kita.

Baiklah kita kembali ke cerita di atas, setelah Allah berfirman di ayat 22. Allah melanjutkan perintahnya kepada Nuh, yaitu beranak cucu. Dengan janji bahwa dunia tidak akan lagi dibinasakan, seperti pada masa air bah dan itu terbukti sampai hari ini. Tetapi apakah semua itu semata-mata untuk kita, untuk manusia dapat semakin berdosa. Tentu tidak, semua ini berkaitan dengan rancangan Allah yang kekal dan indah. Kita akan masuk ke Injil dan saya sangat suka menjelaskan Injil melalui setiap tulisan renungan saya.

Jika Anda membaca pasal-pasal berikutnya dari cerita ini, setiap keturunan Nuh hanya ditulis, seolah-olah nama mereka tidaklah penting dan sampai pada kejadian di Menara Babel. Hal ini menunjukkan kepada Anda dan saya, satu realita dari natur manusia yang begitu gampang melupakan Allah, manusia sangat cepat untuk datang ke berhala mereka dan menyembah berhala. Mereka hidup sebagai orang-orang yang lebih suka jauh dari Allah.

Sampai akhirnya Injil kembali diberitakan di pasal 12. Ya inilah Injil Allah kembali datang berkasih karunia kepada keturunan Nuh. Kepada Abraham untuk membawa Abraham kembali kepada-Nya dan masuk ke dalam rancangan kekal-Nya. Rancangan-Nya bagi segala bangsa. Bahwa melalui keturunan Abraham segala bangsa di muka bumi ini akan menerima berkat rohani.

Melalui cerita ini, saya ingin membawa Anda berdoa dan terus dengan tekun memberitakan Injil kepada anak-anak Anda. bawalah mereka mengenal Allah dan pada saat yang sama Anda berperang melalui doa-doa Anda untuk merebut jiwa mereka dari kuasa yang memperbudak dunia ini, karena anak-anak kita begitu gampang hidup tidak mengenal Allah dan terus ada di dalam dosa.

Mintalah rahmat Allah untuk membawa anak-anak kita kembali pada rancangan, pada tujuan semula Ia menciptakan manusia. Sehingga anak-anak kita diselamatkan, tidak seperti Menara Babel yang diserakkan oleh Allah sehingga tidak saling mengenal satu sama lain.

Kita membutuhkan kasih karunia dari TUHAN. Karena pada akhirnya berkat yang dijanjikan itu adalah Kristus yang telah disalibkan bagi gereja hari ini dan bangsa Israel. Bagi semua ciptaan yang percaya kepada-Nya menerima hidup yang kekal.

Dia yang tidak berdosa menjadi dosa karena dosa-dosa kita, betapa indahnya kasih dari Allah, rancangan yang kekal itu. Ia terus membiarkan manusia menabur, menuai dan terus musim berganti. Untuk sampai pada titik sekarang ini, masa di mana Injil terus disebarkan melalui orang-orang yang cinta pada Kristus, cinta pada Allah, masuk ke dalam rancangan kekal Allah di dalam Injil.

Betapa indahnya ketika anak-anak kita mengerti akan visi Allah bagi hidup mereka dan mereka tidak ditelah oleh ilah zaman ini. Berdoalah untuk pengertian yang indah ini, di mana kasih Anda meluap-luap di dalam Kristus untuk membawa anak-anak Anda menyerahkan diri kepada Kristus dan menerima kasih karunia dan kembali pada tujuan utama mereka hadir ke dalam dunia. Yaitu mengenal Allah yang benar dan menikmati Dia melalui kehidupan yang melayani Dia sama seperti Abraham yang adalah keturunan Nuh, menerima kasih karunia dari Allah. Amin.

Kejadian 9:1 (TB) Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.

Kejadian 10:32 (TB) Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu.

Posting Komentar untuk "Renungan Harian; Saat Teduh Kristen Terbaru Berdasarkan Kitab Kejadian"