Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berkat yang Diabaikan

 

Berkat dalam Kekristenan, Ketika orang Kristen salah berkat dan berkat yang sesungguhnya ia abaikan.

Misalnya Anda memiliki seorang teman dan Anda seorang ahli otomotif, teman Anda memiliki mobil yang sedang mogok. Dan Anda mengecek kerusakan mobil tersebut, tiba-tiba Anda mendapati bahwa bensin mobil tersebut dicampur air. 

Teman Anda memberi alasan yang logis. Dengan alasan agar bensinnya lebih hemat dan apabila ditambah air akan lebih banyak. Penegasan dari cerita ini. Mobil diciptakan bukan untuk diisi air agar dapat dikendarai. Meskipun air hanya ditambahan, hal ini akan menimbulkan efek samping yang serius.

Begitu juga gereja hari-hari ini akan sangat berbahaya. Bila gereja ditambahkan dengan uang dan meteri kita, agar gereja dapat terus bergerak mencapai tujuannya maka semuanya akan kacau. Bila gereja ditambahkan sedikit hal-hal yang itu sebenarnya bukan besin maka gereja akan mogok dan sekali lagi kacau. 

Bila gereja terus menerus berharap dan mendambakan sponsor yang memiliki banyak meteri sebagai stadar pelayanan yang berhasil, maka bisa dipastikan gereja tersebut akan memiliki penyembah-penyembah yang kering dan frustasi. Maka orang-orang kaya dengan nyaman di gereja mereka berpikir bahwa pelayanan itu milik mereka.

Lalu apa yang diperlukan gereja hari-hari ini, orang seperti apa? 

Sebelum menjawab, saya tegaskan bahwa materi (uang) dalam pelayanan bukanlah dasar, dan Yesus Sang pemilik pelayanan sesungguhnya tidak tertarik dengan uangmu bahkan kehebatanmu. Hatimu yang bijak untuk dasar kau melayani. Dan jika kau berpikir itu semualah yang mendasari keberhasilan pelayananmu. Maka ada seruan bertobatlah kembalilah pada Yesus Dialah dasar pelayanan Anda.

Ini jawabannya. kutipan dari buku tulisan, Dallas Willard (1935-2013) saya rangkum dalam kutipan kali ini, saya baru dua hari membaca buku ini dan sekarang bagian 5 dan buku ini sangat menolong saya mengerti apa itu pelayanan sejati dan apa yang pelayanan sejati hasilkan.

Bukan banyaknya uang, bukan megahnya gedung gereja, dan bukan banyaknya orang yang datang ke gereja. Tetapi orang yang secara radical mengikuti Yesus, menikmati Yesus, dan memuliakan Allah, sehingga ia menyerahkan dirinya bukan untuk menjadi pelayan yang hanya terpaku pada jabatan tertentu dalam organisasi tertentu. Tetapi pelayanan yang menghasilkan kembali penyembah yang puas, menikmati Yesus dan mengikuti Yesus secara Radical dan menghasilkan lagi orang yang sama. Inilah pelayanan dan inilah yang Yesus lakukan selama tiga tahun.

Orang-orang percaya akan terkejut bila yang dibutuhkan gereja hari-hari ini yang merupakan materi yang terlihat secara nyata adalah seorang murid, ya seorang murid Kristus. Lalu apa maksudnya? Mari kita lanjutkan.

Kumpulan para murid bukanlah kumpulan banyak orang, lebih  banyak uang, lebih banyak gedung, lebih banyak program, lebih banyak pendidikan, dan lebih banyak nama yang terkenal dan dikagumi. Hal yang sangat mendesak dan dibutuhkan agar apa yang Yesus maksudkan dalam dunia ini. 

Maksud dari kematian-Nya adalah menebus manusia dari dosa sehingga manusia itu dimampukan untuk memiliki kualitas kehidupan yang Ia nyatakan kepada para murid-Nya.

Dengan adanya kualitas yang Yesus tunjukkan dan gereja teladani maka gereja akan berhasil, karena gereja menunjukan pada dunia. Kehidupan yang sesungguhnya. Pertempuran akan selalu ada. Maka, masalah terbesar adalah apakah orang Kristen yang hidup dalam dunia ini yang berprofesi dalam segala bidang menyatakan kasih, sehingga orang dunia melihat Kristus dalam dirinya. 

Orang yang dapat menunjukan Kristus ada dalam dirinya dan memancarkan cahaya kasih karunia sejati hanya akan didapati dalam diri murid Yesus yang sejati. Murid pelajar, pembelajar, praktisi Yesus kristus terus menerus belajar dari Kristus bagaimana menjalani kehidupan sebagai manusia yang masih hidup dalam dunia ini. 

Para murid akan keluar dari gereja-gereja untuk menjadi Gereja-Nya. Menjadi kekuatan Allah bagi kebaikan dunia tanpa kekerasan atau paksaan dan menarik gereja-gereja melakukan maksud kekal Allah. 

Hal yang Yesus harapkan untuk kita lakukan bukanlah sesuatu yang rumit atau tidak jelas. Dalam beberapa kasus kita perlu mengubah apa yang kita lakukan. Tapi amanat Agung rencana-Nya bagi formasi spiritualitas, “pertumbuhan gereja,” dan pelayanan dalam dunia sangat jelas. Mari kita melakukannya. Dia akan menyediakan semua pengajaran dan dukungan yang kita butuhkan. Ingat. “saat semuanya gagal, lihat lagi petunjuknya.”

Jika kita memang ingin hidup dalam terang, setiap kita harus bertanya, “apakah saya seorang murid atau seorang Kristen yang hanya mengikuti standar umum?” menguji keinginan dan maksud utama kita, apakah ada hal lain yang dalam diri kita yang kita merasa itu lebih penting dari pada serupa dengan Dia? Jika ada kita belum menjadi murid Yesus, Jika ada hal itu maka kita harus bertobat. Jika kita tidak rela ikut Dia, maka pernyataan kita percaya pada Dia akan terdengar kosong.

Hanya kehidupan yang meneladani Kristuslah yang bisa memuaskan kebutuhan jiwa dan dunia. Semua tawaran lain gagal memberi keadilan bagi penebusan manusia. Cara pandang yang benar adalah melihat tindakan mengikut Kristus bukan suatu keharusan, tapi pemenuhan kemungkinan tertinggi manusia dan menjalani kehidupan terbaik berpusat pada Kasih Karunia, “bahwa aku sudah dikasihi maka aku mengasihi, aku sudah diselamatkan dari kutuk, maka aku membawa Anda ke pada penyelamat yaitu Yesus.”

Mengikut Kristus menurut Helmut Thielicke adalah berusaha agar “orang Kristen bukan berdiri dibawah kekuasaan legalistic” Anda harus ini,” tapi dalam wilayah kebebasan Kristen, dibawah dorongan Injil.

Hanya pemuridan yang sungguh pada Kristus melalui Roh Kudus Allah bisa membawa perubahan pikiran, perasaan, dan karakter dari dalam sehingga bisa “bersih dari dalam” dan “menjadi pohon yang baik.”
Matius 23:25
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.

Matius 12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya  pohon itu dikenal.
Apa yang ada di dibalik pengabaian luar biasa terhadap Yesus yang terjadi dalam kehidupan orang Kristen adalah kurangnya rasa hormat terhadap Dia. Dia tidak benar-benar terlihat sebagai pribadi yang berkuasa. Lalu bagaimana bisa kita mengagumi Dia?
Jadi berkat yang orang Kristen abaikan hari-hari ini adalah menikmati Yesus secara nyata. Dan hal itulah kebutuhan terbesar dan paling utama manusia. Satu-satunya yang membuat kita dapat menikmati Yesus secara nyata adalah kita menjadi seorang murid, terus belajar dan terus mengikuti Dia (dari buku-buku yang berpusat pada Kristus, dan yang utama Alkitab).
 
Kalau belajar dari kehidupan, saya rasa Anda sudah jauh lebih bajak dari saya. Karena manusia tidak kurang bijak tetapi terlalu bijak sehingga kehilangan berkat terbesar yaitu kasih Allah dalam Yesus.

Jadi untuk bisa menerima berkat itu adalah berhenti menjadi bijak berdasarkan definisi kita sendiri akuilah kita adalah itu manusia berdosa yang akan menghasilkan kekacauan bagi dirimu dan sekitar. Bila Yesus tidak kau ijinkan mengatur hidup kita, sehingga kamu sadar Allah sangat mencintaimu. Jika tetap tidak mau, maka habislah kita, selamat kita tetap berada pada lubang dusta iblis yang berkata, “betapa bijaksananya diri kita.”

Allah yang harus mendefinisikan kita. Artikel ini terinspirasi dari buku, Dallas Willard. "The Great Omission."

Saya berdoa melalui tulisan ini menyadarkan Anda, dan Anda bertanya pada diri Anda, apakah Anda seorang murid? Sehingga ketika Anda yakin bahwa Anda seorang Murid. Anda pasti akan menghasilkan Murid dan menikmati Yesus memuliakan Allah. Amin.

Posting Komentar untuk "Berkat yang Diabaikan"