Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Harian Kejadian 1, 2, 3 Berpusat Pada Injil

Renungan Harian 2022; Saat Teduh Kristen Terbaru Berdasarkan Kitab Kejadian

Pendahuluan

Renungan Kejadian 

Saya membawa Anda pada kitab Kejadian untuk direnungkan pada tahun 2022 ini, ketika saya mengawali tahun ini, saya telah memulai membaca kitab Kejadian kembali. Tetapi masih banyak bolong-bolong, saya rasa saya gagal, saya tidak mampu membaca Alkitab secara utuh. Tetapi saudaraku, yang terpenting dari pembacaan Alkitab Anda dan saya, merupakan perenungan yang mendalam, mempertanyakan setiap ayat yang muncul, dan bagaimana Firman itu mengarahkan Anda dan saya kepada Kristus.

Maka tujuan utama setiap renungan yang saya tulis, adalah untuk membawa saudara kepada Kristus, mengenal Dia dan mengerti kekuatan yang ada di dalam Dia, kekuatan melalui penyangkalan diri dan salib. Di mana oleh karena kasih karunia, kita yang layak binasa karena kita pendosa, mendapatkan belaskasihan dari Allah melalui kehidupan Yesus, kematian Yesus dan kebangkitan Yesus. 

Jadi apa yang ada pada Anda sekarang, sebuah pengharapan akan hidup yang kekal, hanya karena jasa Kristus, maka suatu kehormatan dan keindahan hidup dapat bersama-sama masuk ke dalam visi-Nya selama Anda dan saya hidup dalam kemah kita yang fana saat ini.

Baca Juga: Renungan Kristen berdasarkan Lukas

Marilah kita, melalui setiap sumber daya yang ada, kita bersama-sama terus belajar untuk mengenal Dia dan menikmati keindahan Kristus, menikmati pengampunan dosa yang Ia curahkan kepada kita dan melihat bagaimana visinya terjadi atas hidup kita dan hal-hal yang besar terjadi, yaitu Injil yang tersebarkan kepada seluruh dunia dan dunia dapat melihat terang Kristus bersinar melalui orang-orang percaya, orang Kristen sejati yang saleh, keluarga Kristen yang saleh, dan komunitas Kristen yang saleh.

Renungan Harian 2022; Saat Teduh Kristen Terbaru Berdasarkan Kitab Kejadian

1. Renungan Kejadian 1:3 Terang itu ada bukan karena ciptaan

Kejadian 1:3 (TB) Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Ketika Anda memikirkan tentang terang, akan salalu ada api di sana, dan akan selalu ada abjek yang dibakar oleh api tersebut. Jika Anda melihat terang yang lebih besar, itu jelas matahari, sesuatu yang luar biasa dan di luar jangkauan manusia yang fana. 

Jika kita ada di rumah, pada zaman modern yang menjadi penerang kita adalah lampu, ketika saya berada di pedalaman Kalimantan Timur, karena dari sanalah asal saya. Kami memakai pelita yang di isi dengan minyak tanah untuk dapat menerangi rumah kami.

Semua terang yang ada saat ini, selalu bersatu dengan objek yang menjadi benda penerang, tetapi berbeda dengan terang yang akan kita bahas saat ini, berbeda dengan terang yang ada di awal kitab suci yang telah difirmankan oleh Allah, untuk jadi maka terang itu jadi.

Penemu lampu, harus menciptakan benda untuk dapat ditinggali oleh terang, tetapi pada dasarnya terang itu ada lebih dulu. Bukan karena sesuatu yang manusia ciptakan maka terang itu ada, tetapi karena terang itu ada maka manusia menciptakan objek untuk dapat menangkap terang sehingga terang dapat bersinar. Ini sesuatu yang luar biasa.

Terang ada bukan karena matahari, jika manusia pada umumnya mengerti bahwa terang ada karena ada matahari yang mengumpulkan api maka terang ada. Berbeda dengan apa yang Alkitab sampaikan kepada Anda dan saya, terang ada karena ada Allah, karena Allah menciptakan terang lebih dulu, sehingga kita dapat mengerti bahwa terang bukan karena adanya matahari karena matahari diciptakan oleh Allah, tetapi terang itu ada karena Allah yang berfirman.

Allah adalah sumber terang, sebab di mana ada Dia yang berfirman maka terang itu ada. Bukankah kehidupan yang seringkali merasakan kegelapan, merasakan kehampaan dan ketidaknyamanan akibat dosa yang telah menjadi natur manusia. Hanya dapat dibersihkan oleh terang, sebab kegelapan adalah kecemaran dan keberdosaan manusia, kegelapan adalah lawan dari terang dan kegelapan adalah suatu kondisi yang menakutkan.

Di mana Allah ada di situlah terang ada, kegelapan hanya dikalahkan oleh terang. Dan dosa pemberontakan kepada Allah hanya dikalahkan dengan ketaatan Anda dan saya kepada Allah, untuk sadar dan menyerah di hadapan Dia yang telah menciptakan terang dengan kuasa kebesaran-Nya.

Baca Juga: Beritakan ajaran yang sehat

Kita akan merenungkan tentang terang yang adalah Firman, Allah yang telah menciptakan terang yang dikandung dari Roh Kudus, Ia adalah Firman yang menjadi manusia. Jika terang yang ada di dalam Kejadian 1:3 mengacu pada terang yang akan menerangi dunia ini, Kristus adalah terang yang akan menerangi hati manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Terang itu telah hidup dengan sempurna, di hadapan Allah dan hanya kepada-Nyalah Allah berkenan. Tetapi pada saat yang sama Ia menanggung semua dosa manusia, Yesus Kristus yang telah disalibkan itulah Dialah pusat dari setiap perenungan kita, Dialah seharusnya menjadi sumber dari kehidupan dan terang hati Anda dan saya yang percaya kepada-Nya.

Sehingga kita mendapatkan kehidupan, oleh karena Yesus telah menggantikan kita untuk menerima dosa dan semua kutuk hukuman dosa Anda dan saya, ditimpakan kepada Kristus, inilah Injil, Sang  Terang datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan pemberontak seperti kita, untuk memanggil kita sama seperti Allah memanggil Adam dan Hawa “di manakah engakau,” (Kejadian 3:9). Panggilan yang sama Kristus suarakan kepada Anda dan saya, “Ikutlah Aku.” (Matius 4:19).

Anda dan saya dipanggil untuk menjadi terang di dalam Dia, sebab siapa ada di dalam Kristus, terang Kristus yang menghidupkan manusia yang telah mati di dalam dosanya. Kini memancar ke luar dan memberkati banyak orang, untuk membawa jiwa-jiwa yang tersesat, di dalam kegelapan kembali kepada Kristus di dalam terang yang hanya berasal dari Allah yag menciptakan. 

Saudaraku, hanya ketika Kristus menjadi satu-satunya pemilik hidup Anda, hanya ketika hati dan pikiran Anda dibawa oleh Roh Kudus untuk kagum kepada Kristus dan visinya bagi Anda, maka terang itu  akan benar-benar Anda nikmat dan rasakan, terang kemuliaan Allah yang untuk itulah segala cinta dan kekaguman kita diciptakan.

Bapa, terimakasih di mana Kristus telah menjadi terang di dalam diri kami umat-Mu, di mana kami dapat merasakan Allah yang bekerja bagi kami dan kami sampai hari ini dapat memuji kemuliaan Allah yang berkuasa dan sangat besar. Di mana kami hari ini menemukan diri kami dikasihi oleh kasih karunia dan hanya di dalam nama Yesus. Amin.


2. Renungan Kejadian 2:15 Manusia diciptakan untuk mengusahakan taman itu

Kejadian 2:15 (TB) Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan melelihara taman itu.

Manusia yang malas, akan sangat menderita, ini bukan tentang kemiskinan yang menjadi buah dari kemalasan. Tetapi ini tentang kedalaman diri yang merasa tidak berguna, kedalaman diri yang merasakan ada sesatu yang kurang, dan hidup tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Melalui usaha pekerjaan kita, kita diciptakan untuk bekerja dan melalui apa yang kita kerjakan, semua itu memuliakan Allah dan kita  akan sangat kegum kepada Allah, ketika kita bekerja dan melihat setiap keindahan yang Allah berikan melalui setiap pekerjaan yang kita kerjakan.

Memang kemiskinan bisa saja terjadi kepada pemalas, tetapi ini tidak selalu seperti itu, karena ada pemalas yang kaya, karena mendapatkan banyak warisan.  Tetapi apakah itu memberikan makna dalam hidupnya. Bukankah babi di kandang berbaring dan mendapatkan pelayan khusus untuk disembelih, apa gunanya hidup jika hanya untuk mendapatkan pelayanan, mendapatkan kekayaan dan kehormatan palsu dari semua kefanaan dunia.

Semua penderitaan dan kemalasan yang memperbudak manusia hari ini adalah akibat dari dosa, di mana manusia mendapatkan pengertian. Bahwa kemalasan adalah sesuatu yang baik, untuk hidup tidak mau berusaha dan mengusahakan apa yang ada di dalam dirinya sehingga ia tidak berkembang adalah suatu kebenaran. Di masa modern ini kita akan mendapatkan kata-kata seperti, “santai saja, semuanya akan baik-baik saja, semua indah pada saatnya.” 

Inilah yang merasuki kehidupan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, kata-kata puitis yang indah, kata-kata yang memberikan kekuatan dan memanjakan perasaan yang pemalas. Memberikan semangat untuk semakin malas, dan manusia semakin tidak mengerti bahwa ia diciptakan untuk bekerja, untuk mengusahakan taman itu, untuk berkarya dan untuk memuliakan Allah melalui setiap karya yang ia  kerjakan. 

Inilah esensi kehidupan, inilah yang menjadi tujuan utama Anda dan saya hari ini memiliki kaki dan tangan yang lengkap. Tetapi semua itu tidak cukup, jika pola pikir kita tidak diubahkan, jika Injil dalam Kekristenan tidak menjadi pondasi iman. Kita akan melihat bagaimana Injil mengubahka Anda dan saya.

Kita tahu bahwa manusia diciptakan untuk mengusahakan tama Eden kehidupan kita, ya dalam konteks sekarang ini adalah kehidupan kita masing-masing. Entah Anda dipanggil untuk menjadi apa pun dengan keahlian apa pun. Jika Anda seorang yang suka menulis seperti saya, maka menulislah dan bagaimana setiap hal yang Anda kerjakan seharusnya mengarahkan Anda untuk semakin mengenal Kristus.

Injil mengubahkan kedalaman diri, Injil adalah benih yang sehat, benih unggul yang kuat. Dan dapat tumbuh hanya  ketika kuasa Roh Kudus ada di kedalaman diri seseorang, dan kita adalah tanah entah kita tanah yang subur atau tidak semua kita telah menerima Injil yang sama. Meskipun saya tidak tahu Injil yang seperti apa Andan terima.

Injil adalah tentang Allah yang mencari manusia, manusia yang berdosa dan memberontak terhadap Allah, oleh karena manusia berdosa. Maka setiap taman Enden yang Anda dan saya terima hari ini tidak ada kemuliaan Allah, karena kita telah kehilangan kemuliaan Allah. Hanya ketika Kristus menjadi Tuhan dan juruselamat kita dan kita telah mati atas diri sendiri dan tidak lagi menjadi Tuhan atas diri kita sendiri.

Yesus datang, untuk dipercayai dan di mana semua kehidupan kita menjadi milik-Nya, pada dasarnya untuk mengembalikan Anda dan saya pada tujuan utama kehidupan, untuk mengusahakan apa yang ada pada kita, melalui setiap pekerjaan kita, melalui setiap panggilan kita, kita dijadikan pekerja Allah yang memberitakan Injil Kristus.

Jika orang dunia rajin untuk menjadi sukses, menjadi kayak bagi diri sendiri dan kemuliaan diri bahkan merasa dengan cara berbuat baik kepada banyak orang mereka menerima perkenanan Allah. Di dalam Kekristenan tidaklah demikian, semuanya diawali dengan pertobatan, kita yang malas bekerja untuk kemajuan Injil diberitakan sampai ke ujung dunia karena tanpa Injil kekuatan Allah yang menyelamatkan betapa banyaknya manusia binasa.

Kita yang sudah rajin, kita yang telah bekerja di dalam Kristus oleh Injil kita bekerja dengan cara pandang yang baru. Kita sadar bahwa segala sember daya yang dikerjakan semata-mata untuk kemajuaan pekerjaan Allah, yaitu Injil yang disampaikan keseluruh dunia, untuk memberitahukan betapa sia-sia kehidupan dalam kemasalan dan kesuksesan hidup ini, manusia ada pada jurang muat di luar Kristus.

Saudaraku, inilah panggilan kita di dalam Kristus yang telah menebus kita dengan darah yang mahal, dengan segala kebenaran dan kekudusan-Nya, kita dipanggil untuk menjadi serupa dengan Dia, bekerja untuk melayani sesama dan belajar terus mengenal Dia dalam segala kelemahan dan ketidakmampuan kita. Roh Kudus memampukan kita semua.

Tuhan, segala pujian hanya bagi-Mu, inilah kami ajari kami untuk terus tekun belajar agar tujuan kami mengenal Kristus memberikan kepada kami kekuatan dan kekaguman untuk memuliakan Allah di dalam Kristus saja. Tuhan ajari kami untuk kuat dan mampu menjalani hari-hari dengan penuh keyakinan sehingga kami dapat mengerjakan setiap tugas yang Kau berikan, kami berkembang untuk memakai setiap sumber daya kami bagi kemajuan pemberitaan Injil Kristus bagi jiwa-jiwa yang sampai hari ini masih tersesat. Di dalam nama Yesus. Amin.


3. Renungan Kejadian 3:1 Hikmat yang berasal dari pemberontakan

Kejadian 3:1 (TB) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

Allah dengan jelas, memberikan perintah kepada Adam untuk tidak memakan buah yang ada di tengah taman. Tetapi pada saat yang sama, hikmat yang berasal dari sih pendusta, dia yang lebih dulu memberontak terhadap kekuasaan Allah, datang kepada ciptaan Allah yang dikasihi, untuk membawa ciptaan fana ini bersama-sama memberontak terhadap Allah dan menawarkan satu tawaran menarik yaitu menjadi sama seperti Allah tidak dapat dibatasi dan mendapatkan segala kemuliaan yang Allah miliki.

Bukankah, manusia telah diciptakan serupa dengan Allah, suatu dusta yang mengerikan yang sampai hari ini masih dikotbahkan oleh sih ular tua, kepada anak-anak manusia. Ular masih sampai sekarang menyesatkan Anda dan saya untuk melakukan ini dan itu untuk dapat menjadi Allah, jika Anda gagal menjadi Tuhan atas diri  sendiri, maka Anda masih ada kesempatan menjadi Tuhan atas diri sendir dan mempertahankan kemuliaan Allah.

Dia datang untuk memutarbalikkan setiap firman Allah, ia datang untuk menjadikan manusia sama seperti dia, yaitu melawan Allah dan tidak memuliakan Allah. Ketika manusia  memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, mereka melihat segala hal yang baik dan jahat berdasarkan definisi mereka. Dan mereka tidak ingin lagi bertemu dengan Allah, mereka malu dan tidak pernah ingin mengakui bahwa mereka telah bersalah.

Hikmat Anda dan saya di dalam pemberontakan kita, selalu saja memandang diri sendiri di dalam dosa. merupakan suatu kebanggaan dan kemuliaan yang layak untuk menerima segala hal yang diinginkan. Kita hidup berdasarkan apa yang kita pandang baik, kita tidak memuliakan Allah dan jika kita mencari Allah kita akan selalu menjadikan ciptaan untuk disembah. 

Dalam segala hal yang telah Anda dan saya kerjakan, baiklah kita kembali kepada Kristus yang telah disalibkan. Untuk benar-benar memuliakan Dia, Injil pada dasarnya memberitahukan kepada kita bahwa tidak ada sedikit pun kemuliaan kita yang berkenan kepada Allah, tidak ada kebenaran kita yang dapat menyatakan kepada diri kita bahwa kita layak menerima keselamatan, bahwa kita layak untuk hidup dalam segala pengharapan sejati. Selain harapan palsu kesuksesan dunia.

Anak Wanita yang meremukkan kepala ular itu, telah disalibkan, jika manusia mencari kemuliaan palsu dari dunia dan segala perjuangan. Dengan angkuh berpikir bahwa ia dapat memberikan Tuhan segala hal untuk dapat diselamatkan dan masuk ke kehidupan kekal. tetapi Kristus menunjukkan kepada manusia ap aitu kemuliaan yang berasal dari Allah, yaitu hidup untuk jiwa-jiwa, melakukan segala sesuatu berdasarkan kehendak Allah dan melawan segala hikmat dunia.

Melawan hikmat ular tua, jika kotbah sih ular tua, “Anda dapat mengangkat diri Anda sendiri sehingga Anda mulia karena perjuangan Anda.” 

Injil dengan jujur memberitakan, “bertobatlah Anda berdosa, Anda manusia yang layak binasa, segala perjuangan Anda untuk mengangkat diri  sendiri adalah kebohongan dan benang kegagalan yang tidak akan pernah terurai, hanya ketika Anda bersujud dan mengaku Anda gagal, Anda telah berdosa dan tidak mulia, Anda layak binasa dan mengakui betapa mulia-Nya Dia yang telah disalibkan dan menanggung segala hukuman dosa Anda, maka Anda menemukan bahwa keselamatan, keindahan hidup dan makna ditemukan di dalam Kristus yang telah disalibkan.”

Injil mengangkat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, menghidupkan yang mati karena dosa, hanya ketika manusia tersebut sadar bahwa ia telah lama mati dan tidak berdaya dalam segala dosanya. Saudaraku, tipuan ular sampai hari ini masih ada, ia datang dengan sangat rohani, melembutkan setiap dosa dan mengentengkan setiap meberontakan kecil Anda dan saya.

Tetapi, ketika Kristus telah ada di dalam Anda dan saya, ketika Kristus menjadi pusat, dan kita dimampukan untuk disalibkan bersama Yesus dan hidup kita bukanlah kita lagi, melainkan Yesus hidup dalam kita dan hidup kita sekarang adalah hidup oleh karena Kristus, kasih karunia-Nya melalui iman kita dapat memang mematikan dosa dan melayani Kristus, memberitakan Dia di kehidupan yang sangat sementara saat ini.

Allah yang telah menciptakan kami, yang telah berfirman untuk taat kepada-Mu saja. Ampuni kami dengan segala dosa yang ada di dalam diri kami, kami lemah, kami tidak berdaya, kami sesat dan tidak dapat berbuat apa-apa di luar Kristus yang telah menebus kami. Mampukan kami, berikan kami rahmat-Mu untuk dapat kami merasakan kasih setiap yang melimpah dari-Mu ya Bapa yang baik dan berkuasa. Di dalam nama Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Harian Kejadian 1, 2, 3 Berpusat Pada Injil"