Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Kristen Protestan Ayat Alkitab Saat Teduh Untuk 5 Hari

Renungan Kristen Protestan Ayat Alkitab Saat Teduh Untuk 5 Hari

Selamat datang di kumpulan Renungan Kristen untuk bersaat teduh Pribadi, kali ini saya akan kembali menuliskan saat teduh untuk 5 hari. Di setiap akhir saat teduh akan selalu ada pertanyaan yang tajam untuk kita renungkan barsama-sama.

Tidak ada yang lebih penting dalam kehidupan ini, selain hal-hal rohani, karena ini bersangkutan erat, ke mana Anda dan saya saat kematian tiba. Kita harus benar-benar mengerti bahwa Alkitab adalah tentang Allah, tentang bagaimana Ia menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya.

Setiap Ayat Alkitab, akan selalu memiliki makna yang mendalam, ketika ditafsirkan berdasarkan konteks sebenarnya dari apa yang ingin Ayat Tersebut sampaikan. Sangatlah penting untuk kita setiap hari melakukan pendalaman Alkitab Pribadi. 

Untuk pertumbuhan rohani kita, kehidupan kita yang semakin hari, semakin menginginkan Allah saja, kerinduan yang dalam untuk dilingkupi kepuasan di dalam Dia dan menikmati setiap kehidupan dalam kondisi apapun, Allah tetap dipihak kita.

Setiap renungan akan berpusat pada Injil, artinya menyerukan pertobatan, memberitakan realita dosa yang mengerikan dan kasih karunia yang besar terhadap pedosa besar yaitu umat manusia. Saya berdoa kiranya setiap renungan yang Anda baca, selama 5 hari ke depan. Memberikan Anda kekuatan untuk terus mangasihi Allah dan menginginkan Dia, hidup berpusatkan pada salib Yesus. Amin.

Renungan Kristen Protestan Ayat Alkitab Saat Teduh Untuk 5 Hari

1. Iman yang seperti apa?

Ayat Alkitab: Yehezkiel 36:26

Yehezkiel 36:26 (TB) “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru di dalam batinmu. Dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras, dan Kuberikan kepadamu hari yang taat”

Iman bukanlah alat untuk mengeluarkanmu dari tempat kesesakan, namun untuk mengubahkan hatimu saat berada di dalamnnya ~ David Wilkerson

Kesalahan teologi iman, akan menyebabkan penerapan praktis yang salah, akan menjadikan diri semakin egois dan tidak hidup berdasarkan cinta kasih karunia. Iman yang salah semacam ini, biasanya didasari pada agenda pribadi, sehingga ia mengikut TUHAN. 

Di mana manusia menempatkan dirinya sebagai tuan atas dirinya, ia dan tujuannya yang utama. Dan dengan harapan ia berseru pada sarana yang berkuasa, dengan kapasitas iman yang diperbesar, maka sih sarana atau tuhan hasil buatan pikiran akan menjawab, merealisasikan apa yang diinginkan. Atau melaksanakan apa yang menjadi skspetasi orang yang beriman dengan kapasitas yang diperbesar.

Namun, realitanya tidaklah demikian, ketika tuhan yang Anda dan saya harapkan ini tidak melakukan seperti yang kita cita-citakan. Kita marah, kita kesal, frustasi dan merasa bahwa tuhan pembohong. Kita tidak inginkan lagi berharap padanya.

Pada dasarnya iman yang seperti inilah yang banyak diajarkan oleh para hamba yang tidak mengasihi Yesus, mereka yang mencintai tujuan mereka, pelayanan mereka, nama baik mereka, dan segala hal yang berpusat pada diri sendiri dengan cara memanfaatkan Allah, menanifulasi TUHAN, tanpa mereka sadari mereka sedang menciptakan tuhan palsu yang mereka harap dapat mereka atur.

Saudaraku, kita harus bertobat dari iman yang sesat ini, saya sangat membenci ajaran yang semacam ini. Baiklah untuk menyelesaikan permasalah ini, saya ingin mengajak Anda untuk merenungkan iman sejati yang pada dasarnya adalah didikan Allah untuk semakin murni dan tidak cinta harta dunia, tetapi semakin mencintai Allah.

Iman yang seperti inilah yang Allah berikan kepada kita sejatinya. Iman yang membuka berhala di hati, iman yang menurnikan motivasi mengikut Yesus, iman hanya memandang kepada Yesus yang telah disalibkan, dibenci, diludahi, dicampakan, ditelanjangi untuk melayakkan kita yang adalah pendosa besar yang mati di dalam dosa. 

Iman yang menyangkal diri, iman yang sejati adalah iman yang pada akhirnya, yaitu hati yang baru, menginginkan Kristus dan cita-cita-Nya terjadi atas kehidupan Anda dan dan saya. 

Iman yang menguatkan Anda mengatasi proses pemurnian dalam hidup Anda, sehingga Anda semakin dikuasai oleh kekuatan untuk taat kepada Kristus, berpenyerahan pada jalan salib dan penyangkalan diri. Dan mematikan dosa yang menjadi kecenderungan, berperang melawan dosa, penyembahan berhala. Inilah iman itu, keingingan untuk terus memiliki Yesus dan menjadi milik Yesus. Roh Kudus memampukan kita. Amin

Pertanyaan pendalaman:

  • Mengapa Anda sekarang mengaku percaya atau beriman, kepada Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda Yohanes 3:16 dan 36? 
  • Iman Anda, apakah karena Anda dijanjikan jika mengikut Yesus maka semua cita-cita Anda tercapai? Jika demikian, Anda harus bertobat!
  •  Apakah definisi Iman yang sejati menurut Anda? Bagi saya, iman saya yaitu karena cinta  saya kepada Yesus tumbuh karena penerimaan kasih karunia oleh-Nya dan kesadaran bahwa saya adalah pendosa besar, bagaimana dengan Anda?


2. Kekudusan Hidup

Ayat Alkitab: Ibrani 12:14 

Ibrani 12:14 (TB) Berusahalah hidup damai dengan semua orang, dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

“Hanya ada satu bukti Roh Kudus ada dalam hidupmu, yaitu hidup dalam kekudusan” ~ Leonard Ravenhill

Allah sangat membenci pemberontakan, pemberontakan manusia adalah dosa, dosa adalah kematian kekal. Keterpisahan dari kemuliaan dan hidup dalam penderitaan karena ketiadaan makna tertinggi, padahal untuk sebuah makna tertinggi inilah kita diciptakan.

Allah yang kudus. Namun, manusia yang telah memberontak menjadi tidak kudus, telah benar-benar rusak, terpisah dari Allah, kerena mereka menolak Alla, artinya ini kematian. 

Tetapi, Puji Tuhan. Untuk kehidupan, maka ada kematian, benih yang menjadi Tunas, Dia adalah Tunas Daud, Sang Singa Yehuda, sember air kehidupan yang memberikan pengharapan. Inilah Injil itu, Kristus yang memberikan diri-Nya untuk pendosa. 

Allah yang adil dan kasih itu, tidak hanya berkata, “kuduslah sebab Aku kudus,” tetapi Ia sendiri menguduskan kita, memberikan kehidupan baru, kekuatan baru untuk menang melawan dosa. Ketika kudusan adalah kejijikan di mata TUHAN. Maka bencilah dosa, marilah kita berjuang untuk mematikan kecenderungan berdosa kita, berlarilah kepada Kristus, lihatlah salib-Nya dan inginkanlah salib itu menjadi bagian kita, dalam proses untuk semakin serupa dengan-Nya.

Di mana kerajaan-Nya tetap selama-lamanya. Yesus Kristus yang disalibkan sehingga kita diselamatkan, Yesus menjadi dosa agar Anda dan saya yang pendosa besar. Dikuduskan, lebih jelasnya dipersatukan dengan Allah, karena kita  menerikan kekudusan Kristus. Maka hanya di dalam kebenaran Kristus, sekarang ada perintah, tentang kekudusan, di dalam kehidupan yang baru.

Di dalam Kristus kita menerima kekudusan, bukan berarti kita sempurna terlepas dari pergumulan melawan dosa, atau seenaknya berbuat dosa. Justru sekarang kita ada di dalam perperangan yang setiap hari. Di mana dosa adalah musuh terbesar, musuh yang harus kita hancurkan dan matikan. 

Kita mematikan kecenderungan berdosa kita, atas dasar kasih karunia yang melimpah dari Kristus, kita berjuang untuk kekudusan hidup. Sebagai bentuk kecintaan yang baru yaitu kecintaan kepada mempelai Pria Gereja, Yesus Kristus. Dan kebencian dan rasa muak yang mendalam terhadap dosa di dalam hati dan pikiran.

Kita kudus, sehingga kita dapat hidup damai dengan semua orang. Dengan penuh kuasa mengabarkan Injil. Terang yang membebaskan jiwa yang mati dari kegelapan pekat akibat dosa. Roh Kudus jaminan kita memberikan penghiburan dan menginsapkan dan memampukan kita sehingga pertobatan sejati terus menerus menjadi gaya hidup Kristen, sehingga kita semakin mendekat kepada-Nya dan menikmati kemuliaan-Nya. Amin.

Pertanyaan pendalam;

  • Apa yang dapat Anda lakukan, sehingga Anda dapat hidup Kudus berdasarkan Mazmur 119:9-16, Matius 26:41?


3. Tempat Menyandarkan Diri 

Ayat Alkitab: 2 Korintus 5:7

2 Korintus 5:7 (TB) “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”  

“Ketika kamu datang kepada Yesus, kamu tidak datang untuk mendapatkan kesehatan, kekayaan dam kemakmuran. Kamu datang kepada Yesus untuk mendapatkan Yesus.” ~ David Platt

Perjuangan yang di dasarkan hasil fisik, akan benar-benar membuat setiap kita frustasi. Kita harus bertobat dari pemahaman yang demikian. Satu hal penting yang harus Anda sadari bahwa kehidupan ini adalah kehidupan yang menuju kebinasaan dan kematian. Dunia semakin merosot, hutan banyak yang gundul, polusi membuat Sebagian orang berpenyakit. 

Kelaparan di mana-mana, belum lagi kehidupan Anda yang dirundung persoalan dan kemalangan. Setiap kita pada dasarnya ada di kota yang malang nan menyedihkan yaitu diri kita sendiri yang berlalu menuju keburan apapun yang kita kerjakan sekarang. Kita berjalan pada jalan yang di mana tubuh jasmani kita akan membusuk.

Ya, akhir dari kehidupan yang bermasalah adalah tubuh jasmani yang membusuk. Namun, Paulus dengan jelas memberikan satu pencerahan yang baik untuk mata rohani kita melihat. Memang dalam kemah yang sekarang, ketika Anda dan saya ada di dalam Kristus, Yesus yang telah menebus kita dari kutuk dosa, membebaskan kita dari hukuman dosa dengan cara memberikan diri-Nya menjadi pendosa besar. Sehingga Allah memalingkan wajah-Nya terhadap Dia.

Kita beroleh kerinduan yang mendalam, akan tubuh yang tidak fana, kemah sejati yang berasal dari Kristus. Di dalam Yesus memang tubuh Anda dan saya merosot, kita semakin tua, tubuh yang tergap akan membungkuk. 

Mata yang bisa melihat  dengan jelas akan menjadi rabun. Semuanya akan menghilang  bagaikan uap. Tetapi kehidupan yang rohani yang bangkit bersama Kristus semakin baru, semakin segar, semakin dewasa. Ini kabar baik Injil, ini harapan untuk persiapan sampai pada kehidupan kekal untuk bertemu Kristus.

Pada akhirnya ketika kita menerima kasih karunia, Kristus membawa kita pada diri-Nya untuk meyembah Dia. Melayani Dia dan percaya di dalam Dia perjalan untuk melayani orang-orang yang dikasihi seperti diri  sendiri. kepuasan kasih Yesus, memberikan kekuatan untuk mengasihi. Masalah menjadi yang kecil, karena Yesus yang besar, masalah menjadi sangat bermakna, bahwa di dunia hanya sementara.

Datanglah kepada Kristus untuk mendapatkan Dia, menikmati persekutuan dengan Dia. Sandarkanlah diri hanya kepada Kristus. Pada akhirnya iman sejati, ada karena tumbuh dari pengertian akan Firman Allah Alkitab. 

Hidup yang dijalani karena percaya bukan karena melihat. Namun ketenangan jiwa, dan sukacita yang terjadi, memberikan kekuatan yang luar biasa. Ada sandaran yang teguh yang tidak akan goyah. Untuk mengarungi kegelapan. dunia yang telah jatuh dalam dosa. Roh TUHAN, memampukan kita. Amin.

Pertanyaan pendalaman;

  • Kehidupan seperti apa yang harus Anda jalani sekarang Yakobus 4:13-17; Roma 8:1-2?


4. Kesembuhan sejati

Ayat Alkitab: Markus 2:3

Markus 2:3 (TB) “ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang”

Ketidak-percayaan menaruh keadaan kita di antara kita dan Tuhan, sendang iman menaruh iman berada di anatara kita dan keadaan kita ~ FB Meyer

Yesus memiliki kuasa yang tidak terbatas, begitu gampang bagi-Nya oleh belaskasih-Nya. Ia memberikan kesembuhan kepada yang sakit. Mencelikkan orang buta, memberikan makan lima ribu orang dan masih banyak lagi hal-hal ajaib yang Yesus kerjakan.

Namun, sekarang iman seperti apa yang Anda dan saya miliki? Dan kesembuhan dari apa yang paling kita inginkan? Saudaraku tanpa berlama-lama, saya sangat berkeinginan menyampaikan hal yang sama seperti pada tulisan-tulisan saya yang lainnya. 

Penyakit paling mematikan adalah dosa, dosa Anda, dosa saya, dan dosa semua orang. Karena semua orang telah ada di dalam dosa dan tidak memiliki kemuliaan. Berjalan berdasarkan keinginan sendiri dan penyakit yang semakin lama menggerogoti. 

Sayangnya ini bukanlah konsep saya, bukalah sebuah teori belaka yang saya  tulis di renungan ini, dosa adalah realitas yang tidak terbantahkan. Kerusakan yang diakibatnya begitu terlihat di dalam sejarah umat manusia. Dia pada dasarnya telah berkuasa atas kehdipan manusia. Dan upah dosa adalah maut.

Dosa inilah yang menghilangkan damai sejahtera. Dosa inilah yang menyebabkan manusia tanpa belaskasihan. Dosa sangat mematikan, penyakit inilah, kematian semacam inilah yang harus kita sadari. Oleh karena Kasih karunia, Yesus yang kaya itu, penyembuh itu, naik ke atas  kayu salib, memberikan nyawa-Nya, menjadi dosa agar kita yang adalah pendosa diampuni.

Kedatangan orang lumpuh yang tidak berdaya, tidak dicemooh oleh Yesus, justru karena belaskasihan-Nya. Orang tersebut disembuhkan. Ini adalah kesembuhan yang ajaib dari Sang Guru yang berkuasa dalam perkataan dan perbuatan. Inilah Yang Yesus katakana kepada para murid. Orang sehat tidak  memerlukan tabib, hanya orang sakit memerlukan tabib.

Pada realitanya Anda dan saya bukan hanya sakit, kita mati di dalam dosa. ketika kita masih belum percaya kepada Yesus, leher kita diikat. Kita sangat-sangat kosong, hampa, menyedihkan dan ketika saya membayangkan kehidupan lama tanpa Kristus. Hal itu membuat saya takut.

Saudaraku, datanglah kepada Yesus, hanya di dalam Dia kesembuhan sejati ada. Di dalam Dia kita beroleh kemampuan untuk dapat melawan dosa. kita disembuhkan dari dosa, untuk kebencian terhadap dosa.

Setiap luka, setiap sakit, setiap keanehan. Sekarang datannglah kepada Kristus. hanya melalui Dialah adanya kesembuhan, bukan hanya fisik, walaupun fisik Anda tidak disembuhkan, tetapi di dalam Injil Anda dendapatkan cara pandang baru. 

Cara pandang kerajaan Allah, di mana Dia memakai Anda untuk menjadi alat pekabaran Injil-Nya. Datanglah kepada Yesus, oleh bilur-Nya, darah-Nya yang dicurahkan. Kita beroleh kesembuhan rohani, kehidupa baru dengan kerinduan yang baru. Roh Kudus memampukan kita. Amin.

Pertanyaan pendalaman;

  • Siapa kita sebenarnya, apa yang Alkitab katakana tentang kita Yesaya 1:4 dan Roma 3:10-20?
  • Siapakah Yesus, bagi diri Anda sendiri, temukan di Alkitab Anda dari Kejadian sampai Wahyu?


5. Perperangan melawan nafsu

Ayat Alkitab: Hakim-hakim 16:21

Hakim-hakim 16:21 (TB) Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan 2 rantai tembaga, dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.

“Pertempuran terbesar bukanlah antara dua orang, tetapi antara seseorang dengan dirinya sendiri” ~ Garth Brooks

Ada berjuta cara sih ular tua, untuk menjatuhkan kita, menjadikan kita seseorang yang gagal. Dalam konteks ini hal rohani. Ketika saya memikirkan tentang kehidupan Simson, ini adalah kehidupan yang menyedihkan, gambaran dari diri saya  sendiri yang akan sangat mudah jatuh di bidang kejatuhan Simson.

Pelajaran berharga dari kefokusan, untuk memiliki hati yang benar-benar cinta kepada Tuhan. Melalui kecintaan inilah, kita akan benar-benar memiliki kerohanian yang sehat. Namun, masalahnya kecenderungan kita adalah apa yang dilakukan oleh Simson. Ia yang tidak mampu melawan hawa nafsunya, maka dari itu di mana ia berada sekarang. Di Gaza, matanya dicungkil dan ia menjadi budak di sana.

Saudaraku, perbudakan dosa dimulai dengan rasa manis yang segera saja hambar. Dosa memberikan rasa nyaman terhadap perasaan, membawa pikiran berimajinasi, bahwa ada kupuasan di dalam hawa nafsu. Tetapi akhirnya ia membunuh kita, membajak dan menghancurkan setiap hal baik yang Allah taruh di dalam diri kita.

Ada begitu banyak para Hamba Tuhan, yang seperti saya seorang lelaki jatuh dalam hawa nafsu yang sama seperti yang di alami Simson. Ini adalah pergumulan berat, kita tidak bisa mendiamkannya dan memanjakan daging yang tergila-gila akan nafsu dan ingin selalu dipuaskan oleh dosa.

Keinginan daging kita, nafsu kemanusiaan kita bertentangan dengan kekudusan dan keinginan roh kita, maka dari itu, ini adalah perperangan yang tidak akan pernah ada perdamaian. Lalu pertanyaan-Nya bagaimana kita melawan ketamakan daging yang ingin selalu dipuaskan. 

Padanglah kepada Kristus, Sang Simson sempurna yang sejati telah disalibkan, Hakim sempurna yang mengalahkan kuasa maut. Dengan cara yang berbeda, Ia merendahkan diri-Nya sampai mati disalibkan, untuk menanggung semua kecemaran, kematian, kebusukkan, penderitaan, kecenderungan, dan semua yang jahat di dalam diri. Semua hukuman itu ditimpakan kepada Dia.

Dia yang sebagai manusia telah digoda oleh ular tua, namun Ia memang, Ia tidak berdosa. Ini kabar baik-Nya. Yesus ingin memiliki kita, untuk berjalan beriringan melewati setiap dosa yang merintangi dan mengalahkan satu-persatu kecenderungan hati yang jahat. Saudaraku baiklah kita belajar dari Simson untuk tidak menjadi seperti Dia.

Baiklah kita memandang Sang Kebenaran yang telah disalibkan, karena ada kuasa di dalam Dia yang membawa kita pada kehidupan. Kehidupan yang menang atas dosa, baiklah setiap hari. Hati dan pikiran kita di isi oleh Firman, setiap ayat Alkitab meresap di pikiran dan perasaan. Kristus benar-benar nyata di sisi terdalam diri, memikirkan Dia terus menerus. 

Kasih-Nya, keindahan-Nya, dan cita-cita Kristus atas kehidupan kita. Di dalam Dia kita memiliki Roh Kudus yang selalu memberitakan apa yang Yesus beritakan. Yaitu Injil, Injil yang harus menjadi gaya hidup, mempengaruhi cara pandang kita terhadap Wanita, terhadap pria, uang, kekuasaan, dan kehidupan secara menyeluruh. 

Baiklah Injil, menjadi perenungan Anda setiap hari, mematikan kecenderungan Simson yang ada di hati, mati atas dosa dan hidup dalam penyembahan kepada Allah di dalam Yesus. Amin

Pertanyaan pendalaman;

  • Bagaimana cara Anda melawan diri Anda sendiri Lukas 9:23?


Penutup

Setiap perjalan hidup, kita harus menyadari bahwa kita tidak diciptakan untuk kefanaan sekarang ini, ada hal yang  mulia, tinggi, besar, dan akan memuaskan kita, karena kita adalah manusia-manusia pengagum keindahan. Dan penyembah, yaitu menyembah yang kita anggap lebih besar dari kita.

Saudaraku, terimakasih telah berkunjung ke blog saya yang sedernaha ini, di mana tempat saya menusia dan tulisan-tulisan yang akan terus berpusat pada Injil Yesus Kristus. Memberitakan jalan salib dan kehidupan yang berpusat hanya kepada Yesus.

Baca Juga:

Saya berdoa, kiranya Anda yang berkunjug ke blog ini, mendapatkan diri Anda adalah pendosa. Tetapi ada kasih yang besar itu, menyelamatkan Anda. Amin.

Posting Komentar untuk "Renungan Kristen Protestan Ayat Alkitab Saat Teduh Untuk 5 Hari"