Renungan 1 Petrus 1:8-9 Meskipun Tidak Melihat

1 Petrus 1:8-9 (TB) 8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
Beberapa orang dengan nada yang meyakinkan mengatakan, bahwa mereka telah melihat sorga dan neraka, mereka bercerita hal itu untuk meneguhkan iman jemaat mereka. Mereka bercerita tentang mimpi mereka bahwa mereka telah melihat roh kudus, melihat yesus dan berbagai penglihatan lainnya agar iman jemaat mereka tetap kuat.
Inilah yang saya lihat di media bahkan ada buku yang menulis kesaksian tentang seseorang yang telah naik ke neraka. Untuk mengkonfirmasi bahwa dunia setelah kematian itu ada. Bahwa penderitaan kekal itu ada dan kehidupan kekal di sorga itu ada. Mereka memberikan satu jalan iman, bahwa dengan melihat realitas melalui mimpi maka iman itu dianggap paling baik dan tidak dapat diragukan lagi.
Ada juga yang berjuang mendasarkan iman mereka pada berbagai mujizat, jika saya berhasil dalam usaha. Maka iman saya akan semakin besar, maka saya semakin percaya kepada yesus. Jika tuhan menyembuhkan saya, maka saya akan beriman. Setiap orang menginginkan tanda untuk dapat memiliki iman, setiap orang ingin melihat keajaiban untuk beriman dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.
Namun Rasul Petrus dengan sangat baik mengingatkan anda dan saya di masa modern hari ini. Untuk merenungkan ulangan nilai-nilai kepercayaan kita dalam Kekristenan. Bukan karena melihat justru karena tidak melihat dan itulah arti iman Kristen yang sejati. Bukan mendesak Tuhan untuk memberikan mimpi dan mujizat maka iman semakin kuat melainkan dalam ketidakpastian hidup, maka iman semakin kuat. Roh Kudus yang memampukan kita.
Mengasihi Yesus meskipun tidak melihat
Petrus mengungkapkan rahasia iman yang sehat, didasarkan pada fakta bahwa kita belum melihat Yesus. Namun hati kita tetap tertuju pada Dia dan kita dapat menaruh seluruh nilai-nilai kehidupan kita kepada Dia. Lalu bagaimana hal ini bekerja di dalam kehidupan kita, bagaimana kita dapat percaya bahkan mengasihi Pribadi atau kepada sesuatu yang belum kita lihat.
Jika manusia tidak mengasihi Kristus, maka manusia mengasihi sesuatu yang terlihat jelas, di dunia modern hari ini. Manusia sangat memuji dan menginginkan pencapaian, pekerjaan, keluarga yang harmonis, kesuksesan keuangan, kesuksesan pekerjaan, kendaraan, dan barang-barang mahal lainnya. Ada yang sangat mencintai makanan, ada yang sangat mencintai pakaian, ada yang sangat mencintai liburan dan bahkan ada yang sangat cinta uang.
Apa pun yang ada di dunia ini, di masa modern hari ini, telah menjadi berhala yang mengikat hati manusia, membawa manusia ke dalam kekosongan, kehampaan, dan berbagai penderitaan yang tidak memiliki nilai kekekalan.
Karena itulah dasar dari iman Kristen adalah pemberian Allah itu sendiri, kita dapat percaya kepada Yesus dan mengasihi Dia. Karena kasih karunia, kita mendapatkan kabar baik, kita mendengarkan Injil. Kita diajari untuk mengenal Yesus dan apa yang Dia kerjakan. Kita diberikan kekuatan untuk dapat mengenal Dia, mata hati kita menjadi terang. Roh Kudus berkhotbah kepada kita di dalam hati pikiran kita, sehingga kita mengerti kasih karunia.
Dalam satu kejadian, ketika Tomas tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit. ”Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: ”Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Lalu ketika Yesus menampakkan diri kepadanya, Tomas kemudian berkata, ”Ya Tuhanku dan Allahku!” Dan Yesus memberikan satu pondasi pengajaran Kristen yang seharusnya melekat di dalam hati pikiran setiap kita. Kata Yesus kepadanya: ”Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Lukas 20:24-29).
Petrus melanjutkan, bahwa kepercayaan kita kepada Yesus, membawa kita pada sukacita yang tidak terkatakan. Dan ternyata perkataan ini, adalah perkataan Yesus kepada para murid ketika melihat iman Tomas yang didasarkan pada melihat.
Tujuan dari iman kepada Yesus
Tujuan dari iman kepada Yesus adalah keselamatan jiwa. Mengapa keselamatan jiwa menjadi sangat penting bagi anda dan saya sebagai manusia? Kita akan Kembali pada bagaimana manusia itu sendiri diciptakan. Ketika Allah menciptakan kita, Dia memberikan menghembuskan nafas ke dalam diri kita. Dan kita adalah gambar dan rupa Allah itu sendiri. Ada kekekalan di taruh di dalam hidup kita yang fana.
Bagian ini membawa kita merenungkan bahwa hidup ini berharga dan berharga pula kekekalan yang ada di dalam diri manusia. Dan kekekalan itu adalah jiwa manusia, kesadaran yang kita miliki, keinginan untuk memuji dan memuliakan sesuatu, menikmati sesuatu, dan dipuaskan oleh sesuatu. Melalui iman, segala pujian, kemuliaan, kenikmatan dan kepuasan kita dapatkan dalam Kristus. Dan itu adalah keselamatan jiwa kita.
Pertanyaan yang sangat penting untuk diajukan sekarang, jiwa manusia diselamatkan dari apa? Pertanyaan ini membawa kita merenungkan Kembali tentang dosa, kita semua orang berdosa kita adalah orang-orang yang memusuhi Allah. Pada dasarnya jiwa kita diselamatkan dari dosa, dari segala keinginan kita yang membawa kita pada kebinasaan kekal.
Kita percaya pada segala sesuatu yang bukan Allah dan menciptakan tuhan-tuhan versi terbaik bagi kita dan kita melawan Allah yang kekal dan berkuasa. Namun puji Tuhan, Injil diberitakan kepada anda dan saya, sehingga kita belajar untuk mengenal Allah yang benar, Roh Kudus bekerja di dalam hati pikiran kita agar kita dapat mengerti Injil, percaya pada Injil dan menyerahkan seluruh kehidupan kita pada kasih karunia Tuhan dan kita mengenal Yesus.
Yesus yang telah menjadi dosa, Yesus yang seolah-olah menjadi musuh Allah dan disalibkan untuk menggantikan hukuman dosa kita. Yesus yang memberikan diri-Nya sebagai korban penebus agar kita yang seharusnya binasa ketika percaya kepada Yesus, memperoleh keselamatan jiwa dan bersukacita karenanya meskipun kita belum melihat Yesus. Inilah Injil, terpujilah Allah Tritunggal. Amin.
Posting Komentar untuk " Renungan 1 Petrus 1:8-9 Meskipun Tidak Melihat"
Silahkan Berkomentar