Renungan 1 Petrus 1:1-7 Penghiburan Dalam Penderitaan

1 Petrus 1:1-2
1Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,
2yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.
1 Petrus 1:3-12
3Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
4untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
5Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
6Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
7Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
1. Tujuan dari Surat Petrus
Kepada jemaat yang ada di Asia kecil, di masa sekarang yang kita kenal sekarang wilayah Turki. Petrus membawa jemaat pada waktu itu, untuk tetap hidup taat kepada Yesus, hidup dalam pengharapan, dan terus menerima sukacita damai Sejahtera yang melimpah-limpah.
Bagi kita yang hidup di masa sekarang, mungkin sedikit lebih mudah untuk hidup damai karena kita tanpa perang, hidup cukup dan tidak kekuruangan. Namun Konteks kekristenan di abad pertama sangat berbeda.
Jika Anda seorang Kristen, maka nyawa anda kapan saja dapat hilang, anda dianggap seorang manusia yang tidak pantas hidup di masa itu, oleh orang-orang yang tidak percaya Yesus. Musuh anda adalah agama Yudaime, system filsafat, dan politik.
Panggilan untuk taat pada kehendak Kristus, bukanlah persoalan yang mudah pada masa itu, karena musuh terbesar orang Kristen bukan hanya dari dalam diri sendiri. Melainkan juga dari luar diri mereka. Mereka ditekan dari berbagai arah untuk menyangkal Yesus, untuk meninggalkan iman mereka.
2. Memuji Allah dan kelahiran Kembali
Apa itu kelahiran Kembali dan apa hubungannya dengan memuji Allah?
Di sini Petrus memberitahukan kepada kita bahwa, memuji Allah dengan alasan yang cukup jelas, pujian kepada Allah karena Yesus Tuhan telah memberikan kelahiran Kembali melalui kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian.
Inilah sumber pengharapan kehidupan seorang yang telah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kelahiran Kembali inilah yang menjadikan orang percaya begitu kuat untuk bertahan dalam iman kepada Yesus.
Ketika anda dan saya dilahirkan Kembali melalui kebangkitan Kristus, kita tidak lagi dimiliki oleh pikiran lama, kita dimiliki oleh pemikiran yang baru. Yang telah dikaruniakan oleh Roh Kudus kepada kita, Dia ada di dalam kita dan kita di dalam Dia. Ketika kita mengerti tentang kebenaran ini, hal ini membawa kita pada Tingkat ucapan Syukur yang berbeda, hati yang ingin taat dan memuji Allah kita.
3. Kelahiran Kembali
Saya membawa Anda untuk mengerti esensi dari satu pengajaran Kekristenan tentang kelahiran Kembali. Sebab jiwa Anda dan saya tidak dilahirkan Kembali, kita tidak akan masuk ke dalam Kerajaan sorga. Inilah yang Yesus jelaskan di dalam Yohanes 3:3 “”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.””
Yohanes 3:5-6 (TB) ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Yesus sendirilah yang memberitakan pengajaran tentang kelahiran Kembali, bahwa ketika seorang manusia percaya kepada Sang Anak Allah. Sebagai jalan untuk datang kepada Allah, percaya pada pengampunan dosa melalui penyaliban, percaya pada kebangkitan Yesus sebagai jalan dari kelahiran Kembali. Maka orang tersebut diberikan hati yang baru, untuk menyembah Allah melalui pengenalan akan Yesus. Dan Roh Kuduslah yang menjadi pemberita Injil utama di dalam hatinya.
Yehezkiel 36:26-27: "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu..."
Yehezkiel 11:19: "Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat".
Titus 3:5: " Ia telah menyelamatkan kita oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus".
Pertanyaanya, bukanlah apakah anda sudah dilahirkan Kembali?
Pertanyaanya, apakah anda bertobat dari dosa?
Apakah anda sadar bahwa anda tidak akan pernah bisa menyelamatkan diri anda dari murka yang akan datang?
Apakah anda mau mengaku dosa dan mempercayakan keselamatan jiwa anda hanya kepada Yesus?
Apakah anda mau berhenti untuk percaya pada diri sendiri untuk memperoleh keselamatan?
Apakah anda mau merendahkan diri di hadapan Allah dan manusia bahwa anda benar-benar binasa dalam segala hikmat anda?
Apakah anda mau hidup untuk melakukan kehendak Yesus saja dan meninggalkan kehendak anda sendiri?
4. Penderitaan dan tujuannya
Pujian kepada Allah dipanjatkan, karena kita benar-benar mengenal Allah, kita telah dilahirkan Kembali. Yang artinya anda dan saya telah dijadikan anak-anak Allah. Memperoleh pengharapan akan hidup yang kekal bersama dengan Yesus. Ada hati yang haus untuk mengenal Yesus, ada pikiran yang terus tertuju pada pengenalan akan Yesus dan untuk menjadi serupa dengan Dia.
Saudaraku memuji Tuhan merupakan tujuan hidup kita, karena jika seorang manusia tidak memuji Allah yang benar. Ia akan memuji ilah yang menyesatkan dan terus membawa hidupnya pada kematian kekal. Ini merupakan natur keberdosaan manusia, natur ini memisahkan manusia dari Allah yang kekal.
Kita telah salah dalam hal menyembah, karena dasar dari keinginan hati pikiran kita adalah memberontak. Namaun puji Tuhan, kita disadarkan oleh kasih karunia Allah yang besar itu, melalui berita Injil, kita melihat setiap dosa kita yang membinasakan. Sehingga kita bertobat dari percaya kepada Yesus. Dialah jalan keselamatan kita.
Ketika kita percaya kepada Yesus kita beroleh kasih yang tidak terbatas, dunia ini boleh membenci kita, penderitaan boleh datang harapan seolah-olah hilang. Kabar baiknya semua itu membawa kita pada kemurnian iman yang jauh lebih mahal dari emas murni.
Inilah tujuan dari penderitaan kita, ketika anda dan saya telah hidup dalam Yesus, menerima pengampunan dosa. Hidup kita meskipun dalam penderitaan yang paling mengerikan sekalipun tidak pernah menjadi sia-sia.
Kemurnian iman, yang jauh lebih tinggi nilainya dari emas fana, karena iman inilah kita dapat merasakan kehadiran Tuhan meskipun di tempat paling gelap di dalam dunia ini. Bahkan kematian di dalam Yesus menjadi bagian yang sangat kita nantikan selama kita masih hidup dalam dunia ini. Karena itu, saudaraku setiap hal yang terjadi dalam hidupmu, asalkan engkau ada di dalam Yesus. Semua itu bukanlah masalah sebab selalu ada harapan di dalam Kristus. Amin
Posting Komentar untuk " Renungan 1 Petrus 1:1-7 Penghiburan Dalam Penderitaan"
Silahkan Berkomentar