Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saat Teduh Hari ini Renungan Harian Kristen 2021 September

Saat Teduh Hari ini Renungan Harian Kristen 2021 September

Pengantar saat teduh Harian

Untuk pertama kalinya dan seterusnya saya menuliskan kumpulan renungan untuk 1 bulan Full, di dalam satu postingan artikel. Anda dapat membacanya di dalam renungan kali ini, ada 30 renungan yang telah saya tulis. Anda dapat merenungan 1 renungan sesuai dengan tanggal yang telah saya cantumkan. 

Setiap kita haruslah bertumbuh, tidak bisa tidak, kita harus berubah mengarah kepada Kristus, semakin serupa dengan Kristus. Menginginkan apa yang Kristus inginkan, mencintai yang Kristus cintai dan membenci yang Kristus benci.

Kita harus mengerti ketika kita mempercayai Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat. Dengan kehendak yang sadar, dengan pemikiran yang murni dan tanpa paksaan. Hanya oleh kasih karunia, pada saat  yang sama kita diubahkan dari kehidupan yang mati di dalam dosa, masuk ke dalam kehidupan baru yang berjalan di jalan kasih karunia untuk setiap saat berperang melawan kecenderungan kita yang melawan Allah.

Melalui Roh Kudus yang melahirbarukan kita, kita memiliki kehendak yang baru, keinginan yang baru dan cinta pada pribadi yang baru. Yaitu TUHAN semesta alam yang mulia dan penuh kasih. Kita dibawa terus menerus pada kekaguman yang lebih lagi dan lebih lagi.

Terutama karya keselamatan yang telah Kristus kerjakan di atas kayu salib, inilah pusat dari cara hidup kita memandang. Pusat dari kasih kita kepada sesama, karena Yesus telah mengalirkan darah-Nya untuk menguduskan aku, ini semata-mata hanya oleh belaskasihan. 

Pusat dari apa yang kita kerjakan dengan kejujuran dan keseriusan. Karena Kristus yang telah memberikan darah-Nya, Ia harus dikenal melalui kehidupanku yang berbeda dari dunia yang telah jatuh dalam dosa saat ini.

Saudaraku, renungan yang saya tulis pasti akan berpusat pada Injil, selalu dan selalu. Teruslah bertumbuh, teruslah hidup dalam anugerah Allah, renungkanlah salib setiap saat. Dan berdoalah senantiasa, matikanlah dosa diri Anda sendiri. 

Baca Juga: Saat teduh hari ini renungan harian Kristen 16-20 Oktober 2021

Selamat merenungkan, saya berdoa kiranya renungan yang Anda baca selama 30 hari ke depan, memberikan kepada Anda pengertian yang mendalam akan Allah, sehingga Anda semakin kagum kepada-Nya dan bertekad untuk melayani Dia saja, berapapun harga yang harus di bayar.

Saat Teduh Hari ini Renungan Harian Kristen 2021 September 

1. Kebangkitan

Renungan Harian Saat Teduh 1 September 2021

Ayat Alkitab Filipi 3:10-11

Filipi 3:10-11 (TB) Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia di dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

“Allah memiliki kuasa mutlak atas dunia ini, kerajaan-Nya berkuasa atas seluruh dunia, semua ini untuk kebaikan umat-Nya dan yang terpenting pemerintahan-Nya akan menggulingkan semua kuasa yang menentang-Nya, ini adalah tema yang menjadi pusat keselamatan dari cara pandang manusia.” ~ C. Matthew McMahon (Puritan).

Kematian dan kebangkitan Kristus adalah kehidupan baru, disalibkan bersama Kristus, “aku telah disalibkan bersama Kristus.” Demikianlah pengakuan Paulus, kepada jemaat di Galatia. Mungkin bagi Anda dan saya sekarang kata ini terdengar biasa saja. 

Tetapi, marilah kita datang pada masa di mana Paulus menuliskan suratnya, kita harus mengerti bahwa salib adalah sesuatu lambang yang memalukan, menjijikkan, mengerikan, dan kematian para pemberontak, pendosa, dan lambang dari kematian sih penjahat.

Inilah salib, mungkin makna salib, bagi Anda sekarang hanyalah sebuah sombol Kristen yang terlihat baik, bagus jika dikenakan. Tetapi tidaklah demikian pada abad-abad pertama, salib adalah kehinaan. Demikialah kehinaan, Anda dan saya, digantungkan di atas kayu salib, bersama dengan kematian Yesus. 

Salib haruslah membawa Anda pada kesadaran, yang teramat dalam bahwa Anda adalah pendosa, Anda adalah salib itu sendiri, yaitu kehinaan dan kebejatan. Inilah kita manusia, yang telah membenrontak terhadap Allah yang berkuasa, kita hanya bisa menghasilkan kejahatan dan kekacauan. Hati kita pabriknya kejahatan, pikiran kita pusat dari mimbar setan yang selalu membawa kita pada pemberontakan yang semakin dalam. 

Jika setan gagal menjadikan Anda seseoranng yang jahat secara terang-terangan. Maka ia menjadikan Anda sebagai seseorang yang sangat baik di dalam kehidupan agama Anda sehingga Anda berpikir Anda mampu membayar Allah dengan segala kebaikan Anda.

Kasih karunia pada dasarnya sangat bertentangan dengan natur manusia yang jahat, tetapi di dalam pertobatan yang sejati. kesadaran yang Roh Kudus anugerahkan, biarlah di dalam kehendak kita, kita yang telah menerima Kristus hidup di dalam Dia, oleh karena darah-nya. 

Kita dikuduskan untuk mati bersama Yesus, bangkit bersama Yesus dan hidup di dunia untuk melayani Yesus. Ini bukanlah pilihan, ini harus keputusan yang diambil setiap kita, bersama Paulus kita dapat berkata, “yang saya kehendaki ialah pengenalan akan Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya.” Tanpa kematian atas dunia, atas doa bersama Kristus tidak akan ada kehidupan baru.

Ini adalah kematian untuk peralihan dari keinginan atas dunia, keinginan yang lama. Diperbaharui untuk memiliki keinginan yang benar akan Kristus. Untuk melucuti kuasa kegelapan, kuasa dusta hati dan pikiran. Dan berlari mengarahkan kehidupan berdasarkan Injil Yesus Kristus. Kematian-Nya adalah kematian kita, kehidupan kita yang baru di dalam Dia adalah untuk-Nya, memuji dan memuliakan Dia saja. 

Di dalam Kristus kita terus bergumul, mematikan kecenderungan berdosa. Dan terus hidup dalam pengharapan di dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Yaitu percaya kepada Dia yang pada akhirnya membangkitkan kita dari kematian dan menikmati kemuliaan-Nya sampai selamanya. 

Inilah pengharapan Kristen kita, inilah janji yang harus  kita ingat, ini salah satu dasar mengapa Injil harus terus dikabarkan. Tidak peduli seberapa berpendidikannya Anda, seberapa banyak gelar Anda. Tidak  peduli Anda seorang petani biasa. Semua kita butuh Injil dalam keseharian kita. Renungkanlah Injil, kebangkitan Kristus.

Tuhan aku percaya pada kuasa kebangkitan-Mu, penuhkan aku oleh Roh Kudus-Mu sehingga hari ini dan seterusnya aku mampu untuk percaya. Dalam waktu-waktu yang singat ini, hidupku di dalam iman yang terus terarah kepada Yesus, melihat bahwa kasih-Nya yang besar itu telah mengubahkan aku, bawalah aku di dalam kepercayaan yang taat, berserah, hanya kepada Yesus saja. Amin.


2. Senjata

Renungan Harian Saat Teduh 2 September 2021

Ayat Alkitab Roma 6:13

Roma 6:13 (TB) Dan janganlah kamu menyerahkan anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata kebenaran.

Biarlah tidak seorang pun mengatakan: “Pengalaman tentang keberadaan Kristus di dalam kehidupan kita setiap hari dan sepanjang hari adalahh hal yang mustahil.” Kristus membuat perkataan-Nya menjadi realitas yang sederhana dan kekal. ~ Andrew Murray 

Seruan untuk mengasihi, seruan untuk melayani, seruan untuk melakukan segala sesuatu atas dasar moralitas manusia dan kekuatan manusia. Adalah sia-sia, ini semua hanya akan menghasilkan ke-aku-an. Kehidupan yang baik tanpa penyerahan diri kepada Kristus di dalam Kekristenan Anda cepat atau lambat akan menghasilkan buah. Baik itu perpecahan, keangkuhan, pertikaian, dan intinya adalah hubungan yang tidak sehat.

Saya mengajak Anda untuk hidup berdasarkan Injil, di mana Injil yang bukan hanya sekedar hiasan kata yang ada di dalam Kekristenan. Namun tanpa pengaruh yang menyeluruh atas kehidupan Anda. Ketika sebuah kebaikan berdasarkan diri Anda, ketika pusat dari pekerjaan terutama pelayanan adalah “saya.” Maka pada saat yang sama Anda menyerahkan diri Anda kepada kejahatan dan kelaliman. Sadarlah, bertobatlah, dan hiduplah oleh Injil, Kristus yang menjadi pusat dari apa yang Anda kerjakan.

Kita telah mati atas dosa baik itu dosa kebaikan kita dan dosa kejahatan kita, dosa adalah pemberontakan terhadap Allah, Anda harus paham ini, bahwa dosa adalah hati dan pikiran Anda yang setiap hari ingin selalu melawan Allah, Anda bisa saja berkata bahwa Anda melayani Allah, bahwa Anda percaya kepada Yesus, tetapi siapakah yang mengetahui suatu kesalahan di hati Anda penuh dosa.

Jadi disinilah Injil bergerak, menunjukkan secara jelas kelaliman di hati, dosa yang bukan tentang perbuatan dan tingkah lagi, tetapi berdasarkan hati yang mencintai dosa. Saya akan masuk bagaimana Injil masuk ke dalam kehidupan Anda sehingga ini mengubah cara pandang Anda.

Anda adalah pendosa besar, yang sedikitpun tidak layak untuk menerima anugerah, kita lebih layak didalam tungku perapian yang gelap itu. Jika Anda melihat kepada cucuran darah Yesus, salib yang merupakan kehinaan tempat di mana Yesus telah menunggung semua hukuman dosa. 

Bukan hanya itu, murka Allah ditimpakan kepada-Nya. Agar kita yang percaya kepada-Nya, tidak binasa, kita dibenarkan oleh Kristus, dikuduskan oleh Kristus dan dibawa untuk hidup bagi Kristus. Inilah yang menjadi dasar yang sejati, mengapa setiap waktu, setiap saat, setiap kepercayaan, dan setiap hal yang dapat kita kerjakan. Merupakan pekerjaan yang harus berdasarkan kebenaran dan untuk kebenaran.

Setiap pelayanan, kita melakukannya dalam kesadaran bahwa kasih Kristus sangatlah besar atas kita, setiap hari. Kita di bawa untuk melihat Yesus yang realistis, maukah kita ada di dalam jangkauan hadirat-Nya. Setiap saat.

Ini sangatlah penting, untuk dapat sampai pada penyerahan diri kepada Allah, kita harus ada di dalam Kristus dan dengan kehendak dari Allah kita telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat kita. Kekristenan adalah penyerahan diri kepada Allah, kabar baiknya, kita dimampukan untuk penyerahan diri jenis ini, kita telah hidup untuk kehidupan baru hanya bagi Allah saja.

Roh Kudus yang dianugerahkan kepada kita, merupakan jaminan bagian kita, di mana kita di bawa untuk menikmati penyerahan diri ini, hidup dalam kebencian dan rasa muak terhadap dosa. tidak ada yang lebih baik dan indah dari ini, di dalam Kristus kita dipanggil sebagai senjata kebenaran, yaitu menjadi pemberita Injil, mengkotbahkan Injil, dan menuliskan tulisan rohani yang berpusat pada Injil saja. 

Inilah kebenaran itu, Kekristenan yang adalah penyerahan diri kepada Allah, Kekristenan yang dimampukan mengabarkan Injil, membawa anak-anak Allah bertumbuh dan menikmati Injil secara realistis sehingga kasih itu mengalar dari aliran air hidup, yaitu Yesus Kristus.

Tuhan, bawalah aku kepada aliran air hidup, sehingga aku menjadi senjata kebenaran. Tolonglah aku untuk sadar dalam keseharianku. Bahwa aku adalah anak Allah, yang ada di bawah kuasa Roh Kudus. Biarlah hidupku menikmati Engkau dan mengabarkan Engkau terus menerus. Amin


3. Berlaku Buruk

Renungan Harian Saat Teduh 3 September 2021

Ayat Alkitab Yesaya 1:4

Yesaya 1:4 (TB) Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.

“Ajaran TUHAN kita, selalu anti atau menentang perwujudan diri sendiri (self reaziation). Tujuan-Nya bukanlah pengembangan diri seseorang, tetapi menjadikan seseorang tepat seperti diri-Nya; dan Anak Allah dikarakterisasu siap memberikan diri-Nya.” ~ Oswald Chambers (1874-1917)

Kekristenan tanpa pemuridan adalah Kekristenan yang kering, dangkal, membosankan, dan tanpa tantangan. Kekristenan yang diselamatkan di dalam anugerah Allah, namun pada saat yang sama terpisah dari perubahan karakter, perubahan keinginan, dan cita-cita. Adalah Kekristenan palsu yang ada di dalam cenkraman dunia namun mengatasnamakan Yesus.

Saudaraku semenjak kejatuhan Adam dan Hawa, lalu mereka menghasilkan keturunan, maka sampai kepada Anda dan saya. Semua orang di muka bumi ada dalam maut, cengkraman dosa. Kita berkecenderungan berlaku buruk, kita adalah kaum yang jahat itu, bahkan di dalam dunia yang fana ketika manusia berusaha memperbaiki semuanya. 

Tidak ada setitikpun keberhasilan, yang ada hanyalah kepalsuan dan bertambahnya penderitaan manusia. Dunia semakin tua, dunia sudah hampir sampai pada pennghakiman. Dan yang terpenting Anda dan saya pasti akan mati, yaitu tubuh fana kita yang seringkali kita banggakan. 

Kita harus menyadari realita pemberontakan kehidupan kita, kita telah menyatakan perang terhadap Allah yang berkuasa. Kita memberontak dan seringkali di dalam kehidupan sebagai orang percaya pun kita ada dalam kemunafikan dan berpura-pura tidak mendengarkaan Allah. Untuk hidup semaunya kita, lalu kita berkata saya lakukan ini untuk Allah.

Ketika mempelajari kitab Yesaya, saya menemukan satu kesatuan yang memperindah kitab ini, Dia Allah yang berkata-kata kepada Yesaya, adalah Allah yang sama memelihara keteraturan dunia saat ini. Lebih dari semua itu, Dia adalah Allah yang sama sampai hari ini melakukan hal yang sama, yaitu berbelaskasihan.

Pola dari nubuatan yang Yesaya terima secara langsung dari Allah, pertama-tama Ia membukakan dosa, menelanjangi Israel sih pendosa. Umat-Nya yang jahat, mereka yang hanya hidup untuk menghasilkan dosa pemberontakan dan ketidakadilan. 

Ini adalah gambaran yang baik dan nyata dari hati Anda dan saya hari-hari ini, baiklah realita dari dosa, kefasikan, penyembahan berhala Israel. Menunjukkan kepada Anda bahwa demilkianlah diri Anda dan saya pada dasarnya.

Selanjutnya Allah memberitakan kabar buruk yaitu penghukuman. Di balik penghukuman Allah ada belaskasihan di sana. Yesaya 12:2 (TB) “Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar, sebab TUHAN Allah itu kekuatanku dan Mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.”

Teguran Allah, didikan Allah, sukacita yang hadir dari Allah tidaklah sama dengan apa yang dunia yang telah jatuh dalam dosa berikan. Allah memiliki cara-Nya sendiri, kita menemukan kasih-Nya di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. 

Dia yang telah disalibkan itu, Dia yang telah menjadi dosa karena kita, Dia yang hidup dalam kesempurnaan dan kekudusan. Menjadi hina dan keji di mata Sang Bapa, Dia menjadi sangat berdosa. Inilah keselamatan dari Allah, pengorbanan Yesus Kristus yang menyelamatkan kita dari kutuk hukuman dosa.

Percaya kepada-Nya bukanlah sesuatu yang seperti dunia maupun Anda pikirkan. Percaya selamat, berarti bisa berbuat dosa seenaknya. Hei manusia gila sesat, hei orang percaya yang mengaku Kristen tetapi cinta kehidupan fana dunia dan mengejar kebahagiaan darinya dan Anda berharap ketika Anda mengaku percaya bahwa Yesus Tuhan Anda selamat. Anda tidak pernah menginginkan Yesus, Anda menginginkan keselamatan. Anda harus bertobat dari pemahaman iman Kristen yang dangkal semacam ini, menyesatkan semacam ini.

Mari kita lihat Alkitab, percaya Yesus yang adalah keselamatan berarti menginginkan Yesus dan di dalam kasih anugerah Anda akan melihat ketidakbenaran Anda. Dosa sangat nyata dan semakin nyata dari hari ke hari, diperlihatkan kepada Anda, ini adalah dosa Anda, kecenderungan yang jahat dan mengerikan.

Iman sejati adalah penyerahan diri kepada Yesus, iman tanpa ketaatan kepada Yesus adalah kebohongan, kesesatan dan murka Allah tetap ada atas orang tersebut (Yohanes 3:36). Ketaatan kepada Yesus akan selalu berbuahkan perubahan karakter yang dipengaruhi oleh Injil, Injil yang terus direnungkan setiap saat. Inilah iman sejati, ketika Anda dibawa semakin serupa Yesus, mengasihi yang Dia kasihi dan membenci yang Dia benci.

Tuhan, ampuni aku karena yang menjadi fokusku selama ini adalah keselamatan yang di mana di sana dijanjikan jalan emas, dan keindahan fana yang dikejar manusia dunia. Biarlah pemahaman ini dikeluarkan dari pikiranku dan hatiku, aku secara serius melihat bahwa satu-satunya keindahan dari keselamatan adalah Yesus Kristus itu sendiri. Adalah penyembahan yang terus menerus kepada Allah yang kudus dan mulia. Amin.


4. Kesukaan

Renungan Harian Saat Teduh 4 September 2021

Ayat Alkitab Mazmur 1:2

Mazmur 1:2 (TB) Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

“Melayani Tuhan tidak sama seperti yang seseorang manusia pikirkan, orang percaya sedang melayani setan ketika penyembahan yang kita berikan kepada Tuhan tidak didasarkan Alkitab” Arthur Hildersham (1563-1631), Petunjuk Kristus tentang Sifat Ibadah Sejati.

Anda dan saya diciptakan untuk Allah, manusia diciptakan untuk Allah, Abraham dipanggil untuk Allah, bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir untuk Allah. Gereja hari ini, dipanggil untuk hidup di dalam Kristus untuk Allah. menyembah Dia, melayani Dia, dan dipuaskan di dalam Dia, inilah tujuan satu-satunya Allah.

Kita untuk diri-Nya dan diri-Nya oleh darah yang mengalir dari kayu salib itu semua untuk kita, tidak ada kabar yang lebih indah dari ini, inilah Injil Yesus Kristus. Allah yang datang kepada pendosa yang layak binasa, mengundang manusia untuk melihat dosanya dan bertobat dari dosa-dosa tersebut dan hidup dalam kekudusan yang Kristus berikan agar hidupnya untuk Allah.

Inilah sumber kebahagiaan manusia, yaitu Taurat TUHAN, haruslah kita mengerti hal yang indah ini di dalam Kekristenan. Ketika kita percaya kepada Yesus dan bertobat dari semua dosa kita, berjalan dan berproses untuk semakin muak dengan dosa.

Pada saat yang sama, kita telah bercerai dari dunia, tetapi konsep dunia, kekuatan dan kuasa dunia yang indah. Dipakai oleh setan untuk mempengaruhi kita, saudaraku sadarilah setan setiap hari berkotbah kepada kita, membawa kita kepada kekacaun pikiran, kehendak, dan perasaan yang seringkali berburuk sanggka kepada Tuhan.

Kita harus mencintai Firman TUHAN, inilah dasar Kekristenan sejati, dan kehidupan praktis ketika Anda dan saya harus berdiam diri. Kesukaan pada Firman Allah, haruslah di bawa pada cara pandang yang benar. Yaitu tentang Injil Yesus Kristus. Mengapa Anda membaca Firman? Itu semata-mata untuk mengkotbah Injil, melihat dan memandang kepada Yesus, untuk semakin mengenal Dia, bersukacita di dalam Dia.

Janji Yesus ketika Ia akan dibunuh/disalibkan ada di Yohanes 14:27, kepada para murid, janji yang sama untuk Anda dan saya sebagai murid sejati Yesus Kristus. Di mana hati kita dibawa untuk terus melayani Dia, setiap saat menikmati sukacita dari-Nya. Inilah kesukaan oleh Taurat Tuhan, yaitu Roh Kudus yang dicurahkan atas kita, Ia adalah Seseorang Ilahi yang berkuasa. Dia adalah Pribadi, Dia adalah Tuhan.

Hanya oleh-Nya, karena Dia, dan Injil yang terus Ia beritakan di hati dan pikiran, melalui Firman yang kita renungkan. Kita dapat bersukacita di dalam Tuhan (bacalah!! Yohanes 14:15-31 dan pasal 16). Dan mengabaikan kotbah/panah api dari sih jahat yang selalu ingin kita melawan Allah.

Biarlah Firma-Mu memenuhi hati dan pikiranku, bahwalah aku oleh kebenaran yang indah ini, aku dapat terus merenungkan dan merasakan sukacita dari kuasa Roh Kudus-Mu. TUHAN, mampukan aku bersukacita dalam diam, saat teduhku, dan kesendirian di mana aku menikmati setiap pembacaan Firman-Mu. Amin. 


5. Menjadi 

Renungan Harian Saat Teduh 5 September 2021

Ayat Alkitab Mazmur 17: 5, 15 

Mazmur 17:5, 15(TB) 

5 Langkahku tetap mengikuti jejak-Mu kakiku tidak goyang. 

15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

“Orang Kristen seharusnya menjadi Alkitab berjalan.” Thomas Watson

Kehidupan Kristen haruslah terus bertumbuh mengarah kepada Kristus, melihat terus kepada Kristus dan bagaimana hidupnya semakin serupa Kristus. Inilah visi kita, jiwa kita yang baru, pikiran dan perasaan yang baru diberikan oleh Kristus yaitu untuk menjadi seperti Yesus, dalam kekudusan, watak, visi dan penyembahan kepada Allah bapa.

Biarlah kita bersama-sama Daud, dan orang-orang percaya sepanjang abad, orang percaya yang telah disalibkan bersama Yesus, mereka yang hidup bukan diri mereka sendiri lagi yang hidup. Tetapi hidup berpenyerahan kepada Yesus, kita dapat berkata. “Langkahku tetap mengikut jejak TUHAN.”

Begitu indahnya, kehidupan Kristen yang menikmati Firman Allah, makanan kekal yang sejati. Bukan untuk kebutuhan daging. Tetapi untuk jiwa yang dikuduskan. Yaitu mekanan kehendak Bapa, inilah hidup yang menjadi seperti Kristus, mengikuti jejak Yesus dan menikmati keyakinan oleh karena Roh Kudus menguatkan. Yaitu memakan makanan yang di mana kita diajak untuk melakukan kehendak Bapa.

Untuk masuk ke dalam kehendak Allah, menjadi Kekristenan yang mendalam dan hubungan pribadi bersama Yesus. Pertama-tama lihatlah salib Yesus sebagai suatu keindahan yang sempurna. Ini seperti memandang wajah kemuliaan Allah, ya memang demikianlah adanya. 

Anda harus mengerti bahwa Anda dan saya adalah pendosa. Kita harus menerima keselamatan dari Allah, kita yang tidak layak. Oleh karena Yesus disalibkan, untuk menerima semua hukuman dosa kita, menerima semua kejijikan diri dan kebusukan kita. 

Dia yang berharga datang untuk manusia yang tidak berharga dan berdosa, pemberontak dan layak binasa. Agar manusia yang percaya, yang berpenyerahan dan taat kepada Kristus. Dijadikan berharga, dijadikan kudus, dan dibenarkan oleh pemandian darah Yesus. Inilah Kekristenan yang berpusat pada Injil, semuanya tentang Allah dan kehendak-Nya dan rancangan-Nya. 

Kita masuk pada persekutuan kepuasan di dalam Kristus. Pribadi mulia yang ada bersama-sama dengan kita, ketika kita melihat Rupa Kristus, keindahan kasih karunia. Ini semua karena Roh Kudus dalam kita, berdoalah untuk mata rohani yang terus dibukakan dengan keindahan ini, bawalah hati dan pikiran Anda untuk membaca dan merenungkan Firman setiap waktu dan sediakan waktu untuk merenungkan Firman. Jangan bodoh, setan selalu berkotbah kepada kita, di dalam pikiran dan hati kita.

Ketika rupa dan keindahan Yesus kita nikmati, kita dipuaskan di dalam Dia. Kita dimampukan mengasihi sesama. Kita menjadi Alkitab berjalan. Pikiran dan hati yang dipenuhi Firman. Akan menjadikan kita semakin bersemangat untuk menceritakan Kristus, ini secara alami terjadi, dengan sukacita. Pancaran Injil menjadi gaya hidup kita, karena Injil yang menjadi cara pandang hidup kita, didik di dalam Injil, diperbaharui di dalam Injil, dibawa untuk bergumul di dalam Injil dan untuk menjadi serupa dengan Sang Injil Yesus Kristus. Mengasihi yang Yesus kasihi dan membenci yang Yesus benci, dan inilah Kekristenan sejati.

Tuhan terimakasih untuk keindahan Rupa-Mu, kasih karunia yang Kau berikan kepadaku, menguatku untuk hidup dalam visi-Mu. Kindahan kasih karunia memberikanku kekuatan untuk selalu memikirkan bagaimana nantinya aku melayani sesamaku. Membawa mereka kepada Kristus dan terus bertumbuh bersama di dalam Kristus. Sampai di titik hanya Kristus saja yang menjadi keinginan Kekristenan dan menjadi serupa Kristus. Amin.


6. Kosong

Renungan Harian Saat Teduh 6 September 2021

Ayat Alkitab Kolose 2:8

Kolose 2:8 (TB) Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

“Marilah selama kita hidup di dalam keselamatan Kristus, baiklah kita menjauhkan diri dari orang-orang yang murtad dari kebenaran, mereka melakukan yang dilakukan iblis. Tepat seperti yang iblis lakukan; mereka akan terus berjuan dan tidak diam saja sampai mereka bisa membawa orang percaya untuk murtad untuk menjadi saudara mereka. Peringatkanlah diri kita sendiri dan saudara seiman kita.” ~ Nicholas Byfield, Kebenaran Kristen Diperlukan untuk Keselamatan.

Anda seorang Kristen, Anda rajin ke Gereja, Anda melayani. Dengarkanlah nasehat Paulus, tetaplah hidup di dalam Kristus. Ini tentang kekuatan iman yang berdasarkan Kristus, berpusat pada Yesus, apapun yang Anda kerjakan itu semua membawa Anda pada ingatan akan karya keselamatan yang dikerjakan di dalam Kristus dan Anda bersukacita ketika mendapati realita Anda yang layak binasa, Anda yang pendosa, Anda yang busuk dalam dosa ketika belum bertobat.

Anda menyadari bahwa Anda benar-benar tidak layak, selamanya tidak layak, tidak ada kebenaran yang lahir dari diri Anda, tidak ada kebaikan yang layak dipersembahkan kepada Allah. Tetapi di dalam Kristus, oleh karena darah yang mahal itu, karya salib yang menjadi pusat cara pandang hidup. Di mana semua dosa dilucuti, ditimpakan kepada Yesus. 

Atas dasar kasih karunia Allah Paulus berserah, jangan biarkan kekosongan filsafat leluhur, filsafat modern, dan semua hal yang berpusat pada manusia dan perasaan manusia dan pikiran manusia. Menjadi dasar kehidupan kita, mempengaruhi tindakan kita. Tetapi Anda telah ada di dalam Kristus, Anda adalah orang percaya yang ditebus dengan darah yang mahal. 

Berpusatlah pada Kristus, prinsip Alkitablah yang harus mempengaruhi hati dan pikiran Anda yang melahirkan tindakan yang sesuai dengan kehendak TUHAN. Jangan bodoh, filsafat dunia adalah kesesatan yang tidak menjadikan Anda semakin mencintai Tuhan, tetapi membawa Anda masuk ke dalam penyembahan berhala.

Penyembahan yang salah, kehidupan yang dipenugi kekeliruan. Tidak menjadi penyembah TUHAN yang benar. Tidak menemukan bagaimana itu kasih karunia yang ada di dalam Kristus. Tidak menemukan kepenuhan kemuliaan Allah, kepenuhan ini hanya ditemukan ketika dengan kehendak yang murni, disertai kuasa Roh Kudus. Anda menyerahkan diri kepada Ketuhanan Kristus, Anda bertobat dari dosa-dosa Anda.

Menerima kepenuhan yang menggairahkan, menemukan sukacita sejati yang hanya dari Allah dan hidup untuk memuliakan Allah. Berakar di dalam iman yang sejati di dalam Kristus. Dia yang telah menjadi korban yang sempurna, penggenapan dari hukum Taurat dan Dia yang telah diremukkan, menjadi hamba yang hina dan menderita. Hanya Dialah yang layak menjadi pusat hidup kita, di mana kita dapat berharap dan menempatkan hati kita kepada Dia.

Saudaraku, marilah kita hidup sebagai orang-orang yang terus berjuang, terus berpenyerahan dan terus bertumbuh semakin mengenal Kristus dan mengasihi Dia. Hanya di dalam Dialah segala kepenuhan Allah sejati, Allah penciptan semesta dan manusia kita dapatkan. Maka datanglah kepada-Nya.

Hati dan pikiranku begitu gampang menikmati hal-hal kosong yang fana dan tidak mengarah kepada-Mu. Di dalam kesunyian seringkali hari-hariku ada di dalam kengerian pengertian di mana cara dunialah cara pandangku. Tuhan apunilah aku sih pendosa ini, bawalah aku pada kehidupan Kristus dan di mana hati Kristus ada di sanalah harusnya hatiku berada. Terimakasih untuk Firman-Mu, yang menjadi dasarku untuk semakinn serupa Kristus. Amin.


7. Rohani

Renungan Harian Saat Teduh 7 September 2021

Ayat Alkitab I Korintus 10:3-4

I Korintus 10:3-4 (TB) Mereka semua minum minuman rohani yang sama, dan mereka semua minum minumman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu itu ialah Kristus.

Thomas Manton berkata, “Rasa cinta rohani, akan membuat seseorang merasakan betapa manisnya firman Allah, ini jauh lebih menyenangkan dari semua kesenangan apa pun yang ada di dunia yang fana saat ini.”

Kesadaran bahwa daging akan lanyap, kemah yang sekarang ditempati akan kembali ke tanah dan jiwa yang kekal akan binasa dalam dosa dan kekejian akan pemberontakan kepada Allah. Akan membawa Anda terus menerus memikirkan betapa besar, indah dan menakjubkannya kasih karunia.

Ini adalah harta paling berharga yang membawa manusia rohani kembali hidup, dengan cara pandang yang baru, pemikiran yang baru, dan perasaan yang baru. Semua yang baru ini mengarah kepada satu pribadi Rohani yang sejati, Dia adalah Yesus Kristus.

Saudaraku marilah kita kembali ke ribuan tahun lalu, di mana umat Allah keluar dari tanah perbudakan. Mereka dibawa pada satu tujuan Ilahi. Di dalam tujuan Ilahi inilah kita akan menemukan satu keajaiban Ilahi yaitu pemeliharaan Allah, di mana Dia menyertai dan memberikan kehidupan baru, cara hidup yang baru dan aturan yang baru. Semua itu secara lansung keluar dari mulut-Nya dan disampaikan kepada pengantara yang fana yaitu Musa.

Di mana bangsa Israel memakanan makanan rohani yang sama yaitu Sang Firman batu karang yang teguh. Yesus Kristus, namun di antara mereka semua. Mereka harus dibinasakan karena mereka sangat jahat, mereka menyembah berhala, mereka menginginkan Allah lain dan bukan Allah yang sejati, Allah yang hidup dan berkuasa.

Marilah kita pergi dan berlari kepada Sang Manusia Rohani yang menebus kita dengan darah yang mahal. Marilah kita menolak dan muak terhadap semua dosa dan hidup sungguh-sungguh di dalam kerohanian yang bertumbuh. Ini bukan tentang sok rohani agar dihormati dan layak untuk disebut orang baik dan benar.

Justru di dalam kehidupan rohani ini, Anda akan menemukan kerendahan diri Anda, betapa Anda adalah manusia yang tidak berharga di dalam dosa. Tetapi puji Tuhan, Yesus yang berharga, Yesus yang indah dan mulia. Menjadikan Anda berharga dan untuk hidup di dalam Dia dalam penyembahan yang benar menikmati kemuliaan Allah.

Hanya melalui Alkitab, maka Anda akan menemukan betapa manisnya kehidupan yang fana, kehidupan yang melelahkan. Bacalah Alkitab Anda, renungkanlah itu, bertumbuhlah dalam doa-doa yang menginginkan Kristus secara nyata dalam setiap hidup Anda. dan jangan biarkan manis palsu dari dunia, mempengaruhi hidup Anda, tindakan Anda dan kehendak Anda sehingga Anda tidak hidup bagi Allah.

Hanya di dalam kekudusan, kesalehan, oleh karena kelayakan yang Yesus berikan. Maka Anda akan benar-benar menikmati hal-hal rohani. Bukan tentang larangan ini dan itu, ini tentang cinta yang dari Allah untuk Anda yang berdosa. Ini tentang kekekalan yang Allah anugerahkan, ini adalah bisikan lembut penuh cinta dari Roh Kudus, bagi Anda. 

Ini tentang Injil yang terus dikabarkan kepada Anda dan Anda dipersiapkan untuk mengabarkan Injil apapun pekerjana Allah, di dalam pertumbuhan rohani Anda, ketika Anda terus menerus menyalibkan diri bersama Yesus dan Anda pasti dimampukan untuk itu. Terimalah berkat Rohani, yaitu Yesus Kristus Sang Batu karang yang teguh.

Di dalam kasih karunia, aku menemukan Engkaulah kenikmatan dan kesenangan yang sejati. Tuhan ampuni aku sih penyembah berhala ini, bahwalah aku pada penyembahan yang benar. Menyambah Allah, menikmati manisnya Firman Allah dan bersukacita di dalam karya keselamatan dan oleh darah Yesus aku berkeyakinan penuh bahwa aku telah dikuduskan dan disucikan untuk hidup melayani Tuhan dalam pangilan pemuridan. Amin.

8 Taat

Renungan Harian Saat Teduh 8 September 2021

Ayat Alkitab Yohanes 3:36

Yohanes 3:36 (TB) Barangsiapa percaya kepada Anak, ia akan beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

“Dengan menunda pertobatan, dosa menjadi kuat, dan hati menjadi keras. Semakin lama es membeku, semakin sulit untuk dipecahkan.” ~ Thomas Watson

Taat, "tidak ada alasan titik," demikianlah kita harus secara serius taat pada Kristus Sang pemilik kehidupan kita. Ketaatan kepada Kristus adalah pertobatan, melihat secara jeli dan benar dan jijik kepada dosa yang ada di dalam diri. Pada saat itulah kita akan mengerti bahwa kasih karunia sangatlah indah dan menyenangkan. 

Kepercayaan kepada Kristus tanpa perubahan watak adalah kepalsuan iman, kepercayaan tanpa ketaatan yang berdasarkan cinta pada Kristus dan menikmati kehadiran Kristus yang mendidik dan membenci dosa. Adalah iman palsu yang tidak pernah benar-benar percaya kepada Kristus.

Kekristenan adalah kasih, kasih kepada Allah yang utama, lalu dimampukan mengasihi sesama. Di mana menerima kuasa spiritual yang kudus, sehingga diubahkan menjadi baru (2 Korintus 5:17). Hanya yang ada di dalam Kristus, dipimpin untuk taat kepada Kristus, orang tersebutlah yang layak disebut pemilik kehidupan baru yang dari Kristus.

Jadi sekarang, ketika di dalam Kristus dengan cara pandang baru, hidup yang baru. Merenungkan setiap saat, karena begitu besar kasih Allah, maka pada saat itulah Anda akan mengerti bahwa. Yang terpenting adalah bagaimana Kristus benar-benar hadir dalam kehidupan, menjadi pusat dan menjadi pola pikir dan perasaan.

Ketika Kristus yang mempengaruhi pola pikir Anda, ketika perasaan Anda menikmati kasih yang dari Allah. Maka pada saat inilah ketaatan yang bahagia, bersukacita akan lahir. Iman kepada Kristus akan melahirkan sukacita, sukacita dari Allah, yang hadir karena Roh Kudus di dalam kita. 

Kehidupan baru yang membawa diri Anda terus dan terus dalam perubahan sikap dan pertobatan yang secara mendalam. Melihat betapa mengerikannya dosa dan pemberontakan Anda, pemberontakan yang merusak hubungan Anda dengan Kristus yang mengasihi Anda dan Anda kasihi.

Ketaatan karena kasih, merupakan madu yang sangat manis, sukacita tak terhingga yang dianugarahkan Allah. Hidup mengejar kekudusan di dalam Kristus dimampukan untuk menyenangkan Allah Bapa, melakukan kehendak Bapa sama seperti yang Kristus lakukan. Inilah ketaatan itu, memperoleh kehidupan kekal, karena Kristus menjadi milik kita dan kita milik Kristus.

Hal penting untuk dimengerti, sehingga tidak salah mengerti iman. Karena kepercayaan yang murahan. Akan membawa pada keberdosaan yang mendalam, tanpa perubahan dan tanpa ketaatan. Padahal, ketika kepercayaan kepada Kristus terpisah dari ketaatan. Maka yang ada adalah murka Allah yang kekal, masih tetap ada di atas orang tersebut.

Baiklah, taat berarti mengasihi Tuhan dan melakukan perintah Yesus, bacalah janji berikut ini yang diucapkan langsung dari Tuhan kita, Yesus Kristus. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melaukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapaku dan Akupun akan mengasihi dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yohanes 14:21.

Penyerahan pada pimpinan Yesus, adalah buah dari ketaatan kepada perintah Kristus. Ini lahir dari cinta yang sejati. Dari hati yang menyembah Tuhan yang kudus, dan sukacita abadi dari Dia yang telah disalibkan itu. Mari datanglah dan teruslah berjuang untuk ketaatan ini, dan bencilah dosa.

Tuhan terimakasih untuk Roh Kudus yang Kau berikan kepada-Ku, sebagai sahabat Ilahi yang selalu membawa hati dan pikiranku untuk memikirkan Injil-Mu. Untuk tetap bisa taat kepada Kristus dan melakukan perintah-Nya, mengikuti Dia dan melakukan apapun yang menjadi tujuan-Nya. Yaitu Injil yang bercahaya melalui hidupku, dan Allah saja yang dimuliakan sampai selama-lamanya. Amin.


9. Benar

Renungan Harian Saat Teduh 9 September 2021

Ayat Alkitab Kisah Para Rasul 4:19

Kisah Para Rasul 4:19 (TB) Tetapi Petrus Yohanes menjawab mereka: “Silahkan kamu putuskan sendiri manakan yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

Tuhan mengambil jalan terbaik yang aman untuk anak-anak-Nya yang Ia tebus, sehingga mereka tidak dimurkai bersama dunia. Dia mengijinkan dunia menghukum mereka dan dunia membenci mereka, agar anak-anak-Nya tidak mencintai dunia. ~ Richard Sibbes

Kebenaran adalah TUHAN, tidak ada yang tidak benar yang berasal dari-Nya. Sebab Dialah Sang kebenaran. Dia haruslah menjadi tujuan utama dari ketaatan dan keberlangsungan kehidupan Anda dan saya. Saudaraku, kebencian dunia terhadap Injil sangatlah nyata, kebencian dunia terhadap Injil adalah seruan peperangan.

Sama seperti Petrus dan Yohanes, marilah kita berdiri tegak dan memberitakan kebenaran, memberitakan Injil yang sejati. Pertama-tama kepada diri sendiri yang berdosa dan sombong. Lalu menikmati setiap kebenaran dengan disertai Roh Kudus yang ada di dalam kita, sehingga Injil yang kita kabarkan berkuasa untuk membukakan dosa dan menyerukan pertobatan dan Kristus saja menjadi pusat kehidupan.

Baca Juga: Renungan 11-15 Oktober 2021

Pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri sendiri, yang seringkali penuh dosa, seringkali menghindar dari kebenaran. Wahai diriku maukah kau terimalah kebenaran? Terimalah pukulan yang manis yang mendidik, sehingga dosa tidak lagi berkuasa atasku.

Ketika kebenaran disampaikan, ketika dosa dibukakan, ketika berhala kita tidak merasa nyaman di dalam diri. Baik pikiran dan perasaan yang terganggu, pada saat itulah kebencian akan lahir terdahap kebenaran. Atau bisa juga lahir petobat, petobat yang secara rendah hati, dengan remuk hati berkata, “aku telah berdosa terhadap Allah Sang Kebenaran.”

Kebenaran akan selalu banyak penentang, kebenaran Alkitab tidak pernah berubah, sepanjang generasi, akan selalu ada penentang kebenaran Injil. Tetapi baiklah tetapi berdiri tegak, membawa jiwa kepada Kristus. Untuk terus hidup dalam pengharapan yang sejati, yaitu di dalam Kristus yang telah disalibkan. 

Kecaplah sedikit dan lebih banyak kebenaran itu, jika Anda telah mati bersama Kristus itu akan sangat manis. Tetapi jika Anda masih hidup dalam kerinduan duniawi, kebenaran itu pahit dan merobek hati Anda, lalu Ia memanggil untuk bertobat.

Saudaraku, kebenaran akan membawa Anda pada realitas kehidupan yang menyakitkan. Bukan hanya tentang penderitaan yang biasa saja. Tetapi ini adalah penderitaan di mana Anda dibenci oleh dunia, menjadi incaran kuasa kegelapan untuk menghancurkan Anda sehingga Anda berdosa. Berlarilah dari dosa, berlalirah menuju salib. Berikanlah terus Injil kebenaran itu kepada diri sendiri, inilah kehendak Allah untuk keseharian Anda.

Berdosalah berdasarkan Alkitab, bersaat teduhlah dengan menemukan Kristus dan nyaman dalam kegembiraan yang kudus. Untuk melangkah dalam dunia yang berpeluh, menderita, mengeluh dan melelahkan. Ya, Kristus selalu ada bagi Anda, dalam pelayanan dan pekerjaan Anda dengan hati yang tertuju pada Yesus dan menginginkan Yesus dan memberitakan cahaya Injil Yesus Kristus da an teruslah terima kebenaran itu.

Tuhan kebenaran adalah madu yang manis, terimakasih telah memberikanku rasa manis ini, sehingga jiwaku dipuaskan. Melihat dosa ku dan bertobat, terimakasih atas rasa muak pada kemunafikanku, tolong aku untuk berdiri tegak meskipun takut. Untuk dengan setia memberitakan kebenaran-Mu. Sampai akhirnya aku bertemu muka dengan Yesus, puas untuk menyembah. Amin.


10. Debu kaki-Nya

Renungan Harian Saat Teduh 10 September 2021

Ayat Alkitab Nahum 1:2

Nahum 1:2 (TB) TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.

“Pertobatan biasanya bukanlah saat yang dramatis. Pertobatan adalah keseharian hidup dalam Kristus, yaitu menjalani satu hari itu di dalam Kristus.” ~ T. H. Warren “Liturgy Of The Ordinary.”

Kekristenan adalah persekutan, jika Anda pernah muda, Anda tentunya pernah merasakan kebahagiaan jatuh cinta. Seolah dunia benar-benar indah adanya. Meskipun akhirnya realitanya akan sangat berbeda, semua itu karena perasaan kita yang telah jatuh ke dalam dosa. 

Ketika saya memikirkan tentang keindahan persekutuan dan cinta yang sejati. Tanpa dosa, tanpa perasaan yang curiga, tetapi kasih yang sejati, kuat, teguh, kokoh, dan tidak dipengaruhi oleh apapun kecuali keindahan yang sejati dan jujur dari cinta itu sendiri. Kasih yang bukan mengasihi diri sendiri, tetapi benar-benar pribadi yang benar-benar dicintai dan dikasihi.

Mari pikirkan keindahan ini, baiklah imajinasi kita disentuh oleh makna yang sejati dari cinta yang kudus tanpa dosa yang membuahkan rasa curiga. Saudaraku, itulah definisi dari cinta Sang Kudus Tuhan kita, Dia mencintai kita tanpa rasa curiga, karena Dia adalah Allah yang tahu persis bahwa kita benar-benar pendosa besar.

Allah tidak pernah terkejut, melihat pendosa, Allah tidak pernah merasa aneh melihat kejahatan. Allah tidak pernah merasa takut, gemetar, maupun kehabisan cara untuk mengalahkan kejahatan. Beberapa orang dengan percaya diri, jika Allah itu kasih, jika Dia baik dan berkuasa mengapa Dia membiarkan kejahatan tetap ada? 

Orang yang berkata demikian, memikirkan seolah-olah ia adalah orang baik dan oleh kebaikannya itulah ia berhak menjadi tuhan yang mau mengaut Tuhan sejati. saudaraku Anda yang merasa Anda orang baik, saya ingin jujur yang layak kebaikan Anda terima adalah kebinasaan kekal, neraka kekal dan keterpisahan selamanya dari hadirat Tuhan yang berkuasa.

Tidak ada sedikitpun kebaikan hati Anda, pemikiran Anda yang mulia dan baik itu layak di hadapan Allah yang kudus. Demikianlah Alkitab menyatakannya, bahwa kebaikan kita adalah kain cemar, kain kotor dan tidak ada seorang pun yang benar tidak ada. 

Saudaraku kita harus bertobat dari penyelamatan diri sendiri dengan cara menjadi orang baik. kita harus sadar, bahwa Kekristenan adalah tentang Injil, bukan tentang apa yang kita kerjakan untuk Tuhan. Tetapi tentang apa yang Tuhan kerjakan untuk kemuliaan-Nya melalui pengudusan kita yang adalah tulang kering. Di hidupkan di dalam Kristus.

Injil yang saya maksud adalah tentang TUHAN, tentang Kristus, tentang kaki debu-Nya yang memberikan kepada kita gambaran yang indah. Karya keselamatan adalah keindahan itu, di mana Yesus menebus kita dari kutuk dosa, Yesus Kristus yang telah menjadi manusia, di dalam kemanusian-Nyalah. Kita dapat mengerti Ia diremukkan, sehingga Ia menerima semua hukuman dosa kita dan kita dibenarkan oleh karena kebenaran-Nya. 

Tuhan itu panjang sabar, tetapi dosa tetaplah hal yang serius, di mana dosa haruslah menerima ganjaran yang sempurna dalam kekekan Tuhan. Puji Tuhan bagi kita yang menerima Kristus, keselamatan itu hanya dari Kristus dan murka Allah tidak ada atas kita, ketika kita taat kepada-Nya yang merupakan buah nyata dari kelahiran baru.

Saudaraku untuk menjawab pertanya, mengapa Allah yang baik itu masih sampai hari ini, membiarkan kejahatan tetap ada. Saya menjawabnya menggunakan ayat di atas, karena Allah itu panjang sabar, kenyataan ini diungkapkan kembali oleh Rasul Petrus di dalam suratnya, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi  Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." I Pertus 3:9 (TB).

Hanya karena kasih karunialah, kita dibebaskan dari hukuman, bukan berarti hukuman tidak ditegakkan, hukuman tetap dijalankan. Semua hukuman itu ditimpakan kepada Yesus, maka dari itu, hanya di dalam Yesuslah adanya kebaikan sejati, adanya pertobatan sejati dan hati yang berbalik untuk menyebah dan memuliakan TUHAN.

Baca Juga:

Tuhan, kau sentuh pemikiranku dengan keindahan-Mu yang sejati itu, awan yang aku pandang dengan kekaguman. Ternyata itu adalah debu kaki-Mu, yaa Tuhan aku bersukacita karena dapat mengenal-Mu. Aku besukacita karena Kau berbelaskasihan kepadaku yang binasa ini, Kau menjadikanku berharga karena keberhargaan-Mu, Kau memanggil aku untuk berjalan di jalan pertobatan setiap hari. Aku bersukacita karena darah-Mu menyegarkan jiwaku, menguduskan dan membawa aku terus berjuang untuk tetap saleh karena Injil-Mu. Amin.

Baca Juga: Renungan saat teduh 5-6 Oktober 2021

Posting Komentar untuk "Saat Teduh Hari ini Renungan Harian Kristen 2021 September "